Bagiku yang sulit memahami sejarah dan berasal dari sekolah negeri yang begitu asing dengan topik-topik agama yang berat, aku hampir selalu memilih untuk mengganti materi ketika panitia mengarahkan untuk menyampaikan materi mengenai kebijakan, kajian isu, dan pemikiran. Namun hari ini, untuk pertama kalinya aku diamanahi topik yang sejujurnya berat banget, kajian Palestina.
Sebenarnya sejak mengikuti organisasi Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal (JIL) 3 tahun silam, aku mulai mencoba berdamai dengan materi-materi kajian dan pemikiran yang selalu aku hindari. Tapi untuk menjadi pembicara di antara 50 dan 40-an orang mengenai ini, rasanya aku pengen hilang sebentar wkwk. Tapi berkali-kali aku yakinkan diri : Birruh Biddam Nafdika yaa Aqsa! Dengan nyawa, dengan darah, kami membelamu, Ya Aqsa!
Jika aku sedang merangkak berjuang membantu pembebasan Al Aqsa dengan apapun termasuk jika nyawa pun darah diperlukan, harusnya ketakutan kesalahan dalam penyampaian materi di hadapan rekan-rekan tentu bukanlah masalah besar. Ia hanya masalah kecil yang pasti bisa dihadapi dengan persiapan matang. Akhirnya dengan basmalah dan doa mohon kemudahan urusan nabi Musa, I accepted it.
Aku dan Pengurus FSKI FK Unand 2023
Aku, Sabria, dan Pengurus FBI Asy-Syifa 2023
Selanjutnya, izinkan aku membagikan materi yang aku bawakan hari ini. Materi yang masih banyak kurang dari berbagai sisi, tapi semoga bisa menjadi pengokoh keberpihakan terhadap Palestina yang begitu Allah cintai. Jujur, banyak sekali yang tidak bisa dijelaskan lewat tulisan. Tapi semoga poin-poin dalam powerpoint ini dapat diambil ibrah-nya.

