Tak terasa Desember sudah hampir berakhir, tak sampai 2 bulan lagi meninggalkan kabupaten ini. Sudah hampir saatnya minta surat mutasi halaqah lagi. Kemarin sempat ditanya juga dan mengulangi jawaban yang sama seperti tahun lalu, "belum tau pindah kemana.. insya Allah segera dikabari mi."
Aku yang dari kemarin masih menunda-nunda pertimbangan, akhirnya menyerah juga. Terlebih keluarga sudah menyerahkan semua keputusan selanjutnya. Barangkali sekarang saatnya menyusun target rancangan hidup di 2025. Rancangan tahun ini sepertinya jadi salah satu rancangan tahunan yang perlu banyak pertimbangan. Sebab keputusan akan dimana, jadi apa, dan bertemu siapa benar-benar diserahkan murni pada tangan kecil ini (tentu dengan pendampingan dariNya). Makaaa, mari kita mulai dengan beberapa pertanyaan :
"Apa tujuan hidup saat ini? Apa yang sebenarnya dibutuhkan?"
"Apa yang dicari dari pekerjaan 2-3 tahun kedepan?"
"Setelah ini, mau tinggal dimana? Apa yang dicari dari lokasi geografis?"
"Dekat keluarga untuk berbakti? Atau merantau untuk menghabiskan jatah belajar dari orang-orang hebat?"
"Apakah memang butuh sekolah lagi? Kapan harus sekolah lagi? S2 atau spesialis?"
"Kalo mau spesialis, mau pake jalur apa? Mandiri, PNS, beasiswa, lainnya?"
"Mau cari kerjaan banyak cuan biar bisa nabung buat sekolah, cari yang paling mudah dapet rekomendasi, atau cari yang kehidupannya stabil biar bisa naikin value di bidang lain?"
"Mau jadi dokter jaga ruangan, klinik, IGD, Puskesmas, bisnis, dosen, atau lainnya?"
"Setelah ini, apa masih akan melanjutkan side hustle kemarin?"
"Atau.. abis iship santai aja dulu, kerja yang gak terikat kontrak apapun, biar kalo dateng jodohnya bisa lanjut nikah dulu, nanti kita lanjutkan mimpi-mimpi menyesuaikan dengan kesibukan, lokasi, dan tujuan pernikahan bersama suami?"
"Ataaaaauuu.. yaudahlah 'liburan' dulu aja sampe waktu yang ditentukan, rumpi-rumpi di kampung Inggris atau ngecamp di pesantren, ngamen di klinik random sambil belajar bahasa inggris atau Islam, cari kawan buat naik gunung dulu, menikmati hidup wkwkwkwkwk."
Setelah difikir-fikir, banyak juga ya yang harus difikirkan wkwk. Opsinya terlalu luaassss, gabisa bener-bener tawakkal tok, harus dipertimbangkan dan diikhtiarkan dengan baik. Mari kita rapikan, analisis, dan rancang satu-satu. Bismillah..
No comments:
Post a Comment