Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon bantu ingatkan.
Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon jangan tinggalkan.
Terimakasih, sau.
Semoga kita bersua hingga ke jannah-Nya.
Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon bantu ingatkan.
Sekecil apapun salah yg terlihat padaku.
Mohon jangan tinggalkan.
Terimakasih, sau.
Semoga kita bersua hingga ke jannah-Nya.
Hampir setahun yaa. Sadar atau tidak, terimakasih telah menggenapkan yang ganjil. Mengisi yang kosong. Datang dan menghilang.
Dari sekian ribu doa yang melambung di langit tiap detiknya, bolehkah?
Banyak yang telah terjadi.
Terimakasih untuk tetap disini.
Dari diri
Pada diri sendiri
Oktober 2017
Malam itu mataku masih sembab.
Beberapa hari sebelumnya dia datang, sebentar, tapi menyisakan banyak rasa.
Satu malam yang panjang, banyak tanya dan kata yang hanya mampu berjalan di benakku saja.
Bahkan beberapa menit sebelum travel itu membawanya pulang, dia memelukku, memastikan aku akan baik-baik saja.
Rasanya hampir lima ratus lembar tisu 'nice' tersebar di kamar merah mudaku.
Entah sejak kapan, Jati terlalu dingin untuk dilewati sendiri.
Dan aku tau, dia pasti memikirkan lebih banyak dari yang ku tau.
Hampir satu minggu, kata seseorang aku hanya mengeluh atas sesuatu yang tak perlu.
Egois dengan semua perasaan yang tak masuk logikamu.
-----------------------------------------------
21 Oktober 2018
Ratusan hari kita bisu.
Megotori hati dengan penuh keegoisan.
Memenuhi fikiran dengan kekecewaan.
Hingga lupa : ada rasa yang tak boleh hilang karena ikatan.
Malam ini kita saling memeluk.
Membongkar luka yang telah lama kita tutup dengan rapi.
Tapi intinya sama : kita tak ingin kehilangan lagi.
Mulai hari ini,
Mari saling mengenapkan yang ganjil.
Menutup lobang yang menganga.
Menyusul puzzle yang hilang.
Mari membuka hati.
-------------------------------------
22 Oktober 2018. Hampir tengah malam.
Dari balik kaca bus SAN yang berembun, ku biarkan keegoisan berlalu bersama lampu-lampu yang kita lalui.
Biar kita tinggalkan luka yang membekukan hati.
Nyatanya hidup harus seperti perjalanan ini :
Punya tujuan dan tak mudah dihentikan.
Lama sekali setelah semua berlalu.
Akhirnya aku tau.
Yang berhak bahagia bukan hanya aku.
-------------------------------------------
20 Oktober 2019
Terimakasih Padang.
Sudah mengajarkan kedewasaan, persahabatan, dan cinta.
Semoga waktu berlalu dengan penuh makna.
---------------------------------------------
Oktober 2020
Tahun ini tiba-tiba covid menyebar begitu cepat.
Semoga kita sama-sama baik-baik saja.
Izinkan aku menyelesaikan impian kita.
semoga tahun depan, seperti doamu, tiga huruf itu berada di belakang nama indah yg kamu berikan.
-------------------------------------------
17 Oktober 2021
Meskipun tahun ini jarak terasa begitu jauh, seperti katamu : aku harus percaya.
Maka izinkan aku menitipkan seluruhnya pada mereka yg juga aku percaya.
--------------------------------------------
14 Oktober 2022
Izinkan aku menjagamu dengan tanganku.
Memelukmu dengan kekuatan yang aku punya.
Teruntuk melankolis baik yang ku temui karena-Nya.
Terimakasih, sudah percaya.
Terimakasih sudah mau menitipkan penggalan rasa lewat kata.
Terimakasih sudah ingatkan amanah yang sempat terlupa.
Seperti beberapa kisah yg juga kutitip ke hatimu hari ini, mari mulai mengenali diri.
Semoga hatimu yang lembut semakin kuat.
Semoga susunan kata sampai cita yang kau jaga dengan hati-hati kan jadi luarbiasa.
Dari aku,
Yang memperhatikanmu.
Pas gini kepikiran, yang aku lakuin buat Allah tu dikiiiiiiiittt banget, tp permintaanku banyak banget :')
Mau gapai langit, tapi gamau kalo kaki ga nginjak bumi lagi.
Dasar egois.
Bibirnya bergetar, rasanya puluhan meter tali telah mengikat erat thoraxnya.
Sesak.
Sejak sembilan belas juni lebih dari tujuh ratus hari yang lalu, dia berikrar pada bayangan di cermin, "Untuk hal ini alasan terbesarnya adalah satu."
Biarkan saja.
Biar tetesan itu menghujam deras meninggalkan embun tipis di kacamatanya.
Detik itu juga ku ingin peluk dia yang mulai menggigit pelan mukosa bibir bawahnya. Lama.
Bibirnya baik, tapi gumpalan dalam dadanya tidak.
Ada gemuruh yang tak bisa dijelaskan.
Kata seseorang, perihal ini bukan masalah besar.
Kata yang lain persoalan dunia macam ini tak ada apa-apanya.
Tapi bagi manusia yang hatinya pernah luka, kecewa pada dirinya adalah bencana.
Hari ini mood ku lagi ga oke banget.
Yang harusnya sahur tinggal makan, gatau apa yg ada di otak, nasi belum juga dimasak.
Jam 4.15 beras masih terbenam. Sambil nyambi potong2 bawang. Masaknnasi goreng aja biar cepett.
