Jalan menuju Allah itu sangat panjang dan kita sekarang berjalan diatasnya bagaikan kura-kura. Tujuan kita bukan untuk sampai pada akhirnya, akan tetapi meninggal dalam keadaan berada diatasnya. - Syeikh Nashiruddin Al-Albany Rahimahullah.
Friday, May 30, 2025
Sunday, May 25, 2025
Tuesday, May 20, 2025
Repot-repot belajar teori networking darimana-mana. Ternyata di Islam udah Allah jelasin di banyak kesempatan.
"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi." (HR. Muslim).
"Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi." (HR. Al-Bazzar, Hakim).
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi." (HR. Muslim).
"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah
balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan silaturahmi. Sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan." (HR. Ibnu Majah)
Rasulullah SAW bertanya pada para sahabat, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan puasa?" "Tentu saja," jawab mereka.
Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan silaturahmi."
(HR. Bukhari dan Muslim).
"Berjalanlah. Sebab berjalan memiliki lima manfaat menghilangkan stres dan kesedihan, menambah rezeki, bertambahnya ilmu pengetahuan dan pengalaman, mengenal etika dan norma, sehingga akan semakin santun serta akan memperbanyak teman dan relasi."-Imam Syafii
Sunday, May 18, 2025
Sebuah siklus kehidupan yg berulang sejak belia :
Insecure --> tiba-tiba dapet booster --> kerjain --> oke! --> Allah kasih ladang kebaikan lagi --> tapi kayaknya aku ga sanggup deh --> curhat ke orang yang supportive --> hah, ternyata bisa ya?! --> eh Allah kasih kesempatan yg lebih bikin insekyur --> cari booster lagi sambil tetep kerjain --> Surprisingly, Allah mampukan!
Ternyata kita ga butuh banyak orang, kita cuma butuh orang-orang yang kepercayaannya terhadap potensi kita, melebihi keyakinan kita terhadap diri kita sendiri. 🥲🫱🏻🫲🏼🫶🏻
Bæck-bayk orānk sehaadd. Wkwk🫶🏻
Sunday, May 11, 2025
Monday, May 5, 2025
Tiga tahun lalu, ditengah menyengaja curhat ke rumah murobbi, aku datang dengan rentetan alasan untuk memperkuat betapa keberatannya aku karena merasa tidak capable ketika harus membina teman angkatanku. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya, beliau sudah menasehati panjang lewat pesan whatsapp, tapi tetap saja rasanya diri ini tidak mampu. Akhirnya beliau cuma bisa tertawa sambil memastikan, "Yaaa.. pertahankan dulu saja sementara sambil ibu bantu carikan kelompok baru untuk beliau."
Eehhhh... tiga tahun berlalu sejak kejadian itu, sekarang ternyata aku harus menghadapi kelompok binaan yang 80% usianya diatasku. Bahkan ada yang punya rumah tahfidz dan rasanya jauh lebih 'keren' dibanding aku. :") Ya sebenernya emang gapapa sih, tapi ternyata berat sekali menghadapi keinsecure-an ini, ya?
Setelah beberapa hari overthinking dan menduga-duga maksud Allah, aku baru teringat bahwa sejak awal memutuskan hijrah ke kota ini, aku memang lebih sering berdoa supaya Allah pertemukan dengan orang, kesempatan, dan amanah yang membuat diri ini ridho untuk terus upgrade diri secara iman, ghirah, fikrah, karir, dan aspek kehidupan lainnya. Dan.. sepertinya kesempatan membersamai kelompok ini jadi salah satu media Allah untuk mengabulkan doa fakir ilmu ini. Ditengah segala kei-insecure-an ini, Semoga Allah mampukan setiap ikhtiar dan tawakkal kita dalam memantaskan diri yaaa. :") Bismillaah~
Saturday, May 3, 2025
Merekap Nasehat #2
"Salah satu hikmah Allah takdirkan Rasulullah menikahi beberapa wanita setelah Khadijah wafat : agar setiap kita punya contoh terbaik untuk menjadi istri sesuai 'warna' yang kita punya. Maka penting sekali untuk membaca sirah ummahatul mukminin jauhh sebelum menikah, agar kita tak lagi sibuk dan bingung mengikuti standar sosmed yang begitu berisik. Kita cukup mencari satu atau beberapa istri Rasulullah yang karakter dan potensinya paling mirip dengan kita, sisanya kita bisa ikhtiar menjadi versi terbaik dari diri kita."
Friday, May 2, 2025
Merekap Nasehat #1
Sejak whatsapp gak sengaja ter-reset beberapa pekan lalu, aku jadi kehilangan banyakkk sekali nasehat (yg biasanya ku baca ulang ketika menghadapi masalah serupa). Maka, demi menghindari kehilangan pesan-pesan cinta itu, mari kita tulis apapun yg teringat disini.. Bismillah..
------------------------------------------------------------
"Memperbanyak membaca dan mengamalkan Al-Qur'an itu seperti memperbanyak simpanan arang. Bagaimana bisa kita terus 'berkobar' mengabdikan diri untuk ummat, jika simpanan arang kita hanya cukup untuk menghidupi diri kita sendiri?" -MR terakhir di Padang, 2023
"Dek, ulama dan ilmuwan hebat itu (hampir) tidak mungkin terlahir dari ibu yang malas." -Mbak S, 2022
"Innallaha ma'ana.."
"Obat capek itu istirahat, bukan nyerah."
"Loh, kami aja yakin Kiinan bisa. Masa Kinannya ragu?"
"Ammah Kiinan, insya Allah perjalanan ammah masih panjang. Semoga bisa tetap istiqomah dimanapun ammah berada." -MR Sekayu, 2025
"Mau nangis dulu? Gapapa, take your time."
"Hatiku tenang karena mengetahui apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan padaku tidak akan melewatkanku." -Umar bin Khattab (yg diresend terus sampe hapal)
"Ustadzah mbak di pesantren dulu pernah ngajarin tentang berkemas. Berkemas itu gak cuma soal menyusun barang. Tapi lebih luas : kita merencanakan akan pergi kemana, menghitung apa saja yang kita butuhkan, memastikan barang-barang prioritas kita tak tertinggal, hingga pulang. Dan ternyata, kita butuh ilmu berkemas itu untuk mempersiapkan perjalanan apapun di dunia." -Mbak Wulan, 2025
"Kita gak bisa memaksakan dunia 100% berjalan sesuai idealisme kita, kan? Makanya penting untuk menuliskan apa-apa yang wajib ada dan apa-apa yang bisa jadi toleransi kita." -Mbak Wulan, 2025
"Loh, ini tu mau cari ridho Allah atau cuma mau nyenengin diri sendiri aja?"
"Gapapa ammah, satu-satu aja."
"Tau gak, kita ada disini tu bukan karena kehebatan kita. Kalo dibandingin sama akhwat yang lain mah, banyak yang lebih hebat dan pantas dibanding kita. Pun bukan murni kesalahan ummahat yang menilai kita. Tapi kita disini, murni karena Allah yang pilih, murni karena kasih sayang Allah. Makanya, rugi banget kalo kita udah Allah kasih kesempatan seluas ini tapi kita sia-siain gitu aja, kan?"
"Bukan dakwah yang butuh kita, tapi kita yang butuh dakwah."
"Teteh dulu, waktu masih single, boro-boro mau ikutin trend. Karena teteh baru hijrah ketika kuliah, untuk mengejar ketertinggalan itu, teteh sengaja tidur segera setelah Isya biar bisa bangun jam 02.00-03.00 buat shalat malam, lanjut tahfidz dan disetor ba'da subuh. Siangnya sudah sibuk dengan akademik dan amanah-amanah lain." -Teh Karina Hakman, 2025
"Banyak yang menanyakan, 'akademik atau dakwah dulu teh?'. Teteh cuma mau sampaikan, ketika ada dua hal yang sama-sama baik, kenapa sih kita memilih opsi untuk membenturkan? Padahal kita punya opsi untuk mengambil keduanya." -Teh Karina Hakman, 2019
"Berjuang sendirian itu mungkin emang cepet, tapi cenderung mudah lelah karena semua beban kita tanggung sendiri. Berjuang sama-sama itu kadang emang lebih lambat dan banyak konflik, tapi yakinlah, ketika bersama, kita bisa berjalan lebih jauh, nafas kita jadi jauh lebih panjang, beban kita juga bisa kita bagikan."
“Ketika engkau sudah berada dijalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah Jika sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itupun tidak mampu, merangkaklah. Namun, jangan pernah berbalik arah atau berhenti.” -Imam Syafi'i
"Loh.. punya 'haters' itu normal kok. Malah aneh kalo semua orang suka gaksi? Kalo kondisinya gitu, berarti opsinya dua : kita ga punya pendirian dan nilai-nilai yang bener-bener kita pegang atau kita punya terlalu banyak topeng (demi diterima semua orang)."
"Tau prioritas dan kaku itu dua hal yang berbeda."
"Jadi PPDS itu capek, jadi PPDS yang perintis dan berdiri di kaki sendiri itu jauh lebih capek. Persiapan hingga menjalaninya itu butuh pengorbanan akademik, waktu, finansial, emosional, dan sosial. Jangan dihadapi sendiri ya.. Dari sekarang kuatkan dulu support systemnya, biar kalo capek, tau kemana harus pulang."
"Belum ada sejarahnya PPDS di-drop out karena ga bisa bayar SPP. Saya dulu sempet ambil cuti 1 tahun pas tabungan PPDS habis biar bisa nabung lagi buat lanjutin PPDS. Pokoknya jangan terlalu pikirkan uangnya, pikirkan saja gimana cara masuknya." -dr.Hendra Cipta, Sp.B, 2024
"Nanti sambil berjalannya waktu, Kinan pasti akan metemu fakta kalo di dunia kedokteran itu yang penting bukan seberapa pinter kita, tapi gimana 'pinter-pinternya' kita buat bertahan dan terus berjalan." -dr.Ida, 2023
Subscribe to:
Comments (Atom)