Saturday, December 22, 2018

22 Desember 2018


Kamu dengan senyum sehangat senja.
Ada debur lembut yang memeluk kakimu pelan.
Datang lantas pergi untuk tetap datang lagi.

Sayang hari ini ada satu dari tiga pinta pada Tuhannya terjadi.
Sebentar lantas menghempas keras menyiksa rasa.

Dan tinggal kamu yang akan tetap senyum sehangat senja.
Berdiri dengan debur lembut yang memeluk kakimu pelan.
Datang lantas pergi untuk tetap datang lagi.

Tanpa bisa diprediksi.

----------------------------------
Teruntuk Selat Sundaku Tersayang.
Izinkan deburku menjadi penyejuk disiangmu.

Monday, December 17, 2018

BAKSOS AKBAR FSKI 2018!

Assalamualaikum ikhwah.
Alhamdulillah hari ini selesai juga baksos akbar FSKI BEM KM FK Unand 2018 yang bertempat di MIN 4 Kota Padang.
Pengalaman yang sangat luar biasa!

1st Day (Sabtu, 15 Desember 2018)
05.30 am aku dah cantik dengan dresscode navy. 
06.00 am Sampai di TKP dengan cantik dengan go-Car sekian belas ribu wkwk. 
06-07.00 am mempersiapkan yang perlu dipersiapkan, termasuk rasa wkwk.
07.00 am senam jantung bareng bu-ibu dan bapak-bapak kece.
08.00 am pembukaan acara
9.30 am menerima pasien pertama untuk dianamnesis, pemeriksaan fisik umum (ukur TB, BB, tensi, dan yang dirasa perlu) + ngobrol-ngobrol santuy sama pasien.
10.00 am nemenin + menjadi sponge yang bisa menyerap ilmu sebanyak-banyakny dari pemeriksaan langsung dari dokter. Sempet pula curhat sama dokternya penyakit pribadi di sela-sela pasien.
10.30 nganterin si ibu ke ruang apotek + memahami situasi apotek.
11.00 jadi sponge lagi di ruang apotek, dengerin apoteker jelasin obat ke pasien. Pasien center Care emang kece banget sih, meskipun di awal pasti keliatan ribet banget ketika satu pasien harus ditangan banyak orang.

Friday, December 14, 2018

Kau tak tau.

Pagi tadi aku kehilangan satu.
Siangnya kutahan tetap membeku.
Sorenya dua tiga datang membantu.
Malam tak kulepas biar satu.
Sampai akhirnya luka tanganku.
Tak jua bahagia mereka disitu.

-aku, buah yang terlalu egois merusak sang pohon.

Sunday, December 2, 2018

Lepas

Ketika kaca rapuh yang kususun menjadi tangga pecah berkeping.
Haruskah kita selesaikan saja?

Ketika lapis tipis es di pijakanku mulai retak.
Haruskah kita selesaikan saja?

Ketika diatas sana liftmu sudah berdenting.
Haruskah kita selesaikan saja?

Ketika daratan tempatmu berpijak sudah semi.
Haruskah kita selesaikan saja?

Ketika kaca yang kususun dilewati liftmu,
Haruskah kita selesaikan saja?

Ketika es dikakiku pecah karena hangatnya semimu.
Haruskah kita selesaikan saja?

Dan ketika aku merasa semua perlu kita selesaikan.
Nyatanya hanya aku yang perlu menyelesaikan perjalanan yang kaupun tak tau setapaknya.
Seharusnya sudah ku selesakan saja.

-aku, bulan Januari di kalender hijriyahmu.