Tuesday, March 18, 2025

Menuju 10 hari terakhir Ramadan

Pagi ini, sambil menunggu persiapan perpindahan pasien ke ruangan, aku  membuka instagram dan mendapati tulisan Teh @karinahakman di posisi teratas. Izinkan aku mengetik ulang postingan beliau, agar pesan-pesan itu bisa lebih lama bersemayam untukku (yang Ramadan kali ini merasa begitu jauh dari kata optimal).

------------------------------------------------------------------------------------

Bismilllah. Di malam itu, aku tercenung menyadari waktu. "Yaa Rabb...Tak terasa setengah bulan Ramadan telah berlalu... Dan disinilah aku tertunduk sendu... Memandangi jiwa yang kotor berdebu... Merenungkan dosa dan lalai seiring berlalunya waktu..."

Di telingaku terngiang-ngiang doa Jibril a.s yang diaminkan Rasulullah SAW, "Celakalah orang yang mendapati Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan."

Tergugu...
Terpatah aku pun bertanya, "Yaa Rabb, masih adakah tempat bagiku untuk menjadikan-Mu tempat berlabuh?"

Ternyata jauh sebelum aku bertanya, Allah telah memberikan jawabannya.

Katakanlah, "wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S Az-Zumar : 53)

Subhanallah Walhamdulillah Allahuakbar..

Betapa baiknya Allah kepada hamba-hambaNya. bahkan ketika seorang hamba sangat nelangsa dalam ketidakbedayaannya, Allah terus menyemangati untuk terus tak berputus asa...

Hatiku pun basah dengan haru. Betapa bersyukurnya menjadi seorang hamba..

Akupun kembali mempertanyakan, 
"yaa Rabb.. Hamba seperti apakah aku di hadapan-Mu? Bagaimanakah aku mengaku sebagai hamba-Mu jika aku masih terus saja lebih mengikuti hawa nafsu berbanding petunjuk-Mu?

Astaghfirullahh.. Astaghfirullah.. Ya Rabb.. Masih adakah lowongan untukku menjadi hamba-Mu seutuhnya? Ataukah lowongan tersebut telah penuh oleh mereka yang telah mendhuluiku dalam iman dan taqwa?

Yaa Rabb.. masih adakah petak surga untuk seorang hamba sepertiku?"


Rasulullah SAW pun ternyata telah menjawab sebelum aku bertanya, "On the day of Judgment, Jannah will have room for more, and Allah will create additional place in it." (Sahih Muslim, 2846) 

Subhanallah Walhamdulillah Wallahuakbar..


Kalaulah Allah masih menyisakan ruang di surga di hari akhir nanti, apalagi saat ini dimana ajal pun belum mendatangi. Maka apalagi yang menunda untuk berbenah lebih baik lagi?

"Yaa Allah Ar-Rahmaan Ar Rahiim... Dengan segala kefakiran dan keterbatasan diri.. Izinkan aku menghadapMu dengan sepenuh malu.. Meminta kepada-Mu, agar Engkau ridha menerimaku menjadi hamba-Mu.. Yaa Rabb.. Sungguh dalam segala keterbatasan dan kelalaianku, aku sungguh mengharap rahmat dan keridhaan-Mu.. Aku meyakini bahwa tak ada tempat kembali dan mencari pertolongan kecuali kepada-Mu.."

Dan seketika aku pun diingatkan.
Ramadhan adalah bulan yang berkahnya meliput semua makhluk-Nya.
Baik untuk mereka yang bertaqwa, maupun yang sedang terseok menuju taqwa.
Baik untuk merkea yang beriman, maupun yang sedang menyeret kaki menuju iman.
Baik untuk mereka para ahlul Qur'an, maupun yang sedang bersusah payah menyambung kembali ikatan cinta bersama kalamullah yang mulia..

Masyaa.. Allah.. Ramadhan, bukanlah bulan khusus bagi mereka yang sudah baik. Namun justru dengan keberkahan Ramadan, kita dimudahkan untuk berbenah menjadi baik, atau menjadi lebih baik.

Maka, meski begitu banyak kebaikan yang terlewati, keburukan yang belum diperbaiki, dan kelalaian yang menghantui diri, alhmadulillah kita masih berada di bulan Ramadhan. Apalagi masih ada 10 malam terakhir dimana malam laylatul qadr masih tersimpan. Maka, jangan biarkan kegagalan yang lalu menghentikan kita meraih keberkahan di sisa waktu.

Bersungguh kita bersegera bertaubat kepada-Nya. Dengan jujur kita bermuhasabah dan berbenah ikhlas dalam setiap aspek kehidupan kita. Berserah kita purnakan dengan tawakkal dan doa.

Dan mudah-mudahan, dengan rahmat Allah ta'ala. Ramadhan ini akan menjadi lompatan eksponensial kita menuju taqwa. Menjadi jalan penyucian jiwa hingga ke setiap sudut hati. Mudah-mudahan suatu hari kiya akan menyaksikan segala kesungguhan tadi berbalas surga dan keridhaan-nya.. Aamiin

No comments: