Ya, sejak sekolah dasar, mendampingi tumbuh kembang anak adalah hal yang paling aku suka.
Mereka begitu luarbiasa, makhluk yang benar-benar diciptakan Allah spesial dalam setiap periode kehidupannya. Menarik sekali!
Sahabat kecil pertamaku bernama Aisyah!
Ya.. saat menulis ini usianya sudah 15 tahun.
Hampir selama itu pula aku mengenalnya. Ia yang pertama kali mengajarkan bahwa anak-anak bukan dewasa kecil. Darinya aku belajar bahwa setiap milestone begitu menyenangkan untuk dilalui bersama.
Terlebih saat pertama kali langkah pertamanya berhasil ia lalui. Aku berjanji pada diri sendiri, ‘aku akan membersami banyak langkah kecil lainnya di masa depan.’ Hingga di kelas 10 aku beranikan menuliskan cita-citaku, “spesialis anak”
Setelah 9 tahun berjanji pada diri sendiri, betapa bahagianya akhirnya aku benar-benar satu langkah lebih dekat dengan cita-cita itu. Di semester kedua masa preklinikku, dengan begitu bersemangat aku menyambut blok ilmu kesehatan anak. Pada perkenalan blok, aku ingat betul slide pertama mengingatkan lagi kenyataan bahwa ‘anak bukan dewasa kecil’.Ya, fakta yang selalu aku ulang-ulang. Terlebih di pekan pertama kami spesifik mempelajari tentang tumbuh kembang anak. Topik yang begitu menyenangkan untuk dilalui. Ya, karena mereka spesial.. Tak pernah sama.
Dan tahun ini, di tahun ke 15 impian itu mulai berani aku tanam benihnya..
Lewat beberapa doa yang aku lambungkan, Allah beri dengan kesempatan berharga, menemani tumbuh kembang keponakanku. Yang meskipun saat ini tak lama, semoga nanti, satu-dua tahun lagi, ada yang mengizinkanku tetap di kota ini, melanjutkan impianku untuk terus mencintai anak-anak dan menjaganya agar dapat tumbuh-berkembang seoptimal mungkin, mendeklarasikan dan membantu ribuan bahkan jutaan ibu agar anak-anaknya sehat, kuat, cerdas, dan dapat menjadi pemimpin yang luarbiasa. Semoga, morbiditas dan mortalitas dapat ditekan begitu rendah. Minimal dari rumah orang-orang yang aku cintai.
Semoga Allah sampaikan..
Semoga Allah beri kesempatan..
No comments:
Post a Comment