Alhamdulillah masuk ke postingan ke-3, PDKT-in SBMPTN.
Nah, sebelum ngelakuin apapun, kita harus tau dulu apa yang kita lakuin, tujuannya apa, caranya gimana, resikonya apa dll. Dan sebelum lanjut, aku bakal ngelampirin hasil rekapitulasi pendaftar SBM 2017 buat manas-manasin.. Dan kamu bisa banget lihat kira-kira seberapa saingan kamu di SBMPTN 2018.
Dan sesuai #Siaran Pers Kemristekdikti Nomor 49/SP/HM/BKKP/IV/2017, hanya 148.066 peserta atau sekitar 14,36 persen dari 797.738 pendaftar SBMPTN 2017 dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa baru di 85 PTN,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Jumpa Pers di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta (12/6/2017).Hasil Rekapitulasi Pendaftaran SBMPTN 2017
Surakarta – Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017. Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 telah ditutup pada 09 Mei 2017 pukul 16.00 WIB. Dari hasil rekapitulasi pendaftar yang ditetapkan oleh Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 bahwa peserta ujian SBMPTN 2017 total berjumlah : 79
7.023 peserta.
Jumlah peserta ujian SBMPTN 2017 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dengan rincian sebagai berikut :
Statistik Pendaftaran SBMPTN :
STATUS PENDAFTAR 2014 2015 2016 2017 Pendaftar 664.509 764.185 721.326 797.023 Reguler / Non Bidikmisi 583.590 763.499 596.928 639.049 Bidikmisi 80.919 90.686 124.398 157.974 Daya Tampung 91.294 64 PTN 115.788 74 PTN 126.804 78 PTN 128.085 (awal) 85 PTN
Rincian Pendaftar SBMPTN 2017 berdasar Kelompok Pilihan :
Kelompok Saintek Soshum Campuran Jumlah Reguler / Non Bidikmisi 256.452 260.780 121.817 639.049 Bidikmisi 55.126 66.897 35.951 157.974 Total 797.023
Rincian Pendaftar SBMPTN 2017 berdasar Kelompok Ujian PBT dan CBT :
Kelompok Saintek Soshum Campuran Jumlah PBT 303.667 318.824 153.672 776.163 CBT 7.913 8.855 4.092 20.860 Total 797.023
Kepada para peserta ujian SBMPTN 2017 diharapkan memperhatikan lokasi dan tempat serta ruang ujian sesuai dengan yang tercantum didalam kartu ujian. Diharapkan para peserta sudah mengetahui/ cek lokasi, tempat dan ruang ujiannya satu hari sebelum pelaksanaan ujian tulis yang telah ditetapkan akan dilakukan secara serentak pada tanggal 16 Mei 2017.
Ujian Ketrampilan akan dilaksanakan pada 17 Mei 2017 dan/ atau 18 Mei 2017 di PTN pelaksana ujian ketrampilan. Kepada para peserta yang akan mengikuti ujian ketrampilan diharapkan memperhatikan persyaratan ujian ketrampilan dan sudah mengetahui/cek lokasi serta tempat pelaksanaan ujian ketrampilan.
Diingatkan kepada para calon mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN untuk datang secara pribadi (tidak dapat diwakilkan) dan langsung melakukan registrasi di PTN penerima pada tanggal 16 Mei 2017 pukul 07.00 WIB. Diharapkan kepada calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN agar melihat persyaratan secara cermat di laman website PTN penerima masing-masing. Bagi calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN 2017 yang tidak hadir dan tidak daftar ulang pada waktu tersebut dianggap mengundurkan diri.
Demikian siaran pers ini disampaikan kepada publik dan hendaknya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Surakarta, 10 Mei 2017
KetuaPanitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017ttdProf. Dr. Ravik Karsidi, MS
Sumber: Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017
Read more at https://ristekdikti.go.id/hasil-rekapitulasi-pendaftaran-sbmptn-2017/#KF4IhGTTWuPqtGpv.99
Untuk SBMPTN ini gak bakalan ada Dilan yang bakal bilang, "Kamu besok gausah ikut SBM ya, berat, biar aku saja." hehe. Kalaupun ada jangan-jangan itu saingan-saingan yang pengen ngurangin saingan hehe.
Nah, Jadi seperti yang udah dijelasin di postingan sebelumnya tentang Jalur Masuk Perguruan Tinggi, SBMPTN adalah sistem ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).Tujuan pelaksanaan SBMPTN adalah untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Ujian tertulis yang diselenggarakan dalam rangka Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 akan dilaksanakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama, dengan soal yang sama di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga peserta diharapkan dapat memilih lokasi yang terdekat dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tersebut. Tempat ujian tidak menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan penentuan kelulusan seorang calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang dipilihnya.
Pada pelaksanaan SBMPTN, setiap peserta dapat mengikuti Kelompok Ujian SAINTEK, SOSHUM atau CAMPURAN, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Nah sekarang kita bahas satu persatu,
Saintek
Saintek merupakan kepanjangan dari Sains dan Teknologi, yang biasa dikenal dengan "kelompok IPA". Lalu terdiri apa sajakah Saintek itu ?
Jurusan yang ada di kelompok saintek :
- Kedokteran
- Teknik
- Farmasi
- Kimia,Fisika,Matematika
dll
Soshum
Soshum merupakan kepanjangan dari Sosial dan Humaniora, yang biasa dikenal dengan "kelompok IPS". Lalu terdiri apa sajakah Saintek itu ?
Jurusan yang ada di kelompok saintek :
- Ekonomi
- Ilmu Komunikasi
- Ilmu Politik
- Sastra
dll
NB : Jurusan Psikologi umunya dikategorikan sebagai kelompok Soshum, namun di beberapa PTN, yakni UNAND, UNPAD,UNS, UNSRI justru Psikologi masuk ke kelompok Saintek
Campuran
Campuran adalah gabungan antara kelompok Saintek dan Soshum,
Misal di SBMPTN nanti kamu memilih Kedokteran dan Akuntansi
dengan uraian Kedokteran = Saintek
Akuntansi = Soshum, maka wajib hukumnya kamu mengambil kelompok Campuran
Nah, disini aku bakalan mengutip dari laman sbmptn.ac.id mengenai:
Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2017
Program Studi yang ada di setiap Perguruan Tinggi
Negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi Kelompok SAINTEK
dan Program Studi Kelompok SOSHUM.Peserta dapat memilih program studi
sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti, yaitu:
- Kelompok ujian SAINTEK dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dari kelompok program studi SAINTEK,
- Kelompok ujian SOSHUM dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dari kelompok program studi SOSHUM, dan
- Kelompok ujian CAMPURAN dapat memilih sebanyak-banyak 3 (tiga) program studi yang merupakan campuran dari program studi kelompok SAINTEK dan kelompok program studi kelompok SOSHUM.
Ketentuan yang berlaku pada pemilihan program studi SBMPTN 2017 adalah sebagai berikut :
- Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
- Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi, dapat memilih program studi di PTN manapun.
- Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus dari PTN yang berada dalam satu wilayah tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat dari PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.
- Daftar wilayah pendaftaran, program studi, daya tampung tahun 2017, dan jumlah peminat program studi tahun 2016 dapat dilihat di laman http://sbmptn.ac.id mulai bulan April 2017.
Asal SMA tidak berpengaruh
Nah, kalau di SBMPTN nih, latar belakang asal kalian tidak dipermasalahkan. Apakah dari SMA IPA,SMA IPS atau dari SMK. Yang penting kalian memenuhi syarat sebagai lulusan 2016, 2017, 2018 di SBMPTN 2018 nanti. Dan tentunya, bagi kalian yang berniat banting setir (lintas jurusan) kudu siap belajar dari awal.
Apa aja sih persyaratan mengikuti SBMPTN?
Persyaratan mengikuti SBMPTN 2017:- Lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2015, 2016, dan 2017. (berarti yang lulus tahun 2014, 2013 dan seterusnya udah gak bisa ya)
- Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp200.000,- dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Kantor Pos setempat, atau ATM Bersama.
Bagaimana Cara Pendaftaran SBMPTN?
Tata cara pendaftaran SBMPTN secara umum terdiri dari 3 langkah:- Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp200.000,- untuk mendapatkan KAP dan PIN.
- Melakukan pendaftaran di website http://pendaftaran.sbmptn.or.id menggunakan KAP dan PIN yang telah dimiliki.
- Mencetak kartu tanda peserta ujian.
Dan sekali lagi, di postingan ini aku juga bakalan mengkutip dari laman https://www.zenius.net/blog/10804/informasi-peraturan-jadwal-syarat-sbmptn
--------------------------------------------------------------------------------------------
Pemilihan Jurusan/Prodi
Hal yang perlu dipahami, ketika mendaftar SBMPTN, bisa dibilang lo meninggalkan semua embel-embel masa lalu lo saat sekolah, seperti jurusan sekolah, asal sekolah, provinsi sekolah, ataupun prestasi semasa sekolah dulu. Berbeda dengan SNMPTN yang mana beberapa hal tersebut bisa mempengaruhi penilaian seleksi.
Di SBMPTN seleksinya pure kompetisi saat tes. Kecuali jurusan Kedokteran yang harus berasal dari SMA IPA, semua jurusan / program studi boleh dipilih oleh siapa aja tanpa terkecuali, entah apapun jurusan ketika sekolah dulu.
Lo dapat memilih maksimal 3 jurusan / program studi. Apapun jurusan sekolah lo sekarang, lo boleh memilih kelompok jurusan IPA semua, boleh kelompok IPS semua, bisa mix IPA dan IPS, bisa ketiganya berada di satu perguruan tinggi, bisa ketiganya berbeda-beda perguruan tinggi.
Kelompok Ujian Mana yang Harus Gue Ambil?
Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:- Kelompok Ujian Saintek / IPA
- Kelompok Ujian Soshum / IPS
- Kelompok Ujian Campuran / IPC

Perlu diperhatikan bahwa kelompok ujian SBMPTN tidak ditentukan dari asal jurusan SMA/SMK lo. Jadi bukan berarti kalo lo anak IPA berarti lo harus ikut Ujian Saintek, bukan berarti juga kalo lo anak IPS berarti Soshum. Ingat ujian SBMPTN ini sama sekali tidak melihat latar belakang SMA/SMK/STM/MA lo sebelumnya. Jadi walaupun lo anak jurusan bahasa, SMK, atau madrasah, lo tetap berhak ambil paket ujian manapun di SBMPTN. Terus darimana dong kita menentukan kelompok ujian yang akan kita hadapi? Berdasarkan jurusan kuliah yang nantinya mau lo ambil.
Kelompok ujian yang akan lo jalani tergantung dari jurusan / program studi yang lo ambil, katakanlah lo ambil jurusan kuliah dari kelompok IPS (misalnya manajemen, akuntansi, bisnis, sastra, dll.), maka lo akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Soshum / IPS. Begitu pula sebaliknya, kalo lo ambil jurusan kuliah bernuansa IPA (misalnya MIPA, kedokteran, teknik, pertanian, dll.), maka lo akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Saintek / IPA. Perlu diingat bahwa lo harus selalu melakukan pengecekan ulang pada website resmi universitas yang lo incar, karena beberapa universitas memiliki persepsi yang berbeda terhadap sebuah jurusan. (misalnya Psikologi UI masuk ujian Soshum, sementara Psikologi Unpad masuk ujian Saintek, padahal sama-sama Psikologi).
Nah, apabila jurusan yang lo ambil merupakan mix jurusan kelompok IPA dan IPS, maka lo mesti mengerjakan kelompok ujian campuran atau IPC.
Beberapa kesalahan umum tentang kelompok ujian campuran atau IPC:
- Lo ga mesti ambil IPC apabila "murtad" dari jurusan SMA lo. Jadi kalo lo anak IPA tapi mau ambil jurusan hukum, lo tinggal langsung ambil SBMPTN Soshum, gak perlu ambil IPC.
- Tes IPC bukan berarti 2 kalinya tes kelompok ujian IPA dan IPS. Karena lo ga tes TKPA dua kali, tapi cukup sekali saja. (lihat di pembahasan Pelaksanaan Ujian)
- Untuk yang mulai belajarnya agak telat, zenius menyarankan fokus di 1 kelompok ujian saja (saintek atau soshum), jangan ambil IPC karena bahan materinya sangat banyak.
Apa Aja Materi yang Diujikan?
Nah setelah mengetahui kelompok ujian yang akan lo kerjakan, dari sini bisa lo lihat materi yang akan diujikan:- Kelompok Ujian Saintek dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek
- Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum
- Kelompok Ujian Campuran / IPC dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

Materi ujian dan jumlah soal SBMPTN terdiri dari:
- Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), yang terdiri atas soal Tes Kemampuan Verbal, Numerikal, Figural, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 105 menit;
- Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), yang terdiri atas soal Matematika IPA, Kimia, Fisika, dan Biologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu 105 menit; dan/atau
- Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum), yang terdiri atas soal Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 75 menit.
Kebijakan Lokasi Ujian
Untuk kebijakan lokasi ujian coba kita berpatokan pada SBMPTN 2015 yang lalu yang diikuti oleh 63 PTN dan dibagi menjadi 4 wilayah, yaitu:- Wilayah 1 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sumatera, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (+ Untan);
- Wilayah 2 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta;
- Wilayah 3 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan (- Untan); dan
- Wilayah 4 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
- Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di wilayah manapun.
- Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.
- CONTOH #1: Naomi ikut SBMPTN cuma milih FKG UI, pilihan 2 & 3 kosong. Maka sesuai poin 1 di atas, Naomi bebas milih tempat tes (panlok) dimana aja di Indonesia, mau dari ujung Aceh sampai Papua diperbolehkan! Naomi bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Papua, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll.
- CONTOH #2: Ghaida milih FMIPA ITB (wilayah I), Hukum UGM (wilayah II) & Fisika ITS (wilayah III), maka Ghaida bisa milih tempat tes panlok dimana saja asalkan berada di wilayah I, II atau III, tetapi gak boleh di wilayah IV. Jadi Ghaida bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll. Tetapi Ghaida ga bisa tes di Panlok Papua karena Papua termasuk di wilayah IV.
- CONTOH #3: Veranda memilih FK Unair (Wilayah III) dan Teknik Industri ITS (Wilayah III) pilihan ketiga kosong. Karena memilih lebih dari 1 jurusan namun semua pilihan jurusannya berada di wilayah III, maka Veranda cuma bisa tes di wilayah III dan gak boleh di panlok wilayah I, II, dan IV. Jadi Veranda bisa tes di Panlok Malang, Panlok Surabaya, Panlok Samarinda, dll. Namun Veranda ga bisa tes di Panlok Yogyakarta (Wilayah II), Panlok Bandung (Wilayah I) dan Panlok Papua (Wilayah IV).
Pelaksanaan Ujian
Ujian tertulis SBMPTN dilaksanakan dalam 2 sistem ujian, yaitu CBT (computer based test) dan PBT (paper based test). Lo bisa milih apakah akan melaksanakan ujian tertulis SBMPTN secara CBT atau PBT. SBMPTN CBT dan PBT dilaksanakan pada hari yang sama yaitu 16 Mei 2017. Tanggal 16 Mei 2017 bersamaan waktu pelaksanaan daftar ulang bagi siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN 2017.Rangkaian kegiatan ujian SBMPTN, berdasarkan pelaksanaan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, bisa dilihat di gambar di bawah:

Jadi bagi yang mengerjakan kelompok ujian saintek (TKD Saintek dan TKPA) akan ujian pagi sampai siang, bagi yang mengerjakan kelompok ujian soshum (TKD Soshum dan TKPA) akan ujian siang sampai sore dan bagi yang mengerjakan kelompok ujian campuran akan ujian pagi sampai sore. Jadi bisa dilihat bahwa anak IPC tes TKPA cukup sekali. Adapun nilainya nanti digabung dengan TKD Saintek untuk pemeringkatan jurusan IPA, dan digabung dengan TKD Soshum untuk pemeringkatan jurusan IPS.
Lebih baik SBMPTN CBT atau PBT?
Mending ikut SBMPTN CBT atau PBT nih? beberapa saat setelah pengumuman, banyak banget anak yang nanyain hal tersebut. Sebenernya sih hal ini sangat tergantung pada masing-masing anak, mana yang paling membuat lo nyaman dan mana yang paling membuat lo merasa optimal ngerjainnya.Tapi kalo lo masih bingung milih, mungkin beberapa hal berikut ini bisa lo jadikan pertimbangan:
(+) Keunggulan sistem ujian CBT
- Meminimalisasi human error
- Lebih efisien, misalnya dalam pengisian biodata atau jawaban
- Lebih santai, ga takut kertas ujian sobek atau basah
- Bagi yang ga terbiasa berada di depan komputer, mungkin mata akan capek bila mantengin monitor selama beberapa jam
- Tidak bisa coret soal. Meski nanti akan dikasih kertas HVS, tapi banyak anak yang udah terbiasa corat-coret di soalnya langsung
- Sebagian besar sudah terbiasa dengan sistem PBT
- Bisa langsung corat-coret di kertas soal
- Proses penghitaman jawaban memakan cukup banyak waktu
- Lebih repot kalo mau ganti-ganti jawaban
Ujian Keterampilan
Di SBMPTN terdapat tes tambahan, di luar ujian tulis, khusus bagi pendaftar yang memilih jurusan seni dan/atau olahraga. Misal dalam 3 pilihan lo terdapat 1 jurusan seni atau olahraga, maka lo wajib mengikuti ujian keterampilan tersebut.Ujian keterampilan SBMPTN disesuaikan dengan jenis seni jurusan yang dipilih, misal untuk jurusan seni rupa/desain, maka tes keterampilannya menggambar (bentuk, suasana, ekspresi); Jurusan seni musik menyanyi atau memainkan alat musik, dll.
Bagaimana Mekanisme Penilaian SBMPTN?
Acuan penilaian di SBMPTN sebagaimana yang telah resmi diumumkan panitia hanyalah terkait dengan penghitungan nilai mentah yaitu:- Benar +4
- Kosong 0
- Salah -1

Gambar di atas merupakan ilustrasi penilaian sebuah program studi di SBMPTN. Karena kuota yang disediakan jurusan tersebut adalah 6, maka akan dipilih 6 nilai tertinggi berdasarkan nilai tesnya, dalam contoh di atas adalah 53%. Perlu lo perhatikan bahwa penilaian SBMPTN agak berbeda dengan SNMPTN. Berdasarkan pengamatan gua beberapa tahun ke belakangan, pengaruh (Pilihan I, II, III) cukup berpengaruh terhadap saringan SNMPTN tapi tidak terlalu berpengaruh pada SBMPTN.
Bisa lo lihat dari illustrasi gua di atas, dimana si F dengan nilai 53% akan tetap lebih diutamakan untuk lolos walaupun pilihan III, dibandingkan si G yang nilainya beda dikit padahal pilihan I.
Perlu lo ketahui juga bahwa batas nilai terendah ini bisa berubah-ubah tiap tahun, bisa aja tahun lalu lebih rendah, misal 50% atau lebih tinggi misal 54%. Sedangkan passing grade yang beredar, berusaha memperkirakan nilai terendah tersebut (itu pun yang beredar di internet entah tahun berapa). Oleh karena itu gue ga menyarankan lo buat berpatokan dengan passing grade, tapi passing grade bisa berguna buat latihan soal atau target di try out aja.
Berikut ini tweet dari akun official penerimaan UI
@ShisilDiningrat @SBMPTN_JKT kami tdk menggunakan passing grade. yg ada daya saing. lihat infonya di http://t.co/22MZiFpJ1P— SIMAK_UI (@SIMAK_UI) May 6, 2013
Selain itu urutan pilihan jurusan ga menentukan seleksi. Misal Si C, dengan nilai 63%, dia ga diterima di pilihan I, maka dia dilempar ke pilihan II nya. Di jurusan pilihan II, dia ternyata menempati urutan ketiga atau masuk dalam kuota penerimaan.
