Sunday, November 22, 2020

Friday, November 20, 2020

Tiga Dalam Satu, Sedang Aku?

Ketika Buya Hamka sedih karena hanya bisa melahirkan tiga tulisan dalam satu tahun.

Kita?

Target membaca satu buku pun tak tamat juga.

Tuesday, November 3, 2020

Karena sebelum memberi, kita wajib memiliki

Karena sebenarnya, apapun bentuknya, sebelum kita memberi kita wajib memiliki.
Bagaimana bisa kita memberi sedikit harta jika kita sendiri tak sanggup memenuhi kebutuhan pokok?
Bagaimana bisa kita memberi sedikit ilmu jika ternyata ilmu yang kita punya hanya tentang ingatan-ingatan parsial yang tak jelas bagaimana pertanggungjawabannya.

Wednesday, October 7, 2020

Wednesday, August 12, 2020

Dua Puluh Satu

Selamat ulang tahun (lagi), Mak. :)
Alhamdulillah sudah 21 tahun ulangtahun bareng, dan ini tahun keempat kita beda dunia hehe.
Alhamdulillah tahun ini Putri genap dua satu. Ya, tahun pertama melewati masa menambah target baru.
insya Allah enam hari lagi putri seminar proposal, rasanya semakin kuat keinginan Putri mengejar gelar sarjana secepat yang Putri bisa.

Ah, rasanya makin kesini ulangtahun tak lagi sama ya mak. Putri makin takut jika kembali kepada-Nya tanpa bekal apa-apa.
Malu sekali ketika perjuangan Rasulullah dan sahabat yang sampai menumpahkan darah berliter-liter malah dibalas dengan ketidakproduktivan seperti ini.

Semoga, dengan bertambahnya usia, bertambah pula pemahaman dan kedewasaan.
Semoga semakin bertambah usia, bertambah pula kebermanfaatan.


Selamat ulang tahun mak.
Selamat ulang tahun aku.

Monday, August 10, 2020

Konsisten

"..... konsisten dalam ketidak-konsistenan itu bukan karakter yg baik...."

-dr. DI, Sp.THT-KL(K).,FICS

Friday, August 7, 2020

Anak Panah

Beberapa bulan yang lalu, ketika kolom komentar di grup itu masih kurang dari sepuluh, aku pernah curhat : "takut gak bisa bimbingan online. Panik melihat makin banyak yang melangkah jauh meninggalkan aku."

Dan seseorang di grup bilang :

"Kiinan curhat kesini kami cuma bisa kasih saran. Tapi kalau curhatnya ke Allah, apa yang kinan mau bisa langsung kinan dapatkan. Ga ada yang gak mungkin......

..... Jadi teringat sama anak panah. Kadang kita ditarik mundur selangkah. Setelah itu menyusul laju ke depan. "

Dan kalimat-kalimat itu terngiang-ngiang sampai sekarang.
Beberapa hari yang lalu, ditengah resahnya melihat pertanyaan tentang skripsi dari teman-teman angkatan, ditengah resahnya melihat puluhan nama berjejer di kolom komentar, ditengah resahnya menanti 27 hari. Akhirnya Allah tenangkan dengan keajaiban-keajaibannya. Allah mantapkan untuk tetap percaya. Allah tetapkan hati untuk segera mengusahakan yang seharusnya diusahakan.

Dan setelah tiga puluh dua hari menanti, akhirnya Allah pertemukan dengan yang dirindukan. Berhari-hari takut 'kena bom' malah dihadapkan dengan kata-kata meneduhkan dari beliau :"Bapak selalu stay disini kok. Kapanpun Kinan mau bimbingan bapak ada. Tapi kalau online ni gimana lah yaa."

Selanjutnya, berita-berita baik berdatangan dengan cepat. Mulai dari mendapat nama penguji yang hanya butuh 30 menit, data yang awalnya bolong-bolong jadi full, penguji yang langsung ACC, penentuan tanggal dari 5 dosen yang hanya butuh waktu 3 jam, dan hal-hal manis lainnya yang luarbiasa.

Setelah 3 bulan 9 hari menanti...
Allah bayar dengan dua hari + 2 minggu mempersiapkan diri.

Seperti anak panah. Kadang kita ditarik mundur selangkah. Setelah itu menyusul laju ke depan. 

Dari padang,
Dengan penuh cinta,

your future doctor.

Sunday, July 12, 2020

Sedang dalam Penantian

Setiap hal di dunia ini berada dalam dua keadaan : ditunggu atau menunggu.
Keduanya sulit, keduanya berat, keduanya butuh tanggung jawab.

Sudah beberapa hari sejak pesan terakhir itu masih berada dalam kondisi yang sama.
Kadang entahlah, yang dinanti mungkin sedang banyak menantikan hal lain atau bagaimana.
Semoga yang dinanti peka terhadap yang menanti.
Semoga yang menanti tetap sabar dalam penantiannya.

Jadi, kapan bapak akhirnya mau membalas pesan seorang dewasa muda ini? :")

Tuesday, July 7, 2020

Bangga atau Sebaliknya?

Dulu banget, Allah pernah melaknat suatu kaum dengan azab yang luarbiasa pedih. Allah balikkan tanah di negeri itu, kemudian Allah hujani mereka dengan batu yang terbuat dari tanah yang dibakar. Tak hanya pelaku, semua orang di negeri tersebut musnah.

Ribuan tahun setelah kejadian itu, mereka kembali dengan kebanggaan akan keberagaman warna yang mereka ciptakan. Seolah mereka lupa, warna-warna yang mereka banggakan diciptakan oleh Dzat yang siap melaknat kapan saja.

Semoga nanti, anak cucu kita masih tetap bisa memaknai warna-warna indah yang diciptakan langsung oleh pelukis yang Maha Agung dengan makna yang seharusnya.

Monday, May 25, 2020

Karya Terbaik

Katanya karya terbaik bukan tentang karya yang membuat orang lain kagum padamu. Tapi tentang karya yang dengannya orang lain ingin semakin dekat dengan Rabb-Nya.