Saturday, November 30, 2024

Semakin kesini semakin ngerasa kalau ketemu orang-orang yang seideologi, se-value, seprioritas tu mahal banget harganya. Jadi kalau udah ketemu, mari kita jaga baik-baik. 

Monday, November 25, 2024

Jika pesan bapak beberapa tahun lalu benar, barangkali memilih sabar sembari terus menguatkan ikhtiar bisa jadi obat terbaik saat ini.
Sebab akhirnya lagi-lagi bapak benar, untuk menjalani hari-hari berat setelah ini, manusia keras kepala seperti aku memang butuh manusia 'gigih' yang keyakinannya menguatkan percaya. Pun tenangnya menepis kekhawatiran.

Kadang aku merasa perjalanan ini sudah cukup panjang dan melelahkan. Tapi lihat! Bukankah kita sudah begitu banyak belajar selama prosesnya? 

Bismillah..
Just keep swimming!
Semoga Allah mudahkan..
See you soon, insyaa Allah..

Saturday, November 23, 2024

Menghadapi keputusan-keputusan penting vs Red day : banyak-banyak istighfar dan berusaha sibuk biar ga overthinking.

Yaa Allah, aku berlindung dari waswisu setan dan dari segala niat serta keyakinan yang tidak berujung pada-Mu.🤧

Tuesday, November 19, 2024

Apakah boleh kita berhenti berjuang dan menjadi manusia biasa-biasa saja?

Tergantung.. Prioritas dan tolak ukur kita apa dulu? Sebab sebagai mukmin, tolak ukur yang hendaknya kita gunakan adalah Taqwa sebelum Aqwa (yang terkuat). Sebab begitu banyak orang yang eksis di bumi tetapi tak dikenal di langit. Namun tak sedikit orang yang tak dikenal di bumi tapi tersohor di langit. 

Selanjutnya, sebagai mukmin, kita diajarkan langsung oleh Rasulullah : jika berharap surga, maka mohonlah Surga tertinggi; Surga Firdaus. "Allahumma innii as-alukal jannatal firdausal a'laa bighoiri hisaab wa laa 'adzaab" yang artinya "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Surga Firdaus yang paling tinggi dengan tanpa dihisab dan diazab".

Untuk mendapatkannya? Tentu tak bisa jadi manusia dengan usaha yang biasa-biasa saja.

Friday, November 15, 2024

Kisah Farrukh (Abu Abdirrahman) dan anaknya, Rabi'ah Ar-Ra'yi.

Monday, November 11, 2024

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh jihadnya dalam memenuhi perintah kami, pasti akan kami tunjukkan padanya jalan-jalan kami."

 

"Seseorang akan mati diatas apa yang ia tegakkan hidup padanya." -Imam Ghazali.

 

Sebab, kesungguhan untuk melakukan apa yang kita mampu, Allah akan menghadiahkan kemampuan untuk melaksanaakan hal-hal yang kini belum kita sanggupi.


Pertanyaan-pertanyaan yang wajib untuk selalu diulang-ulang :
"Apakah hal ini diridhoi Allah? Apakah ini sesuai petunjuk Rasulullah."


Potongan-potongan tulisan Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya yang berjudul Yaa.. Bunayya..

Saturday, November 9, 2024

Mula Peradaban

Bismillahirrahmanirrahimm..
Masyaa Allah, kemarin dapat kesempatan halaqah di salah satu rumah ummahat yg keren bgttt. Kerennya karena rumahnya bener-bener house dream aku sedari SMP huhu. spill dikit yaaah hehe..


Nah, insya Allah itu salah 2 sudut favorit aku dirumah beliau. Mari kita bahassss.

1. Ruang tamu yang dijadikan perpustakaan umum

Sekarang, begitu banyaaak orang yang meninggalkan buku sebagai sumber ilmu. Banyak yang beralih ke sumber-sumber lain yang begitu mudah di akses melalui gawai mereka. Tak jarang kita mencari shortcut ilmu lewat postingan, artikel, video yutub, dll. Konten singkat yg disebutkan sebenarnya baik, tujuannya juga insya Allah baik. Tapi punya beberapa dampak dalam hidup kita :
- Terbiasa berfikir dangkal : kita terbiasa membaca poin-poin garis besar dari setiap topik. Penjelasan tentu tidak sekomprehensif tulisan di buku.
- Video/konten singkat cenderung menstimulasi dopamin dalam kondisi tinggi dan cepat sehingga jika dihadapkan dengan materi-materi panjang akan cenderung tidak fokus dan bosan.

2. Garasi yang dijadikkan TK dan rumah Qur'an
Setiap pagi, di rumah beliau Taman Kanak-Kanak dengan siswa +- 20 anak. Begitupun setiap senja, di rumah beliau ada kelas tahsin. Poin mengagumkan yang beliau sampaikan, "Anak-anak adalah hulu ilmu. Hampir semua ilmu adalah ilmu dasar yg akan dipakai anak hingga dewasa. Maka ketika kita berhasil mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, kemungkinan untuk menjadi amal jariyah jauh lebih tinggi dibanding usia-usia lainnya.

3. Rutin dijadikan Markas Dakwah
Hal menarik selanjutnya adalah rumah beliau rutin dijadikan markas untuk kegiatan pekanan, syuro, mabit, dan kegiatan-kegiatan dakwah lainnya. Rumahnya sering kedatangan orang-orang baik dengan niat dan tujuan-tujuan baik. Beliau sekeluarga pun selalu berusaha untuk menjamu tamu dengan sebaik-baiknya. Masyaa Allah.. 

Usaha-usaha beliau sekeluarga untuk mencari ridho Allah dan mengusahakan keberkahan pada rumah mereka begitu mengagumkan. Begitu banyak hal-hal menarik di rumah beliau yang ingin sekali saya upayakan juga. Tapi mengingat background pendidikan dan kepakaran, tentu ada beberapa hal yang masih harus didiskusikan sebelum hari-hari mewujudkan cita-cita itu tiba. Bismillahirrahmanirrahim.. Bagaimanapun nanti jadinya, semoga Allah beri kesempatan untuk kita menjadi penghubung ilmu-ilmu dari Allah swt, pun bisa jadi perantara silaturahmi manusia-manusia dengan visi surga. Dan semoga salah satu peradaban-peradaban hebat itu bermula dari rumah-rumah kita. Aamiin.






Tuesday, November 5, 2024

Sindrom Pasca Kampus

Beberapa bulan lalu aku ngerasa keteteran banget di hampir semua deadline. Akhirnya semua dikerjain sambil kejar-kejaran sampe mual sendiri. Setelah muhasabah dan tafakkur sedikit lebih lama, kemungkinan etiloginya satu : waktu luang yang dihabiskan pada hal-hal ga berguna.

Sebagai catatan untuk diri sendiri, mari kita coba uraikan hasil tafakkur beberapa bulan terakhir. Serta sedikit usaha yang aku rasa worth it untuk memperbaikinya.

1. Amalan Yaumi
Amalan yaumi dan keimanan seperti dua sisi koin yang sulit sekali dipisahkan. Keduanya saling berikatan dan saling mmebri dampak. Sungguh, manusiawi jika terkadang terasa fluktuatif. Tapi sungguh, membiarkan mereka naik-turun terlalu ekstrem dapat memperburuk prognosis kehidupan selanjutnya. Hingga sangat wajar jika akhirnya kita jumpai hati dalam kondisi jauh dari ketenangan.

Tips : 
  • Mulai lagi, paksa lagi. Pokoknya kudu dilawan! Malu lah sama Allah kalo kalah sama setan --dan kemalasan.
  • evaluasi dan tata ulang target kita. Yaaa hari-hari melewati sindrom pasca kampus lumayan butuh adaptasi buat aku. Tak jarang aku merasa berjuang sendiri (hahah lemah :"), makanya evaluasi berkala mengenai kondisi terkini jadi penting banget biar adaptasinya lebih cepat. Tatalaksana hanya akan tepat jika kita faham betul sumber masalahnya dimana.
  • Cari teman yg masih sefikrah, sevisi, dan semisi. Sebab, berjalan sendiri seperti seekor domba diantara gerombolan harimau. Berkomunikasi dan terus bersosial menurutku pentingg bangeettt. Apalagi buat aku yg emang cenderung extrovert dan pengen cerita semua hal yang terjadi.

2. Beban Akademis dan Keilmuan
Sejak tak ada lagi beban akademis secara formal, aku baru merasa : ternyata aku belum mandiri-mandiri banget untuk menetapkan target belajar akademis. Aku merasa beruntung karena Alhamdulillah masih Allah beri kesempatan jadi mentor preklinik di Medclass. Jadi tiap pekan minimal aku harus bikin bahan dan ngajar 3-5 subtopik. Terus belajar dan merasa belum paham benar-benar harus jadi mindset untuk menghindari rasa sombong dan cukup terhadap ilmu. Selain itu, pasien berhak ditangani oleh dokter yang cerdas --dan bertaqwa kepada Allah.

Tips :
  • Luruskan niat. Cari ridho Allah lewat ilmu
  • Jika memang keilmuan hendak diupayakan menjadi prioritas. Maka tegas dengan diri sendiri adalah solusi. Buat target serta disiplin terhadap jadwal yang sudah kita tentukan.
  • Cari guru. Miliki wadah untuk tetap aktif bertukar ilmu. Hindari persepsi satu arah.
  • Yakinkan diri bahwa salah satu warisan yang kebermanfaatannya tak terbatas adalah ilmu. Bagikanlah lewat pintu-pintu yang terbuka.

3. Perubahan Pola Jamaah dan Dakwah
Setiap pindah ke tempat baru, tentu beban utama yang harus kita selesaikan adalah adaptasi. Begitupun dalam ranah dakwah.

Sebenernya, kita akan selalu punya ribuan stok alasan untuk mundur dari jalan dakwah, tapi yang harus kita ingat, selagi kita masih yakin sama gerakan ini, minimal kita masih punya 3 alasan untuk tetap berjuang : berbalas budi pada gerakan yang sudah mendewasakan kita, malu pada Rasulullah yang perjuangannya jauh lebih berat, dan yang utama : mencari Ridho Allah swt.

4. Kebanyakan Waktu Luang Berakhir Scrolling Media Sosial
Ini PR banget buat aku. Banyak penelitian bilang, scrolling sosmed bikin otak jadi kurang fokus karena biasa dikasih 'makanan instan'. Akibatnya otak jadi males diajak buat mikir yang serius. Akhirnya dibawa tilawah udah pengen buru-buru selesai, diajak baca buku juga ga kelar-kelar, diminta buat mikirin beban-beban lain apalagi? Belum lagi, gak semua konten yang kita lihat bisa kita filter. Meskipun sudah berhati-hati ketika follow, like, comment, atau chat orang. Tapi ga jarang setan bikin salfok. Apalagi di dunia maya khalwat, ikhtilat, dan dosa-dosa mata lainnya kadang terasa kabur. Fyuhhh. PR BGT!

tips : Jauh2 dari hp. sekarang kemana-mana harus bawa Al-Quran, leptop, atau buku bacaan biar kita punya opsi buat melakukan aktivitas selain scrolling doang. Selain itu momen kritis aku untuk scroll adalah pagi hari setelah subuh dan petang sambil menunggu maghrib/Isya. Untuk itu, biasanya aku coba paksain untuk olahraga sambil dengerin almatsurat. Biasanya kalau di masa kritis itu berhasil aku lewati, waktu scrolling harianku akan berkurang drastis.

5. Tiba-Tiba Lebih Sering Sosialisasi sama Generasi Baby Boomers dan Millenial.
Selama ini ternyata sosialisasiku kurang banget, aku merasa kedewasaanku melambat karena lingkungan yg selama ini hampir selalu homogen. Setelah masuk di dunia pasca kampus, aku baru dihujani fakta bahwa di dunia kerja, dakwah, bahkan keluarga, aku harus bersosialisasi dengan orang-orang yang mayoritas lebih tua dari aku. Awalnya lumayan tricky, tak jarang akselerasi yg telampau cepat terkadang bikin aku ngerasa overwhelmed. Tp ternyata ini bentar doang sih di akuuu. Semakin kesini aku malah sering bersyukur tiap menyadari bahwa hubungan tersebut penting untuk menstimulasi kedewasaan diri. 

Udah dehh itu dulu curhatan kita hari ini. Doain aku yaaa semoga aman terus dari roller coaster keimanan ini. Dahhh.. Yuk-yuk bismillah.. semoga Allah bantu kita untuk tetap teguh diatas agamaNya.