Tuesday, December 17, 2019

Ingatkan Saja, Tak Apa.

Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon bantu ingatkan.

Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon jangan tinggalkan.

Terimakasih, sau.
Semoga kita bersua hingga ke jannah-Nya.

Friday, December 6, 2019

(Hampir) Penuh dari A sampai Z

Hampir setahun yaa. Sadar atau tidak, terimakasih telah menggenapkan yang ganjil. Mengisi yang kosong. Datang dan menghilang.

Dari sekian ribu doa yang melambung di langit tiap detiknya, bolehkah?

Friday, November 29, 2019

Banyak yang telah terjadi.
Terimakasih untuk tetap disini.

Dari diri
Pada diri sendiri

Wednesday, November 20, 2019

Padang tanpa Rendang

Akhir-akhir ini lebih baik remang
Sebab terasa lebih tenang
Lelah dengan semua terang

Rasanya tiba-tiba rindu rendang
Padahal tubuh masih di Padang

Sunday, November 10, 2019

Jatuh

Hari ini, hampir pukul dua belas malam, aku memeluk erat bantal hitam di kamarku sambil mengintip beberapa kata di dinding yang hanya disinari lampu belajar putih disudut meja belajar.

Makin mendekati pukul dua belas, makin erat kupeluk bantal hitam sambil kutenggelamkan wajah di selimut biruku.

"Ah, katamu kamu sudah paham betul kalau konsekuensi jatuh tak selalu di tempat nyaman."


Tuesday, October 29, 2019

Seperti itulah Dakwah


Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh sobat..
Akhir-akhir ini aku sering banget denger atau baca betapa sulitnya menyentuh hati seseorang. Sebab hidayah hanya dari-Nya.

Seperti kisah Abu Thalib yang  selama hidup iselalu mendukung dakwah Rasulullah. Beliau pun mengakui kenabian Rasulullah melalui syair yang artinya : Aku yakin bahwa agama Muhammad adalah agama terbaik umat manusia yang pernah ada. Namun nyatanya keimanan lewat hati dan perbuatannya sampai akhir hayat tak jua membawa beliau untuk mengimani secara lisan lewat syahadat yang akhirnya membuat beliau masuk ke neraka dengan siksaan teringan, yaitu menggunakandua sandal yang sampai mendidihkan otaknya.

Atau kisah tentang Nabi Yunus yang akhirnya meninggalkan wilayah Ninawa dengan kapal karena tak seorangpun di wilayah itu yang menggubris dakwahnya. Tanpa persetujuan dari Allah, Yunus meninggalkan Ninawa dengan kapal yang pada akhirnya membuat ia di tenggelamkan ke laut dan di telan paus kurang lebih dua minggu hingga dia sadar akan keslahan-kesalahannya hingga  Allah menolongnya. Seperti cerita dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya' : 87-88
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan, dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Anbiya’ [21]: 87-88)
Atau seperti satu kisah dalam Surah Hud yang turun untuk menguatkan Nabi Muhammad yang lelah dalam menghadapi kaumnya, yaitu tentang Nabi Nuh. Kisah yang malam ini aku dengarkan lewat murottal Syaikh Mishary Rashid Al-Afasy yang emosinya sampai terngiang-ngiang di malam-malam menjelang ujian blokku. Cerita betapa besar usaha Nabi Nuh meyakinkan kaumnya untuk ikut beliau naik keatas kapal untuk menghindari air bah, tetapi pada kenyataanya bahkan anak yang ia cintai pun tak menerima ajakan beliau. 

Bukankah kisah-kisah tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa perjalanan menyentuh hati ini sangat jauh dari kata mudah?

Mengutip beberapa kalimat di buku Fiqh Dakwah jilid 1dari Syaikh Mushthafa Masyur tentang tabiat jalan dakwah yang menjelaskan bahwa :
Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga yang harum, tetapi merupakan jalan sukar dan panjang. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian, dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa, tanpa putus harap. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang terus menerus dan hasilnya kita serahkan kepada Allah sesuai waktu yang dikehendaki-Nya.

Bismillah.
Padamu, terimakasih telah bertahan dan tidak menyerah mengetuk lebih banyak lagi hati.

Monday, October 21, 2019

Oktober

Oktober 2017

Malam itu mataku masih sembab.
Beberapa hari sebelumnya dia datang, sebentar, tapi menyisakan banyak rasa.

Satu malam yang panjang, banyak tanya dan kata yang hanya mampu berjalan di benakku saja.
Bahkan beberapa menit sebelum travel itu membawanya pulang, dia memelukku, memastikan aku akan baik-baik saja.

Rasanya hampir lima ratus lembar tisu 'nice' tersebar di kamar merah mudaku.
Entah sejak kapan, Jati terlalu dingin untuk dilewati sendiri.
Dan aku tau, dia pasti memikirkan lebih banyak dari yang ku tau.

Hampir satu minggu, kata seseorang aku hanya mengeluh atas sesuatu yang tak perlu.
Egois dengan semua perasaan yang tak masuk logikamu.

-----------------------------------------------

21 Oktober 2018

Ratusan hari kita bisu.
Megotori hati dengan penuh keegoisan.
Memenuhi fikiran dengan kekecewaan.
Hingga lupa : ada rasa yang tak boleh hilang karena ikatan.

Malam ini kita saling memeluk.
Membongkar luka yang telah lama kita tutup dengan rapi.
Tapi intinya sama : kita tak ingin kehilangan lagi.

Mulai hari ini,
Mari saling mengenapkan yang ganjil.
Menutup lobang yang menganga.
Menyusul puzzle yang hilang.

Mari membuka hati.

-------------------------------------
22 Oktober 2018. Hampir tengah malam.

Dari balik kaca bus SAN yang berembun, ku biarkan keegoisan berlalu bersama lampu-lampu yang kita lalui.
Biar kita tinggalkan luka yang membekukan hati.
Nyatanya hidup harus seperti perjalanan ini :
Punya tujuan dan tak mudah dihentikan.

Lama sekali setelah semua berlalu.
Akhirnya aku tau.
Yang berhak bahagia bukan hanya aku.

-------------------------------------------
20 Oktober 2019

Terimakasih Padang.
Sudah mengajarkan kedewasaan, persahabatan, dan cinta.
Semoga waktu berlalu dengan penuh makna.

---------------------------------------------

Oktober 2020

Tahun ini tiba-tiba covid menyebar begitu cepat.

Semoga kita sama-sama baik-baik saja.

Izinkan aku menyelesaikan impian kita.

semoga tahun depan, seperti doamu, tiga huruf itu berada di belakang nama indah yg kamu berikan.

-------------------------------------------

17 Oktober 2021

Meskipun tahun ini jarak terasa begitu jauh, seperti katamu : aku harus percaya.

Maka izinkan aku menitipkan seluruhnya pada mereka yg juga aku percaya.

--------------------------------------------

14 Oktober 2022

Izinkan aku menjagamu dengan tanganku.

Memelukmu dengan kekuatan yang aku punya.

Sunday, October 20, 2019

Saturday, October 5, 2019




Hai, selamat malam.
Teruntuk sosok yang selalu muncul di cermin yang aku pandang, semangat yaa.
Ada banyak cerita luarbiasa yang menanti.
Jangan menyerah, apapun yang terjadi, bertahanlah.

-Dari aku di sudut paling nyaman di kamar ini.

Friday, October 4, 2019

Melankolis

Teruntuk melankolis baik yang ku temui karena-Nya.

Terimakasih, sudah percaya.
Terimakasih sudah mau menitipkan penggalan rasa lewat kata.
Terimakasih sudah ingatkan amanah yang sempat terlupa.

Seperti beberapa kisah yg juga kutitip ke hatimu hari ini, mari mulai mengenali diri.

Semoga hatimu yang lembut semakin kuat.
Semoga susunan kata sampai cita yang kau jaga dengan hati-hati kan jadi luarbiasa.

Dari aku,
Yang memperhatikanmu.

Tuesday, September 17, 2019

Pas gini kepikiran, yang aku lakuin buat Allah tu dikiiiiiiiittt banget, tp permintaanku banyak banget :')

Mau gapai langit, tapi gamau kalo kaki ga nginjak bumi lagi.

Dasar egois.

Thursday, September 12, 2019

Huruf

Bibirnya bergetar, rasanya puluhan meter tali telah mengikat erat thoraxnya.
Sesak.
Sejak sembilan belas juni lebih dari tujuh ratus hari yang lalu, dia berikrar pada bayangan di cermin, "Untuk hal ini alasan terbesarnya adalah satu."

Biarkan saja.
Biar tetesan itu menghujam deras meninggalkan embun tipis di kacamatanya.

Detik itu juga ku ingin peluk dia yang mulai menggigit pelan mukosa bibir bawahnya. Lama.
Bibirnya baik, tapi gumpalan dalam dadanya tidak.
Ada gemuruh yang tak bisa dijelaskan.

Kata seseorang, perihal ini bukan masalah besar.
Kata yang lain persoalan dunia macam ini tak ada apa-apanya.

Tapi bagi manusia yang hatinya pernah luka, kecewa pada dirinya adalah bencana.

Wednesday, September 11, 2019

HEHE

Kami berhadapan, tiga detik setelah ia melirik cermin di balik punggungku ia berkata, "Jatuh hati itu tandanya kita masih manusia kan?"

Wajahku memerah. Lebih merah dari kaos beasiswa Mbak Wulan yang aku pakai. 

Aku memalingkan ke arah life plan di pojok kamarku, dia menyusul. Kami tertawa (dan aku menertawakanku sendiri). 

"Asal caranya bener.. Ga ngelanggar aturan Allah."

Tuesday, September 10, 2019

Tak Ada Ibrahnya

Hari ini mood ku lagi ga oke banget.

Yang harusnya sahur tinggal makan, gatau apa yg ada di otak, nasi belum juga dimasak.
Jam 4.15 beras masih terbenam. Sambil nyambi potong2 bawang. Masaknnasi goreng aja biar cepett.

Masih hectic, pas mau masak tertendang pula minyak goreng yang belum sempat ditutup. Pinternya lagi, gara2 tangan penuh sama wajan dkk, bukannya langsung lari malah menatap penuh tanya dulu. Alhasil sekitar 2 kotak keramik kamar dengan ukuran 50x50 cm terguyur minyak. Hampir segelas minyak tumpah. Kesaal.

Udah kasih tissue, kertas bekas, dan kain lap. Aku milih cepet2 masak, makan, subuh, ngaji. Awalnya mau ngerjain tutorial, tapi nengok lantai berminyak bikin emosi. Akhirnya seperti biasa, aku milih tidur dulu.

Lumayan, tidur 30 menit-an, tiba2 kebangun gara-gara dada berdebar. Kenceeng banget, badan rasanya capekkk. Mood makin jelek. Mata ngantuk. Huaaaaa pengen marah, teriakk.

Pas banget mau berangkat ke kampus, baru buka2 chat, dan tau gasiiiii. Ternyata hari ini ujian SL. Dan aku blm ada belajar sama sekali, belum ada baca materi blassss. Ya Allah :(((

Sampe kampus ga mood negur siapapun. Tapi sialnya harus ketemu manusia-manusia ramah huhu. Akhirnya harus pula pura2 senyum :'''). Kesaaal.

Tutorial oke sih, aku bisa jawab juga. Tp kesalnya lagi, akutu sumbernya jurnal juga kok. Ada 5 jurnal malah. Cuma aku gasuka notice jurnal di hari 1. Nampak kali keambizan nya. Aku gasuka. Ehh tiba2 dosen tutor notice temen yg nyebutin sumber. Katanya lebih ksliatan berisi gitu. Tau gitu dari terminologi aku sebutin juga sumbernya dorland tebeel ituuu haaaaaa. Kezalll :(

Selesai tutor pake drama pindah-pindah kelas pula KPnyaaa. Capek bgt akutu :(

Setelah ngelewati kp dengan penuh air mata gara2 ngantuk dan badan ga nyaman. Akhirnya SL. Udah ke ruang OSCE ged A FK Limau Manis, tu tiba-tiba jam 1 kurang dosennya bilang harus di M.Djamil Jati. Dan itu katanya harus cepet gitu :( tu akhirnya kami cepet2 ke Jati naik Go-Car. Sampe aku ketiduran di jalan.

Sampe M. djamil ternyataa dokternya ada operasi dong :') jadi disuruh nunggu dari jam 1.15an sampe jam 3an. Akhirnya dokternya datang (dengan wajah capek abis dinas malem juga). Mau marah-marah sebenernya karena seharian kacau, tapi beliau pasti lebih capek :'(

Tambah pula tiba2 nilai matkul di portal tiba2 ada yg jeleeek bangetttt. Dan itu jauh banget dari prediksiku. Pemgen nangisss. Padahal itu syarat buat beasiswa. Gimana lah aku niii. Minta apalah akunii...

Awalnya ada janji rapat FSKI gitu setengah 5 di Limau Manis. Tapi gara2 jam 3an belum mulai juga, akhirnya cari-carian orang buat gantiin. Herannya lagi Lucky, Poety, Nanda sibukkk bangett. Nia pun awalnya ada kegiatan juga :( untung akhirnya kegiatan Nia gajadi. Nia jadi bisa gantiin aku.

Setengah 6 sore balik ke Limau Manis naii gojek gara2 motor ditinggal di kampus Limau Manis gara2 siangnya unmood dan capekkk banget takut kenapa2 dijalan. Sampe LM sekitar jam 6 kurang 10an. Tu cari temen bukber gada pula yg mauu. Mati pula hapeku abis itu. Sempoerna.

Akhirnya aku mengendap sendiri di Clayton. Menatap layar leptop biruku. Makan banyak banget sampe uang yang harusnya dipake buat 2 hari habis sekaligus.

Pulang jam 9 malem.
Dan sekarang aku mau bobok.
Semoga besok capekku ilanggg. Aamiin.

Untuk aku yang masih sering ngeluh gabisa dapet ini, itu.
Monggo coba buka pesbuk, jalan ke Pasar sendirian.
Banyak banget orang (bahkan orang yg aku kenal) bisa bahagia, bisa ngerasa cukup.
Yang kurang apa?

Saturday, September 7, 2019

The most Ngangein Person in This Night : Myself. Wkwk



Sayangnya, the most ngangenin person in my day itu kamu.. gimana dong? Wkwkwk

Jadi Salah Satunya

Dia menatap dari tempat terbaiknya, aku tersenyum.

Dia berkata,"Kalo sekarang kamu bersyukuuur kali ketemu sahabat-sahabat baik kayak mereka, mulai hari ini yukk jadi #manusiabaik yang kalau orang lain ketemu kita, mereka jadi ngerasa lebih aman (dan dekat dengan Tuhan)."

Wednesday, August 21, 2019

Padang, 21 Agustus 2019, 23.27
Menatap info skripsi di akun angkatan ditemani suara manusia (yg berulang kali kuputar).

Sudah tahun tiga.
Sudah tidak sama.
Sudah terlalu suka.

Hmmm.

Aku tersenyum, melihat fotomu dikelilingi lingkaran merah dengan gradasi orens.
Ada banyak manusia baik yang siap melakukan yang terbaik untukmu.

Tiba-tiba aku bersyukur, Ada banyak orang yang mencintaimu.
-hanya saja itu kurang baik untuk hatiku-

Monday, August 19, 2019

Nungguin buku2 buat giveaway kumpul dah kayak ngumpulin bola dragon Ball :'
Lama bgtttt :')

Sunday, August 18, 2019

Monday, August 12, 2019

Dua Puluh Tahun

"Oh Tuhan, kutitipkan doaku di sepertiga malam.
Dan bertarung di langit bertabur bintang
Ketuk hati yang buta, kirimkanlah cahaya, bersama mereka, sahabat syurga
Oh Tuhan, jagalah aku selalu di jalan yang benar
Bersama mereka saja sering hilang
Apalagi sendiri, kemana langkah kan pergi
Aku ingin masuk FSKI."

Best part of this Nasyeed. 
Haru, bangga, bahagia.

Malam ini rasanya sudah berkali-kali puter nasyeed ini. :"v
Setiap denger lirik ini, pengen peluk manusia-manusia baik yang dah mau membersamai manusia sepertiku di jalan ini.

Alhamdulillah,
Rencana Allah indah kali.
Kalau diingat-ingat lagi, timeline hidupku manis banget.
Tiap detik yang kalau di hubungkan dah kayak secangkir cappucino. Penuh rasa. Nikmat.

Malu kali kalau inget dulu mudah kali ngeluh pas lagi capek-capeknya.
Lupa kalau Allah sendiri yang janji kalo bersama kesulitan akan selalu ada kemudahan.
Kadang kita ni mudah kali nuntut semua hal harus sesuai deadline kita, selanjutnya kita lupa kalau ada Allah.

Tepat hari ini, 12 Agustus 2019, ketika usiaku tak lagi belasan.
Terimakasih sudah menemaniku jatuh cinta :")
Berkali-kali. :")

dan

Mari menitipkan doa disepertiga malam lagi.


Kali ke 3

12 Agustus ketiga ga bareng mamak and still miss her as always.

Sunday, August 11, 2019

Adha Ke-3

Ba'da maghrib, takbir mulai memenuhi tiap sisi.
Merdu, mengubah semua rasa menjadi rindu.
Katanya pun masih tetap sama. Perbedaanya satu, lagi-lagi sisiku tak berisi kamu.
Tak apa, mari menjadi dewasa dan mendewasakan.

Wednesday, August 7, 2019

Sayangnya, aku sudah terlalu jingga.
Tanpa tau sebenarnya warnamu apa.

Tuesday, August 6, 2019

Tingkat Tiga

Terhitung mulai besok, saat matahari tampak, mari menyelesaikan hari-hari tanpa tekanan ini.
Menutup rapat semua kekacauan dan menggantikannya dengan rencana-rencana manis yang semoga akan dimudahkan oleh-Nya.

Selamat jadi anak tahun tiga,
Semoga akademik, ukm, skripsi, dan kkn bisa diselesaikan dengan sebaiknya.

Friday, August 2, 2019

Tetap

Ternyata runtuh.

Padahal sudah didekap erat.

Tak apalah.

Toh kita tetap.

Kost Chafa, 10 angka sebelum sama.
Penuh rasa.

Sunday, July 28, 2019

[Digajul Ora Goyang, Diterjang Ora Njengkang]



Namaku Kiinan, 17 tahun.
Pagi ini yamaha merahku melaju dengan kecepatan lebih dari 60km/jam.
Berkali-kali aku memindah gigi karena simpang dan lobang yang menganga diantara rumah dan sekolahku. Sepertinya aku akan telat 'lagi'. Jarak rumah-sekolah yang tidak pernah jauh membuatku terbiasa mengakhirkan waktu berangkat. Terlebih SMPku hanya berjarak jalan yang tak ramai. Huh, dasar aku.

Sekitar 7 meter dari gerbang, satpam dan beberapa guru piket sudah berdiri di depan gerbang, aku menurunkan kecepatan motorku, membalas gelengan mereka dengan senyuman. Beberapa detik setelah aku masuk, lonceng berbunyi. Aku tidak telat -versi kamusku. Haha. (Bagian ini jangan ditiru yaaa)

Selesai memarkirkan motor, aku membenarkan jilbab yg kacau diterpa angin sambil menenteng helm yang 'harus' dibawa ke kelas supaya tidak hilang. Jarak parkir ke kelas yang cukup jauh membuatku harus sedikit berlari kecil tanpa melupakan senyum-salam-sapa-sopan-santun yang harus ditaati.

Dan seperti hari-hari biasa, aku masih bisa bertemu dengan mereka. Manusia-manusia kuat yang katanya digajul ndak akan goyang bahkan diterjang pun ndak akan njengkang. Orang-orang hebat yang punya ruang sendiri di hatiku dan akan 'selalu' dirindukan.

Terimakasih, karena kalian masa pubertasku menjadi bakoh dan menyenangkan.💕

Rezeki

Sunday, July 21, 2019


Pipinya memerah.

Tangan munyil itu terus memainkan poni yang sudah melewati ekor mata.

Dia menatap sunrise dari balik jendela sambil berharap tak ada seorangpun yang tau, ia pernah sejingga itu.

Sunday, June 30, 2019

Aku Jatuh Hati.

Aku menatap monitorku lekat-lekat, memilah-milah kata yang tepat untuk tugas akhir salah satu mata kuliah yang aku jalani di semester ini. Sudah berjam-jam, tapi rasanya kalimat-kalimat itu hanya berputar-putar, turbulen, tak bermuara. Entahlah, beberapa hari ini rasanya otakku penuh dengan banyak hal, sesak. 

Aku diam, menatap kedipan kursor yang hampir seirama dengan denyut nadiku.
Rasanya sudah lama

Hari ini
Untuk kesekian kali
Aku jatuh hati
(lagi)

Pada-Mu, Ya Rabbi :")

Saturday, June 8, 2019



Dari sekian banyak cara menasehati, dirimu selalu berhasil menyampaikan dengan metode terbaik.
Metode yang selalu lebih mudah diterima tanpa perlu banyak kata.
Menjadi pemberi tanpa kesan menggurui.

Terimakasih, sudah menjadi contoh kuat dari setiap cerita.
Terimakasih sudah menjadi artis dengan deretan teratas di playlist motivasiku.

Love you, My Hero.

Friday, May 10, 2019

DEAR AKU, JANGAN MAIN SOSMED TERUS!!!

