Sunday, July 16, 2023

Batas

    Salah satu hal yang selalu aku syukuri berada diantara sahabat-sahabat baik ini adalah momen-momen saling diskusi dan mengingatkan, sesi muhasabah yang kadang terasa julid ibu-ibu komplek, tapi aku tau mereka seperti itu karena memang sayang dan mau kita jadi lebih baik. Alhamdulillah Allah bantu lapangkan hati-hati kita untuk sama-sama siap untuk menerima nasihat.

    Hari ini, setelah 2 tahun++ jadi dek koas, muhasabah kami malah kembali pada hal prinsip, hal yang seharusnya sudah selesai dari awal : hijab yang rasanya mulai longgar. Akhir-akhir ini kami jadi jauh lebih bermudah-mudah, hal yang selama di wajihah sangat dan selalu kami jaga. Sering bukan karena tak paham, tapi nyatanya keheterogenan ini terkadang membuat kami lalai. Apalagi kedok amanah dan target dakwah memaksa agar cenderung lebih fleksibel. 

    Padahal, kita sama-sama faham betul, Allah jadikan batasan agar kita sama-sama terjaga. Itulah kenapa hijrah itu bukan hanya soal sebulan atau dua bulan saja, tapi seumur hidup. Karena kita adalah makhluk fluktuatif, yang harapannya selalu dapat meng-upgrade diri ke level berikutnya tanpa terjebak ke level-level sebelumnya. Perjalanan panjang yang melelahkan, tapi semoga balasannya surga.

    Terimakasih sudah banyak mengingatkan. Dan untuk selanjutnya, bantu ingatkan aku juga yaa. Sejak kamu membaca tulisan ini, aku sungguh-sungguh mau dan butuh nasihat dari kamu ketika aku salah. Hubungi saja aku di ruang-ruang pesan yang membuatmu nyaman menasihatiku, insya Allah akan selalu aku baca dan dengarkan. Terlebih perihal aqidah, akhlak, ibadah, dll. Atau jika memang segan menggunakan identitas, aku juga membuka nasihat lewat NGL di : https://ngl.link/kiinanputri2 . kamu bisa menasihatku tanpa aku tau siapa kamu. Sungguh, aku benar-benar butuh naishat-nasihat darimu.

    Ahya, aku juga sering berfikir, jika masa koas saja masalah hijab dan hal remeh temeh lainnya bisa jadi hal yang perlu untuk diingatkan lagi, apalagi di dunia kerja nanti, ya? Lingkungan pasti jauh lebih heterogen lagi. Semoga dalam lemahnya kita, kita dibersamai oleh orang-orang yang juga perduli pada kita yaa.

    Semoga, perkara remeh temeh seperti ini tak menjadi permasalahan kita lagi.

No comments: