Saturday, December 23, 2023

Jam segini mendadak kangen deeptalk sama Najdah di kamar sampe pagi dehh...
Ternyata emang susah menjelaskan sesuatu ke orang yang belum pernah ngerasain yaaa. Huft.

Bismillah, meskipun sebenernya takut banget menghadapi hari-hari setelah ini. Tapi percaya banget rencana Allah yang terbaik. Semoga, semoga Allah pertemukan dengan orang-orang yang cintanya pada Allah besaaar sekali, dewasa fikirannya, lapang dadanya, sabar sikapnya, santun tutur katanya. Aamiin.

Allah's Plan

Beberapa bulan terakhir sering sengaja menghindar dari banyak kegiatan karena takut makin susah move on dari Sumatra Barat. Berkali-kali 'kabur' kalo disuruh isi gform pendaftaran apapun di Sumbar. Tapi ternyata pilihan Allah malah memaksa makin dekat dan terlibat dalam banyak aktivitas dakwah.

Berkali-kali menjelaskan ke ummahat2 dan sahabat2 yang tabayyun mengenai kondisi diri yang sebentar lagi kemungkinan besar meninggalkan Sumbar, tapi malah selalu dapat jawaban senada, "Selagi masih di bumi Allah, masih berdarah merah, masih mau dilibatkan ya gapapa, Kiinan."

Makin hari malah makin sayang dan sulit melepaskan๐Ÿคง๐Ÿ˜ฉ
Semoga hari-hari terakhir disini bisa bermanfaat.
Semoga apa-apa yg aku punya bisa Allah jadikan alat dakwah yang kuat. Huhu.๐Ÿคง

Please remind me that Allah's plan better than my dreams.

Thursday, December 14, 2023

I know you can, but let me


Wkwk nemu meme lucu di akun k-drama di twitter. Sebagai manusia yang kata seseorang alpha women. Wkwk sejak kapan bocil manja ini jadi alpha women yaaa. Jujurly gatau sejak kapan, tapi buat aku yang sering sok kuat beberapa tahun terakhir, ini relate banget. Wkwkwkwk.

Pantesan jadi suka banget deket-deket ma bapak, mbak, bulek, Urfa, Sabi, Najdah, Ana, Mba Nadia, Apria, dan beberapa orang lain yang ga mungkin aku sebutin satu-satu karena sangat amat banyakk tempatku bergantungg.

Makasih ya buat yang sering nyeletuk bilang :
"iyaaa. Aku percaya kok Kiinan bisaa. Tapi gapapa loh aku bantuu"
"Lagi capek ya? Bole kok cerita sambil nangis-nangis."
"Silakan dikejar cita-cita dan impian putri, kalo butuh apa-apa bapak dan mbak-mbak insya Allah siap."
"Gajinya masih cukup? Bapak tadi transfer sekian ke rekening biasa buat pegangan dan modal usaha." wkwkwk
"Rencana pergi sendiri? Kebetulan aku mau kesana juga, mau ditemenin?"
"Wahh.. masakan Putri enak, mau tak bikinin jus sekalian?"
"Idenya bagusss. Boleh ga aku bantu-bantu? Kayaknya kalo ada ABC makin bagus deh.."

Dan ungkapan lain yang lebih sering gak terlisankan. Membantu, tapi sikapnya tidak mematahkan sama sekali, malah bikin percaya buat menggantungkan banyak hal. ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿซ ๐Ÿซถ๐Ÿป

Maapin ya buat yang sering aku repotinnnnnn, makasih udah sabar jadi tempatku bertanya dan bergantung. I trust U ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ

Wednesday, December 13, 2023

December Tumblr Quotes Review

Karena udah luamaaaa banget ga nulis. Let me share beberapa quotes dari tulisan2 Tumblr yg sederhana tp maniss dan pengen banget aku baca berulang-ulang, atau yg diksinya menarik sampe bikin geleng-geleng saking kerennya, atau beberapa yang biasa aja, tp barangkali penting buat aku (dan kamu).

@Kurniawangunadi - Sulitnya Mengembalikan Kepercayaan
Rasanya sudah begitu jelas. Tentang kepercayaan.
Semoga, semoga kita semua bisa menjaga kepercayaan dari orang-orang yang telah percaya pada kita. Sebaliknya, semoga kita selalu punya ribuan alasan untuk selalu husnudzan dan menjaga kepercayaan kita pada orang lain. Semoga kita semakin memperbanyak kalimat, 'mungkin dia sedang lelah, mungkin amanahnya sedang banyak, mungkin ini, mungkin itu..' sehingga dada kita lapang menerima kesalahan kecil itu. Tapi tetap, saudara terbaik adalah ia yang mengingatkan dan memperbaiki saudaranya karena Allah.๐Ÿซถ๐Ÿป

@andromedanisa - Tentang Tenang
Yang ini arahnya romance pra-pasca nikah. Tentang tenang... Yang sebenernya ga cuma buat dunia pernikahan. Tp keseluruhannn. Yaa. Keseluruhan hidup kita.

Setiap kita pasti pernah mencari ketenangan lewat banyak hal. Muter-muter demi healing. Yang ternyata kadang kita lupa, tenang itu kita yang ciptakan, kita yang mengusahakan. Kalo kita kemrungsung, lingkungan pasti ikut kemrungsung. Samaa.. Kalo kita tenang, insya Allah lingkungan juga bakal ikut tenang.

Aku buktiin banget pas lagi sama keponakan-keponakan yang semuanya lagi toddler. Pas mood kita baik, kita tenang, kita ngobrol tanpa emosi apapun. Mereka pasti akan ikut lebih amteng (meskipun dikit dan tetep banyak ngereognya) wkwk. Tapi beda banget kalo kita udah badmood, bawaanya senggol bacok.. yaaaa.. mereka pun akan lebih parah lagii. Yang akhirnya kayak roda, semakin mereka badmood, kita akan semaaakiiin badmood.

Begitu juga dengan dunia orang dewasa. Mood itu nular banget. Sering gak ketemu sama orang yang tenaaang banget? Atau dia baisa aja sihh, tapi pas bareng dia kiya ngerasa cukup, percaya, gak butuh siapa-siapa lagi. Wkwk. Beneran ada lohhh tapii wkwk. Yaaa mereka yang bisa jadi qurrota a'yun, menjadi penyejuk hati. Beneran kalo lagi sama mereka, ego kita kayak disiram air, nurut, manut, gak butuh siapa-siapa lagi. Wkwk.

Tapi, gak semua dari kita ditakdirkan untuk selalu menemukan manusia-manusia penyejuk hati tu. Maka daripada sibuk mencari, mari menjadi. Siapa tau legowonya kita, ngalahnya kita, berlemah-lembutnya kita, malah jadi penyebab orang-orang disekitar kita jadi sejuk dan menyebarkan kesejukan juga. Bismillahh..

Ohya kalo nanya gimana resep tenang, monggo cek di Q.S Ar Ra'd : 31. Kenapa ga langsung ditulis ajaa Nann? Karena feel buka Qur'an sendiri itu bedaaa. Insya Allah baru buka aja, belum baca, Allah beri ketenangan. Aamiin.
Servant of Allah.
Serving as doctor.
Sejak beberapa bulan terakhir, jarang banget motoran jauh. Trus mendadak cemas karena mendadak ujan deres banget padahal besok kudu motoran ke luar kota berdua sama Sabi ajaaa. Cuma sejam sih di mapsss.. Tapi kenapa cemas yaaa? Apakah sudah saatnya bikin SIM A? ๐Ÿ˜ฉ

Btw dimana enak makan di Pariaman yaaaa? Pen mam sate Pariaman yang enak ituuuu.๐Ÿซ 

Betewe, dah lama ya ga nulis di blog. Kangen deh...

Wednesday, November 29, 2023

Gimana ya biar bisa jor-joran buat keluarga dan dakwah tapi ga ada masalah keuangan?

Jawabannya satu : ikhlasssss~

Easy listening but.....๐Ÿซถ๐Ÿป hehe

Upss.. tenang bapakku cintaku.. tetep mau jadi dokter kokk๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿป

Friday, October 20, 2023

Palestine willl be Free

Bagiku yang sulit memahami sejarah dan berasal dari sekolah negeri yang begitu asing dengan topik-topik agama yang berat, aku hampir selalu memilih untuk mengganti materi ketika panitia mengarahkan untuk menyampaikan materi mengenai kebijakan, kajian isu, dan pemikiran. Namun hari ini, untuk pertama kalinya aku diamanahi topik yang sejujurnya berat banget, kajian Palestina.

Sebenarnya sejak mengikuti organisasi Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal (JIL) 3 tahun silam,  aku mulai mencoba berdamai dengan materi-materi kajian dan pemikiran yang selalu aku hindari. Tapi untuk menjadi pembicara di antara 50 dan 40-an orang mengenai ini, rasanya aku pengen hilang sebentar wkwk. Tapi berkali-kali aku yakinkan diri : Birruh Biddam Nafdika yaa Aqsa! Dengan nyawa, dengan darah, kami membelamu, Ya Aqsa!

Jika aku sedang merangkak berjuang membantu pembebasan Al Aqsa dengan apapun termasuk jika nyawa pun darah diperlukan, harusnya ketakutan kesalahan dalam penyampaian materi di hadapan rekan-rekan tentu bukanlah masalah besar. Ia hanya masalah kecil yang pasti bisa dihadapi dengan persiapan matang. Akhirnya dengan basmalah dan doa mohon kemudahan urusan nabi Musa, I accepted it.
Aku dan Pengurus FSKI FK Unand 2023

Aku, Sabria, dan Pengurus FBI Asy-Syifa 2023

Selanjutnya, izinkan aku membagikan materi yang aku bawakan hari ini. Materi yang masih banyak kurang dari berbagai sisi, tapi semoga bisa menjadi pengokoh keberpihakan terhadap Palestina yang begitu Allah cintai. Jujur, banyak sekali yang tidak bisa dijelaskan lewat tulisan. Tapi semoga poin-poin dalam powerpoint ini dapat diambil ibrah-nya.


Tuesday, October 10, 2023

Anonymous

Sejak menautkan NGL di bio instagram, jadi lumayan sering dapat anonymous massage, beberapa agak annoying, tapi beberapa lagi sering jadi bahan muhasabah. Untuk temen-temen yang pernah kirim pesan, makasih ya. Aku baca kok. Dan buat temen-temen yang mau kasih nasehat, saran, masukan, atau apapun itu, silakan boleh kirim ke https://ngl.link/kiinanputri yaaa..

Jadi, seringkali anonymous massage ini bikin aku sadar beberapa hal yang sering aku sepelekan. Seperti beberapa hari ini, ada salah satu pesan yang berhasil bikin angguk-angguk dan agak kepikiran : ohya yaa, kapan ya terakhir kali konfirmasi perasaan sendiri? Sebab, berbeda sekali ketika mengonfirmasi, 'semua aman kokkk.. gakpapa kok.. Perasaan aja tu.. Aman' dibanding dengan :


I don't know who you are. But, thanks for knowing me better than my self.
Padahal gapapa kan ya bilang sedang ga baik-baik aja?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nb : Please ngacung yang pernah nangis gara-gara ada yang konfirmasi keadaan kita pas kita lagi sok kuat ngadepin semua masalah di dunia ini. wkwkw. 

Saturday, October 7, 2023

Monday, September 18, 2023

"Kak.. kalau ada yg mau join kelompok kita boleh, kak? Aku pengen ajak temenku kak. Soalnya kalau aku denger sesuatu yg aku suka, aku pengen orang-orang denger juga kak.."

Jadi kepikiran, Surga dipenuhi apa yang kita suka kan ya. Berarti Surga juga ya dek? :")

Friday, September 15, 2023

Sambel Teri Terong


        Pertama kali belajar masak sekitar 4 tahun silam karena kangen masakan mamak dan mulai bosan sama masakan Minang yang kuat banget rasanya. Akhirnya memberanikan diri nembung ke bapak buat beli kompor pake uang tabungan. Masakan pertama waktu itu sayur kangkung sama telur dadar. Inget banget masak 2 itu aja udah riweuh banget. Motong bawang seupil aja ga selesai-selesai wkwk. Akhirnya karena merasa lebih gampang jajan, keinginan masak naik turun.

        Sekitar 3 bulan setelahnya mulai pindah kos ke tempat yang dapurnya lebih nyaman, jadi jauh lebih sering masak. Jadi lebih sering masak menu yang rutin mamak masak dulu. Tapi ada satu masakan yang gak pernah berani aku masak, sambel teri terong. Masakan yang paling aku suka dari seluruh masakan mamak. Aku takut cita rasa yang selama ini aku kenang rusak karena tanganku yang masak telur aja masih gosong.

        Dan hari ini, setelah hampir 4 tahun belajar masak, meskipun dengan cabe yang gak murni buatanku karena setengahnya dari sambel ayam bawang, aku beranikan untuk memasak menu yang hampir selalu ada tiap pekan di rumah dulu. Dan alhamdulillah, ternyata rasanya hampir mirip masakan mamak :") 

        Rasanya bener-bener kayak balik jaman SD dulu. Inget banget pulang sekolah, berkeringat-keringat, rambut dah berantakan, sampai rumah masuk lewat warung. Pas ketemu mamak, mamak langsung bilang, "Mamak masak sambel teri." Kalo versi anime pasti udah auto zoom, mata membesar, badan melayang-layang menuju meja makan. Dan habislah sudah nasi 3 piring sendirian wkwk. Ah, kangen yaaaa. Hangatt banget rasanya, sampe sekarang pun, jam 10 pagi aku udah habis 3 piring setelah masak sebelum subuh tadi wkwk. Wes, rencana diet biar baju wisuda gak kekecilan batal sudah wkwkwk.


        Jadi makin yakin, ibu adalah karir yang paling penting dan mulia. Karir yang tidak bisa digantikan oleh siapapun dengan sempurna. Karir yang balasannya Surga. Sebab meski hanya sesederhana menggoreng telur, jika telur tersebut dibuat dengan cinta dan doa agar energi yang nanti dihasilkan dari telur tersebut dapat menjadi penguat langkah suami dan anak-anak untuk berdakwah, belajar, dan membela agama Allah, maka ia akan menjadi amalan yang luar biasa.

        Bismillah.. Semoga jika nanti Allah beri rezeki dan amanah untuk memiliki anak, semoga kita tetap bisa punya prinsip yang kokoh untuk memberi asupan yang sehat dan enak sebab didalamnya penuh dengan cinta dan doa bahkan pada setiap potongan bawangnya. Cemangat calon ummik2 di dunia inii hihi.

Aku setelah makan sop/sayur bening yang
dibuat mirip sama masakan mamak pas lagi sakit.
Masi sakit dan sedih, tapi ada 'hangat' yang gabisa dijelasin.


Tuesday, September 12, 2023

Membawa Kehangatan Padang ke Negeri Dingin

Alhamdulillah, akhirnya tanggal 9 dan 10 kemarin jadi juga 'pulang kampung' sekaligus rihlah. Tapi di tulisan ini kita mau ngomongin edisi jalan-jalannya aja ya, karena tulisannya akan berbeda dan lebih panjang wkwk. 

Jadi, perjalanan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebagai 'hadiah' menyelesaikan perjalanan panjang persiapan UKMPPD. Setelah berkali-kali rapat, akhirnya Tour de Sumbar menjadi pilihan kami, selain karena tujuan utama adalah pulang kampung untuk meminta doa, restu, dan tentu saja menjag silaturahmi, tentu saja perjalanan ini jauh lebih aman untuk kami ber-10 yang seluruhanya perempuan. Sempat beberapa kali berbeda pendapat sampai sedetik sebelu perjalanan mengenai tujuan. Tapi alhamdulillah all of us are happy! Pada perjalanan kali ini akhirnya berlabuh pada beberapa tujuan : Rumah Amah - Danau Kembar, Alahan Panjang - Rumah Caau - Rumah Sabi - Danau Singkarak - Puncak Lawang - Padang Panjang - Pariaman.

Semoga, lewat perjalanan ini kami semakin mengagumi ciptaan dan takdir-takdir Allah.
Semoga bersama perjalanan ini, lelah dan nikmat perjuangan UKMPPD yang kemarin kami rasakan semakin nikmat dan dapat dikenang dengan semanis-manisnya ingatan.
Dan yang tak kalah penting, semoga perjalanan ini kian menyatukan hati-hati kami dalam ikatan yang jauh lebih erat.

Kiinan dan kabut Puncak Lawang yang diedit dikit biar warnanya
lebih biru. Sejak nonton Petualangan Sherina belasan tahun silam,
jadi suka banget sama hutan dan kabut. Semoga kedepannya dikasih kesempatan
naik ke tempat-tempat tinggi lainnya dengan kondisi menyejukkan lagi yaa! >3<

Kami bersepuluh, saling memeluk, menjaga agar kehangatan
yang sudah dijaga dari Padang tetap terasa meskipun
diantara dinginnya Puncak Lawang. wkwk.

Kami bersepuluh, foto dibelakang si Gadis dengan hp diatas Si Boy.
Makasih ya Boy dan Gadis sudah kuat dan tangguh
membawa kami mengelilingi Sumbar! Jadi selanjutnya kemana?

Foto di depan Masjid Ummi bersama calon ummi-ummi luar biasa.
Btw, ini jadi salah satu masjid yang aku suka. Selain view Danau Kembar
yang menenangkan, kondisinya yang bersih, dan airnya yang sejukkkk sekali begitu kuat
tertanam di memori. Semoga semua pihak yang mengurus dan berkontribusi
terhadap masjid ini mendapatkan amalan jariyah yang tak putus-putus! Aamiin...

Kami dan view Danau Kembar yang akan dirindukan.

Bonus foto ibu-ibu dengan dresscode secara gak sengaja sanga globe sekali,
alias biru-hijau. (Minus Urfa berbaju biru yang gatau kemana wkwk)

Sebenarnya perjalanan ini jauuuuh lebih panjang dari ini. Tapi kalo semua foto diupload, nanti jadinya album wkwk. See u di perjalanan-perjalanan selanjutnya yang semoga muaranya adalah perjalanan menuju Surga-Nya. :")

Thursday, September 7, 2023

Akhirnya satu persatu manusia di rumah ini mulai berkemas. Memilah yang perlu dibawa dan ditinggalkan. Tapi yang pasti, semoga seluruh kenangan manis di dalamnya tetap kekal dan jadi alasan kita kembali bertemu di tempat-tempat menarik selanjutnya, bermuara bersama di Surga-Nya. :")

Wednesday, September 6, 2023

Percaya

Beberapa pekan yang lalu, setelah mengajukan proposal bantuan dana ke Bapak dan Mba karena  kebutuhan akhir kuliah sulit sekali terback up. Akhirnya bapak mengirim uang ke rekening 3x lipat dari yang aku sampaikan. Buru-buru nelpon bapak dan hanya dijawab, "Gak papa, kan udah lama gak dikirimin. Pokoknya kalo masalah pendidikan kabari kalau kurang. Nanti sisanya ditabung ya buat modal usaha." 

Aku tertawa dan bersyukur, "bagusnya usaha apa ya pak?" Bapak menanggapi dengan santai, "Ya kalau jaman sekarang kan Putri yang lebih faham kondisinya. Masa mau ikut-ikut usaha bapak? Nanti gak cocok.." Aku mengangguk meng-iya-kan. Lalu mulai iseng bertanya, "Emang bapak percaya? Nanti Putri pake untuk foya-foya boleh gak? Beli hapeee.. Beli baju wisudaaa.. Beli makanan yang enak-enakk"

Lalu bapak dengan jelas berkata, "Kalau HP bisa jadi modal bergerak, berprestasi, dan meguntungkan, monggo. Beli yang paling bagus sekalian boleh. Kalau buat modal les, ngaji, atau nambah ilmu lainnya pun monggo. Ilmu memang mahal kan? Tapi kalau baju wisuda dan makanan kan itu cuma sementara. Enak boleh, tapi targetnya kan kenyang dan sehat? Bapak percaya sama Putri."

Ya, bahasa cinta itu begitu banyak bentuknya. Memang tak seluruhnya akan terasa tepat untuk kita, tapi percayalah seluruhnya benar nyata. Beberapa akan menyampaikan cinta lewat kata krtika sebagian lain akan menunjukkannya lewat percaya.

Meski hingga kini tak semua gelas cinta kita terasa penuh, semoga kita bisa memenuhi gelas-gelas cinta orangtua dan anak-anak kita ya..

Monday, September 4, 2023

Merawat Sumber Ilmu

Namanya Bu Elizabet, beliau dosen preklinik kami. Dulu beliau mengampu mata kuliah biologi. Orangnya tegas dan baik. Beliau salah satu tetangga kontrakan kami yang begitu rajin ke Masjid. Akhir-akhir ini setiap selesai sholat beliau sering mengeluhkan kakinya yang mulai membengkak, "Menurut Kiinan, kenapa ya kaki ibu bengkak-bengkak? Coba periksa Nak.." Aku ragu-ragu mencoba memeriksa kaki beliau. Salah satu hal terberat adalah memeriksa kondisi guru sendiri, orang yang sudah rutin memberikan ilmu. Beban secara keilmuan yang sering membuat pertanyaan besar di kepala, "Apakah aku sudah pantas mengobati guru-guruku sendiri? Apakah beliau benar-benar percaya dengan ilmu yang masih setetes ini?" Rasanya seperti menghadapi ujian OSCE, lebih mendebarkan karena pasiennya benar-benar beliau.

"Bu.. kayaknya kaki ibu bengkak karena ibu sudah lama kurang aktivitas karena fraktur kemarin bu.. Coba tinggikan kaki dulu, bu.. Ibu ada penyakit komorbid, bu?"

Beliau mengangguk, "Ibu rutin minum Amlodipin, Kiinan."

"Ibu mau coba periksa ke spesialis bu? Kiinan takut salah buu..", kataku sambil tertawa. Takut sekali salah mendiagnosis dan memberi saran kepada salah satu orang yang sudah mentransfer ilmunya ke makhluk remeh temeh ini.

"Iyaa. ibu mau coba ke onkologi dulu karna ada bagian yang kerasa kayak tumor ini."

"Ohya bu, boleh buu.. coba saja dulu ya buu. Semoga aman ya bu.. Sementara ibu jangan banyak kegiatan dulu, bu.. Dikurangi dulu minum airnya ya bu biar berkurang bengkaknya dan kerja jantung dllnya tidak berat."

Ya.. selain beberapa faktor risiko tadi, bengkak di kaki beliau salah satunya kucurigai ke arah pembesaran jantung, terlebih karena akhir-akhir ini beliau ada mengeluhkan sesak ketika beraktivitas juga, tetapi sebagai anak kecil yang takut sekali menambah fikiran dan salah mendiagnosis gurunya, aku hanya bisa mengedukasi sebisaku. Mencari bahasa yang paling ahsan. Berharap kecurigaan itu tidak keluar dari mulutku :")

Hari ini, setelah shalat sunnah rawatib, beliau memanggilku, "Kiinan... ibu tadi sudah jadi ke Onkologi, kata beliau, beliau curiga sakit jantung. Edukasinya sama dengan yang Kiinan sampaikan. Kamis ibu kontrol ke jantung."

Aku memegang tangan beliau, "Ibuu jangan capek-capek ya buu. Semoga nggak beneran sakit jantung ya bu. Ibu sehat-sehat yaa."

Ah kadang aku bingung, bagaimana ya caranya profesional pada sumber-sumber ilmu? Meskipun sebenarnya akupun sudah tahu jawabannya, cara paling hebat adalah belajar untuk terus menambah ilmu. Memberikan kepercayaan dan rasa nyaman agar ilmu yang tak seberapa ini dapat memberi manfaat bagi guru-guru tercinta.

Mohon bantuan doanya semoga beliau sehat-sehat yaaa.

Bu Wir

Akhir-akhir ini alhamdulillah diberi waktu lapang, setelah ngobrol sama tetangga-tetangga kontrakan, akhirnya merasa semangat akhir-akhir ini memang benar-benar duniaa banget.  Jadi tetangga samping kanan kami namanya Bu Wir, awalnya aku panggil Nenek, tetapi beliau lebih suka dipanggil ibu karena rasanya 80 tahun baginya masih 'muda' wkwk. Alhamdulillah she looks healthy.

Awal akrab sama beliau sejak Ramadhan tahun lalu, beliau salah satu dari belasan ibu-ibu yang rutin sholat dan tilawah di Masjid kami. Sejauh ini, nampaknya  beliau adalah jamaah tertua di masjid kami. Dengan tubuhnya yang sudah kifosis, semangatnya luar biasa sekali untuk tetap menuntut ilmu, selain rutin berjamaah dan tilawah di masjid, beliau juga rajin mengikuti kelas tahsin 2 x per pekan. Bahkan beliau ikut kegiatan rihlah ke luar kota. "Ya kalau ibu kan udah tua ya nak, tinggal ke masjid aja lagii. Kalau masih muda kayak Kiinan mah banyak aktivitasnya." Aku tertawa, "Lahh.. masa tenaga kinan kalah sama ibu, buu.. Kiinan gamau kalah lah sama ibu. Masa ibu di masjid kiinan jamaahnya di rumah terus wkwk." Beliau tertawa renyah, "Abis Kiinan ujian kita rutinkan sholat di masjid sama-sama ya Kiinan.." Ah.. teduh sekali. 

Alhasil, beberapa hari terakhir, beliau yang paling semangat menyebarkan ke semua jamaah, "Ini namanya Kiinan, anak kos sebelah rumah ibuk. Anak kedokteran." Aku hanya tersenyum, ikut menyapa sambil menghafal nama ibu-ibu disana. Beliau juga yang paling keras bilang ke ibu-ibu yang belum mengenaliku, "Kiinan ni ada kok ke masjid sebelum inii.. Udah berapa Ramadan ini, tapi pas masih kuliah jarang dan cuma sebentar-sebentar aja." wkwk. Sayang banget kan yaa? Belum lagi setiap selesai sholat, beliau akan mengenalkan dan mengulang nama ibu-ibu disana satu persatu, "Yang itu ibunya dulu perawat di M. Djamil, nah yang itu anaknya 2 di kedokteran, kalo yang itu orang Palembang. Siapa tau nanti Kinan prakteknya di Padang, tetap jadi tetangga ibu ya." Rasanya pengen aku peluk sambil cubit-cubit saking gemasnya, tapi ya gak sopan ya bun? wkwk. Jazakillah khairan katsiran ibuu..

Apalagi malam ini, dibawah hujan yang mulai deras, selesai sholat sunnah beliau langsung memanggil namaku, "Kinan mau ngaji dulu apa pulang sama ibuu? ibu bawa payung..." Tentu saja, setelah mendengar hujan yang prognosisnya akan malam, maka aku memutuskan untuk ikut Bu Wir, berduaan di bawah payung beliau. Sesekali tertawa sambil berlari kecil.

Mohon bantu doakan beliau agar selalu diberi kesehatan, kelapangan, dan kelak akan kembali ke Surga-Nya. Beliau lembut sekali, sabar, tenang. Terimakasih ya bu, doakan cucumu yang nakal ini, semoga bisa dewasa, beradab, dan bersemangat seperti ibu. :")

With love,
Tetangga yang sudah dan akan sering merepotkan ibu, tapi suka sekali ke masjid dan jalan pagi keliling komplek sama ibu.
Kiinan.

Saturday, September 2, 2023

Approved

Beberapa hari ini, kegiatan akademik benar-benar 'nol'. Les yang sudah direncanakan belum mulai. Alhasil hanya berkutat pada agenda rutin dan menjadi research assistant dari dua dosen dan satu residen. Begitu banyak waktu kosong yang takuttt banget malah keisi sama hal-hal sia-sia :")

Setelah ngobrol sama Anggi R yang banyak idenya wkwk. Akhirnya aku ikut-ikutan Anggi daftar shutterstock. Jadi inget dulu waktu SMP pengen juga tapi gajadi-jadi padahal Ani udah sering ngajakin wkwk. Setelah daftar, aku langsung mengupload beberapa hasil kamera Samsung A50ku. Sehari dua hari berlalu, akhirnya di hari ke 3 satu gambar ditolak. Agak sedih, tapi masih ada belasan foto lain yang belum di review. Akhirnya 'nitip' ke Allah, " Ya Allahh.. aku mau coba jualan gambar aja Ya Allah. Daripada hobi moto ini cuma mengendap di hp, siapa tau bisa bermanfaat buat orang-orang yang lagi butuh. Meskipun kwalitasnya biasa saja, siapa tau ada beberapa foto yang bisa dipake perusahaan-perusahaan diluar dan bermanfaat."

Akhirnya 2 hari setelah penolakan itu, 16 foto lainnya diapprove. Ya, dari 1 gambar yang di tolak, 16 lainnya diterima. Meskipun belum laku wkwk. Tapi alhamdulillah, I'm so happy. Selamat bertualang di shutterstock anak-anakku..

Peristiwa ditolak dan diterima ini sebenarnya hal yang sudah jadi peristiwa rutin dalam hidup kita. Sering kali kita kecewa pada penolakan, padahal banyak juga penerimaan yang tak jarang akan membawa kita ke perjalanan panjang yang begitu penuh perjuangan.

Dan kemarin, Allah menunjukkan satu ketentuan besar lagi. 'Penerimaan' dari Allah yang betul-betul tak ada daya dan upaya selain memang Allah langsung yang memilih. Perjalanan panjang yang tak nampak ujungnya, perjalnan panjang yang katanya akan jauh lebih berat dari tahap-tahap sebelumnya, perjalanan panjang yang berkali-kali menimbulkan tanya, "Apakah aku cukup pantas memberikan kontribusiku yang lemah ini?"

Pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya akan selalu berhenti pada muara yang sama, "Ya, Allah yang memilih, Allah yang merasa kita pantas atau kalaupun kita memang tidak pantas, maka Allah dengan kasih sayang-Nya lah yang akan membantu dan menemani kita dalam perjalanan memantaskan diri."

Yang diterima belum tentu lebih baik dari yang tertolak, tapi pilihan-Nya pasti ketentuan yang terbaik.

Perjalanan cinta ini akan lebih panjang dan meminta segalanya. Tapi, segala cinta yang jalan ini minta pasti tak akan pernah bisa melebihi besarnya cinta dari-Nya.

Padang, 1 September 2023
Dari salah satu ruangan di lantai dua
Dengan hati yang bertanya-tanya
Mari kita mulai perjalanan-perjalanan selanjutnya

Thursday, August 31, 2023

Jatuh Hati

Dua hari yang lalu, setelah agenda rutin, seorang binaan mengeluhkan rekan kerjanya dan sampailah pada kesimpulan, "Bagaimana ya kak? Kayaknya kinerja si A menurun karena VMJ alias Virus Merah Jambu."
Ya, masalah yang selalu berulang. Kestatisan hingga kemunduran akan mulai terasa apabila terjadi dua hal, amalan yaumi yang berantakan dan kondisi hati yang mulai diisi selain Dia sebelum waktunya.

Kenapa ya orang-orang bahagia betul jatuh hati sebelum waktunya?
Bukankah ia begitu mengerikan?

Membabat habis waktu yang seharusnya bisa dipenuhi produktivitas dan karya.
Mengambil alih konsentrasi hingga terbuai berhari-hari hingga bertahun-tahun.
Dan yang paling mengerikan adalah ia menarik paksa tempat yang sebelumnya telah susah payah kita jaga agar tetap dipenuhi oleh nama-Nya.

Bukankan ia begitu mengerikan?
Ia tak menambah tabungan amal yang susah payah kau usahakan satu persatu.
Tapi malah merenggut ketauhidan dan mencondongkan hati pada hal yang mendekatinya saja sudah dilarang oleh-Nya.

Kata seorang sahabat, jatuh hati, cinta, suka, atau apapun padanan katanya hanyalah soal kata kerja. Seperti seluruh kata kerja, ia pasti bisa dikontrol oleh pikiran dan hati kita. Meski berat dan butuh waktu, debar, binar, dan jingganya pasti bisa kita atur.

Friday, August 25, 2023

Sunday, August 20, 2023

Beberapa jam menuju MCQ UKMPPD, mencoba mereview dan memasukkan apa yang bisa dimasukkan ke dalam otak sambil terharu berkali-kali sebab begitu banyak doa manis yang menguatkan dari manusia-manusia baik yang semoga selalu dalam lindungan Allah.

Insya Allah, we can do it.

Bismillahirrahmanirrahim..

Spread His love




Sebab akhirnya, dakwah terbaik bukan yg membuat banyak orang menyukai kita. Tapi tentang bagaimana orang lain akan lebih mengetahui cinta-Nya dan mencintai-Nya.

Saturday, August 19, 2023

Cukup Satu

Selasa lalu, setelah Isya tiba-tiba mellow. Semalaman cemas dan kepikiran karena sorenya terakhir bimbingan dari kampus, artinya setelah itu kita akan dilepas di alam bebas. Menghadapi ujian kompetensi dan kehidupan sesungguhnya. Ditengah teman-teman yang persiapannya lebih lama, lebih matang, dan enjoy belajar dalam tim, ngerasa minder banget sampai belajar sambil sesak. Merasa gak siap, takut tertinggal, dan gak kompeten jadi dokter.

Aku yang selalu meyakinkan diri bahwa dokter adalah alat yang kuat untuk dakwah, alat yang tajam untuk melepaskan tali-tali morbiditas dan mortalitas atas izin Allah, aku yang selalu optimis tiba-tiba merasa tak pantas. Takut sekali di hari terakhir mendapat bimbingan tetapi ternyata ilmuku belum cukup kokoh menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menolong orang lain.

Pukul 02.00 dini hari, ketika seluruh manusia di rumah mulai lelap. Keheningan yang akhirnya membuat semakin 'sesak'.
Akhirnya aku letakkan leptop di ujung kasur, menatap lekat-lekat langit kamar. Rasanya ingin sekali menyerah, tapi tak mungkin. Sebab sudah 6 tahun sejak perjuangan itu dimulai, apakah rela menyerah hanya karena itu?

Akhirnya dalam segala kecemasan, aku memilih membuka Al-Quran di handphone, lalu membaca ulang terjemahan dari target tilawah hari itu : Juz 26.

Di awal juz langsung masuk ke surah Al-Ahqaf. Allah kokohkan kepercayaan dengan 3 ayat yang manis sekali :
 Allah tegaskan, Allah langsung yang menciptakan kitab ini, selanjutnya Allah tidak menciptakan apa yang ada di langit dan bumi dan diantara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dalam waktu yang ditentukan. Deg. Akhirnya buncah sudah, pecah ruah. 

Selanjutnya dengan segala patah hati yang terasa sebab seakan lupa bahwa kita ini hanya miliknya, aku berhenti dan berulang-ulang di ayat ke 13 dan 14.


Aallaah..

Kenapa aku pusing, kenapa aku cemas, kenapa aku sedih, kenapa aku khawatir? Sedangkan kita tahu, "Tuhan kami adalah Allah,"

Dan orang-orang yang yakin penuh dengan Allah, maka cara yang mereka pilih jelas, 'istiqomah'.

Tak hanya janji untuk menghilangkan khwatir dan sedih, tapi Allah langsung jamin mereka akan menjadi penghuni surga dan kekal di dalamnya.

Selanjutnya dengan sangat luar biasanya, di hari Rabu, dari akun youtube Temani, Teh Qoonit dan teh Nabila menotice ayat yang benar-benar sama. Podcast yang bagian penutupnya aku ulang sampai 3x dalam beberapa hari ini. Dengan penyampaian Teh Qoonit yang meneduhkan, beliau menambahkan ayat dengan bunyi senada : Q.S Fussilat : 30

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ุงِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู‚َุง ู„ُูˆْุง ุฑَุจُّู†َุง ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุซُู…َّ ุงุณْุชَู‚َุง ู…ُูˆْุง ุชَุชَู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْู…َู„ٰุٓฆِูƒَุฉُ ุงَ ู„َّุง ุชَุฎَุง ูُูˆْุง ูˆَู„َุง ุชَุญْุฒَู†ُูˆْุง ูˆَุงَ ุจْุดِุฑُูˆْุง ุจِุง ู„ْุฌَู€ู†َّุฉِ ุงู„َّุชِูŠْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُูˆْุนَุฏُูˆْู†َ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."

Jadi, apa lagi yang perlu dikhawatirkan?

Friday, August 18, 2023

Menuju 6 bulan gak ada lagi kewajiban akademis sambil menunggu iship. Akhirnya beli buku lagi setelah 5 bulan gak beli buku.๐Ÿคง Alhamdulillah ya bun, rezekinya barengan sama 17an, jadi banyak promo buku๐Ÿ‘๐Ÿคง

Tunggu tulisan-tulisan baru aku setelah baca buku baru yaa๐Ÿ˜‹ hehe.
Sambil nunggu bukunya sampe, kita kembali membaca bahan UKMPPD duluu๐Ÿ™๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ

Thursday, August 17, 2023

Harga Keberkahan Ilmu

Sejak sekitar 3 bulan yang lalu, aku benar-benar galau perkara sumber belajar halal. Sebenarnya permasalahan ini harusnya sudah tuntas, tapi ditengah persiapan UKMPPD, berseliweran begitu banyak bahan dan pembahasan soal yang beredar. Ada yang sumbernya dengan jelas memperbolehkan distribusinya, hingga yang mengecam hingga passwordnya pun mengerikan : DosaMembajakSebelumUjian. jleb.... Benar, pemilik soal yang sudah membayar barangkali sudah ridho, tetapi bagaimana jika pemilik bimbel tetap berat hati?

Dan hari ini, akhirnya aku putuskan untuk menuliskannya, bukan karena ilmuku yang sudah mantap sebab akupun bukan fuqaha, tetapi semoga tulisan ini bisa menjadi pembuka nasihat dari teman-teman yang lebih faham dan menjadi media pengungkapan keraguan sebab bingung ingin bercerita pada siapa. Bismillah..

Benar-benar dilematika yang berulang sejak awal kuliah. Kebutuhan akan bahan bacaan membuat garis abu-abu yang makin jelas. Setelah bertanya ke beberapa ustadz/ah dan membaca dari beberapa buku fiqh, sebagian mengizinkan sedangkan sebagian lagi dengan tegas mengharamkan. Dan aku... bahkan sampai sekarang ada beberapa bahan, baik e-book ataupun video pembahasan yang dengan sengaja masih tersebar dari tanganku. Kenapa sih rasanya sulit sekali lepas dari lingkaran ini? Ternyata ketidaktegasanku berakumulasi dengan rasa FOMO atau Fear Of Missing Out, takut tertinggal dari yang lain jika tak ikut juga membahas itu. Bahkan, diawal kuliah aku sempat pula bisnis menjajakan buku-buku bajakan, tentu sangat menarik sebab harganya bisa <30% dari harga aslinya. Astaghfirullah.. :")

Jadi timbul sebuah pertanyaan besar, "Apakah sebenarnya aku sudah memiliki niat yang kuat di hati untuk berikhtiar mencari sumber ilmu yang halal?" dan "Apakah aku pernah sudah benar-benar meninggalkan sesuatu yang Rasulullah ajarkan untuk menghindari sesuatu yang abu-abu, atau kita sebut sebagai syubhat?", hingga bermuaralah pada puncak pertanyaan, "Apakah ilmu yang selama ini aku pelajari berkah?"

Rasanya tidak adil, ketika kita sangat berhati-hati untuk memastikan segala makanan yang masuk ke pencernaan kita tetap halal sedangkan kita terus memberi makan otak kita dengan sesuatu yang kita sendiri pun ragu kehalalannya.

Ditengah resah dan rasa tidak nyaman, terlebih soal-soal tersebut yang sedang sering dibahas di kelompok belajar. Akhirnya mengkhususkan doa, bercerita berdasarkan keilmuanNya sebab saat itu rasanya begitu berat jika harus membeli sendiri paket soal yang sampai berjuta-juta rupiah. Dan... Ya, selalu, Allah Maha Pendengar. Sekitar 2 bulan sebelum ujian, seorang senior baik hati di Puskesmas tempatku belajar dengan sangat baik mengizinkan aku mengakses begitu banyak soal dari akun berbayarnya. Masya Allah.. Meskipun berkali-kali isu Pengen nangis saat itu juga sebab begitu manis dan baiknya Allah dalam menenangkan segala gelisah yang aku rasakan.

Sejak kejadian itu aku jadi berulang kali berfikir, kenapa sih kita khawatir dan gamang untuk menghindari apa yang syubhat? Jika kita ragu, hindarilah. Tugas kita sederhana : meminta petunjuk dari Dia berdasarkan keilmuan-Nya. Jika kita merasa tak mampu untuk mencari kehalalan ilmu sebab mahalnya harga yang ahrus dibayar, apakah kita lupa bahwa kita adalah makhluk dari Pemilik Yang Maha Kaya?

Ohya sebenarnya dalam perjalanan menuntut ilmu ini, ada beberapa nama teman dan kakak tingkat yang sudah kokoh dan berhati-hati dalam menghindari ke-syubhat-an ini. Dan alhamdulillah.. Meskipun tak selalu menjadi yang 'ter' dalam hasil berupa angka, tapi dari pemahaman keilmuan yang nampak, mereka tampak baik-baik saja.

Ya, demikianlah kebisingan yang akhirnya aku suarakan lewat tulisan. Bahkan sampai sekarang aku masih sering ragu untuk menyampaikan lewat lisan segala keraguan ini. Padahal sudah jelas :

Haram is haram, even if everyone is doing it.
Halal is halal, even if you are the only one who is doing it.

Bismillah...
Semoga Allah kokohkan tekad kita dan makmurkan finansial kita sehingga kita bisa mencari sumber-sumber ilmu yang Allah berkahi. Aamiin..

Padang, 3 hari menuju MCQ UKMPPD
Rizki Nanda Putri
Entah sejak kapan, aku begitu ingin menghabiskan waktu lebih lama di kota ini. 
Sekedar untuk menikmati sejuk yang hanya ada di pagi hari pada bulan Agustus - Januari, mengelilingi kota kecil dengan masjid-masjid megah nan ramai, atau menikmati ramen hangat dengan potongan ayam katsu yang selalu aku rindukan.
Lebih dari itu, aku ingin lebih lama berdiri, membantu sebisaku untuk mengisi apa yang bisa kita warnai.
Meskipun aku tak pernah tau, apakah kota ini akan tetap sama ketika satu persatu manusia di dalamnya tak lagi sama. 

Semoga kelak, dimanapun amanah dan ridho-Nya membawa kaki ini melangkah, kita tetap kokoh berdiri untuk membela apa yang Dia cinta.

Wednesday, August 16, 2023

Word of Affirmation


Love language.
Sejak beberapa tahun terakhir, kita begitu akrab dengan bahasa cinta. Tentang bagaimana kita paling nyaman untuk mengekspresikan cinta hingga menikmati cinta. Ternyata, bahasa cinta itu tidak saklek, seperti semua klasifikasi yang ada di dunia, bahasa cinta pun tak pernah seutuhnya satu. Sebab kita tak hanya hitam ataupun putih, kita adalah abu-abu.

Selamat menebar cinta dengan berbagai bahasa!
Hingga semua orang tau bahwa tak ada yang lebih indah selain cinta dariNya.

- dari aku yang bahasa cinta utamanya quality time dan lagi suka word of affirmation biar se-galaksi tau kalo aku bahagia ketemu sama kalian di dunia ๐Ÿ˜‹

Tuesday, August 15, 2023

Dear, Nan...

Dear, Nan..
Ditengah banyaknya rekan perjalanan yang mulai gugur perlahan dari perjalanan ini, bagaimana kita bisa membiarkan lintasan fikiran untuk meninggalkan jalan dakwah yang sudah membina kita sejauh ini tanpa meminta apapun selain mengokohkan kita untuk berjuang dan berharap hanya kepada-Nya?

Dear, Nan..
Jangan pernah meninggalkan dakwah karena alasan apapun, bawalah ia dalam setiap langkah perjalanan yang kita pilih.

Dear, Nan..
Sebagaimana Al-Qur'an dan pesan cinta dari Rasulullah mengubah diri sahabiyah dahulu, seperti itu jugalah Al-Qur'an dan pesan cinta dari Rasulullah akan merubah diri kita.

Saturday, August 12, 2023

Dua Puluh Empat

Alhamdulillah Allah beri kesempatan memasuki tahun ke 24 dalam kehidupan.
Meski sudah sepakat untuk tidak merayakan, tapi izinkan momen ini menjadi tonggak penanda untuk memulai dan melewati target-target baru lagi. Memulai perjalanan menuju seperempat abad dan segala pernak-perniknya yang masya Allah.

Dalam perjalanan usia yang semakin memendek ini, syukur penuh bahwa Allah sudah memberikan begitu banyak nikmat. Tentu saja nikmat iman dan islam yang begitu indah.

Hari ini, memulai hari dengan diberi kesempatan Allah untuk dibersamai dan membersamai dakwah. Alhamdulillah. Bagai oasis ditengah panasnya persiapan H-9 UKMPPD, materi-materi luarbiasa itu benar-benar berhasil melembutkan dan menyadarkan ulang : kita tak pernah sendirian. Kita sedang berjamaah. Jadilah diri dan jamaah yang kokoh demi kebaikan berkelanjutan. 

Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Mari kita hadapi tahun yg sepertinya akan seru ini! Milk Cheers๐Ÿฅ›๐Ÿฅ› wkwk

Wednesday, August 9, 2023

Pernah gak sih kepikiran karena ada orang yang menyimpulkan tanpa tabayyun?

Terlebih sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal pribadi seperti background keluarga, penyakit, pekerjaan, dan masalah-masalah lain.

Kadang pengen banget klarifikasi, tapi ya untuk apa? Apasih pentingnya penilaian manusia? Yang penting Allah tau alasan dan semangat kita hidup seperti apa. :")

Sunday, August 6, 2023


Cuma mau bilang makasih ke Bapak dan Mamak yang sudah selalu ada dan menjadi rumah yang selalu menanti kepulanganku. :")
We love you..

Wednesday, August 2, 2023

Progress..

5 tahun terakhir banyak banget yang terjadi. Hari-hari yang terasa begitu menggoncangkan otolith hingga keluhan vertigo dan mual muntah begitu sering terjadi. Tapi alhamdulillah banget, goncangan-goncangan itu akhirnya begitu kuat menciptakan akselerasi dalam diri. Terutama tentang kedewasaan dan tanggung jawab. Meskipun masih banyak bolong sana-sini, semoga setiap langkah berhasil ditemukan alasannya hingga diri paham betul alasan untuk bertahan dan terus berjalan.

Kalau dipikir ulang sekarang, Kinan hingga 5 tahun yang lalu bener-bener menyedihkan banget. :") Sejak mamak sering sakit dan mulai dibantu 'mbak', pekerjaan rumah benar-benar tanggung jawab mbak. Bungsu yang tinggal sendiri di rumah ini jadi sosok yang manja banget, pokoknya menyedihkan lah yaa.. Semua hal diurusin orang lain, bener-bener bergantung banget sama orang sekitar. Bahkan inget banget, bulan-bulan pertama ngekos, jangankan masak lauk atau sayur, kita masih belajar masak nasi :") masih berulang kali gagal masak nasi. Kelembekan, kekerasan, lupa nyetekin nasi, salah beli beras, hingga akhirnya lebih sering memilih jajan diluar. Pengeluaran membengkak, yang dibeli gak sehat. Kacau banget :") Jadi faham kenapa sampai sekarang bapak masih sering khawatir hehe. Emang bocilnya semengkhawatirkan itu. :)

Belum lagi urusan domestik lain, kayak nyuci baju, nyetrika, beresin kamar, sampai hal remeh temeh kayak menentukan mau makan apa. Semua serba kacau, sampe pernah nelpon bapak, kepikiran gimana kalo ngajak mbak buat bantu selama ngekos hahaha. :"D Ya Allah bocil... kayak gitu dulu mau nikah umur 21 :) Belum lagi ditambah problematika remaja ditinggal mamak, belum punya bestie, bapak mau nikah lagi, ditinggal mantan, adaptasi di kota baru, adaptasi masuk FK, dan printilan-printilan lainnya. Sumpah sangat-sangat menyedihkan. (meskipun yaaa... sampe sekarang juga masih sangat menyedihkan wkwk) Mengkhawatirkan dan sulit dipercaya banget haha :")

Sampai akhirnya di semester 2 tahun pertama, aku memutuskan untuk gak sedih-sedih lagi. Bener-bener chat murobbi dari jaman SMP sampai murobbi baru di kampus. Curhat ke mbak dan bulik. Bener-bener cerita dan cari masukan dari banyak banget orang. Minta nasihat, dicarikan temen, lingkungan yang baik, dan tentu saja minta surat transfer buat liqo lagi karena surat transfer jaman maba macet dan males ngurus :). Inget banget seberapa bingungnya dulu buat mulai perbaiki kekacauan dari mana. Semua rusak dan kacau. Sampai akhirnya hubungan sama keluarga jadi lebih baik setelah sempat perang dingin sejak mamak nggak ada dan dapat kelompok liqo baru. Alhamdulillah.. Bener-bener kerasa banget, Allah yang nyusunin puzzle berantakan di kehidupanku.

Dari lingkaran itu, akhirnya ketemu sama lingkaran yang lebih besar lagi. Dari yang sebelumnya gak ngehargai diri sendiri, akhirnya mulai belajar mengenali diri sendiri lagi. Dari yang nangis gara-gara baca buku teenlit, akhirnya nangis karena kasih sayang Allah. Dari yang sebelumnya sibuk sama masalah remeh temeh, akhirnya Allah berikan kesempatan untuk mulai bermanfaat untuk orang lain. Proses yang kalau bukan Allah yang ngatur, bener-bener gak kebayang endingnya. Gak kebayang arus mana yang bakalan diikuti.

Sejak hari itu, aku begitu mencintai proses, menghargai perjalanan hidup orang lain, dan tentu saja jadi lebih bersyukur karena pemilikku hanya Ia Yang Maha Esa. Perjalanan ini akan jauhhh lebih berat jika dihadapi sendiri, but I'm so glad cause U're by my side.

Sekarang, masakanku kadang masih keasinan, kadang masih terlalu anyep juga, tapi udah lumayan cukuplah untuk menjamin kebutuhan nutrisimu. hilih wkwk. Sekarang, aku masih berantakan juga. Belum kokoh. Butuh banyak ilmu dan tempahan lagi. Karenanya aku benar-benar berharap tetap Allah libatkan di jalan kebaikan. Hingga aku tau untuk apa aku tetap bertahan dan berjuang menjadi sebaik-baik diri. Hingga aku tau kasih sayang Allah jauh lebih besar lagi. Hingga kebermanfaatan dan cinta Allah tak hanya ku rasakan sendiri, tapi berhak dicicipi oleh semua orang dimuka bumi.

Yaa.. setiap progress akan memakan waktu yang panjang. Sampai mati. Tapi, satu-satunya yang harus kita ingat, Allah tak menilai hasil kita, Allah akan menilai dan selalu menemani proses kita. Berlarilah kepada Allah. Bekerjalah untuk Allah. Maka, Allah akan memfasilitasinya.


Saturday, July 29, 2023

Welcome Back To Indonesia, gantenggg wkwk



Bismillahh.. Izin pake fotonya ya Apria cantik nan sholehah..
Sebelum masuk ke cerita tentang bapak, perkenalkan saudariku, Apria, mbak-mbak sholehah yang selalu berusaha jagain aku yang nakal banget selama SMA wkwk. Makasi ya yak, gapernah bosen buat dakwah fadiyah ke aku meskipun selama SMA akunya ngeyel mulu, makasih udah sering melibatkan aku di ruang-ruang dakwah yang selalu aku rindukan. Semoga Allah jaga kita, pun kita tetap menggigit ukhuwah dan semangat ini dengan gigi geraham. Semoga nanti kalau memang Allah arahkan langkahku bertahan di Musi Rawas, kita bisa sama-sama saling menguatkan. Dan sebagaimana Allah pertemukan kita di dunia, Allah himpun juga kita di akhirat kelak. Aamiin..

Jadi siang tadi, ditengah makan bihun pedes bikinanku, apria tiba-tiba ngirim foto ini dengan detail, "Adakah yg rindu dengan bapak ini ๐Ÿฅฐ?". Jyujyur langsung berenti makan, bener-bener langsung nelpon bapak. Alhamdulillah bapak sudah sampai Palembang dengan wajah cerah, merona, bahagia. Rona wajah yang rasanya udah lamaaaa banget gak aku lihat. :") pengen tiba-tiba terbang dan peluk bapakk...

I'm so happy. Sebulan sudah nggak videocall bapak karena bapak selalu berpesan, "Bapak nanti ga isi kuota dulu ya selama haji, biar bapak fokus ibadahnya." Alhasil aku dan mbak-mbak nelpon dan mencuri kabar dari sahabat-sahabat bapak yang juga ikut haji bersama beliau. Sebulan sudah, waktu yang lamaaa sekali. Menitipkan doa di malam-malam panjang kami, semoga Allah jaga beliau, Allah kuatkan beliau, Allah jadikan ibadah beliau mabrur, Allah peluk dan lunakkan hati beliau, Allah jauhkan beliau dari segala kesulitan, Allah mudahkan langkah-langkah beliau, dan... Allah ampuni serta terima semua ibadah dan doa-doa beliau. 

Dan hari ini, alhamdulillah bapak balik ke Palembang. Dengan semangat dan 'nyawa' baru yang selalu kami rindukan. Ketegasan sekaligus kelemahlembutan yang selalu kami tunggu-tunggu. Selamat datang kembali ke kota yang sama-sama kita cintai, Bapak. We love you!

Btw bapak harusnya munduran dikiiiitt, aja.. Soalnya gantengnya kelewataann~~

Friday, July 28, 2023

Broken Heart Syndrome

Ditengah bahas-bahas soal hari ini, tetiba Najdah nemu 'broken heart syndrome' wkwk. Baru tau kalo ternyata perasaan lemah, kosong, gak nyaman di jantung kita setelah adanya stress emotional itu bisa jadi karena adanya kardiomiopati.

Ohya, kami juga nemuin jembatan keledai yang lucuk : setelah putus cinta takut sobok (bahasa minang takut ketemu ) --> jadi post putus cinta (dan stress emotional lain) bisa jadi kardiomiopati takotsubo

Sekian review penemuan penyakit baru hari iniii.... wkwk

Ibrah dari gangguan ini : rasa gak nyaman itu emang sering datang mendadak tapi gak akan lama kok, cuma sementara. Just keep moving up!

Thursday, July 27, 2023

Kok bisa?

Dua hari lalu, disudut kamar yang sudah gelap kami berdiskusi. 
Mencela kecewa pada band barat yang begitu percaya diri mencela Tuhan yang katanya kami cintai, tak lupa begitu bangga menyuarakan pelangi di tanah tetangga dengan jumlah muslim tertinggi. Bukan tolakan, malah sorak sorai penonton tampak sepakat menyetujui dan kecewa konser harus berhenti.

Aku tertegun, berhenti demi memahami kondisi, "Kok bisa?"
Aku mengucap tanya yang percuma. Seolah lupa pada pendahulu yang militansi memusuhi Islamnya jauh lebih kuat.

Jika pergerakan mereka begitu serius dan terorganisir, lantas mengapa kita masih sibuk juga dengan problematika diri? Tutup mata pada kenyataan dari berbagai sisi. Malu terlihat kokoh membela apa yang Ia cintai.

Dan parahnya..
Terkadang kita menarik diri ketika tangan-tangan mengajak kita bergerak, pun kita tutup telinga ketika seruan pembelaan memanggil. Hingga panggilan itu semakin lirih dan tak ada lagi.

Kita merasa tenang di sudut kamar gelap ini.
Sedang diluar ada ia yang terkoyak bersimbah darah membela apa yang Tuhan cintai.
Meski ia tahu, Tuhan tak pernah butuh.
Tapi ia tetap berjuang dengan kepercayaan penuh.

Wednesday, July 26, 2023

"Ohya, saya mohon maaf kalau ada salah-salah ya. Sepertinya ini terakhir saya ngajar kalian ya. Seandainya masih ada yang diragukan, silakan buat janji diskusi dengan saya ya." -dr. Rini Gusya Liza, Bimbingan CBT UKMPPD

Tiba-tiba sedih. Benar juga ya. Tak terasa, setelah 6 tahun membersamai, ternyata sudah banyak dosen-dosen baik hati yang mayoritas tidak akan ditemukan lagi di forum-forum ilmiah lain. Semoga ilmu dan bimbingan bapak dan ibu menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan menjadi amalan jariyah yang tak putus-putus bagi bapak-ibu sekalian. <3

Tuesday, July 25, 2023

Kompilasi Kerecehan Grup UKMPPD Agustus 2023๐Ÿ’• (Akan terus diapdet sampe Sumdok)



Hai gaiss.. wkwkwk.
Jadi hari ini aku bakalan share ke-random-an member UKMPPD Agustus 2023 yang bikin betah banget nungguin info apapun dari grup ini wkwk. Kocak-kocak banget herannnn. Hari-hari menuju UKMPPD jadi seruuuu... Alhamdulillah....

Mari kita mulaiiiii.....


1. Rafif si Pencetus

Jadi awalnya kerecehan ini berawal dari Rafif yang ngide ngumumin bimbingan pake broadcast ala bimbel-bimbel. Dan sambutan dari warga grup sangat menyenangkannn....

Ruang Menyusui Pasar Nanggalo

Akhir pekan lalu, dalam perjalanan agenda rutin sejak lebih 2 tahun terakhir, aku baru menyadari satu hal : Pasar Nanggalo Padang punya fasilitas ruang menyusui dengan lokasi strategis, terlihat, dan mudah sekali di jangkau. Masya Allah. Keren!

Meskipun belum coba cek karena sampai sekarang aku belum pernah belanja disana, tapi apresiasi sebesar-besarnya karena sudah memberikan fasilitas yang sangat membantu ibu-ibu untuk tetap mengASIhi tanpa khawatir. Semoga ruangan tersebut beroperasi dan terawat sebagaimana mestinya. Bravo!

Next time kita ngobrolin soal ASI yuk!

Monday, July 24, 2023

Mamak

Lebih dari satu dekade berlalu.
Teringat pusaran tanya yang selalu aku simpan sejak dulu.
Dibalik wajah mamak yang makin keriput, tubuhnya yang menggendut, bahkan kesehatannya yang terus menurun, mengapa mamak tetap menjadi orang yang selalu dicari?
Ternyata mamak satu-satunya orang yang senyumnya selalu berhasil menciptakan senyum penghangat hati bagi semua manusia di rumah ini.

Ah, lihatlah.. Aku jadi tau kenapa dulu bapak selalu tenang saat didekatmu dan begitu rungsang sejak kepulanganmu.


Mandiri

Hal yang paling sering dibahas di grup keluarga kalo ngobrolin masalah parenting bareng mbak-mbak :

"Emang penting ya menjadikan anak-anak jadi pribadi yang mandiri dan tau kalau tujuan utama kita tu Allah. Kita jadi gak banyak PR."

"Bapak-Mamak yang selalu ngalah dan mencoba mencukupi kebutuhuan adek-adek bahkan sampai cucu-cucu mereka memang ada sisi negatif dan positifnya. Tapi, jiwa memberi dalam kondisi lapang dan sempit itu ternyata memang hal mahal yang sudah mereka titipkan ke kita, ya."

"Kalau mentalnya memang sudah mental-mental bergantung ke orang tu susah sih. Gimana mau memberi kalau diri sendiri masih bermalas-malasan untuk mencukupkan diri sendiri."

Hahh.. akhir-akhir ini, setelah menghadapi realitas dunia kerja yang ruwet dan menuju kehidupan pasca kampus yang unpredictable, nasihat-nasihat ini jadi lebih jleb banget rasanya. Menuju dewasa, menuju menjadi diri sendiri yang utuh, kadang jadi sulit sekali mengatur ego dan kegalauan. Semoga berhasil menjadi diri sendiri yang lebih utuh dan tentu saja sesuai betul sebagaimana tujuan manusia diciptkan di dunia.

Apalagi poin untuk tetap ikhlas memberi dalam kondisi lapang dan sempit ni yaa.. Sejak mencukupi kebutuhan finansial sendiri, kerasa beraaaat banget. Masih jadi PR untuk cari manuver biar tetep bisa memberi dan mencari cara untuk mencukupkan diri sendiri. Maaf yaaa kepada teman-teman kontrakan yang di tanggal-tanggal genting malah lebih sering diminta bantuan untuk bantu back up dulu :") Semoga Allah ganti dengan rezeki-rezeki tak terkiraa. Aamiin.

Dengan keterbatasan itu, jadi paham betul kenapa kita dianjurkan untuk mandiri, selalu merasa cukup, dan memperkaya diri (gak hanya tentang uang, tapi juga ilmu dan lainnya), sehingga kita jadi lebih lapang untuk berbagi. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?

Ohya, jadi inget juga, pernah ditanyain seseorang beberapa bulan yang lalu, "Kenapa sih jadi akhwat malah repot-repot berjuang menjadi mandiri, ikut berjuang secara finansial? Nanti ikhwan-ikhwan pada nepii lohhh... Ikhwan kan sukanya yang 'bergantung'."

Wkwk.. waktu itu lebih milih diem karena yang nanya lebih tua juga. Tapi jadi kepikiran, 'ohhh.. ada ya yang kepikiran ini yaaaa.' Bagus sih, jadi menambah insight. Tapi jadi pengen berbagi dikit sudut pandang, belum tentu bener dan belum tentu sudut pandangku tetep sama sampe waktu kalian baca ini.. tapi bismillah ya gais...
  1. Mandiri dan tidak bergantung memang suatu yang erat kaitannya. Tapi jujur, bisa jadi dua hal yang berbeda juga. Kalau konteksnya jadi langsung ngejudge akhwat yang mandiri gak bisa mentaati suami. Salah sih... Mungkin contoh yang guwampang banget, Khadijah. kemandirian, kekayaan, dan kedudukan beliau gak jadi alasan beliau untuk menjadikan Nabi Muhammad lebih rendah daripada beliau. Balik lagi, kalau suami maupun istrinya mau belajar Islam, pasti dia tau bahwa suami adalah sosok yang wajib ditaati, wajib didahulukan. Suami yang mau belajar pun akan faham, bahwa ia harus jadi qawwam yang tak hanya menajdi pemimpin, tapi juga pelindung, penjamin, pemelihara, dll. Diluar masalah ilmu yang sama-sama harus kita pelajari terus meneruss, sebuah bocoran untuk ikhwan :p : semandiri-mandirinya akhwat mah, kalo ketemu sama orang yang dengannya ia percaya menggantungkan hidupnya mah, buka aqua aja dia bergantung wkwk.
  2. Balik lagi ke cerita ummahatul muslim, ibunda Khadijah diceritakan merupakan pebisnis yang luar biasa. Dan dengan kekayaan, kemandirian, dan kedewasaan beliau, beliau jadi penyokong dakwah yang kuat banget diawal masa dakwah Rasulullah. Gak kebayang kalo istri pertama Rasulullah itu kaum mendang-mending apalagi aku yang lemah ini.. Wesss... Rasulullah cuma sibuk ngurusin istrinya doang :") Jadi ternyata kemandirian seorang istri juga bisa mengurangi kecemasan suami untuk berjuang dan mencoba memberi dampak elbih luas di luar rumah.
  3. Jodoh itu sudah ada, sudah Allah jamin. Ya kalo rezekinya gak ketemu di dunia, pasti nanti ketemu di akhirat. Gaperlu pusyingg.. Yang penting jadi versi terbaik diri kita masing-masing. Gak perlu bener-bener mengikuti standar manusia kebanyakan. Sebab kita sudah punya banyaaaaaak sekali contoh manusia-manusia luar biasa yang bisa kita ambil contohnya. Coba cari yang karakternya mirip dengan kita, pahami bagaimana cara beliau bertindak, mengambil keputusan, dll. Sehingga kita gak perlu pusing tiap orang ngebanding-bandingin, Sebab kita paham, manusia memang Allah ciptakan unique, berbeda satu sama lain, tentu bukan tanpa tujuan.. Allah ciptakan kita untuk saling bersinergi, melengkapi satu sama lain, berkarya dan mengabdi dengan kelebihan kita masing-masing.
  4. Ohya bonus : jodoh tu sudah Allah jamin. Allah akan menurunkan ia sepaket dengan kecenderungan serta rasa tenang untuk kita. (katanya gitu ya wkwkw, aku gatau soalnya belum ketemu jodohnya) Pasangan kita tu bisa jadi 3 kondisi, ada yang jadi cerminan diri kita, ada juga yang jadi puzzle untuk melengkapi kita, tapi kalau Allah nilai kita mampu, bahkan bisa jadi sumber ujian bagi kita. Tugas kita tu tinggal percaya sama Allah dan menjadi sebaik-baik pribadi supaya nanti pas ketemu pasangan yang Allah pilihkan, kita sanggup jadi suami/istri terbaik.
Dah... itu aja dulu gais. Sudut pandang yang semoga tidaak menyesatkan.. Just be the best version of your self. Yang penting jangan lupa, kita manusia biasa, gak bisa tetep sampe tujuan kalo gak ngikutin jalan yang lurus. Gak bakal tau jalan lurus itu yang mana kalo gak ada pedomannya. Gak atu pedomannya apa kalo gak mau belajar Qur'an dan pretelan-pretelannya. Semangat menjadi manusia yang utuh! Karena sebelum memberi, kita wajib memiliki. 
Kadang kalau dilihat pake kacamata sendiri kerasa ruwet banget, padahal pas dilihat pake kacamata Allah jadi jauhhh lebih sederhana. Udah tau rumusnya, semoga tau juga apa yang harus dilakuin tiap ketemu masalahnya.

Sunday, July 23, 2023

Menuju OSCE-tulation Dokter Umum

    "Selamat siang dok, perkenalkan saya Rizki Nanda Putri, izin melakukan tindakan..."
   "Selamat siang pak, saya dr. Kinan ya pak, bapak namanya siapa? ada yang bisa saya bantu?"

    Menuju tahun ke-enam sekolah di sini, menuju perjuangan-perjuangan terakhir, menuju hari-hari yang katanya hari terpintar menjadi mahasiswa FK. Ditengah hari-hari yang mulai 'membosankan' karena aktivitasnya benar-benar muter-muter diitu-itu aja, jujur latihan OSCE jadi muara untuk menjaga kewarasan. 

    Jadi OSCE adalah Objective Stuctured Clinical Examination. Sederhananya OSCE adalah metode evaluasi kompetensi bagi calon dokter untuk membiasakan dokter mengkondisikan diri sebagai dokter, baik sebagai dokter umum di poliklinik, rawatan, maupun di unit kegawatdaruratan. Setiap hal-hal yang dilakukan harus legeartis, sistematis, dan tentu saja sesuai dengan keilmuan yang sudah kami pelajari selama ini. Sebenarnya untuk OSCE ini rutin diadakan tiap semester dari semester pertama menjadi mahasiswa FK dulu. Bahkan saat koas, hampir tiap bulan kami menjalani OSCE. Meski sudah belasan kali menjalani OSCE, tapi nyatanya sampai hari ini, OSCE tetap menjadi hal yang mendebarkan. Untuk pengalaman OSCE pertamaku bisa dibaca di : https://kiinanputri.blogspot.com/2018/01/my-first-osces-story.html

    Jujur aku adalah orang yang selalu cemas menghadapi OSCE, tapi sangat bersyukur metode ini dipilih untuk menguji pemahaman kami. Sebab, dengan OSCE kami jadi terbiasa memahami materi dan skill secara komprehensif, akibatnya kami jadi lebih tenang dan terbiasa untuk menghadapi pasien di kehidupan nyata. Karena terkadang penguji OSCE lebih mencemaskan daripada pasien betulan wkwk :")

    Lanjut ke persiapan OSCE terakhir kami, OSCE semua penyakit yang kami pelajari 6 tahun ini, OSCE paling lama yang akan kami jalani, OSCE UKMPPD. Insya Allah hari ini adalah 34 hari menuju OSCE UKMPPD, hari ini pertama kali kami mulai mengikuti simulasi offline bersama dokter baru kami, dr. M. Arief Ansyar. Berawal dari keinginan kami untuk belajar lebih fleksibel, nyaman, mudah bertanya, dan tentu saja budget yang lebih ramah kantong dibanding bimbel-bimbel lainnya wkwk, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba belajar dengan teman-teman yang lebih dahulu mempersiapkan diri. Dari semua nama yang diajukan, akhirnya kami sepakat, "Sama Arief aja gaksi?", dan yaa.. seperti biasa, hasil syuro selalu lebih dekat dengan keberkahan dari Allah, ternyata beberapa pekan setelah kami tabayyun Arief, nilai Arief keluar dan jadi peraih nilai OSCE tertinggi di batchnya.  Gak heran sih ya, persiapannya juga jauh diatas rata-rata. Padahal beliau belajar mandiri tanpa les selama ini. MasyaaAllah, barakallah ilmunya. Akhirnya bertambah pula ketenangan kami untuk 'bersandar' dan mohon bantuan beliau untuk persiapan OSCE kali ini, ya tentu saja setelah menyandarkan dan memohon pertolongan Allah.... Yok kabete kalau ada yg mau belajar OSCE tp bingung mau join siapa, join ke bimbel Arief aja wkwk. Worth it. (Bismillah komisi .. :p)

    Lanjut... Jadi sebelum simulasi OSCE kami hari ini, ada 2x penjelasan teknis dan pengantaran melalui zoom oleh dr. Rashif juga yang nilai OSCEnya tertinggi di batchnya. Setelah itu ditambah satu kali bimbingan dan simulasi langsung oleh dr. Arief secara offline. Baru hari ini akhirnya kami mulai simulasi OSCE. Pada pertemuan pertama kami hari ini, kami mulai dengan materi yang sangat-sangat sering ditemukan di kehidupan nyata sebagai dokter umum di poliklinik, endokrin dan gastroenterohepatik. Mudahnya kami bahas tentang sakit gula, obesitas, kolesterol tinggi, maag, sakit kuning, dan teman-temannya yang sering kita keluhkan. Sebagai orang yang suka tindakan jujur latihan ini menyenangkan sekali! Meskipun masih ngengongengo karena materi belum duduk, ngerapp karena takut waktu gak cukup, dan muter-muter karena masih banyak lupa-lupa. tapi aku suka sensasi OSCE ni ya wkwk. 

    Masih ada 6 pertemuan yang terjadwal lagi, ohya semoga boleh nambah 1 pertemuan lagi buat simulasi OSCE yang komprehensif dari semua bidang ya wkwk :p Haduh semena-mena kali, kek mana ni adab terhadap guru :") Tapi keknya perlu banget lah wkwk. Biar ndak terkotak-kotakkan ilmunya :)

    Dah.. mungkin itu aja cerita hari ini, semoga degup-degup yang terasa bersamaan dengan timer OSCE ini bisa jadi pengokoh keilmuan, kepercayaan diri, dan menjadikan pribadi yang lebih kompeten sebagai dokter nantinya. Semangat belajarr! Yuk fokus yuk :") jan galau-galau jo laiiii~



Ciketat as probandus : ditensinya gak cuma di tangan, tapi di badan :") 
cian bayik wkwkwkkwk. kayaknya ini Aorta yang terdeteksi yaaa wkwk.


Bonus poto ibu-ibu yang selalu menguji kesabaran dr. Arief. Sabar-sabar ya dok,
semoga balasannya keberkahan ilmu dunia wal akhiraatt.
(Nb : Arief jadi tukang potonya :))