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Log time no see~
Rindu kali aku nulis disini wkwk.
Beberapa bulan ini aku lebih sering on di instagramku -yang bahkan aku sampai bikin 2nd account cuma untuk nulis-nulis singkat. Alasannya apa? Satu, disana aku dapat feedback lebih tinggi dibanding nulis di blog wkwk. Tapi aku lupa, kalau instagram dan medsos-medsos lain itu toxic bangett :"). Rasanya hidupku habis untuk itu ajaaa, Ya Allah, rugi kali akuuu :"

Sekitar 2 minggu sebelum Ramadhan kemarin tiba-tiba aku ngerasa berdosa kali, hidupku jadi gak beres gara-gara terlalu banyak hidup di dunia maya. Dan semenjak hari itu aku resmi meng uninstall instagram, facebook, dan twitter-ku :") Ya meskipun masih beberapa kali buka pakai web buat ngeluh huhu. Ya Allah, sekuat itu ya efek adiktif social media..

Hampir dua minggu aku lepas dari per-sosmed-an, tiba-tiba aku iseng install ulang IG kayak orang 'sakaw' huhu. Dan itu pas banget hari pertama Ramadhan. Berkali-kali aku bolak-balik check story orang. Sampai malamnya pas tarawih pun aku bawa handphone, astaghfirullah aku :".

Aku menghabiskan masa jeda di tarawih untuk tilawah dikit-check hape dikit-tilawah lagi-check lagi. Sampai imam mengakhiri rakaat terakhir witir dengan Surah Al-'Ashr.

Astaghfirullah hal'adzimm.. :" 
Tertampar kali rasanya, aku ni logatnya dah kayak orang yang bakal hidup selamanya aja :" Padahal entah besok, lusa, atau bahkan nanti kita bisa saja dijemput huhu :") Ya Allah.... 

Intinya, sekarang banget, bersamaan dengan ter-uploadnya postingan ini. Mau gak temen-temen jadi reminder buat aku? 
Kalau nampak aku menghabiskan waktuku dengan perbuatan sia-sia, tolong ingatkann. 
Kalau nampak aku berjam-jam online di sosial media-ku, tolong ingatkann. 
Kalau nampak aku posting yang dak bermanfaat tolong ingatkann. 


Doakan, semoga sosial mediaku bisa jadi ladang amal, bukan jadi media menghabiskan waktu untuk hal yg tidak ada manfaatnya. :" Dan lewat postingan ini juga, aku mau mulai nulis disini lagi. Insya Allah kalau Allah mau mempertemukan penyakit dengan obatnya, akan selalu ada jalan. Bismillah :")



Hasil gambar untuk al ashr ayat 1-3 dan terjemah
Gambar terkait

Tuesday, May 7, 2019

Note to my self

Mari mengubah mindset.
Ketika ada teman kita yang lalai, mungkin kita yang salah karena tak peka juga dengan masalahnya.

Monday, February 25, 2019

to whom I wanna celebrate graduation with


April 2017.
Kali ketiga melewati perpisahan tanpa wali. Rasanya sudah biasa-biasa saja. Toh perpisahan hanya ritual berisi sambutan-nyanyian-tarian-tangisan. Bukan masalah besar yang tak bisa dihadapi sendirian.

Berkali-kali ku katakan pada diriku : tak apa. Lagian mereka tak datang bukan tanpa alasan.

Yang terpenting mamak mau menunggu di depan kelas saat pertama masuk sekolah hingga menemani lembur memperjuangkan PTN.
Yang terpenting bapak pernah menemani pergi ke SD malam-malam hanya karena : ada tugas menggambar gedung sekolah, aku lupa bentuk sekolahku, dan aku mau gambar yang sempurna. Hingga sekarang bapak harus banting tulang mencukupi segala keperluan dan keinginanku.

Perkara perpisahan, perpisahan hanya ritual akhir masa pendidikan yang isinya itu-itu saja. Toh akhirnya sama : aku tetap lulus jua.

Wisuda sama saja, ia hanya ritual perpisahan biasa yang bahkan bisa berulang tiga sampai empat kali dalam dua semester.

Bersyukurlah jika bapak sehat hingga nantinya bisa mengajak 'ibu' menemani bertambahnya kumpulan huruf di akhir namaku.
Bersyukurlah jika rezeki membawa satu-dua-tiga orang menyaksikan sumpah yang bisa menambah dua huruf di depan nama.

Lantas apa yang perlu dikhawatirkan, nan?

Jika nantinya tak ada yang datang, pasti mereka tidak datang bukan tanpa alasan.
Toh perpisahan hanya ritual sambutan-nyanyian-tarian-tangisan. Bukan masalah besar yang tidak bisa dihadapi sendirian.

Toh akhirnya sama : aku akan tetap lulus jua.