Friday, January 28, 2022

Sejak usiaku memasuki angka dua puluhan, ada banyak hal manis yang aku rencanakan.

Seperti rumah dua lantai di tepi bukit.
Tak perlu luas, cukup berjanjilah bahwa tiap sudut tak pernah kita biarkan berdebu.

Rumah sederhana berdinding krem-putih berlantai ubin besar yang nanti menjadi saksi langkah-langkah penuh semangat hingga bukti jejak kursi roda (kita).

Tak apa jika ketentuannya memang kita tak selamanya di dunia. Tapi biarlah tiap sudut dinding rumah berlantai dua dengan dinding krem-putih itu jadi saksi : kita pernah berjuang bersama.

Jangan Takut, Kita Punya Allah.

Setiap kita berhak bahagia, kan?

Gadis itu mengelap air mata dengan punggung tangannya, menatap kosong kedipan lampu sein kendaraan di depan. Gadis itu terus menimbang-nimbang kata, memastikan tak ada yang terluka, terlebih hati laki-laki yang duduk disampingnya (dan juga gumpalan di dadanya).

Gadis itu masih mematung, sambil sesekali mengusap derasnya air yang berhasil membasahi jilbabnya. Gadis itu masih diam, meski ia paham betul jika percakapan yang barusan terjadi telah menyesakkan hati mereka masing-masing.

Gadis itu akhirnya berani melirik tanpa menggerakkan kepala ke arah laki-laki disampingnya yang juga masih diam. Ah, lelaki memang seperti itu kan? Mereka selalu pandai menutupi segalanya, tak perlu kau bandingkan. Untuk mereka yang tak paham, laki-laki itu tampak baik-baik saja. Tapi gadis itu paham betul, kita sedang sama-sama terluka.

"Insya Allah Putri ridho kalau bapak mau nikah lagi...." akhirnya ku beranikan diri berbicara lagi setelah setengah jam hening. 

"....setiap kita berhak bahagia dan tenang, kan?"

Wednesday, January 26, 2022

Mantra



Dalam hidup, kita pasti pernah bertemu beberapa orang yang kata-katanya bak mantra, mampu memberi perubahan besar dalam hidup kita.

Demikian pula kita dikehidupan seseorang,
dua-tiga-empat kata yang barangkali terucap tanpa alasan bisa membuat dopamin, serotonin, dan hormon bahagia lainnya pecah ruah hingga baterai kehidupannya penuh.
Tapi tak jarang bisa juga membuatnya memilih hilang sebab kepercayaan dirinya runtuh.

Kita tak dapat memilih perkataan mana yang akan masuk, menggema di telinga, hingga tertanam di hati kita berhari-hari.
Tapi setiap kita bisa memilih, perkataan mana yang berhak menetap di hati orang lain.
Dan, terimakasih telah memilih mantra terbaik.
Sebab dengan mantra darimu, beberapa orang bisa kembali hidup.
Terimakasih telah menjadi perantara terbaik untuk cinta dari-Nya.



Saturday, January 15, 2022

Rumah

Dulu ada yang bilang, rumah adalah tempat dimana ibu berada. Beberapa lagi bilang, rumah hanyalah ruang yang secara fisik memiliki kenangan yang tidak bisa digantikan. Dan bagiku, rumah adalah tempat pulang. Bukan tentang lokasi, bentuk, dan bukti fisik lainnya. Tapi rumah tentang mereka yang dengannya kamu selalu merasa 'pulang'. Kau tau bagaimana rasanya pulang setelah berbulan atau bertahun menyimpan ribuan cerita yang hanya akan selesai dengan pertemuan, pelukan. Tak perlu kata, hanya bersua.

Ditengah ombak badai kekhawatiran yang hanya ada di otakku saja, aku sampai lupa : kemanapun fisik, hati, dan fikiran pergi bertualang hingga kelelahn, setiap kita selalu punya rumah --yang pasti siap menjadi tempat untuk pulang.

Malam ini, disela sesaknya brio yang dipaksa diisi enam orang, diantara mualnya efek samping obat, terimakasih kepada rumah yang denganya aku kembali merasa hangat. Makasih juga sudah memilih lagu ini untuk lagu pertama perjalanan malam ini. Mari tetap hidup...

Adera - Catatan Kecil

Bila ingin hidup damai di dunia
Bahagialah dengan apa yang kau punya
Walau hatimu merasa
Semua belum sempurna sebenarnya
Kita sudah cukup semuanya

Bila dunia membuatmu kecewa
Kar'na semua cita-citamu tertunda
Percayalah segalanya
Telah diatur semesta
Agar kita mendapatkan yang terindah

Impianmu terbangkanlah tinggi
Tapi slalu pijakkan kaki di bumi
Senyumlah kembali
Bahagiakan hari ini
Buatlah hatimu bersinar lagi

Bila ingin lebih damai di dunia
Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
Kini hatimu terasa
Semua lebih sempurna
Karena kau hidup
Dengan seutuhnya

Impianmu terbangkanlah tingi
Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
Senyumlah kembali
Bahagiakan hari ini
Buatlah hatimu bersinar lagi

Bila ingin lebih damai di dunia
Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
Percayalah segalanya
Telah diatur semesta
Agar kita mendapatkan yang terindah

Kini hatimu terasa
Semua lebih sempurna
Karena kau hidup
Dengan seutuhnya


Wednesday, January 12, 2022

Okay

“Jangan tahan itu sendiri.
Karena terlalu banyak rasa sakit yang sebenarnya kita tanggung secara sia-sia.
Kita bisa melewati itu.
Kita bisa hidup berharga.
Kita bisa hidup bahagia.
Kita bisa kembali seperti kita yang sebelumnya, tanpa perlu melewati penderitaan sebanyak itu.
It’s ok to sick for help.”

-dr. Jiemi

Monday, January 10, 2022

Baik

Namamu siapa?
Aku baik-baik saja.
Siapa?
Sudah ku bilang, aku baik-baik saja.

Monday, January 3, 2022

Sudah sangat amat lama tidak menulis. Beberapa hari terakhir rasanya koas melelahkan sekali. Banyak sekali yang terjadi. Everything up and down. 

Dan hari ini, 3 januari 2022, pertama kali pengen banget ambil cuti wkwk. :")
T-tapi kalo cuti uangnya nambah, jadi dokternya nambah lama. Duh beban keluarga teh gausah aneh-aneh atuh kinan :")

Ayo bangun.. Jan manja...