Masih hectic, pas mau masak tertendang pula minyak goreng yang belum sempat ditutup. Pinternya lagi, gara2 tangan penuh sama wajan dkk, bukannya langsung lari malah menatap penuh tanya dulu. Alhasil sekitar 2 kotak keramik kamar dengan ukuran 50x50 cm terguyur minyak. Hampir segelas minyak tumpah. Kesaal.
Udah kasih tissue, kertas bekas, dan kain lap. Aku milih cepet2 masak, makan, subuh, ngaji. Awalnya mau ngerjain tutorial, tapi nengok lantai berminyak bikin emosi. Akhirnya seperti biasa, aku milih tidur dulu.
Lumayan, tidur 30 menit-an, tiba2 kebangun gara-gara dada berdebar. Kenceeng banget, badan rasanya capekkk. Mood makin jelek. Mata ngantuk. Huaaaaa pengen marah, teriakk.
Pas banget mau berangkat ke kampus, baru buka2 chat, dan tau gasiiiii. Ternyata hari ini ujian SL. Dan aku blm ada belajar sama sekali, belum ada baca materi blassss. Ya Allah :(((
Sampe kampus ga mood negur siapapun. Tapi sialnya harus ketemu manusia-manusia ramah huhu. Akhirnya harus pula pura2 senyum :'''). Kesaaal.
Tutorial oke sih, aku bisa jawab juga. Tp kesalnya lagi, akutu sumbernya jurnal juga kok. Ada 5 jurnal malah. Cuma aku gasuka notice jurnal di hari 1. Nampak kali keambizan nya. Aku gasuka. Ehh tiba2 dosen tutor notice temen yg nyebutin sumber. Katanya lebih ksliatan berisi gitu. Tau gitu dari terminologi aku sebutin juga sumbernya dorland tebeel ituuu haaaaaa. Kezalll :(
Selesai tutor pake drama pindah-pindah kelas pula KPnyaaa. Capek bgt akutu :(
Setelah ngelewati kp dengan penuh air mata gara2 ngantuk dan badan ga nyaman. Akhirnya SL. Udah ke ruang OSCE ged A FK Limau Manis, tu tiba-tiba jam 1 kurang dosennya bilang harus di M.Djamil Jati. Dan itu katanya harus cepet gitu :( tu akhirnya kami cepet2 ke Jati naik Go-Car. Sampe aku ketiduran di jalan.
Sampe M. djamil ternyataa dokternya ada operasi dong :') jadi disuruh nunggu dari jam 1.15an sampe jam 3an. Akhirnya dokternya datang (dengan wajah capek abis dinas malem juga). Mau marah-marah sebenernya karena seharian kacau, tapi beliau pasti lebih capek :'(
Tambah pula tiba2 nilai matkul di portal tiba2 ada yg jeleeek bangetttt. Dan itu jauh banget dari prediksiku. Pemgen nangisss. Padahal itu syarat buat beasiswa. Gimana lah aku niii. Minta apalah akunii...
Awalnya ada janji rapat FSKI gitu setengah 5 di Limau Manis. Tapi gara2 jam 3an belum mulai juga, akhirnya cari-carian orang buat gantiin. Herannya lagi Lucky, Poety, Nanda sibukkk bangett. Nia pun awalnya ada kegiatan juga :( untung akhirnya kegiatan Nia gajadi. Nia jadi bisa gantiin aku.
Setengah 6 sore balik ke Limau Manis naii gojek gara2 motor ditinggal di kampus Limau Manis gara2 siangnya unmood dan capekkk banget takut kenapa2 dijalan. Sampe LM sekitar jam 6 kurang 10an. Tu cari temen bukber gada pula yg mauu. Mati pula hapeku abis itu. Sempoerna.
Akhirnya aku mengendap sendiri di Clayton. Menatap layar leptop biruku. Makan banyak banget sampe uang yang harusnya dipake buat 2 hari habis sekaligus.
Pulang jam 9 malem.
Dan sekarang aku mau bobok.
Semoga besok capekku ilanggg. Aamiin.
Untuk aku yang masih sering ngeluh gabisa dapet ini, itu.
Monggo coba buka pesbuk, jalan ke Pasar sendirian.
Banyak banget orang (bahkan orang yg aku kenal) bisa bahagia, bisa ngerasa cukup.
Yang kurang apa?
Dia menatap dari tempat terbaiknya, aku tersenyum.
Dia berkata,"Kalo sekarang kamu bersyukuuur kali ketemu sahabat-sahabat baik kayak mereka, mulai hari ini yukk jadi #manusiabaik yang kalau orang lain ketemu kita, mereka jadi ngerasa lebih aman (dan dekat dengan Tuhan)."
12 Agustus ketiga ga bareng mamak and still miss her as always.
Sayangnya, aku sudah terlalu jingga.
Tanpa tau sebenarnya warnamu apa.
Terhitung mulai besok, saat matahari tampak, mari menyelesaikan hari-hari tanpa tekanan ini.
Menutup rapat semua kekacauan dan menggantikannya dengan rencana-rencana manis yang semoga akan dimudahkan oleh-Nya.
Selamat jadi anak tahun tiga,
Semoga akademik, ukm, skripsi, dan kkn bisa diselesaikan dengan sebaiknya.
Ternyata runtuh.
Padahal sudah didekap erat.
Tak apalah.
Toh kita tetap.
Kost Chafa, 10 angka sebelum sama.
Penuh rasa.

