Tiga tahun lalu, ditengah menyengaja curhat ke rumah murobbi, aku datang dengan rentetan alasan untuk memperkuat betapa keberatannya aku karena merasa tidak capable ketika harus membina teman angkatanku. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya, beliau sudah menasehati panjang lewat pesan whatsapp, tapi tetap saja rasanya diri ini tidak mampu. Akhirnya beliau cuma bisa tertawa sambil memastikan, "Yaaa.. pertahankan dulu saja sementara sambil ibu bantu carikan kelompok baru untuk beliau."
Eehhhh... tiga tahun berlalu sejak kejadian itu, sekarang ternyata aku harus menghadapi kelompok binaan yang 80% usianya diatasku. Bahkan ada yang punya rumah tahfidz dan rasanya jauh lebih 'keren' dibanding aku. :") Ya sebenernya emang gapapa sih, tapi ternyata berat sekali menghadapi keinsecure-an ini, ya?
Setelah beberapa hari overthinking dan menduga-duga maksud Allah, aku baru teringat bahwa sejak awal memutuskan hijrah ke kota ini, aku memang lebih sering berdoa supaya Allah pertemukan dengan orang, kesempatan, dan amanah yang membuat diri ini ridho untuk terus upgrade diri secara iman, ghirah, fikrah, karir, dan aspek kehidupan lainnya. Dan.. sepertinya kesempatan membersamai kelompok ini jadi salah satu media Allah untuk mengabulkan doa fakir ilmu ini. Ditengah segala kei-insecure-an ini, Semoga Allah mampukan setiap ikhtiar dan tawakkal kita dalam memantaskan diri yaaa. :") Bismillaah~
No comments:
Post a Comment