Jadwal Penting SBMPTN 2017
Jadwal SBMPTN sebagaimana telah diumumkan di website resmi adalah sebagai berikut:| Kegiatan | Tanggal |
| Pendaftaran CBT dan PBT | 11 April - 5 Mei 2017 |
| Ujian Tulis CBT dan PBT | 16 Mei 2017 |
| Ujian Keterampilan | 17 dan/atau 18 Juni 2017 |
| Pengumuman Hasil | 13 Juni 2017 |
Perbedaan aturan SBMPTN 2017 dan 2016
Secara umum aturan SBMPTN tahun ini dan tahun lalu relatif sama. Cuma tanggal pelaksanaannya aja yang tahun ini dilaksanakan 2 minggu lebih cepet dari tahun lalu. Tahun lalu SBMPTN dilaksanakan pada tanggal 31 Mei, sedangkan tahun ini tanggal 16 Mei.Kuota yang disediakan pun sama, baik tahun lalu maupun tahun ini, kuota untuk SBMPTN masing2 PTN minimal 30%. Tapi kemungkinan tahun ini bertambah karena ada limpahan kuota SNMPTN yang awalnya minimal 40%, menjadi minimal 30% di tahun ini. Jadi tergantung kebijakan di PTNnya, apakah selisih kuota 10% itu tetep digunakan di SNMPTN, atau dialihkan ke SBMPTN.
Persentase Penerimaan SBMPTN Nasional (2013-2016)
Berikut adalah persentase penerimaan/kelolosan ujian SBMPTN skala nasional selama 3 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2013-2015| Tahun | Jumlah Peserta | Peserta Yang Lolos | Persentase Penerimaan |
|---|---|---|---|
| 2016 | 721.236 | 126.804 | 17,58% |
| 2015 | 693.185 | 121.653 | 17,55% |
| 2014 | 664.509 | 105.862 | 15,78% |
| 2013 | 585.789 | 109.853 | 18.75% |
Nah, di sini lo bisa lihat bahwa tingkat
persaingan ujian SBMPTN juga bisa dibilang sangat ketat. Belum lagi,
kalo misalnya lo mengincar jurusan-jurusan favorit di universitas top
nasional. Kemungkinan besar untuk jurusan-jurusan favorit tingkat
persaingannya jauh lebih ketat lagi, contohnya seperti ini :
- Untuk Jurusan Pendidikan Dokter UI ada 2.947 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 54 kursi atau persentasenya 1,8%.
- Untuk Jurusan Ekonomi Manajemen UI ada 3.069 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 45 kursi atau persentasenya 1,5%.
- Untuk Jurusan Ilmu Komunikasi UI ada 3.,077 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 27 kursi atau persentasenya 0,09%.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Nah, mungkin sebatas ini aja dulu perkenalan tentang SBMPTN nya ya guys. Untuk PDKT lebih lanjut, kalian bakalan bisa langsung kepoin sbmptn.ac.id berkali-kali. Semakin kamu paham apa yang bakalan kamu hadapin, semakin tau juga apa yang perlu kamu siapin. Nah untuk postingan selanjutnya, aku bakalan jelasin bagaimana persiapan SBMPTN-ku, mulai dari gimana aku belajar sampai gimana aku ujian dan nungguin pengumuman. Dan FYI, untuk gimana rasanya aku lulus SBMPTN udah pernah aku post di sinii : https://rizki-nanda-putri.blogspot.co.id/2017/06/akhirnya-lolos.html
Semangat yaaa pejuang-pejuang SBMPTN!
Percayalah, lulus jalur SBM itu bakalan ngebuat kalian puas banget, kalian bakalan ngerti gimana rasanya berjuang. Banyak hal lebih dari anak-anak SBMPTN yang ga dimiliki anak SNM dan mandiri. Tapi percayalah, SBM bukan hanya untuk orang-orang pintar, tapi untuk orang-orang cerdas, berteknik, dan beruntung. Hamasah! Percayakan semua ilmu hanya kepada Allah.
Belajarlah SBMPTN segiat-giatnya, seolah olah kamu udah pasti ga diterima SNMPTN





No comments:
Post a Comment