Dulu ada yang bilang, rumah adalah tempat dimana ibu berada. Beberapa lagi bilang, rumah hanyalah ruang yang secara fisik memiliki kenangan yang tidak bisa digantikan. Dan bagiku, rumah adalah tempat pulang. Bukan tentang lokasi, bentuk, dan bukti fisik lainnya. Tapi rumah tentang mereka yang dengannya kamu selalu merasa 'pulang'. Kau tau bagaimana rasanya pulang setelah berbulan atau bertahun menyimpan ribuan cerita yang hanya akan selesai dengan pertemuan, pelukan. Tak perlu kata, hanya bersua.
Ditengah ombak badai kekhawatiran yang hanya ada di otakku saja, aku sampai lupa : kemanapun fisik, hati, dan fikiran pergi bertualang hingga kelelahn, setiap kita selalu punya rumah --yang pasti siap menjadi tempat untuk pulang.
Malam ini, disela sesaknya brio yang dipaksa diisi enam orang, diantara mualnya efek samping obat, terimakasih kepada rumah yang denganya aku kembali merasa hangat. Makasih juga sudah memilih lagu ini untuk lagu pertama perjalanan malam ini. Mari tetap hidup...
Bila ingin hidup damai di dunia
Bahagialah dengan apa yang kau punya
Walau hatimu merasa
Semua belum sempurna sebenarnya
Kita sudah cukup semuanya
Bila dunia membuatmu kecewa
Kar'na semua cita-citamu tertunda
Percayalah segalanya
Telah diatur semesta
Agar kita mendapatkan yang terindah
Impianmu terbangkanlah tinggi
Tapi slalu pijakkan kaki di bumi
Senyumlah kembali
Bahagiakan hari ini
Buatlah hatimu bersinar lagi
Bila ingin lebih damai di dunia
Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
Kini hatimu terasa
Semua lebih sempurna
Karena kau hidup
Dengan seutuhnya
Impianmu terbangkanlah tingi
Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
Senyumlah kembali
Bahagiakan hari ini
Buatlah hatimu bersinar lagi
Bila ingin lebih damai di dunia
Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
Percayalah segalanya
Telah diatur semesta
Agar kita mendapatkan yang terindah
Kini hatimu terasa
Semua lebih sempurna
Karena kau hidup
Dengan seutuhnya
No comments:
Post a Comment