Sunday, July 23, 2023

Menuju OSCE-tulation Dokter Umum

    "Selamat siang dok, perkenalkan saya Rizki Nanda Putri, izin melakukan tindakan..."
   "Selamat siang pak, saya dr. Kinan ya pak, bapak namanya siapa? ada yang bisa saya bantu?"

    Menuju tahun ke-enam sekolah di sini, menuju perjuangan-perjuangan terakhir, menuju hari-hari yang katanya hari terpintar menjadi mahasiswa FK. Ditengah hari-hari yang mulai 'membosankan' karena aktivitasnya benar-benar muter-muter diitu-itu aja, jujur latihan OSCE jadi muara untuk menjaga kewarasan. 

    Jadi OSCE adalah Objective Stuctured Clinical Examination. Sederhananya OSCE adalah metode evaluasi kompetensi bagi calon dokter untuk membiasakan dokter mengkondisikan diri sebagai dokter, baik sebagai dokter umum di poliklinik, rawatan, maupun di unit kegawatdaruratan. Setiap hal-hal yang dilakukan harus legeartis, sistematis, dan tentu saja sesuai dengan keilmuan yang sudah kami pelajari selama ini. Sebenarnya untuk OSCE ini rutin diadakan tiap semester dari semester pertama menjadi mahasiswa FK dulu. Bahkan saat koas, hampir tiap bulan kami menjalani OSCE. Meski sudah belasan kali menjalani OSCE, tapi nyatanya sampai hari ini, OSCE tetap menjadi hal yang mendebarkan. Untuk pengalaman OSCE pertamaku bisa dibaca di : https://kiinanputri.blogspot.com/2018/01/my-first-osces-story.html

    Jujur aku adalah orang yang selalu cemas menghadapi OSCE, tapi sangat bersyukur metode ini dipilih untuk menguji pemahaman kami. Sebab, dengan OSCE kami jadi terbiasa memahami materi dan skill secara komprehensif, akibatnya kami jadi lebih tenang dan terbiasa untuk menghadapi pasien di kehidupan nyata. Karena terkadang penguji OSCE lebih mencemaskan daripada pasien betulan wkwk :")

    Lanjut ke persiapan OSCE terakhir kami, OSCE semua penyakit yang kami pelajari 6 tahun ini, OSCE paling lama yang akan kami jalani, OSCE UKMPPD. Insya Allah hari ini adalah 34 hari menuju OSCE UKMPPD, hari ini pertama kali kami mulai mengikuti simulasi offline bersama dokter baru kami, dr. M. Arief Ansyar. Berawal dari keinginan kami untuk belajar lebih fleksibel, nyaman, mudah bertanya, dan tentu saja budget yang lebih ramah kantong dibanding bimbel-bimbel lainnya wkwk, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba belajar dengan teman-teman yang lebih dahulu mempersiapkan diri. Dari semua nama yang diajukan, akhirnya kami sepakat, "Sama Arief aja gaksi?", dan yaa.. seperti biasa, hasil syuro selalu lebih dekat dengan keberkahan dari Allah, ternyata beberapa pekan setelah kami tabayyun Arief, nilai Arief keluar dan jadi peraih nilai OSCE tertinggi di batchnya.  Gak heran sih ya, persiapannya juga jauh diatas rata-rata. Padahal beliau belajar mandiri tanpa les selama ini. MasyaaAllah, barakallah ilmunya. Akhirnya bertambah pula ketenangan kami untuk 'bersandar' dan mohon bantuan beliau untuk persiapan OSCE kali ini, ya tentu saja setelah menyandarkan dan memohon pertolongan Allah.... Yok kabete kalau ada yg mau belajar OSCE tp bingung mau join siapa, join ke bimbel Arief aja wkwk. Worth it. (Bismillah komisi .. :p)

    Lanjut... Jadi sebelum simulasi OSCE kami hari ini, ada 2x penjelasan teknis dan pengantaran melalui zoom oleh dr. Rashif juga yang nilai OSCEnya tertinggi di batchnya. Setelah itu ditambah satu kali bimbingan dan simulasi langsung oleh dr. Arief secara offline. Baru hari ini akhirnya kami mulai simulasi OSCE. Pada pertemuan pertama kami hari ini, kami mulai dengan materi yang sangat-sangat sering ditemukan di kehidupan nyata sebagai dokter umum di poliklinik, endokrin dan gastroenterohepatik. Mudahnya kami bahas tentang sakit gula, obesitas, kolesterol tinggi, maag, sakit kuning, dan teman-temannya yang sering kita keluhkan. Sebagai orang yang suka tindakan jujur latihan ini menyenangkan sekali! Meskipun masih ngengongengo karena materi belum duduk, ngerapp karena takut waktu gak cukup, dan muter-muter karena masih banyak lupa-lupa. tapi aku suka sensasi OSCE ni ya wkwk. 

    Masih ada 6 pertemuan yang terjadwal lagi, ohya semoga boleh nambah 1 pertemuan lagi buat simulasi OSCE yang komprehensif dari semua bidang ya wkwk :p Haduh semena-mena kali, kek mana ni adab terhadap guru :") Tapi keknya perlu banget lah wkwk. Biar ndak terkotak-kotakkan ilmunya :)

    Dah.. mungkin itu aja cerita hari ini, semoga degup-degup yang terasa bersamaan dengan timer OSCE ini bisa jadi pengokoh keilmuan, kepercayaan diri, dan menjadikan pribadi yang lebih kompeten sebagai dokter nantinya. Semangat belajarr! Yuk fokus yuk :") jan galau-galau jo laiiii~



Ciketat as probandus : ditensinya gak cuma di tangan, tapi di badan :") 
cian bayik wkwkwkkwk. kayaknya ini Aorta yang terdeteksi yaaa wkwk.


Bonus poto ibu-ibu yang selalu menguji kesabaran dr. Arief. Sabar-sabar ya dok,
semoga balasannya keberkahan ilmu dunia wal akhiraatt.
(Nb : Arief jadi tukang potonya :))


No comments: