Tuesday, October 29, 2019

Seperti itulah Dakwah


Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh sobat..
Akhir-akhir ini aku sering banget denger atau baca betapa sulitnya menyentuh hati seseorang. Sebab hidayah hanya dari-Nya.

Seperti kisah Abu Thalib yang  selama hidup iselalu mendukung dakwah Rasulullah. Beliau pun mengakui kenabian Rasulullah melalui syair yang artinya : Aku yakin bahwa agama Muhammad adalah agama terbaik umat manusia yang pernah ada. Namun nyatanya keimanan lewat hati dan perbuatannya sampai akhir hayat tak jua membawa beliau untuk mengimani secara lisan lewat syahadat yang akhirnya membuat beliau masuk ke neraka dengan siksaan teringan, yaitu menggunakandua sandal yang sampai mendidihkan otaknya.

Atau kisah tentang Nabi Yunus yang akhirnya meninggalkan wilayah Ninawa dengan kapal karena tak seorangpun di wilayah itu yang menggubris dakwahnya. Tanpa persetujuan dari Allah, Yunus meninggalkan Ninawa dengan kapal yang pada akhirnya membuat ia di tenggelamkan ke laut dan di telan paus kurang lebih dua minggu hingga dia sadar akan keslahan-kesalahannya hingga  Allah menolongnya. Seperti cerita dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya' : 87-88
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan, dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Anbiya’ [21]: 87-88)
Atau seperti satu kisah dalam Surah Hud yang turun untuk menguatkan Nabi Muhammad yang lelah dalam menghadapi kaumnya, yaitu tentang Nabi Nuh. Kisah yang malam ini aku dengarkan lewat murottal Syaikh Mishary Rashid Al-Afasy yang emosinya sampai terngiang-ngiang di malam-malam menjelang ujian blokku. Cerita betapa besar usaha Nabi Nuh meyakinkan kaumnya untuk ikut beliau naik keatas kapal untuk menghindari air bah, tetapi pada kenyataanya bahkan anak yang ia cintai pun tak menerima ajakan beliau. 

Bukankah kisah-kisah tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa perjalanan menyentuh hati ini sangat jauh dari kata mudah?

Mengutip beberapa kalimat di buku Fiqh Dakwah jilid 1dari Syaikh Mushthafa Masyur tentang tabiat jalan dakwah yang menjelaskan bahwa :
Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga yang harum, tetapi merupakan jalan sukar dan panjang. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian, dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa, tanpa putus harap. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang terus menerus dan hasilnya kita serahkan kepada Allah sesuai waktu yang dikehendaki-Nya.

Bismillah.
Padamu, terimakasih telah bertahan dan tidak menyerah mengetuk lebih banyak lagi hati.

Monday, October 21, 2019

Oktober

Oktober 2017

Malam itu mataku masih sembab.
Beberapa hari sebelumnya dia datang, sebentar, tapi menyisakan banyak rasa.

Satu malam yang panjang, banyak tanya dan kata yang hanya mampu berjalan di benakku saja.
Bahkan beberapa menit sebelum travel itu membawanya pulang, dia memelukku, memastikan aku akan baik-baik saja.

Rasanya hampir lima ratus lembar tisu 'nice' tersebar di kamar merah mudaku.
Entah sejak kapan, Jati terlalu dingin untuk dilewati sendiri.
Dan aku tau, dia pasti memikirkan lebih banyak dari yang ku tau.

Hampir satu minggu, kata seseorang aku hanya mengeluh atas sesuatu yang tak perlu.
Egois dengan semua perasaan yang tak masuk logikamu.

-----------------------------------------------

21 Oktober 2018

Ratusan hari kita bisu.
Megotori hati dengan penuh keegoisan.
Memenuhi fikiran dengan kekecewaan.
Hingga lupa : ada rasa yang tak boleh hilang karena ikatan.

Malam ini kita saling memeluk.
Membongkar luka yang telah lama kita tutup dengan rapi.
Tapi intinya sama : kita tak ingin kehilangan lagi.

Mulai hari ini,
Mari saling mengenapkan yang ganjil.
Menutup lobang yang menganga.
Menyusul puzzle yang hilang.

Mari membuka hati.

-------------------------------------
22 Oktober 2018. Hampir tengah malam.

Dari balik kaca bus SAN yang berembun, ku biarkan keegoisan berlalu bersama lampu-lampu yang kita lalui.
Biar kita tinggalkan luka yang membekukan hati.
Nyatanya hidup harus seperti perjalanan ini :
Punya tujuan dan tak mudah dihentikan.

Lama sekali setelah semua berlalu.
Akhirnya aku tau.
Yang berhak bahagia bukan hanya aku.

-------------------------------------------
20 Oktober 2019

Terimakasih Padang.
Sudah mengajarkan kedewasaan, persahabatan, dan cinta.
Semoga waktu berlalu dengan penuh makna.

---------------------------------------------

Oktober 2020

Tahun ini tiba-tiba covid menyebar begitu cepat.

Semoga kita sama-sama baik-baik saja.

Izinkan aku menyelesaikan impian kita.

semoga tahun depan, seperti doamu, tiga huruf itu berada di belakang nama indah yg kamu berikan.

-------------------------------------------

17 Oktober 2021

Meskipun tahun ini jarak terasa begitu jauh, seperti katamu : aku harus percaya.

Maka izinkan aku menitipkan seluruhnya pada mereka yg juga aku percaya.

--------------------------------------------

14 Oktober 2022

Izinkan aku menjagamu dengan tanganku.

Memelukmu dengan kekuatan yang aku punya.

Sunday, October 20, 2019

Saturday, October 5, 2019




Hai, selamat malam.
Teruntuk sosok yang selalu muncul di cermin yang aku pandang, semangat yaa.
Ada banyak cerita luarbiasa yang menanti.
Jangan menyerah, apapun yang terjadi, bertahanlah.

-Dari aku di sudut paling nyaman di kamar ini.

Friday, October 4, 2019

Melankolis

Teruntuk melankolis baik yang ku temui karena-Nya.

Terimakasih, sudah percaya.
Terimakasih sudah mau menitipkan penggalan rasa lewat kata.
Terimakasih sudah ingatkan amanah yang sempat terlupa.

Seperti beberapa kisah yg juga kutitip ke hatimu hari ini, mari mulai mengenali diri.

Semoga hatimu yang lembut semakin kuat.
Semoga susunan kata sampai cita yang kau jaga dengan hati-hati kan jadi luarbiasa.

Dari aku,
Yang memperhatikanmu.