Jadi inget nasehat dr. Arina, konsulen psikosomatik yang selalu mengulang nasihat yang sama sejak preklinik, "manusia itu yang penting punya ventilasi". Ventilasi tak harus selalu manusia, bisa dalam bentuk lain, yang penting kita percaya bahwa 'ia' bisa menampung segala 'lelah' kita, tanpa menyudutkan, tanpa buru-buru memberi solusi. Cukup mengizinkan kita mengurai rentetan masalah yang menumpuk di kepala, hingga kita sendiri akan menemukan garis merah yang tak terlihat ketika masalah itu hanya dipendam di kepala.
Untuk aku (dan kamu yang tiba-tiba baca tulisan ini sampai selesai), meluapkan masalah pada orang (dan hal) yang tepat bukanlah aib, bukan pula kelemahan. Selagi caranya tepat, diskusi demi diskusi itulah yang nantinya akan membantumu untuk tetap hidup dengan (lebih) tenang.
No comments:
Post a Comment