Friday, January 28, 2022

Setiap kita berhak bahagia, kan?

Gadis itu mengelap air mata dengan punggung tangannya, menatap kosong kedipan lampu sein kendaraan di depan. Gadis itu terus menimbang-nimbang kata, memastikan tak ada yang terluka, terlebih hati laki-laki yang duduk disampingnya (dan juga gumpalan di dadanya).

Gadis itu masih mematung, sambil sesekali mengusap derasnya air yang berhasil membasahi jilbabnya. Gadis itu masih diam, meski ia paham betul jika percakapan yang barusan terjadi telah menyesakkan hati mereka masing-masing.

Gadis itu akhirnya berani melirik tanpa menggerakkan kepala ke arah laki-laki disampingnya yang juga masih diam. Ah, lelaki memang seperti itu kan? Mereka selalu pandai menutupi segalanya, tak perlu kau bandingkan. Untuk mereka yang tak paham, laki-laki itu tampak baik-baik saja. Tapi gadis itu paham betul, kita sedang sama-sama terluka.

"Insya Allah Putri ridho kalau bapak mau nikah lagi...." akhirnya ku beranikan diri berbicara lagi setelah setengah jam hening. 

"....setiap kita berhak bahagia dan tenang, kan?"

No comments: