Beberapa hari ini instagram punya fitur baru : repost (?) Apa ya namanya pokoknya yg share2 trus apa yg kita share visa dilihat di profile kita.
Dan.. inilah saatnya aku repost postingan2 yg bertahun2 mengendap di fitur save. Beberapa ada yg rutin aku baca ulang dalam beberapa bulan, tapi sisanya tenggelam dalam kenangan.
Sampai aku kembali menemukan satu tulisan dari Teh Qoon yg jujur relate banget sama kesibukan beberapa pekan terakhir.
Baru beberapa hari lalu aku 'mengeluh' kelelahan menghadapi rentetan agenda yg 'merenggut' sisa waktu liburku. Sabtu sore - Ahad malam tak lagi jadi waktu leha-leha, setiap pekan rentetan agenda menyesaki kalenderku. Lelahh, apalagi isi diskusinya 'ada-ada aja', mengingatkan target-target yg mulai kendor.
Si anak kecil ini beberapa kali membaca rentetan jadwal sepekan cukup lama. Sempat berfikir, "Ini beneran setelah hampir sepekan dikejar-kejar target kerjaan, amalan yaumi, dan tetek bengek basic life support(?), aku tetep harus merelakan akhir pekanku? Boleh ga ya nanti ketemunya ngobrol yg santai2 aja sambil ngemil? Kok rasanya berat banget ya membersamai orang-orang shalih/ah ini. Banyak betul target dan ketertinggalan yang harus aku kejar."
Sampai akhirnya dalam kelelahan yang bertumpuk-tumpuk, tak sengaja dapat nasehat, "Kalau amanahnya di dunia bikin lelah, harusnya ikhtiar lari menuju Allahnya juga harus lebih kenceng lagi."
Ah, iya juga ya...
Kan kita di dunia ini cuma mau numpang berjuang biar bisa meninggal ketika sedang berjuang dan berjalan menuju Allah, ya? Kalo membersamai manusia shalih/ah akhir zaman saja aku kelelahan, gimana bisa nanti pengennya bertetangga dengan Rasulullah? Malu gaksih?
Kalo membersamai manusia shalih/ah akhir zaman saja aku sudah mengeluh, lalu aku pengennya dibersamai siapa dalam perjalanan ini? Yakin mau dibersamai orang yg boro-boro mikirin ummat, urusan hidup sendiri saja ga tamat-tamat?
'Jika bersama dakwah saja engkau serapuh ini, sekuat apa engkau saat seorang diri?' -Ust. KH. Rahmat Abdullah.