Iya, lagi-lagi aku hanya berani mengutukimu dari kamarku.
Membenci tiap huruf yang tertera di chat room kita.
Dan untuk kesekian kalinya aku menangisimu dengan percuma.
Benar kan? Semuanya hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia.
Haha, berani apa aku jika sudah berurusan dengan namamu.
Sebab sepertinya semenjak aku benci segala hal tentang rindu,
kau malah semakin sering menguasai semua masalah yang ada.
Dan sekali lagi, seperti yang kau tau, ini semua akan jadi hal sederhana yang percuma. Iya, percuma.
Good night.
Putri
No comments:
Post a Comment