Sunday, May 23, 2021

Bagaimana bisa kita tetap diam?


Bagaimana kita bisa rela saat tau tanah yang begitu erat hubungannya dengan kita dirampas?
Bagaimana kita bisa tetap diam ketika ribuan liter darah bersimpah dan bangunan runtuh?
Bagaimana kita bisa merasa tetap baik-baik saja?

Di tanah yang begitu subur karena selalu dialiri darah mujahid ini, ribuan anak-anak tumbuh dengan begitu luar biasa. Anak-anak kuat yang ketakutannya luntur dengan teriakan takbir.

Meski belum mampu terbang langsung, membantu dengan tenaga, mari bantu dengan apa yang kita bisa.
Mari jadi bagian dari kekuatan mereka menghadapi kekejian yang insya Allah akan segera terkalahkan.

Mari tetap berpihak dengan genggaman yang tak mudah lepas. Semoga nanti perjuangan-perjuangan ini bisa menjadi saksi bahwa kita siap membela apa yang Allah cintai.

---------------------------------------------------------------
Birruh, Bidam, Nafdika ya Aqsha!

Monday, May 10, 2021

My First Clinical Clerkship Rotation


I'm so excited!
Bismillahirrahmanirrahim, setelah 3 bulan disumpah sebagai dokter muda dan 2 bulan 'magang' a.k.a junior clerkship di RS Universitas Andalas sambil menanti giliran, akhirnya besok resmi masuk rotasi koas.

Dan stase pertamaku adalah MATA!

Bagian yang waktu SMP sempat ingin ku masuki tapi ndak jadi cause materinya agak sulit wkwk. Excited sekaligus degdegan banget!
Semoga stase pertamaku lancar. Aamiin

Tuesday, May 4, 2021

لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ.....

Sunday, May 2, 2021

Melangkah Searah

Tahun ini insya Allah sudah 22 tahun.
Tak terasa sudah hampir masuk target menggenapkan diri.
Agak lawak sebenernya nulis ginian, tapi akhir-akhir ini memang jadi lebih peka dengan hal-hal yang berkaitan dengan itu.

Jadi, disini ku pengen sedikit berbagi beberapa poin yang aku dapatkan.. Semoga bisa jadi sedikit pegangan utk ku dan kamu.. Urutan dan poin-poinnya random banget, barangkali nanti kalau ada kesempatan bisa diperbaiki lagi wkwk.

1. Jika nanti kita bertemu di jalan Allah, semoga satu-satunya kekuatan mempertahankan hubungan dan ghirah dakwah hanya karena-Nya. Semoga tak hanya saat memulai, tapi selama menjalani kehidupan kita selalu ada dalam genggaman-Nya, bekerja untuk-Nya.

Perjalanan ini begitu panjang dan berat jika hanya dilewati berdua. Kita butuh kekuatan maha segalanya untuk tetap berada di koridornya, mengurangi keterseokan, meredamkan kesalahpahaman. Niatkan perjalanan ini karena-Nya dan hanya untuk-Nya saja.

Hingga kita bisa dapatkan harapan bersama, bertemu kembali di surga-Nya.

2. Menikah artinya belajar seumur hidup.
Lebih dari long life learner yang selalu di elu-elukan mahasiswa kedokteran, nyatanya seluruh step kehidupan kita perlu belajar tanpa lelah. Dan menikah adalah salah satu stepnya. Menikah tak hanya bertemu satu orang baru, tapi kita bertemu dengan segala kuat-lemahnya, baik-buruknya. Bahkan tak hanya dia, kita akan bertemu dengan ayah-ibunya, kakak-adiknya, keluarga besarnya, bahkan sahabat bahkan musuh masa kecilnya. Banyak sekali yang perlu dipelajari dan persiapkan. Belum lagi, menikah juga erat dengan perubahan dari gelar anak-istri-ibu. Seluruhnya butuh pemahaman yang masya Allah sudah Allah berikan panduannya dengan baik.
Dan tugas kita adalah belajar.. persiapkan secara keilmuan, fisik, dan psikis. 

3. Selesai dengan diri, siap mengabdi.
Waktu awal kuliah, pengeeen banget cepet nikah biar ada yang meringankan beban. Ngaco banget! Padahal nanti waktu menikah tanggung jawab kita selalu bertambah.
Yang awalnya hanya menjaga diri sendiri agar tidak futur, nanti ketika menikah kita harus menjaga kestabilan manusia yg ada di rumah agar tidak futur.
Ketika hari ini kita belum selesai dengan masalah-masalah pribadi, belum selesai dengan perkara hati dan emosi, bagaimana nanti ketika kita wajib mengabdi pada suami? Padahal Allah menjanjikan banyaaaak banget keberkahan. Bahkan istri bisa masuk surga dari pintu mana pun.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad)

4. Visi, Misi, Evaluasi
Seperti diri bahkan sebuah organisasi, pernikahan adalah perjalanan yang wajib punya visi misi. Tak terbayang kapal berlayar tanpa tujuan, tak terpikirkan pesawat asal terbang tanpa ada arah yang jelas. Seperti itu jugalah pentingnya visi misi pernikahan. Visi misi bisa dimulai dari masa perkenalan, ketika masing-masing menyampaikan visi misi diri. Lalu dilanjutkan pada visi misi bersama yang wajib dievaluasi secara rutin agar tetap pada koridor yang benar dan bisa mengabdi sebagai hamba dengan sebaik-baiknya.

5. Jujur dan Komunikasi.
Seperti segala bentuk hubungan antar manusia. Hal terpenting yang perlu kita jaga adalah komunikasi dan kejujuran.
Sampaikanlah kebaikan-kebaikan, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, dan sampaikan dengan cara yang ahsan. Sungguh hampir semua kegagalan dalam hubungan antar manusia ada karena kesalahpahaman.

Mulailah jujur pada diri sendiri saat ini, jujur pada calon pasangan ketika sedang berkenalan, dan jujurlah terus menerus padanya hingga akhir waktu kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang Allah dan Rasul perbolehkan. Misalnya bohong kalo makanannya enak padahal keasinan demi membahagiakan istri wkwkwkwk.

Ahya jujur di waktu perkenalan juga merupakan poin terpenting menurutku (agak banyak terpentingnya ya wkwk). Soalnya lewat perkenalan kita akan memberikan gambaran diri pada calon pasangan kita. Jujurlah utk menyampaikan apa yang perlu disampaikan. Sebab sebenarnya kita sedang mencari seseorang yang harapannya bisa satu frekuensi dengan kita. Berkarya bersama, bekerja bersama, mengabdi bersama. Jujurlahh.. meski saat itu kita benar-benar suka dengan individunya, tapi beranilah untuk tetap jujur tanpa penuh pencitraan. Sebab kerja sama dalam satu proker dengan orang yang benar-benar berbeda pandangan saja sudah melelahkan. Apalagi membangun kehidupan bersama?