Ketika kaca rapuh yang kususun menjadi tangga pecah berkeping.
Haruskah kita selesaikan saja?
Ketika lapis tipis es di pijakanku mulai retak.
Haruskah kita selesaikan saja?
Ketika diatas sana liftmu sudah berdenting.
Haruskah kita selesaikan saja?
Ketika daratan tempatmu berpijak sudah semi.
Haruskah kita selesaikan saja?
Ketika kaca yang kususun dilewati liftmu,
Haruskah kita selesaikan saja?
Ketika es dikakiku pecah karena hangatnya semimu.
Haruskah kita selesaikan saja?
Dan ketika aku merasa semua perlu kita selesaikan.
Nyatanya hanya aku yang perlu menyelesaikan perjalanan yang kaupun tak tau setapaknya.
Seharusnya sudah ku selesakan saja.
-aku, bulan Januari di kalender hijriyahmu.