Thursday, August 31, 2023

Jatuh Hati

Dua hari yang lalu, setelah agenda rutin, seorang binaan mengeluhkan rekan kerjanya dan sampailah pada kesimpulan, "Bagaimana ya kak? Kayaknya kinerja si A menurun karena VMJ alias Virus Merah Jambu."
Ya, masalah yang selalu berulang. Kestatisan hingga kemunduran akan mulai terasa apabila terjadi dua hal, amalan yaumi yang berantakan dan kondisi hati yang mulai diisi selain Dia sebelum waktunya.

Kenapa ya orang-orang bahagia betul jatuh hati sebelum waktunya?
Bukankah ia begitu mengerikan?

Membabat habis waktu yang seharusnya bisa dipenuhi produktivitas dan karya.
Mengambil alih konsentrasi hingga terbuai berhari-hari hingga bertahun-tahun.
Dan yang paling mengerikan adalah ia menarik paksa tempat yang sebelumnya telah susah payah kita jaga agar tetap dipenuhi oleh nama-Nya.

Bukankan ia begitu mengerikan?
Ia tak menambah tabungan amal yang susah payah kau usahakan satu persatu.
Tapi malah merenggut ketauhidan dan mencondongkan hati pada hal yang mendekatinya saja sudah dilarang oleh-Nya.

Kata seorang sahabat, jatuh hati, cinta, suka, atau apapun padanan katanya hanyalah soal kata kerja. Seperti seluruh kata kerja, ia pasti bisa dikontrol oleh pikiran dan hati kita. Meski berat dan butuh waktu, debar, binar, dan jingganya pasti bisa kita atur.

Friday, August 25, 2023

Sunday, August 20, 2023

Beberapa jam menuju MCQ UKMPPD, mencoba mereview dan memasukkan apa yang bisa dimasukkan ke dalam otak sambil terharu berkali-kali sebab begitu banyak doa manis yang menguatkan dari manusia-manusia baik yang semoga selalu dalam lindungan Allah.

Insya Allah, we can do it.

Bismillahirrahmanirrahim..

Spread His love




Sebab akhirnya, dakwah terbaik bukan yg membuat banyak orang menyukai kita. Tapi tentang bagaimana orang lain akan lebih mengetahui cinta-Nya dan mencintai-Nya.

Saturday, August 19, 2023

Cukup Satu

Selasa lalu, setelah Isya tiba-tiba mellow. Semalaman cemas dan kepikiran karena sorenya terakhir bimbingan dari kampus, artinya setelah itu kita akan dilepas di alam bebas. Menghadapi ujian kompetensi dan kehidupan sesungguhnya. Ditengah teman-teman yang persiapannya lebih lama, lebih matang, dan enjoy belajar dalam tim, ngerasa minder banget sampai belajar sambil sesak. Merasa gak siap, takut tertinggal, dan gak kompeten jadi dokter.

Aku yang selalu meyakinkan diri bahwa dokter adalah alat yang kuat untuk dakwah, alat yang tajam untuk melepaskan tali-tali morbiditas dan mortalitas atas izin Allah, aku yang selalu optimis tiba-tiba merasa tak pantas. Takut sekali di hari terakhir mendapat bimbingan tetapi ternyata ilmuku belum cukup kokoh menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menolong orang lain.

Pukul 02.00 dini hari, ketika seluruh manusia di rumah mulai lelap. Keheningan yang akhirnya membuat semakin 'sesak'.
Akhirnya aku letakkan leptop di ujung kasur, menatap lekat-lekat langit kamar. Rasanya ingin sekali menyerah, tapi tak mungkin. Sebab sudah 6 tahun sejak perjuangan itu dimulai, apakah rela menyerah hanya karena itu?

Akhirnya dalam segala kecemasan, aku memilih membuka Al-Quran di handphone, lalu membaca ulang terjemahan dari target tilawah hari itu : Juz 26.

Di awal juz langsung masuk ke surah Al-Ahqaf. Allah kokohkan kepercayaan dengan 3 ayat yang manis sekali :
 Allah tegaskan, Allah langsung yang menciptakan kitab ini, selanjutnya Allah tidak menciptakan apa yang ada di langit dan bumi dan diantara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dalam waktu yang ditentukan. Deg. Akhirnya buncah sudah, pecah ruah. 

Selanjutnya dengan segala patah hati yang terasa sebab seakan lupa bahwa kita ini hanya miliknya, aku berhenti dan berulang-ulang di ayat ke 13 dan 14.


Aallaah..

Kenapa aku pusing, kenapa aku cemas, kenapa aku sedih, kenapa aku khawatir? Sedangkan kita tahu, "Tuhan kami adalah Allah,"

Dan orang-orang yang yakin penuh dengan Allah, maka cara yang mereka pilih jelas, 'istiqomah'.

Tak hanya janji untuk menghilangkan khwatir dan sedih, tapi Allah langsung jamin mereka akan menjadi penghuni surga dan kekal di dalamnya.

Selanjutnya dengan sangat luar biasanya, di hari Rabu, dari akun youtube Temani, Teh Qoonit dan teh Nabila menotice ayat yang benar-benar sama. Podcast yang bagian penutupnya aku ulang sampai 3x dalam beberapa hari ini. Dengan penyampaian Teh Qoonit yang meneduhkan, beliau menambahkan ayat dengan bunyi senada : Q.S Fussilat : 30

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."

Jadi, apa lagi yang perlu dikhawatirkan?

Friday, August 18, 2023

Menuju 6 bulan gak ada lagi kewajiban akademis sambil menunggu iship. Akhirnya beli buku lagi setelah 5 bulan gak beli buku.🤧 Alhamdulillah ya bun, rezekinya barengan sama 17an, jadi banyak promo buku👐🤧

Tunggu tulisan-tulisan baru aku setelah baca buku baru yaa😋 hehe.
Sambil nunggu bukunya sampe, kita kembali membaca bahan UKMPPD duluu🙏👉👈

Thursday, August 17, 2023

Harga Keberkahan Ilmu

Sejak sekitar 3 bulan yang lalu, aku benar-benar galau perkara sumber belajar halal. Sebenarnya permasalahan ini harusnya sudah tuntas, tapi ditengah persiapan UKMPPD, berseliweran begitu banyak bahan dan pembahasan soal yang beredar. Ada yang sumbernya dengan jelas memperbolehkan distribusinya, hingga yang mengecam hingga passwordnya pun mengerikan : DosaMembajakSebelumUjian. jleb.... Benar, pemilik soal yang sudah membayar barangkali sudah ridho, tetapi bagaimana jika pemilik bimbel tetap berat hati?

Dan hari ini, akhirnya aku putuskan untuk menuliskannya, bukan karena ilmuku yang sudah mantap sebab akupun bukan fuqaha, tetapi semoga tulisan ini bisa menjadi pembuka nasihat dari teman-teman yang lebih faham dan menjadi media pengungkapan keraguan sebab bingung ingin bercerita pada siapa. Bismillah..

Benar-benar dilematika yang berulang sejak awal kuliah. Kebutuhan akan bahan bacaan membuat garis abu-abu yang makin jelas. Setelah bertanya ke beberapa ustadz/ah dan membaca dari beberapa buku fiqh, sebagian mengizinkan sedangkan sebagian lagi dengan tegas mengharamkan. Dan aku... bahkan sampai sekarang ada beberapa bahan, baik e-book ataupun video pembahasan yang dengan sengaja masih tersebar dari tanganku. Kenapa sih rasanya sulit sekali lepas dari lingkaran ini? Ternyata ketidaktegasanku berakumulasi dengan rasa FOMO atau Fear Of Missing Out, takut tertinggal dari yang lain jika tak ikut juga membahas itu. Bahkan, diawal kuliah aku sempat pula bisnis menjajakan buku-buku bajakan, tentu sangat menarik sebab harganya bisa <30% dari harga aslinya. Astaghfirullah.. :")

Jadi timbul sebuah pertanyaan besar, "Apakah sebenarnya aku sudah memiliki niat yang kuat di hati untuk berikhtiar mencari sumber ilmu yang halal?" dan "Apakah aku pernah sudah benar-benar meninggalkan sesuatu yang Rasulullah ajarkan untuk menghindari sesuatu yang abu-abu, atau kita sebut sebagai syubhat?", hingga bermuaralah pada puncak pertanyaan, "Apakah ilmu yang selama ini aku pelajari berkah?"

Rasanya tidak adil, ketika kita sangat berhati-hati untuk memastikan segala makanan yang masuk ke pencernaan kita tetap halal sedangkan kita terus memberi makan otak kita dengan sesuatu yang kita sendiri pun ragu kehalalannya.

Ditengah resah dan rasa tidak nyaman, terlebih soal-soal tersebut yang sedang sering dibahas di kelompok belajar. Akhirnya mengkhususkan doa, bercerita berdasarkan keilmuanNya sebab saat itu rasanya begitu berat jika harus membeli sendiri paket soal yang sampai berjuta-juta rupiah. Dan... Ya, selalu, Allah Maha Pendengar. Sekitar 2 bulan sebelum ujian, seorang senior baik hati di Puskesmas tempatku belajar dengan sangat baik mengizinkan aku mengakses begitu banyak soal dari akun berbayarnya. Masya Allah.. Meskipun berkali-kali isu Pengen nangis saat itu juga sebab begitu manis dan baiknya Allah dalam menenangkan segala gelisah yang aku rasakan.

Sejak kejadian itu aku jadi berulang kali berfikir, kenapa sih kita khawatir dan gamang untuk menghindari apa yang syubhat? Jika kita ragu, hindarilah. Tugas kita sederhana : meminta petunjuk dari Dia berdasarkan keilmuan-Nya. Jika kita merasa tak mampu untuk mencari kehalalan ilmu sebab mahalnya harga yang ahrus dibayar, apakah kita lupa bahwa kita adalah makhluk dari Pemilik Yang Maha Kaya?

Ohya sebenarnya dalam perjalanan menuntut ilmu ini, ada beberapa nama teman dan kakak tingkat yang sudah kokoh dan berhati-hati dalam menghindari ke-syubhat-an ini. Dan alhamdulillah.. Meskipun tak selalu menjadi yang 'ter' dalam hasil berupa angka, tapi dari pemahaman keilmuan yang nampak, mereka tampak baik-baik saja.

Ya, demikianlah kebisingan yang akhirnya aku suarakan lewat tulisan. Bahkan sampai sekarang aku masih sering ragu untuk menyampaikan lewat lisan segala keraguan ini. Padahal sudah jelas :

Haram is haram, even if everyone is doing it.
Halal is halal, even if you are the only one who is doing it.

Bismillah...
Semoga Allah kokohkan tekad kita dan makmurkan finansial kita sehingga kita bisa mencari sumber-sumber ilmu yang Allah berkahi. Aamiin..

Padang, 3 hari menuju MCQ UKMPPD
Rizki Nanda Putri
Entah sejak kapan, aku begitu ingin menghabiskan waktu lebih lama di kota ini. 
Sekedar untuk menikmati sejuk yang hanya ada di pagi hari pada bulan Agustus - Januari, mengelilingi kota kecil dengan masjid-masjid megah nan ramai, atau menikmati ramen hangat dengan potongan ayam katsu yang selalu aku rindukan.
Lebih dari itu, aku ingin lebih lama berdiri, membantu sebisaku untuk mengisi apa yang bisa kita warnai.
Meskipun aku tak pernah tau, apakah kota ini akan tetap sama ketika satu persatu manusia di dalamnya tak lagi sama. 

Semoga kelak, dimanapun amanah dan ridho-Nya membawa kaki ini melangkah, kita tetap kokoh berdiri untuk membela apa yang Dia cinta.

Wednesday, August 16, 2023

Word of Affirmation


Love language.
Sejak beberapa tahun terakhir, kita begitu akrab dengan bahasa cinta. Tentang bagaimana kita paling nyaman untuk mengekspresikan cinta hingga menikmati cinta. Ternyata, bahasa cinta itu tidak saklek, seperti semua klasifikasi yang ada di dunia, bahasa cinta pun tak pernah seutuhnya satu. Sebab kita tak hanya hitam ataupun putih, kita adalah abu-abu.

Selamat menebar cinta dengan berbagai bahasa!
Hingga semua orang tau bahwa tak ada yang lebih indah selain cinta dariNya.

- dari aku yang bahasa cinta utamanya quality time dan lagi suka word of affirmation biar se-galaksi tau kalo aku bahagia ketemu sama kalian di dunia 😋

Tuesday, August 15, 2023

Dear, Nan...

Dear, Nan..
Ditengah banyaknya rekan perjalanan yang mulai gugur perlahan dari perjalanan ini, bagaimana kita bisa membiarkan lintasan fikiran untuk meninggalkan jalan dakwah yang sudah membina kita sejauh ini tanpa meminta apapun selain mengokohkan kita untuk berjuang dan berharap hanya kepada-Nya?

Dear, Nan..
Jangan pernah meninggalkan dakwah karena alasan apapun, bawalah ia dalam setiap langkah perjalanan yang kita pilih.

Dear, Nan..
Sebagaimana Al-Qur'an dan pesan cinta dari Rasulullah mengubah diri sahabiyah dahulu, seperti itu jugalah Al-Qur'an dan pesan cinta dari Rasulullah akan merubah diri kita.

Saturday, August 12, 2023

Dua Puluh Empat

Alhamdulillah Allah beri kesempatan memasuki tahun ke 24 dalam kehidupan.
Meski sudah sepakat untuk tidak merayakan, tapi izinkan momen ini menjadi tonggak penanda untuk memulai dan melewati target-target baru lagi. Memulai perjalanan menuju seperempat abad dan segala pernak-perniknya yang masya Allah.

Dalam perjalanan usia yang semakin memendek ini, syukur penuh bahwa Allah sudah memberikan begitu banyak nikmat. Tentu saja nikmat iman dan islam yang begitu indah.

Hari ini, memulai hari dengan diberi kesempatan Allah untuk dibersamai dan membersamai dakwah. Alhamdulillah. Bagai oasis ditengah panasnya persiapan H-9 UKMPPD, materi-materi luarbiasa itu benar-benar berhasil melembutkan dan menyadarkan ulang : kita tak pernah sendirian. Kita sedang berjamaah. Jadilah diri dan jamaah yang kokoh demi kebaikan berkelanjutan. 

Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Mari kita hadapi tahun yg sepertinya akan seru ini! Milk Cheers🥛🥛 wkwk

Wednesday, August 9, 2023

Pernah gak sih kepikiran karena ada orang yang menyimpulkan tanpa tabayyun?

Terlebih sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal pribadi seperti background keluarga, penyakit, pekerjaan, dan masalah-masalah lain.

Kadang pengen banget klarifikasi, tapi ya untuk apa? Apasih pentingnya penilaian manusia? Yang penting Allah tau alasan dan semangat kita hidup seperti apa. :")

Sunday, August 6, 2023


Cuma mau bilang makasih ke Bapak dan Mamak yang sudah selalu ada dan menjadi rumah yang selalu menanti kepulanganku. :")
We love you..

Wednesday, August 2, 2023

Progress..

5 tahun terakhir banyak banget yang terjadi. Hari-hari yang terasa begitu menggoncangkan otolith hingga keluhan vertigo dan mual muntah begitu sering terjadi. Tapi alhamdulillah banget, goncangan-goncangan itu akhirnya begitu kuat menciptakan akselerasi dalam diri. Terutama tentang kedewasaan dan tanggung jawab. Meskipun masih banyak bolong sana-sini, semoga setiap langkah berhasil ditemukan alasannya hingga diri paham betul alasan untuk bertahan dan terus berjalan.

Kalau dipikir ulang sekarang, Kinan hingga 5 tahun yang lalu bener-bener menyedihkan banget. :") Sejak mamak sering sakit dan mulai dibantu 'mbak', pekerjaan rumah benar-benar tanggung jawab mbak. Bungsu yang tinggal sendiri di rumah ini jadi sosok yang manja banget, pokoknya menyedihkan lah yaa.. Semua hal diurusin orang lain, bener-bener bergantung banget sama orang sekitar. Bahkan inget banget, bulan-bulan pertama ngekos, jangankan masak lauk atau sayur, kita masih belajar masak nasi :") masih berulang kali gagal masak nasi. Kelembekan, kekerasan, lupa nyetekin nasi, salah beli beras, hingga akhirnya lebih sering memilih jajan diluar. Pengeluaran membengkak, yang dibeli gak sehat. Kacau banget :") Jadi faham kenapa sampai sekarang bapak masih sering khawatir hehe. Emang bocilnya semengkhawatirkan itu. :)

Belum lagi urusan domestik lain, kayak nyuci baju, nyetrika, beresin kamar, sampai hal remeh temeh kayak menentukan mau makan apa. Semua serba kacau, sampe pernah nelpon bapak, kepikiran gimana kalo ngajak mbak buat bantu selama ngekos hahaha. :"D Ya Allah bocil... kayak gitu dulu mau nikah umur 21 :) Belum lagi ditambah problematika remaja ditinggal mamak, belum punya bestie, bapak mau nikah lagi, ditinggal mantan, adaptasi di kota baru, adaptasi masuk FK, dan printilan-printilan lainnya. Sumpah sangat-sangat menyedihkan. (meskipun yaaa... sampe sekarang juga masih sangat menyedihkan wkwk) Mengkhawatirkan dan sulit dipercaya banget haha :")

Sampai akhirnya di semester 2 tahun pertama, aku memutuskan untuk gak sedih-sedih lagi. Bener-bener chat murobbi dari jaman SMP sampai murobbi baru di kampus. Curhat ke mbak dan bulik. Bener-bener cerita dan cari masukan dari banyak banget orang. Minta nasihat, dicarikan temen, lingkungan yang baik, dan tentu saja minta surat transfer buat liqo lagi karena surat transfer jaman maba macet dan males ngurus :). Inget banget seberapa bingungnya dulu buat mulai perbaiki kekacauan dari mana. Semua rusak dan kacau. Sampai akhirnya hubungan sama keluarga jadi lebih baik setelah sempat perang dingin sejak mamak nggak ada dan dapat kelompok liqo baru. Alhamdulillah.. Bener-bener kerasa banget, Allah yang nyusunin puzzle berantakan di kehidupanku.

Dari lingkaran itu, akhirnya ketemu sama lingkaran yang lebih besar lagi. Dari yang sebelumnya gak ngehargai diri sendiri, akhirnya mulai belajar mengenali diri sendiri lagi. Dari yang nangis gara-gara baca buku teenlit, akhirnya nangis karena kasih sayang Allah. Dari yang sebelumnya sibuk sama masalah remeh temeh, akhirnya Allah berikan kesempatan untuk mulai bermanfaat untuk orang lain. Proses yang kalau bukan Allah yang ngatur, bener-bener gak kebayang endingnya. Gak kebayang arus mana yang bakalan diikuti.

Sejak hari itu, aku begitu mencintai proses, menghargai perjalanan hidup orang lain, dan tentu saja jadi lebih bersyukur karena pemilikku hanya Ia Yang Maha Esa. Perjalanan ini akan jauhhh lebih berat jika dihadapi sendiri, but I'm so glad cause U're by my side.

Sekarang, masakanku kadang masih keasinan, kadang masih terlalu anyep juga, tapi udah lumayan cukuplah untuk menjamin kebutuhan nutrisimu. hilih wkwk. Sekarang, aku masih berantakan juga. Belum kokoh. Butuh banyak ilmu dan tempahan lagi. Karenanya aku benar-benar berharap tetap Allah libatkan di jalan kebaikan. Hingga aku tau untuk apa aku tetap bertahan dan berjuang menjadi sebaik-baik diri. Hingga aku tau kasih sayang Allah jauh lebih besar lagi. Hingga kebermanfaatan dan cinta Allah tak hanya ku rasakan sendiri, tapi berhak dicicipi oleh semua orang dimuka bumi.

Yaa.. setiap progress akan memakan waktu yang panjang. Sampai mati. Tapi, satu-satunya yang harus kita ingat, Allah tak menilai hasil kita, Allah akan menilai dan selalu menemani proses kita. Berlarilah kepada Allah. Bekerjalah untuk Allah. Maka, Allah akan memfasilitasinya.