Setiap kita akan menentukan hal-hal besar dalam hidup, hati dan fikiran kita seolah memiliki oposisi. Dua kekuatan besar yang berebut-berlomba-bertaruh : akankah Allah menjadi satu-satunya atau malah dunia menjadi pilihan yang begitu kuat untuk mengikat.
Setiap kita hendak melangkah, sinyal-sinyal itu menguat selaras dengan keteguhan hati kita. Sedetik saja keinginan terhadap dunia kita bumbungkan, sedetik itu juga setan memporak-porandakan dan menggiring hati kita tuk ikut pada pilihannya. Pilihan yang ditebarkan bunga-bunga dan nampak begitu indah. Kita yang begitu lemah ini, akhirnya hanya mampu merunduk patuh pada sinyal-sinyal penyesatan yang tampak lebih indah.
Pada diri kita yang lemah dan hanya karena Allahlah ia menjadi kuat, teguhlah pada apa yang memang sudah jelas sesuai pada pedoman-Nya. Titipkanlah setiap langkah hanya pada Dia yang mengetahui masa lalu dan masa depan kita. Hingga, kita akan dituntun pada apa yang benar-benar sesuai dengan pengetahuan-Nya.
No comments:
Post a Comment