Seringkali QLC atau Quarter Life Crisis menjadi alasan kita kacau, hingga berhenti dalam pergerakan dan produktivitas. Padahal dalam tiap tahap perkembangan kita, setiap kita akan menemukan crisis kita masing-masing hingga kita berpulang. Saat bayi, barangkali krisis kita perihal lapar. Saat anak-anak, krisis kita berputar-putar dalam menunggu ibu pulang dari pasar atau pertemanan di sekolah, hingga ketika kita tua, barangkali krisis kita berhubungan dengan pasangan dan anak-anak yang mulai renggang.
Kalau difikir-fikir, kenapa sih sekarang orang-orang pusing menghadapi QLC? Sedang zaman dahulu, diusia yang sama, sahabat begitu kuatnya dalam setiap pergerakan. Seperti Muhammad Al-Fatih yang dengan hebatnya menakhlukkan Konstantinopel. Sedang kita? Masih berputar-putar dalam krisis finansial, pendidikan, asmara.... Meskipun hal-hal tersebut juga merupakan kekuatan-kekuatan dan langkah-langkah besar yang menentukan perjalanan kita kedepannya, tapi apakah hal tersebut benar-benar akan membawa kita ke Surga-Nya? Sedangkan dunia, digambarkan hanya seperti sisa air yang tertempel di jari ketika kita memasukkan tangan ke lautan.
No comments:
Post a Comment