Friday, January 28, 2022

Sejak usiaku memasuki angka dua puluhan, ada banyak hal manis yang aku rencanakan.

Seperti rumah dua lantai di tepi bukit.
Tak perlu luas, cukup berjanjilah bahwa tiap sudut tak pernah kita biarkan berdebu.

Rumah sederhana berdinding krem-putih berlantai ubin besar yang nanti menjadi saksi langkah-langkah penuh semangat hingga bukti jejak kursi roda (kita).

Tak apa jika ketentuannya memang kita tak selamanya di dunia. Tapi biarlah tiap sudut dinding rumah berlantai dua dengan dinding krem-putih itu jadi saksi : kita pernah berjuang bersama.

No comments: