Wednesday, September 6, 2023

Percaya

Beberapa pekan yang lalu, setelah mengajukan proposal bantuan dana ke Bapak dan Mba karena  kebutuhan akhir kuliah sulit sekali terback up. Akhirnya bapak mengirim uang ke rekening 3x lipat dari yang aku sampaikan. Buru-buru nelpon bapak dan hanya dijawab, "Gak papa, kan udah lama gak dikirimin. Pokoknya kalo masalah pendidikan kabari kalau kurang. Nanti sisanya ditabung ya buat modal usaha." 

Aku tertawa dan bersyukur, "bagusnya usaha apa ya pak?" Bapak menanggapi dengan santai, "Ya kalau jaman sekarang kan Putri yang lebih faham kondisinya. Masa mau ikut-ikut usaha bapak? Nanti gak cocok.." Aku mengangguk meng-iya-kan. Lalu mulai iseng bertanya, "Emang bapak percaya? Nanti Putri pake untuk foya-foya boleh gak? Beli hapeee.. Beli baju wisudaaa.. Beli makanan yang enak-enakk"

Lalu bapak dengan jelas berkata, "Kalau HP bisa jadi modal bergerak, berprestasi, dan meguntungkan, monggo. Beli yang paling bagus sekalian boleh. Kalau buat modal les, ngaji, atau nambah ilmu lainnya pun monggo. Ilmu memang mahal kan? Tapi kalau baju wisuda dan makanan kan itu cuma sementara. Enak boleh, tapi targetnya kan kenyang dan sehat? Bapak percaya sama Putri."

Ya, bahasa cinta itu begitu banyak bentuknya. Memang tak seluruhnya akan terasa tepat untuk kita, tapi percayalah seluruhnya benar nyata. Beberapa akan menyampaikan cinta lewat kata krtika sebagian lain akan menunjukkannya lewat percaya.

Meski hingga kini tak semua gelas cinta kita terasa penuh, semoga kita bisa memenuhi gelas-gelas cinta orangtua dan anak-anak kita ya..

No comments: