YT : The Sungkars + Syauqi Robbani
PISA Score --> Programme for International Student Assessement (menilai kemampuan STEM pada siswa berusia 15th. Saat ini Indo di posisi ke 6 di Asia Tenggara)
-> akan berhubungan dengan pola investasi dari eksternal ke Indonesia karena berhubungan dengan profil employee di negara tsb.
Bonus demografi Indonesia : usia terbanyak adalah usia produktif (tetapi hanya dari sisi usia, bukan produktif secara kinerja)
3 Hal penting yg wajib dimiliki pemuda ketika masuk dunia kerja :
- Functional Competency (kemampuan basic utk bekerja --> selalu ingin belajar dan upgrade diri)
Ayat pertama --> Iqra'/Membaca --> membaca situasi, peluang, dll
Satu2nya alasan paling mungkin utk ga mau baca versi Rasulullah : ga bisa baca. Itupun Malaikat Jibril tetap memerintahkan Rasulullah utk membaca (dengan menyebut nama Tuhanmu yg menciptakan) --> artinya kita tidak memiliki alasan untuk tidak mau belajar.
Output : Critical thinking, problem solver - Resilience
Harus dipelajari/dilatih oleh kepahitan/ketidaknyamanan.
Ibnu Khaldun dalam buku Muqadimah --> Situasi yg sulit akan membangun manusia yg kuat. Manusia yg kuat akan membangun situasi yg baik. Situasi yg baik akan menciptakan manusia yg lemah. Manusia yg lemah akan menciptakan situasi yg sulit. (Ex : siklus peradaban Islam) - Communication Skill/Interpersonal Skill
--> pola sosial yg akan 'menyampaikan' kecerdasan kita. Karena sayang sekali jika pintar tetapi tidak bisa menyampaikan gagasannya.
Cara Menanamkan Resilince dan nilai2 lain kepada anak yg sudah dalam kondisi nyaman (Mendidik Pewaris) :
Baru bisa dimaksimalkan ketika orangtua sudah selesai dengan isu finansial (ortu bisa hadir).
- Resilience come from Mission
Sirah : Umar bin Abdul Aziz yg dititipkan misi kuat. Sehingga meskipun beliau seorang pewaris, beliau bisa menjadi khalifah dengan kepemimpinan yg luar biasa
Pak Yahya Surya Atmaja (CEO BCA) dalam menanggapi FIRE (Financial Independence Retaire Early --> pensiun muda kaya raya) : prinsip ini kurang tepat karena jika misi hidup hanyalah memperkaya/mempernyaman diri senidiri : egois. Sedangkan harusnya hidup harus memiliki misi utk yg lebih jauh daripada itu.
"Kalau niat kita untuk menolong orang lain, masa sih diri kita senidiri ga ketolong? Kalau misinya hanya menolong diri sendiri, pasti keteteran."
Kita tidak mewariskan perusahaan/kekayaan dll, tp kita mewarisi misi. - Memberi fasilitas hidup yang berfokus pada fungsi, bukan gengsi. Nb : tetap sesuaikan dengan kondisi lingkungan dan masa anak.
- Tanamkan skill untuk mengelola uang.
- Perlihatkan bahwa kita bekerja dg sungguh2, disiplin, teratur.
- Melibatkan anak dalam proses bekerja (terutama laki-laki, jika sudah baligh, arahkan utk bekerja dan beri peluang)
Tingkat Kebutuhan berdasarkan Teori Maslow :
- Physiological Needs (makan, minum, tidur, dll)
- Safety Needs (lingkungan, pekerjaan)
- Social needs (rasa memiliki, keakraban, dll)
- Esteem needs (pengakuan, penghargaan)
- Self-Actualization Needs (kebutuhan utk mencapai potensi, tujuan hidup)
--> seseorang akan berusaha utk memenuhi kebutuhan hidup dari tingkat terbawah. Maka wajar kalau di awal karir, biasanya org akan punya kecenderungan untuk lebih fokus pada finansial utk memenuhi physiological needs-nya, tapi secara fitrah, manusia pasti punya keinginan utk aktualisasi diri. Aktualisasi diri bisa tidak maksimal jika dari kecil tidak biasa ditanamkan tentang mindset utk mencapai visi-misi hidup yg bermanfaat.
--> mindset tidak akan bisa ditanamkan jika orangtua tidak mencontohkan dan mengondisikan anak-anak dalam kondisi tsb. Keteladanan no.1.
Golden Circle - Simon Sinek
- Why --> paling penting, menjelaskan tujuan/alasan/keyakinan yg mendasari tindakan seseorang/organisasi. Harus dikomunikasikan karena tidak selalu terlihat dari luar.
- How --> menjalankan cara/metode yg digunakan utk mencapai tujuan. Harus spesifik dan terukur.
- What --> hal yg paling terlihat dan dapat diukur. Merupakan produk/layanan/hasil dari proses.
Untuk memastikan bisinis/organisasi/parenting sukses --> memastikan setiap individu yg terlibat memahami seluruh proses, terutama di bagian Why yg tidak bisa dipahami kecuali kita mengomunikasikan dengan baik.
Beberapa prinsip di Edelweiss Hospital yg bisa menjadi investasi jangka panjang :
- memberikan beasiswa tanpa ikatan : memastikan setiap employee tidak merasa bahwa proses yg ada di edelweis hanya hubungan untung-rugi saja. Akhirnya lebuh banyak employee yg bekerja dengan loyalitas yg didasari karena kesadaran pribadi.
- memberikan cuti melahirkan 6 bulan : memberi hak dan memuliakan perempuan --> output : kinerja lebih baik, lebih ramah, dll.
Pelajaran terpenting selama kuliah di Harvard
Hal yg paling penting bukan tentang ilmu akademik yg tertulis, tetapi tentang bagaimana lingkungan membangun karakter, pola pikir, dan confidence. Maka, penting utk mengusahakan lingkungan pendidikan yg baik.
Bahkan di Harvard tidak ada GPA --> karena yg dilihat oleh Harvard bukan GPA, tp tentang journey dan experience ketika berada di Harvard.
Cara untuk mengetahui seseorang baik dalam Getting Things Done (GTD)
- Tanya pengalamannya dalam menyelesaikan permasalahan terberat dalam hidupnya.
Cara melihat : kedalaman dan kekonsistenan dia dalam menjawab. (Semakin sering kita menginterview, kita akan lebih peka untuk mengenalinya). - Nilai pada probation/masa percobaan.
Cara manajemen waktu :
- Bekerjalah dalam tim. Bagi porsi pekerjaan.
- Batasi waktu setiap diskusi (pakai jam pasir) --> sehingga bisa maksimal dan berisi dalam diskusi. Tp jangan terlalu saklek, karena setiap pekerjaan ada seninya.
Kenapa tiba-tiba mendirikan Kreativa Global School?
- Islamic international school
- Confidence level dari orang kota-desa : berbeda. Ternyata anak yg biasanya sekolah di Harvard/Cambridge dkk sudah dididik dan disiapkan dari kecil, bukan hanya dari SMA/kuliah.
- misi : affordable education --> supaya semakin banyak org bisa mengakses pendidikan yg baik sehingga punya kepercayaan diri yg tinggi untuk mencapai tingkat pendidikan yg lebih baik. Preparing children to be a global citizen.
Cara melatih confidence di Kreativa Global School
- menguatkan karakter : komunikatif dan percaya diri sesuai dengan karakter global citizen.
- membangun mindset : kita mampu utk mendesain hidup utk pantas sekolah dan bekerja di tempat terbaik. Ex : mempertemukan dengan orang2 yg pernah sekolah/kerja di tempat terbaik sehingga hal2 tsb menjadi touchable.
- memstikan orangtua belajar parenting juga --> karena sekolah adalah partner untuk mendidik anak, bukan tempat menitipkan anak.
Allah Maha Adil --> bukan dengan memberi harta yg sama, tp memberikan sesuai kebutuhan dan kebahagiaan.
2 Bidang yg penting untung dikembangkan utk meningkatkan kwalitas suatu negara : Pendidikan dan Kesehatan.
3 'bekal' terpenting dalam proses parenting (yg insya Allah, meskipun dalam perjalanan orangtua harus wafat, anak akan tetap bisa survive dalam penjagaan Allah :")
- Allah Maha Kaya dan doa orangtua adalah kunci
- Character building (Communication skill, confidence) --> hanya akan terbangun dengan baik ketika hubungan ortu-anak baik
- Networking --> maksimalkan silaturami, kondisikan anak berada dalam lingkungan yg supportif sesuai nilai yg ingin ditanamkan ortu.
Syariat : berkumpullah dengan orang shaleh.
Bisnis : berkumpullah dengan orang sukses.