Dan seseorang di grup bilang :
"Kiinan curhat kesini kami cuma bisa kasih saran. Tapi kalau curhatnya ke Allah, apa yang kinan mau bisa langsung kinan dapatkan. Ga ada yang gak mungkin......
..... Jadi teringat sama anak panah. Kadang kita ditarik mundur selangkah. Setelah itu menyusul laju ke depan. "
Dan kalimat-kalimat itu terngiang-ngiang sampai sekarang.
Beberapa hari yang lalu, ditengah resahnya melihat pertanyaan tentang skripsi dari teman-teman angkatan, ditengah resahnya melihat puluhan nama berjejer di kolom komentar, ditengah resahnya menanti 27 hari. Akhirnya Allah tenangkan dengan keajaiban-keajaibannya. Allah mantapkan untuk tetap percaya. Allah tetapkan hati untuk segera mengusahakan yang seharusnya diusahakan.
Dan setelah tiga puluh dua hari menanti, akhirnya Allah pertemukan dengan yang dirindukan. Berhari-hari takut 'kena bom' malah dihadapkan dengan kata-kata meneduhkan dari beliau :"Bapak selalu stay disini kok. Kapanpun Kinan mau bimbingan bapak ada. Tapi kalau online ni gimana lah yaa."
Selanjutnya, berita-berita baik berdatangan dengan cepat. Mulai dari mendapat nama penguji yang hanya butuh 30 menit, data yang awalnya bolong-bolong jadi full, penguji yang langsung ACC, penentuan tanggal dari 5 dosen yang hanya butuh waktu 3 jam, dan hal-hal manis lainnya yang luarbiasa.
Setelah 3 bulan 9 hari menanti...
Allah bayar dengan dua hari + 2 minggu mempersiapkan diri.
Seperti anak panah. Kadang kita ditarik mundur selangkah. Setelah itu menyusul laju ke depan.
Dari padang,
Dengan penuh cinta,
your future doctor.
No comments:
Post a Comment