KIINAN PUTRI
Berbagi cerita lewat karya, menembus jutaan kepala tanpa perlu bersua.
Saturday, December 13, 2025
Hari yg wajib diinget selama perjalanan jadi dokter umum :
02/12/2025
Intubasi di ((ambulance berjalan)) dengan segala halang rintang dan getarannya. Yang dirasain selama dan setelah kejadian? Jujur rasa drakor, tp SUMPAH HAL INI GA BOLEH DIULANGI SIAPAPUN DI DUNIA INI. Apalagi yg diintubasi adalah ortu kandung konsulen sendiri.🥹🥲🫱🏻🫲🏼
Pastikan berkali-kali kondisi stabil sebelum rujuk. Kalau memang kondisi ga transportable, opsi terbaik memang kita tunda saja. Titik.
Btw, trims kepada kak Ica dan Bunda Anita; transport team yg bikin aku lebih siap ngadepin semua huru-hara di hari itu🥲🥹🫶🏻 it's mean a lot for meeeh.
Wednesday, November 5, 2025
Saturday, October 11, 2025
Monday, August 11, 2025
Beberapa hari ini instagram punya fitur baru : repost (?) Apa ya namanya pokoknya yg share2 trus apa yg kita share visa dilihat di profile kita.
Dan.. inilah saatnya aku repost postingan2 yg bertahun2 mengendap di fitur save. Beberapa ada yg rutin aku baca ulang dalam beberapa bulan, tapi sisanya tenggelam dalam kenangan.
Sampai aku kembali menemukan satu tulisan dari Teh Qoon yg jujur relate banget sama kesibukan beberapa pekan terakhir.
Baru beberapa hari lalu aku 'mengeluh' kelelahan menghadapi rentetan agenda yg 'merenggut' sisa waktu liburku. Sabtu sore - Ahad malam tak lagi jadi waktu leha-leha, setiap pekan rentetan agenda menyesaki kalenderku. Lelahh, apalagi isi diskusinya 'ada-ada aja', mengingatkan target-target yg mulai kendor.
Si anak kecil ini beberapa kali membaca rentetan jadwal sepekan cukup lama. Sempat berfikir, "Ini beneran setelah hampir sepekan dikejar-kejar target kerjaan, amalan yaumi, dan tetek bengek basic life support(?), aku tetep harus merelakan akhir pekanku? Boleh ga ya nanti ketemunya ngobrol yg santai2 aja sambil ngemil? Kok rasanya berat banget ya membersamai orang-orang shalih/ah ini. Banyak betul target dan ketertinggalan yang harus aku kejar."
Sampai akhirnya dalam kelelahan yang bertumpuk-tumpuk, tak sengaja dapat nasehat, "Kalau amanahnya di dunia bikin lelah, harusnya ikhtiar lari menuju Allahnya juga harus lebih kenceng lagi."
Ah, iya juga ya...
Kan kita di dunia ini cuma mau numpang berjuang biar bisa meninggal ketika sedang berjuang dan berjalan menuju Allah, ya? Kalo membersamai manusia shalih/ah akhir zaman saja aku kelelahan, gimana bisa nanti pengennya bertetangga dengan Rasulullah? Malu gaksih?
Kalo membersamai manusia shalih/ah akhir zaman saja aku sudah mengeluh, lalu aku pengennya dibersamai siapa dalam perjalanan ini? Yakin mau dibersamai orang yg boro-boro mikirin ummat, urusan hidup sendiri saja ga tamat-tamat?
'Jika bersama dakwah saja engkau serapuh ini, sekuat apa engkau saat seorang diri?' -Ust. KH. Rahmat Abdullah.
Monday, July 28, 2025
Hari ini, banyak sekali kabar duka berseliweran.
4 diantaranya adalah pemuda; dekat dengan masjid, Al-Qur'an, dan dakwah.
Mereka berpulang ketika sedang berjuang 'menguatkan' hubungan dengan Allah, keluarga, dan saudara.
Dan.... 3 dari empat pemuda itu akan menikah dalam beberapa pekan-bulan kedepan, tapi ternyata kematian lebih dahulu berjodoh dengan mereka.
Jujur, sedih sekali mendengar kabar-kabar itu. Tapi ternyata, diri sendiri jauh lebih menyedihkan. Kalau nanti Allah panggil sewaktu-waktu, bagaimana ya cara mempertanggung-jawabkan semuanya?🤧
Hari ini, satu kabar duka datang lagi.
Salah satu kenalan yng usianya 3 tahun dibawahku telah berpulang. Dalam kondisi beberapa bulan terakhir sedang ikhtiar memperbaiki hubungan ke Allah dan keluarganya.
Sedih ya kehilangan teman yang kita tau bagaimana ikhtiarnya? Tapi ternyata jauh lebih sedih melihat diri sendiri yang masih gini-gini aja, padahal pengingat terbaij berupa kematian sudah begitu nyata. :')
Sunday, July 27, 2025
Hari ini, lagi-lagi mutasi kelompok lagi.
Gak kerasa udah masuk ke kelompok halaqah ke-8. Padahal baru kemarin disambut hangat oleh kelompok yang rasanya seperti pulang ke rumah bulek. Ternyata hari ini harus meninggalkan kelompok yang belum 4 bulan membersamai ke kelompok baru yang ternyata masya Allah tabarakallah banget :")
Pernah gak ngerasa Allah tu sayang banget sama kita dan gak pengen hambaNya jauh? :")
Pernah gak ngerasa kalo Allah tu pengen jelasin, "Semakin berat beban amanah di dunia, ilmunya juga harus semakin ditambah. Gaboleh gini-gini aja. Mau cari alesan apalagi sih buat terus males-malesan?"
Pernah gak ngerasa kalo hidup kita memang sudah di setting semanis itu sama Allah?
Jangan lupa terus lari ke Allah ya? Gakpapa kalo jalannya bikin ngos-ngosan dan bikin kaki kapalan. Pasti capek, tapi Allah gak pernah nuntut kita sampe garis finish kok, meninggal di jalur perjalanan kita menuju Allah pun sudah harus sangat kita syukuri. :")
Pernah gaksi ngerasa lagi capek banget sama urusan dunia yg gak ada habisnya, tapi Allah malah titipkan amanah-amanah baru yang masya Allah tabarakallah challenging bangetttt?
Jujur di awal ngebayanginnya aja udah capek banget. Tapi ternyata, pas dihadapi malah amanah itu yang bikin capek ngejer dunianya hilang. :")
Subscribe to:
Comments (Atom)