Sekarang aku
duduk di kelas XI SMA, masih dengan suasana yang sama. Aku masih satu kelas
dengan makhluk-makhluk yang sama. Meskipun ada beberapa yang baru, bagiku itu
tidak terlalu memberikan dampak bagiku. Masa SMA yang membosankan menyenangkan.
Sudah dua minggu
ini semester dua dimulai, ada satu materi pelajaran yang bagiku sedikit aneh. Bagaimana tidak, materi ini
dimulai dengan curhatnya si guru tentang kisahnya dengan suaminya yang
sebelumnya LDR as know as Long Distance Relationship atau cinta jarak jauh yang
berhasil dia jalani tujuh tahun, dengan perbedaan usia yang lumayan jauh. Dan
ternyata materi pertama di tahun baru ini adalah “EXPRESSING LOVE”. Ya, itu
materi pelajaran Bahasa Inggris. Awalnya aku hanya berfikir sederhana, ah palingan materine mentok neng ngungkapne
cinta neng keluarga, nek ora yo adoh-adoh e kisah romeo juliet (ah mungkin
paling mentok materinya mengungkapkan cinta ke keluarga, kalau tidak ya paling
jauh tentang kisah romeo-juliet). Tapi diluar dugaan, it’s the real ‘ngungkapin
cinta’ guys!
Dihari pertama
kami sekelas ngotot untuk melewatkan pelajaran ini dengan alasan sederhana ‘kami
udah pinter mam materi ini’. Bagaimana tidak, dibuku isinya mengungkapkan
cinta, merespon ungkapan cinta, dan paragraf naratif ataupun dialog tentang
cinta. Malah teman sekelasku ada yang sudah puluhan kali naksir, pedekate-an,
pacaran, patah hati dan mulai naksir orang lain lagi. Haha, bagiku ini materi
yang sedikit absurd sih ya.
Dan pada
pertemuan kedua, guru itu memberi tugas menulis love story. It’s mean that we
must write a love story. Real love story? Awalnya seperti itu, tapi berhubung
kami hidup pada zaman dimana kamus dan otak kalah dengan googling, jadi
mayoritas dari kami hanya copy-paste. Kebanyakan sih bukan hanya tidak bisa
mengarang bebas tentang kisah cinta nya di zaman putih abu-abu atau putih biru,
tetapi rasanya aneh saja membuat cerita cinta dan harus di bacakan di depan
kelas. Kami belum siap curhat massal untuk masalah ini, terutama beberapa makhluk
di dunia ini memilih untuk menjadi pengagum rahasia saja, mengertilah…
Alhasil di hari
presentasi (eh apa ya namanya?) terbongkarlah bahwa sebenarnya masih ada
makhluk di kelas yang dengan santainya bercerita tentang kisahnya. Dan ada satu
orang yang menceritakan tentang ‘first date nya’. Ini bocah berani amat batin
ku. Bagaimana tidak, semua kejadian diungkapkan, it’s crazy right? Saat itu aku
hanya diam, berkata seenaknya saja “ah, kalu aku mah daripada curhat depan umum
pas SMA, mendingan ntar cerita ke anak-anakku gimana love story dari bokap
nyokapnya”. Dan teman sebangkuku menjawab seenaknya juga “kisah cinta mana yang
bakal kamu ceritain? Lu kan jones”
Karena ceritta
selanjutnya mengorbankan beberapa nyawa dan menyedihkan, mungkin langsung skip
aja deh ya… Heehee
Dan yang ke dua
adalah bagianku, aku maju dengan wajah pasrah karena ceritaku sudah pasti tidak
akan se-menarik kisah nyata temanku yang pertama maju. Dengan wajah polos aku
memulai cerita dengan kalimat : “I think I haven’t interesting story like Pandu’s
story, but I’ll tell a story from movie.” Dan entah kesambet apa teman
sebangkuku langsung berteriak, “Iyo uduk real story tapi ceritane podo kan Nan
karo cerita cintamu? Nyesek tok”. Seketika sekelas tertawa. Dan demi apapun aku
akan membunuh teman sebangkuku seandainya dia bukan anak silat dan dia belum
pernah membaca buku harianku.Alhasil, aku hanya mampu mengutukinya dari depan
kelas.
Dan, aku hanya
melanjutkan kalimatku dengan “I think Nadia was right, although it isn’t real
story, but it can be a confession indirectly.” Dan lagi-lagi itu hanya jadi
kalimat yang menguap sebelum aku berani mengatakannya. Dan selanjutnya, semua
cerita hanya ku baca sampai selesai.