Thursday, May 21, 2020

Tumbuh

Namaku Kiinan.

Ketika menulis ini, aku masih mahasiswa kedokteran tahun 3. Sudah lebih seribu hari sejak pertama kali resmi menjadi bagian dalam lingkaran ikhtiar mengoptimalkan kwalitas usia seseorang, mengurangi penderitaan, dan menyeimbangkan kehidupan lewat sektor kesehatan.

Ketika menulis ini, dunia sedang tidak baik-baik saja. Jika kamu membaca tulisan ini bertahun-tahun setelah aku menulisnya, kamu mungkin akan mengingat atau pernah mendengar kenangan tentang kejadian luar biasa, virus, cuci tangan, work from
home, PSBB, ketidakstabilan berbagai sektor, dan banyak mimpi buruk yang sebelumnya barangkali tak pernah terlintas difikiran kita.

Ketika menulis ini, aku sedang ada di rumah bapak, membatasi semua aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan orang lain ketika jutaan tenaga kesehatan di luar sana sedang memperjuangkan banyak hal. Hingga puluhan tenaga kesehatan di Indonesia harus berpulang, dalam keadaan berjuang. Sungguh kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja.

Ketika menulis ini, lebaran tinggal 3 hari lagi. Ramadhan 1341 H hampir berakhir tanpa satu malam pun diisi dengan tarawih berjamaah di masjid. Hari-hari yang sungguh tak pernah terlintas difikiranku. Untuk lebaran tahun ini, kita cukupkan silaturahmi via suara dan gambar tiga dimensi saja. Tak apa, semoga ketaatan kita dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Berbicara tentang kondisi dunia dan segala ke-abnormal-an yang terjadi saat ini. Sebagai mahasiswa tahun tiga, rasanya aku terlalu jauh menyia-nyiakan keadaan. Jauh sekali. Sampai sulit sekali menyadarkan diri sendiri.

Dari seribu hari yang telah berlalu dengan percuma. Rasanya sudah lama sekali diri ini mati. Entah lupa atau melarikan diri dari kenyataan, tapi nyatanya terlalu lama hari diisi dengan kesia-siaan.

Mulai hari ini, mari tumbuh lagi.
Mari kita optimalkan sisa-sisa kesempatan yang masih Allah berikan.
Sebelum tak ada lagi guru yang bersedia 'menyuapi' ilmu atau bahkan tertutup usiaku.

Semoga akhirnya, tak ada lagi kedzaliman yang terjadi akibat kelalaian yang sebenarnya bisa kita usahakan.


with love,
your future doctor,
Nan.

No comments: