Sunday, June 1, 2025

Qodarullah


Pagi ini aku kecewa dikit karena gajadi bekam. Padahal udah janjian jauh-jauh hari karena jadwal kami bentrok terus. Apalagi beberapa pekan terakhir imunitas lagi gak oke banget, jadi mudah ketularan penyakit nasokomial selama pelayanan. 

Pagi ini aku bangun dengan bersemangat, abis subuh buru-buru beresin kamar, nyiapin makanan dan segala tetek-bengek yg mbaknya butuhin. Abis beres cuci baju dll tiba-tiba baca chat ini dari mbaknya. Agak sedih, tp emang takdirnya gabisa dipaksain. Akhirnya milih jogging aja ke taman deket kos biar moodnya balik lagi.

Hal-hal kecil kayak gini bikin aku merefleksikan beberapa hal. Di umur segini, pasti kita udah sering banget ya ketemua di kondisi lagi pengeeeen banget sesuatu, udah diusahain dan hampir tercapai, tapi qodarullah gak Allah izinkan realita berjalan sesuai rencana kita?

Sedih ya? Normal, kok. Kadang emang gitu cara Allah buat nunjukin kebesaranNya, gaksi? Kita diizinkan untuk patah hati buat nunjukin kalau : Ini loh yg terbaik untukmu, hambaku. Sabar ya..

Mengimani takdir yang sesuai dengan keinginan kita mah gampang, tapi mengimani takdir yang membuat kita berair mata? Ternyata ngga sesederhana itu. Semoga, semoga Allah bantu lapangkan hati kita, tinggikan ilmu kita, luaskan pemahaman kita. Hingga Allah mampukan kita menghadapi skenario terbaik-Nya dengan gagah, meski sesekali penuh air mata.

Kalau kata Ust. Hanan Attaki, ada 3 cara agar kita senantiasa ridho dengan takdir-takdir yang rasanya kurang menyenangkan bagi kita :
- Allah mengetahui, sedang kami tidak mengetahui (Q.S Al-Baqarah : 216)
- Meyakini bahwa bersamaan dengan sedikit kesulitan ada banyak kemudahan (Q.S Al-Insyirah : 5-6)
- Ketika ditimpa suatu musibah, jangan mengatakan seandainya demikian dan demikian. Tapi katakan qadarullah wa maa sya'a fa'ala (Ini adalah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki Dia perbuat) (HR. Muslim)


Bismillah...

No comments: