Saturday, July 29, 2023

Welcome Back To Indonesia, gantenggg wkwk



Bismillahh.. Izin pake fotonya ya Apria cantik nan sholehah..
Sebelum masuk ke cerita tentang bapak, perkenalkan saudariku, Apria, mbak-mbak sholehah yang selalu berusaha jagain aku yang nakal banget selama SMA wkwk. Makasi ya yak, gapernah bosen buat dakwah fadiyah ke aku meskipun selama SMA akunya ngeyel mulu, makasih udah sering melibatkan aku di ruang-ruang dakwah yang selalu aku rindukan. Semoga Allah jaga kita, pun kita tetap menggigit ukhuwah dan semangat ini dengan gigi geraham. Semoga nanti kalau memang Allah arahkan langkahku bertahan di Musi Rawas, kita bisa sama-sama saling menguatkan. Dan sebagaimana Allah pertemukan kita di dunia, Allah himpun juga kita di akhirat kelak. Aamiin..

Jadi siang tadi, ditengah makan bihun pedes bikinanku, apria tiba-tiba ngirim foto ini dengan detail, "Adakah yg rindu dengan bapak ini 🥰?". Jyujyur langsung berenti makan, bener-bener langsung nelpon bapak. Alhamdulillah bapak sudah sampai Palembang dengan wajah cerah, merona, bahagia. Rona wajah yang rasanya udah lamaaaa banget gak aku lihat. :") pengen tiba-tiba terbang dan peluk bapakk...

I'm so happy. Sebulan sudah nggak videocall bapak karena bapak selalu berpesan, "Bapak nanti ga isi kuota dulu ya selama haji, biar bapak fokus ibadahnya." Alhasil aku dan mbak-mbak nelpon dan mencuri kabar dari sahabat-sahabat bapak yang juga ikut haji bersama beliau. Sebulan sudah, waktu yang lamaaa sekali. Menitipkan doa di malam-malam panjang kami, semoga Allah jaga beliau, Allah kuatkan beliau, Allah jadikan ibadah beliau mabrur, Allah peluk dan lunakkan hati beliau, Allah jauhkan beliau dari segala kesulitan, Allah mudahkan langkah-langkah beliau, dan... Allah ampuni serta terima semua ibadah dan doa-doa beliau. 

Dan hari ini, alhamdulillah bapak balik ke Palembang. Dengan semangat dan 'nyawa' baru yang selalu kami rindukan. Ketegasan sekaligus kelemahlembutan yang selalu kami tunggu-tunggu. Selamat datang kembali ke kota yang sama-sama kita cintai, Bapak. We love you!

Btw bapak harusnya munduran dikiiiitt, aja.. Soalnya gantengnya kelewataann~~

Friday, July 28, 2023

Broken Heart Syndrome

Ditengah bahas-bahas soal hari ini, tetiba Najdah nemu 'broken heart syndrome' wkwk. Baru tau kalo ternyata perasaan lemah, kosong, gak nyaman di jantung kita setelah adanya stress emotional itu bisa jadi karena adanya kardiomiopati.

Ohya, kami juga nemuin jembatan keledai yang lucuk : setelah putus cinta takut sobok (bahasa minang takut ketemu ) --> jadi post putus cinta (dan stress emotional lain) bisa jadi kardiomiopati takotsubo

Sekian review penemuan penyakit baru hari iniii.... wkwk

Ibrah dari gangguan ini : rasa gak nyaman itu emang sering datang mendadak tapi gak akan lama kok, cuma sementara. Just keep moving up!

Thursday, July 27, 2023

Kok bisa?

Dua hari lalu, disudut kamar yang sudah gelap kami berdiskusi. 
Mencela kecewa pada band barat yang begitu percaya diri mencela Tuhan yang katanya kami cintai, tak lupa begitu bangga menyuarakan pelangi di tanah tetangga dengan jumlah muslim tertinggi. Bukan tolakan, malah sorak sorai penonton tampak sepakat menyetujui dan kecewa konser harus berhenti.

Aku tertegun, berhenti demi memahami kondisi, "Kok bisa?"
Aku mengucap tanya yang percuma. Seolah lupa pada pendahulu yang militansi memusuhi Islamnya jauh lebih kuat.

Jika pergerakan mereka begitu serius dan terorganisir, lantas mengapa kita masih sibuk juga dengan problematika diri? Tutup mata pada kenyataan dari berbagai sisi. Malu terlihat kokoh membela apa yang Ia cintai.

Dan parahnya..
Terkadang kita menarik diri ketika tangan-tangan mengajak kita bergerak, pun kita tutup telinga ketika seruan pembelaan memanggil. Hingga panggilan itu semakin lirih dan tak ada lagi.

Kita merasa tenang di sudut kamar gelap ini.
Sedang diluar ada ia yang terkoyak bersimbah darah membela apa yang Tuhan cintai.
Meski ia tahu, Tuhan tak pernah butuh.
Tapi ia tetap berjuang dengan kepercayaan penuh.

Wednesday, July 26, 2023

"Ohya, saya mohon maaf kalau ada salah-salah ya. Sepertinya ini terakhir saya ngajar kalian ya. Seandainya masih ada yang diragukan, silakan buat janji diskusi dengan saya ya." -dr. Rini Gusya Liza, Bimbingan CBT UKMPPD

Tiba-tiba sedih. Benar juga ya. Tak terasa, setelah 6 tahun membersamai, ternyata sudah banyak dosen-dosen baik hati yang mayoritas tidak akan ditemukan lagi di forum-forum ilmiah lain. Semoga ilmu dan bimbingan bapak dan ibu menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan menjadi amalan jariyah yang tak putus-putus bagi bapak-ibu sekalian. <3

Tuesday, July 25, 2023

Kompilasi Kerecehan Grup UKMPPD Agustus 2023💕 (Akan terus diapdet sampe Sumdok)



Hai gaiss.. wkwkwk.
Jadi hari ini aku bakalan share ke-random-an member UKMPPD Agustus 2023 yang bikin betah banget nungguin info apapun dari grup ini wkwk. Kocak-kocak banget herannnn. Hari-hari menuju UKMPPD jadi seruuuu... Alhamdulillah....

Mari kita mulaiiiii.....


1. Rafif si Pencetus

Jadi awalnya kerecehan ini berawal dari Rafif yang ngide ngumumin bimbingan pake broadcast ala bimbel-bimbel. Dan sambutan dari warga grup sangat menyenangkannn....

Ruang Menyusui Pasar Nanggalo

Akhir pekan lalu, dalam perjalanan agenda rutin sejak lebih 2 tahun terakhir, aku baru menyadari satu hal : Pasar Nanggalo Padang punya fasilitas ruang menyusui dengan lokasi strategis, terlihat, dan mudah sekali di jangkau. Masya Allah. Keren!

Meskipun belum coba cek karena sampai sekarang aku belum pernah belanja disana, tapi apresiasi sebesar-besarnya karena sudah memberikan fasilitas yang sangat membantu ibu-ibu untuk tetap mengASIhi tanpa khawatir. Semoga ruangan tersebut beroperasi dan terawat sebagaimana mestinya. Bravo!

Next time kita ngobrolin soal ASI yuk!

Monday, July 24, 2023

Mamak

Lebih dari satu dekade berlalu.
Teringat pusaran tanya yang selalu aku simpan sejak dulu.
Dibalik wajah mamak yang makin keriput, tubuhnya yang menggendut, bahkan kesehatannya yang terus menurun, mengapa mamak tetap menjadi orang yang selalu dicari?
Ternyata mamak satu-satunya orang yang senyumnya selalu berhasil menciptakan senyum penghangat hati bagi semua manusia di rumah ini.

Ah, lihatlah.. Aku jadi tau kenapa dulu bapak selalu tenang saat didekatmu dan begitu rungsang sejak kepulanganmu.


Mandiri

Hal yang paling sering dibahas di grup keluarga kalo ngobrolin masalah parenting bareng mbak-mbak :

"Emang penting ya menjadikan anak-anak jadi pribadi yang mandiri dan tau kalau tujuan utama kita tu Allah. Kita jadi gak banyak PR."

"Bapak-Mamak yang selalu ngalah dan mencoba mencukupi kebutuhuan adek-adek bahkan sampai cucu-cucu mereka memang ada sisi negatif dan positifnya. Tapi, jiwa memberi dalam kondisi lapang dan sempit itu ternyata memang hal mahal yang sudah mereka titipkan ke kita, ya."

"Kalau mentalnya memang sudah mental-mental bergantung ke orang tu susah sih. Gimana mau memberi kalau diri sendiri masih bermalas-malasan untuk mencukupkan diri sendiri."

Hahh.. akhir-akhir ini, setelah menghadapi realitas dunia kerja yang ruwet dan menuju kehidupan pasca kampus yang unpredictable, nasihat-nasihat ini jadi lebih jleb banget rasanya. Menuju dewasa, menuju menjadi diri sendiri yang utuh, kadang jadi sulit sekali mengatur ego dan kegalauan. Semoga berhasil menjadi diri sendiri yang lebih utuh dan tentu saja sesuai betul sebagaimana tujuan manusia diciptkan di dunia.

Apalagi poin untuk tetap ikhlas memberi dalam kondisi lapang dan sempit ni yaa.. Sejak mencukupi kebutuhan finansial sendiri, kerasa beraaaat banget. Masih jadi PR untuk cari manuver biar tetep bisa memberi dan mencari cara untuk mencukupkan diri sendiri. Maaf yaaa kepada teman-teman kontrakan yang di tanggal-tanggal genting malah lebih sering diminta bantuan untuk bantu back up dulu :") Semoga Allah ganti dengan rezeki-rezeki tak terkiraa. Aamiin.

Dengan keterbatasan itu, jadi paham betul kenapa kita dianjurkan untuk mandiri, selalu merasa cukup, dan memperkaya diri (gak hanya tentang uang, tapi juga ilmu dan lainnya), sehingga kita jadi lebih lapang untuk berbagi. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?

Ohya, jadi inget juga, pernah ditanyain seseorang beberapa bulan yang lalu, "Kenapa sih jadi akhwat malah repot-repot berjuang menjadi mandiri, ikut berjuang secara finansial? Nanti ikhwan-ikhwan pada nepii lohhh... Ikhwan kan sukanya yang 'bergantung'."

Wkwk.. waktu itu lebih milih diem karena yang nanya lebih tua juga. Tapi jadi kepikiran, 'ohhh.. ada ya yang kepikiran ini yaaaa.' Bagus sih, jadi menambah insight. Tapi jadi pengen berbagi dikit sudut pandang, belum tentu bener dan belum tentu sudut pandangku tetep sama sampe waktu kalian baca ini.. tapi bismillah ya gais...
  1. Mandiri dan tidak bergantung memang suatu yang erat kaitannya. Tapi jujur, bisa jadi dua hal yang berbeda juga. Kalau konteksnya jadi langsung ngejudge akhwat yang mandiri gak bisa mentaati suami. Salah sih... Mungkin contoh yang guwampang banget, Khadijah. kemandirian, kekayaan, dan kedudukan beliau gak jadi alasan beliau untuk menjadikan Nabi Muhammad lebih rendah daripada beliau. Balik lagi, kalau suami maupun istrinya mau belajar Islam, pasti dia tau bahwa suami adalah sosok yang wajib ditaati, wajib didahulukan. Suami yang mau belajar pun akan faham, bahwa ia harus jadi qawwam yang tak hanya menajdi pemimpin, tapi juga pelindung, penjamin, pemelihara, dll. Diluar masalah ilmu yang sama-sama harus kita pelajari terus meneruss, sebuah bocoran untuk ikhwan :p : semandiri-mandirinya akhwat mah, kalo ketemu sama orang yang dengannya ia percaya menggantungkan hidupnya mah, buka aqua aja dia bergantung wkwk.
  2. Balik lagi ke cerita ummahatul muslim, ibunda Khadijah diceritakan merupakan pebisnis yang luar biasa. Dan dengan kekayaan, kemandirian, dan kedewasaan beliau, beliau jadi penyokong dakwah yang kuat banget diawal masa dakwah Rasulullah. Gak kebayang kalo istri pertama Rasulullah itu kaum mendang-mending apalagi aku yang lemah ini.. Wesss... Rasulullah cuma sibuk ngurusin istrinya doang :") Jadi ternyata kemandirian seorang istri juga bisa mengurangi kecemasan suami untuk berjuang dan mencoba memberi dampak elbih luas di luar rumah.
  3. Jodoh itu sudah ada, sudah Allah jamin. Ya kalo rezekinya gak ketemu di dunia, pasti nanti ketemu di akhirat. Gaperlu pusyingg.. Yang penting jadi versi terbaik diri kita masing-masing. Gak perlu bener-bener mengikuti standar manusia kebanyakan. Sebab kita sudah punya banyaaaaaak sekali contoh manusia-manusia luar biasa yang bisa kita ambil contohnya. Coba cari yang karakternya mirip dengan kita, pahami bagaimana cara beliau bertindak, mengambil keputusan, dll. Sehingga kita gak perlu pusing tiap orang ngebanding-bandingin, Sebab kita paham, manusia memang Allah ciptakan unique, berbeda satu sama lain, tentu bukan tanpa tujuan.. Allah ciptakan kita untuk saling bersinergi, melengkapi satu sama lain, berkarya dan mengabdi dengan kelebihan kita masing-masing.
  4. Ohya bonus : jodoh tu sudah Allah jamin. Allah akan menurunkan ia sepaket dengan kecenderungan serta rasa tenang untuk kita. (katanya gitu ya wkwkw, aku gatau soalnya belum ketemu jodohnya) Pasangan kita tu bisa jadi 3 kondisi, ada yang jadi cerminan diri kita, ada juga yang jadi puzzle untuk melengkapi kita, tapi kalau Allah nilai kita mampu, bahkan bisa jadi sumber ujian bagi kita. Tugas kita tu tinggal percaya sama Allah dan menjadi sebaik-baik pribadi supaya nanti pas ketemu pasangan yang Allah pilihkan, kita sanggup jadi suami/istri terbaik.
Dah... itu aja dulu gais. Sudut pandang yang semoga tidaak menyesatkan.. Just be the best version of your self. Yang penting jangan lupa, kita manusia biasa, gak bisa tetep sampe tujuan kalo gak ngikutin jalan yang lurus. Gak bakal tau jalan lurus itu yang mana kalo gak ada pedomannya. Gak atu pedomannya apa kalo gak mau belajar Qur'an dan pretelan-pretelannya. Semangat menjadi manusia yang utuh! Karena sebelum memberi, kita wajib memiliki. 
Kadang kalau dilihat pake kacamata sendiri kerasa ruwet banget, padahal pas dilihat pake kacamata Allah jadi jauhhh lebih sederhana. Udah tau rumusnya, semoga tau juga apa yang harus dilakuin tiap ketemu masalahnya.

Sunday, July 23, 2023

Menuju OSCE-tulation Dokter Umum

    "Selamat siang dok, perkenalkan saya Rizki Nanda Putri, izin melakukan tindakan..."
   "Selamat siang pak, saya dr. Kinan ya pak, bapak namanya siapa? ada yang bisa saya bantu?"

    Menuju tahun ke-enam sekolah di sini, menuju perjuangan-perjuangan terakhir, menuju hari-hari yang katanya hari terpintar menjadi mahasiswa FK. Ditengah hari-hari yang mulai 'membosankan' karena aktivitasnya benar-benar muter-muter diitu-itu aja, jujur latihan OSCE jadi muara untuk menjaga kewarasan. 

    Jadi OSCE adalah Objective Stuctured Clinical Examination. Sederhananya OSCE adalah metode evaluasi kompetensi bagi calon dokter untuk membiasakan dokter mengkondisikan diri sebagai dokter, baik sebagai dokter umum di poliklinik, rawatan, maupun di unit kegawatdaruratan. Setiap hal-hal yang dilakukan harus legeartis, sistematis, dan tentu saja sesuai dengan keilmuan yang sudah kami pelajari selama ini. Sebenarnya untuk OSCE ini rutin diadakan tiap semester dari semester pertama menjadi mahasiswa FK dulu. Bahkan saat koas, hampir tiap bulan kami menjalani OSCE. Meski sudah belasan kali menjalani OSCE, tapi nyatanya sampai hari ini, OSCE tetap menjadi hal yang mendebarkan. Untuk pengalaman OSCE pertamaku bisa dibaca di : https://kiinanputri.blogspot.com/2018/01/my-first-osces-story.html

    Jujur aku adalah orang yang selalu cemas menghadapi OSCE, tapi sangat bersyukur metode ini dipilih untuk menguji pemahaman kami. Sebab, dengan OSCE kami jadi terbiasa memahami materi dan skill secara komprehensif, akibatnya kami jadi lebih tenang dan terbiasa untuk menghadapi pasien di kehidupan nyata. Karena terkadang penguji OSCE lebih mencemaskan daripada pasien betulan wkwk :")

    Lanjut ke persiapan OSCE terakhir kami, OSCE semua penyakit yang kami pelajari 6 tahun ini, OSCE paling lama yang akan kami jalani, OSCE UKMPPD. Insya Allah hari ini adalah 34 hari menuju OSCE UKMPPD, hari ini pertama kali kami mulai mengikuti simulasi offline bersama dokter baru kami, dr. M. Arief Ansyar. Berawal dari keinginan kami untuk belajar lebih fleksibel, nyaman, mudah bertanya, dan tentu saja budget yang lebih ramah kantong dibanding bimbel-bimbel lainnya wkwk, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba belajar dengan teman-teman yang lebih dahulu mempersiapkan diri. Dari semua nama yang diajukan, akhirnya kami sepakat, "Sama Arief aja gaksi?", dan yaa.. seperti biasa, hasil syuro selalu lebih dekat dengan keberkahan dari Allah, ternyata beberapa pekan setelah kami tabayyun Arief, nilai Arief keluar dan jadi peraih nilai OSCE tertinggi di batchnya.  Gak heran sih ya, persiapannya juga jauh diatas rata-rata. Padahal beliau belajar mandiri tanpa les selama ini. MasyaaAllah, barakallah ilmunya. Akhirnya bertambah pula ketenangan kami untuk 'bersandar' dan mohon bantuan beliau untuk persiapan OSCE kali ini, ya tentu saja setelah menyandarkan dan memohon pertolongan Allah.... Yok kabete kalau ada yg mau belajar OSCE tp bingung mau join siapa, join ke bimbel Arief aja wkwk. Worth it. (Bismillah komisi .. :p)

    Lanjut... Jadi sebelum simulasi OSCE kami hari ini, ada 2x penjelasan teknis dan pengantaran melalui zoom oleh dr. Rashif juga yang nilai OSCEnya tertinggi di batchnya. Setelah itu ditambah satu kali bimbingan dan simulasi langsung oleh dr. Arief secara offline. Baru hari ini akhirnya kami mulai simulasi OSCE. Pada pertemuan pertama kami hari ini, kami mulai dengan materi yang sangat-sangat sering ditemukan di kehidupan nyata sebagai dokter umum di poliklinik, endokrin dan gastroenterohepatik. Mudahnya kami bahas tentang sakit gula, obesitas, kolesterol tinggi, maag, sakit kuning, dan teman-temannya yang sering kita keluhkan. Sebagai orang yang suka tindakan jujur latihan ini menyenangkan sekali! Meskipun masih ngengongengo karena materi belum duduk, ngerapp karena takut waktu gak cukup, dan muter-muter karena masih banyak lupa-lupa. tapi aku suka sensasi OSCE ni ya wkwk. 

    Masih ada 6 pertemuan yang terjadwal lagi, ohya semoga boleh nambah 1 pertemuan lagi buat simulasi OSCE yang komprehensif dari semua bidang ya wkwk :p Haduh semena-mena kali, kek mana ni adab terhadap guru :") Tapi keknya perlu banget lah wkwk. Biar ndak terkotak-kotakkan ilmunya :)

    Dah.. mungkin itu aja cerita hari ini, semoga degup-degup yang terasa bersamaan dengan timer OSCE ini bisa jadi pengokoh keilmuan, kepercayaan diri, dan menjadikan pribadi yang lebih kompeten sebagai dokter nantinya. Semangat belajarr! Yuk fokus yuk :") jan galau-galau jo laiiii~



Ciketat as probandus : ditensinya gak cuma di tangan, tapi di badan :") 
cian bayik wkwkwkkwk. kayaknya ini Aorta yang terdeteksi yaaa wkwk.


Bonus poto ibu-ibu yang selalu menguji kesabaran dr. Arief. Sabar-sabar ya dok,
semoga balasannya keberkahan ilmu dunia wal akhiraatt.
(Nb : Arief jadi tukang potonya :))


Thursday, July 20, 2023

Sebab taaruf yang sukses, berhasil, dan baik bukan hanya yang berujung dengan akad. Tapi juga tentang diri yang lebih sabar, dewasa, dan tentu saja lebih yakin pada segala ketetapan-Nya. Just keep diving till you find your pearl~

To Do List

Bismillah..
Hari ini masuk D-32 MCQ dan H-37 OSCE UKMPPD.

    Sejak 1 pekan yang lalu, mulai muncul gejala psikosomatik : diare, IBS, mual, pegal-pegal, nyeri kepala. Cuma bisa tatalaksana simptomatik saja karena etiologi utamanya memang harus dihadapi bukan dihindari. Ohya, sebagai manusia yang sangat-sangat overthinking, salah satu hal yang penting untuk mengurangi rasa bersalah karena gak produktif adalah dengan membuat to do list dan Daily Journaling. Nah kali ini aku mau jelasin tentang to do list dulu yaa. 


   
     Jadi sebenernya ada banyak banget cara untuk mengatur prioritas aktivitas kita, salah satu yang aku pilih adalah to do list yang bener-bener list aja. Nah setelah pakai berbagai macam teknik membuat to do list, akhirnya aku pilih ini. Meskipun kelemahannya adalah hanya diakses di leptop saja, tapi jyujyur untuk aku yang bener-bener hampir 50% hidupnya berhubungan dengan leptop, it's work.

    Jadi aku pake note bawaan dari Windows, desainnya sederhana banget, mudah dipake, hemat (karena paperless), aplikasinya ringan dan udah pasti ada disetiap leptop, dan yang penting banget : bisa diatur biar widget nya tampil di halaman utama leptop kita. Jadi tiap buka tutup leptop langsung nampak. warnanya juga bisa di adjust cuma memang kalau temen-temen mau lebih rame kayak pake stabilo dll gabisa, tapi bagiku udah cukup banget lah, karena kalo terlalu gombreng, warna-warni, dan ramai malah nanti desktop kita terlalu penuh dan kurang rapi.

    Oke lanjut ke isi, jadi biasanya aku tulis semua deadline aku langsung di satu tempat, kecuali kalau aku ikut kelas-kelas online yang jadwalnya bisa berbulan-bulan. Biasanya aku akan pisah ke box : To do list belajar non akademik yang dibawah. Soalnya kalo mau ditulis semua buanyak banget dan kalo ga ditulis aku takut lupa akrena infonya berceceran di Instagram, Telegram, dan Whatsapp. Nah untuk penulisannya, aku akan urutkan berdasarkan :
  • Waktu : jadi bentuknya timeline dari bawah. makin keatas makin baru. Mirip sama prinsip timeline di sosmed kita. Biasanya ini lebih ke aktivitas yg udah jelas jadwal2nya, kayak kuliah, les, kajian, liqo, rapat rutin, dll.
  • Prioritas kegawatdaruratan : Nah ini biasanya dilakuin setelah aku tentuin harinya. Jadi makin kebawah itu lebih prioritas alias harus lebih cepat untuk dikerjakan. Contoh : kerjaan (makin cepet kita selesaikan tugas kita, maka konsumer dan bos kita pasti akan lebih suka kan? wkwk), target belajar mandiri, dll.
    Biasanya aku tulis semuaaa yang akan aku lakuin, mulai dari yang wajib-wajib kayak kuliah, deadline kerja, agenda organisasi, bayar hutang, dan hak-hak orang lain yang harus aku penuhin. Selain itu aku juga nulisin to do list sederhana kayak : masak, pergi ke pasar, nyuci baju, dll. Karena bagiku, meskipun hal-hal itu adalah daily activity, tapi kalo ditulis aku jadi lebih tenang karena semua terkonsep dan yang penting : aku happy karena kerjaan-kerjaan sederhana gini adalah list yang paling mudah untuk di coret karena waktunya cepet. dannnn... itu bikin aku happy. wkwk. Kalo dari jurnal yang aku baca, hal itu karena tiap kita checklist atau coret list yang sudah selesai kita lakuin, kita lagi memicu sekresi hormon dopamin kita. Jadi kita bisa happy dan lebih bersemangat untuk melanjutkan aktivits sesuai list kita tadi wkwk. Prinsipnya mirip lah kalo kita main game dan kita berhasil menyelesaikan level tertentu, begitu kita berhasil (apalagi dapet reward --> nah dalam konteks to do list ini, rewardnya adalah tanda kalau kita udah selesai ngerjain aktivitas tertentu), maka dopamin akan tersekresi dan kita cenderung untuk melanjutkan utk mendapatkan efek dopamin itu lagi.

    Next, selain aku tulis yang tadi, aku akan tulus juga ide-ide yang sempet terlintas kayak ide konten, bikin tulisan, chat temen kerja, atau follow up yang biasanya idenya muncul tiba-tiba setiap kita lagi serius ngerjain sesuatu. Untuk aku yang mudah banget terdistraksi, menunda menulis/melakukan hal-hal tadi bikin aku resah dan gelisah wkwk. Jadi biasanya aku tulis aja dulu di to do list. Sebuah win-win solution untuk menenangkan aku karena aku udah menyimpan ide itu dan memastikan ide-ide itu tidak terlupa, bonsunya pekerjaan yang lagi aku kerjain bisa selesai dengan lebih optimal.

    Terakhir, untuk ibadah harian, sengaja aku pisahin karena aku biasanya pakai metode lain untuk bandingin ibadahku hari ini dibanding kemarin. Nah yang ini bakal aku share kapan-kapan yaaaa.. wkwk. Pokoknya tunggu aja, karena dalam sebulan menuju ujian ini, salah satu stress release yang aku pilih adalah nulis rutin di blog ini~ Stay tune, siapa tau selesai ujian bisa kekumpul banyak tulisan dan bisa dibukukan :p Aaamiiin...

    Nah, mungkin itu aja... meskipun di skrinsyutan contoh diatas gak semuanya masuk karena kalo diskinsut semua agak tersebar semua aktivitasku wkwk. Tapi semoga penjelasan aku dibawahnya bisa menggambarkan ya guys. Ohya, untuk hal-hal kayak gini, sebenernya cocok-cocokan. Metode yang cocok di aku, belum tentu cocok juga di kalian. Kalo rasanya bikin to do list malah bikin kalian repot, ada dua kemungkinan : karena belum terbiasa atau memang metode itu kurang cocok di kalian. Solusinya yaaa coba kenali diri masing-masing lagi. Selamat mencobaa, kalo ada yang udah coba, boleh juga kabarin aku lewat komen blog ini, NGL, atau DM instagram yaaa. Semoga bisa membantu kita untuk menata hidup kita. Kalau motto aku sih : Rapikan aktivitas demi kerapian jadwal tidur. wkwk. karena kwalitas dan kuantitas tidur bagi jomblo itu sangat pentingg wkwk. Nanti kalo udah jadi ibu-ibu, tidur berkwalitas dan pinter-pinter tidur jadi lebih penting ndak? wkwk

Wednesday, July 19, 2023

33 Days To Go UKMPPD


    Ditengah mual-muntah-cemas menghadapi UKMPPD 33 hari lagi, ditengah screenshot-an materi yang banyak kami lupa, ternyata pekan ini ada banyak kajian dari ustadzz/ah dari luar Sumbar. So excited... Semoga kehidupan kita tetep balance dan tenang yaaaa...

    Mari kita simpan perjuangan dalam range 30-40 hari sebelum UKMPPD disiniii.. Kita mulai dengan foto Breafing Try Out AIPKI tanggal 16 Juli 2023. Soalnya syusyah karena aku yg gak belajar-belajar malah sibuk kerja demi mengumpulkan uang untuk daftar ini dan itu huhu. Outputnya nilai ngepas banget  tapi alhamdulillah masih lulus.  Oya output lainnya adalah berat badan yang makin turun teros sampe tinggal 50kg. Kudu banyak-banyak makan sihhhh sebelum underweight :") 


    Selanjutnya D-Day TO AIPKI, setelah mabok-mabok bahas soal, heboh bahas soal dehh.. :") Hari dimana akhirnya mengazamkan untuk lebih serius belajar karena ngerasa ga pantes jadi dokter :(

  

    
        Selanjutnya belajar sama kelompok belajar yang hobinya belajar di rumah aja jadi gak bisa diupload :) Bismillah... 33 days to go. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat untuk banyaaaaaaak sekali orang di dunia ini dan bisa jadi pemberat amalan hingga ke surga-Nya. Aamiin...

Tuesday, July 18, 2023

Hijrah Hijriyah


    Ba'da Isya malam ini sempat mendapat kabar yang kurang menyenangkan dan dosisnya cukup untuk mengubah afek. Agak 2 jam tidak ingin ngapa-ngapain, hanya duduk di kamar sambil main ipad. Tiba-tiba ditelpon dan dapat orderan design ubtuk tahun baru hijriyah yang awalnya beraaaaaaaaaaaaaaaat banget mau ngerjainnya karena bener-bener lagi psuying wkwk. Tapi beberapa menit kemudian mikir sendiri, "Kenapa ya kira-kira dapet job ini sekarang?" dan akhirnya memberi jawaban ke diri sendiri, "oh.. Allah sayang mah sama aku, Allah gak mau aku berlama-lama sedih, makanya Allah kasih kesempatan buat bergerak lagi di jalan yang Allah suka." Akhirnya alasan itu berhasil menggerakkan aku untuk mulai mencari ide. 

    Ditengah diving mencari ide, tiba-tiba bertemu tulisan di sebuah blog tentang perjalanan hijrah Rasulullah hingga akhirnya ditetapkanlah awal tahun hijriyah terjadi pada saat itu.  Beberapa alasan dipilih dan disepakatinya bulan Muharram sebagai bulan pertama Hijriyah oleh Sayyidina 'Umar dan para sahabat karena :
  • Muharram adalah bulain baliknya orang-orang yang beribadah haji, sehingga orang-orang yang baru saja selesai berhaji dapat mensyiarkan penanggalan hijriah ini kepada saudaranya di negara masing-masing.
  • Muharram dari dulu merupakan bulan perta,a orang Arab dan menjadi salah satu bulan mulia, bulannya Allah ta'ala.
  • Bulan disepakatinya hijrah Rasulullah setelah Bai'at 'Aqabah. sedangkan Rasulullah berangkat hijrah dari Mekkah bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.
  • Terdapat sabda Nabi yang menyatakan bahwa Muharram adalah fajarnya tahun.
    Lewat ghirah yang tergambar dari sirah tersebut, mengalirlah pula ghirah tersebut sebab dari keputusan syuro tersebut, tampak bahwa umat Islam adalah umat amal, umat yang punya tekad kuat dan tangguh dalam berusaha membawa perubahan dari kebatilan menuju kebenaran, umat pembeda dan umat pertengahan.

    Lewat kisah tersebut pulalah, ghirah untuk berubah dan berhijrah menjadi lebih baik begitu kuat memancar. Sehingga diri ini tertampar berkali-kali, alasan 'galau' yang sebelumnya hinggap terasa begitu remeh-temeh. Syukur Alhamdulillah, Allah tuntun langkah-langkah ini menuju kepada pesan indah dari perjalanan manis Rasulullah. Semoga semangat awal tahun ini dapat membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. 

"Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah,
maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang (jauh) lebih baik."

Monday, July 17, 2023

Crisis

    Seringkali QLC atau Quarter Life Crisis menjadi alasan kita kacau, hingga berhenti dalam pergerakan dan produktivitas. Padahal dalam tiap tahap perkembangan kita, setiap kita akan menemukan crisis kita masing-masing hingga kita berpulang. Saat bayi, barangkali krisis kita perihal lapar. Saat anak-anak, krisis kita berputar-putar dalam menunggu ibu pulang dari pasar atau pertemanan di sekolah, hingga ketika kita tua, barangkali krisis kita berhubungan dengan pasangan dan anak-anak yang mulai renggang.

    Kalau difikir-fikir, kenapa sih sekarang orang-orang pusing menghadapi QLC? Sedang zaman dahulu, diusia yang sama, sahabat begitu kuatnya dalam setiap pergerakan. Seperti Muhammad Al-Fatih yang dengan hebatnya menakhlukkan Konstantinopel. Sedang kita? Masih berputar-putar dalam krisis finansial, pendidikan, asmara.... Meskipun hal-hal tersebut juga merupakan kekuatan-kekuatan dan langkah-langkah besar yang menentukan perjalanan kita kedepannya, tapi apakah hal tersebut benar-benar akan membawa kita ke Surga-Nya? Sedangkan dunia, digambarkan hanya seperti sisa air yang tertempel di jari ketika kita memasukkan tangan ke lautan.

Sunday, July 16, 2023

Batas

    Salah satu hal yang selalu aku syukuri berada diantara sahabat-sahabat baik ini adalah momen-momen saling diskusi dan mengingatkan, sesi muhasabah yang kadang terasa julid ibu-ibu komplek, tapi aku tau mereka seperti itu karena memang sayang dan mau kita jadi lebih baik. Alhamdulillah Allah bantu lapangkan hati-hati kita untuk sama-sama siap untuk menerima nasihat.

    Hari ini, setelah 2 tahun++ jadi dek koas, muhasabah kami malah kembali pada hal prinsip, hal yang seharusnya sudah selesai dari awal : hijab yang rasanya mulai longgar. Akhir-akhir ini kami jadi jauh lebih bermudah-mudah, hal yang selama di wajihah sangat dan selalu kami jaga. Sering bukan karena tak paham, tapi nyatanya keheterogenan ini terkadang membuat kami lalai. Apalagi kedok amanah dan target dakwah memaksa agar cenderung lebih fleksibel. 

    Padahal, kita sama-sama faham betul, Allah jadikan batasan agar kita sama-sama terjaga. Itulah kenapa hijrah itu bukan hanya soal sebulan atau dua bulan saja, tapi seumur hidup. Karena kita adalah makhluk fluktuatif, yang harapannya selalu dapat meng-upgrade diri ke level berikutnya tanpa terjebak ke level-level sebelumnya. Perjalanan panjang yang melelahkan, tapi semoga balasannya surga.

    Terimakasih sudah banyak mengingatkan. Dan untuk selanjutnya, bantu ingatkan aku juga yaa. Sejak kamu membaca tulisan ini, aku sungguh-sungguh mau dan butuh nasihat dari kamu ketika aku salah. Hubungi saja aku di ruang-ruang pesan yang membuatmu nyaman menasihatiku, insya Allah akan selalu aku baca dan dengarkan. Terlebih perihal aqidah, akhlak, ibadah, dll. Atau jika memang segan menggunakan identitas, aku juga membuka nasihat lewat NGL di : https://ngl.link/kiinanputri2 . kamu bisa menasihatku tanpa aku tau siapa kamu. Sungguh, aku benar-benar butuh naishat-nasihat darimu.

    Ahya, aku juga sering berfikir, jika masa koas saja masalah hijab dan hal remeh temeh lainnya bisa jadi hal yang perlu untuk diingatkan lagi, apalagi di dunia kerja nanti, ya? Lingkungan pasti jauh lebih heterogen lagi. Semoga dalam lemahnya kita, kita dibersamai oleh orang-orang yang juga perduli pada kita yaa.

    Semoga, perkara remeh temeh seperti ini tak menjadi permasalahan kita lagi.

Friday, July 14, 2023

Top Ten

          Kita terus menulis, hingga nervus medianus pada terowongan carpal mulai tertekan. Menyisakan nyeri yang katamu sungguh tak apa, sebab berlelah-lelah demi buah hati lahir dan masuk dalam deretan top ten di toko buku favorit kita jauh lebih besar nilainya.

    Setiap nyeri itu timbul lagi, kita akan kembali bertatapan, kemudian tertawa. Kamu bersiap-siap, memulai mantra dengan kalimat yang sama, "Perform each position for 5 second, 5 repeatitions, 5 times every day.". Kemudian seperti biasa, kita akan tertawa lalu memulai mantra itu berdua sembari menggerakkan tangan selaras, "neutral, hook, fist, tabletop, straight fist".

    Mantra itu akan selalu kita tutup dengan senyuman. Kemudian sesekali bergantian kita akan sibuk mencari analgetik, menawarkan pada tubuh yang butuh. Padahal kita sama-sama tau analgetik itu sungguh tak perlu, sebab peluruh nyeriku adalah kamu, pun begitu denganmu.

    Selanjutnya kita akan menutup sementara laptop yang terbuka seharian, berbincang tentang visi, misi, dan mimpi-mimpi kita. Dan bagian favoritku adalah setiap kamu kembali mengingatkankan, impian menjadi bagian dari top ten di toko favorit kita bukan hanya sekedar harapan untuk dikenal dihadapan manusia. Tapi impian itu sedang kita perjuangkan sebab kita tau betul, kita tak akan dapat menjadi top ten jika karya yang kita ciptakan tak memberi dampak hingga menerobos jutaan hati. Karya-karya yang kuat sungguh akan menjadi stimulus bagi banyak orang untuk berkontemplasi hingga ketika semesta mendukung, terbentuklah energi perubahan yang semoga dapat menyebar cepat bak virus.

    Kita diam beberapa menit, kemudian aku mengucap lirih, "menjadi deretan top ten adalah cita-cita kita berdua. Katanya ada begitu banyak jalan menuju cita-cita tersebut. Semoga kita dapat capai lewat pintu favorit kita. Dan jika semesta mendukung, dengan ridhomu, izinkan aku untuk lewat jalan mana saja yang aku sukai."

    Kamu mengangguk, tersenyum, "Kalau begitu, mari kita lanjut menulis lagi.."

Thursday, July 13, 2023

One of My Favorite Author : Teh Karina Hakman


Mungkin ini tulisan kesekian yang aku tulis mengenai Teh Karina. Ya, sosok lemah lembut tetapi penuh semangat yang kisah hijrahnya selalu berhasil memeluk hati dan diri yang dipenuhi insecure ini. Sosok yang ghirah dakwahnya kokoh hingga mudah sekali menyebar dan menular.

Teringat pertama kali Allah jatuhkan hati kepada beliau saat beliau mengisi sebuah acara keputrian dari FSKI FK Unand pada tahun 2019. Ketika itu Allah izinkan langsung bersua dengan beliau, mendengar nasihat langsung dari mulut beliau. Beliau yang selalu khawatir pintu mana lagi yang harus diketuk untuk masuk ke Surga-Nya. Khawatir betul Allah meninggalkan beliau.

Beliau yang mengawali hijrahnya dengan percaya bahwa Allah kan selalu mendekat melalui hadist :
"Jika seorang hamba mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, niscaya Aku mendekatinya satu depa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, niscaya Aku mendatanginya dengan berlari kecil."

Lantas bercita-cita untuk dapat menutup usia ke Surga tertinggi-Nya lewat jalur shortcut. Jalan pintas, jalan tikus, jalan cepat. Tak perlu antre berlama-lama. Betapa mimpi yang begitu jauh sekali rasanya untuk aku gapai.

Melalui beliau, aku begitu banyak belajar, aku begitu banyak menemukan, aku begitu banyak men-tadabur-i. Bahwa, rasa cukup terhadap Allah seharusnya jauh diatas semua yang ada di dunia. Apapun yang kita lakukan, muaranya hanya pada yang satu. Sejujurnya masih banyak sekali yang ingin dituliskan, tapi rasanya kata-kata dan kalimat-kalimat ini tetap tak cukup baik dibanding semua ilmu yang beliau sampaikan.

Semoga Allah selalu jaga beliau dan keluarga untuk terus menebarkan cinta dari-Nya.


Ohya, ini tanda tangan dan pesan dari beliau setelah acara di tahun 2019. Saat itu dengan malu aku beranikan untuk meminta bantuan doa agar dapat menerbitkan buku yang bisa memeluk hati banyak orang, maka beliau mendoakan dengan begitu lembut agar karya tersebut dapat segera lahir, tak lupa memesankan lewat tulisan di halaman depan buku beliau, "Untuk Kiinan, bekerjalah untuk Allah, Allah pasti akan memfasilitasinya."

Jazakillah khair, teh..

Allah Bersamamu

Akhir-akhir ini lagi sering denger lagu Allah Bersamamu dari Nasyeed Gontor. Pertama kali tau lagu ini karena Vocafarabi ft Fathur cover lagu ini pas pandemi. Karena sering dengar, akhirnya kemarin coba denger serius dan lihat liriknya, ternyata sederhana tapi manisss banget.. :")


Terasa pedih sedih dalam hati ini
Ujian cobaan datang silih berganti
Walaupun diri ini merasa tak mampu
Hingga hatiku ini semakin meragu

Namun yakinlah semua ini kan berakhir
Seiring detik waktu yang terus bergulir
Mohonlah slalu pertolongan kepadaNya
Bahagia kan slalu bila mengingatNya

Katakanlah Allah selalu bersama
Mengiringi setiap langkah hidup kita
Ingatlah selalu akan segala yg diberikan
Niscaya Allah beri kasih sayangnya

Dan teruslah memohon kepadaNya
Hindarilah dari keputus asa
Karna Allah selalu ada tuk smua hambaNya
Dan syukurilah semua karuniaNya

 





Tuesday, July 11, 2023

Akhirnya kembali lagi, tugas kita percaya. Tentu percaya setelah membumbungkan ikhtiar dan doa. Hingga usaha kita dan ridho-Nya bertemu pada satu titik yang sama.

Monday, July 10, 2023

Rezeki dan Kekuatan Cinta Allah

Topik yang gak pernah bosen aku ulang-ulang dari duluuu banget. Ya... Perkara rezeki dan cinta Allah di dalamnya. Rezeki, hal yang bener-bener sering buat pusing padahal sudah Allah jamin. Rezeki, hal yang gak bakalan ketuker dan gak akan Allah korting. Ya.. Rezeki... hal yang tiap detik kita peroleh cuma-cuma dari sang Maha Pemberi Rezeki. Rezeki.. Kata pertama pada namaku, hal yang menjadi doa dari kedua orangtua sekaligus menjelaskan betapa banyak rezeki yg mereka dapatkan dlam periode kehamilan-dan kelahiranku.

Sejak 'menafkahi' diri sendiri. Aku jadi belajar lebih banyak perihal rezeki. Jadi paham betul, janji Allah lewat namanya :
Ar-Razaaq : Yang Maha Memberi Rezeki
Al-Muhaimin : Yang Maha Memelihara Seluruh Makhluk.
Ar-Rahman : Maha pengasih.
dannnnn... seterusnyaa... 

Dalam lelahnya belajar mencari rezeki, Allah seringg sekali menyampaikan rezeki dari tempat yang tak disangka-sangka. Pernah disuatu pekan ujian + pekan musyawarah besar organisasi, capek banget dan nyerah banget buat cari uang wkwk. Sempet kepikiran buat minjem temen yang penting bisa makan aja dulu buat dua atau tiga hari sebelum mulai kerja lagi. Tp ajaibnya, Allah tiba-tiba menitipkan rezeki dari adek kelas yang minta jadi pemateri dengan fee. Feenya benar-benar pas sama yang lagi aku butuhkan. *Cry

Terus pernah juga lagi gada job, pusing2 mikir mau makan apa, eh Allah titipin temen-temen rumah yg baik banget dan dikirimin makanan banyaaaak banget dari rumahnya. Terus... beberapa hari ini. Lagi mumet mikirin UKMPPD karena jujur, dibandingkan temen2 yg lain, persiapanku jauh banget ketinggalan karena memang bagi-bagi waktu banget antara kuliah, kerja, dan organisasi.

Udah nolak-nolak job karena temen2 yg biasanya dioper job udh gaada yg mau dan diri sendiri keteteran kalo nerima semua job. Alhamdulillah, Allah titipkan job yang enteng2 tp cuannya banyak huhu. Dan Allah bantu aturkan langsung biar waktunya cukup untuk menyelesaikan semuanya. Atauuu 2 kali juga dapat orderan yang masya Allah.. orangnya sabar betul, ga masalah kalau harus ditunda-tunda. Kerasa banget kalo malah rezeki yang ngejar-ngejar kita huhu.

Ya rezeki ni kadang lancar banget, tp tak jarang Allah menguji kesabaran dan keimanan kita melalui rezeki. Unik. Hebat. Magis. Memang rezeki merupakan bentuk cinta Allah kepada seluruh makhluk. Tak perduli apa agamanya, bagaimana keimanannya. Allah jamin betul setiap individunya.

Belum lagi sesekali mbak-mbak kadang ngasih kiriman. Huhu. banyak lah pokoknya, kayaknya seru juga kalau dituliskan yaa.. Sebab dengan menulis, kita sedang membekukan kenangan buat diinget-inget pas lagi futur-capek-bosan. Menjadi tabungan energi untuk kehidupan.

See u di tulisan-tulisan berikutnya mengenai keajaiban-keajaiban rezeki dari Allah lewat jalan yang tak kita sangka-sangka. Semoga dari pandainya kita mencari ibrah, Allah bantu kita menjadi makhluk yang beriman seutuhnya. Aamiin.

Kita

Kita meringkuk-saling memeluk-tak cukup kuat untuk berpisah.

Ah, kenapa ya begitu berat melepas semua kekuatan-kekuatan ini?
Bingung sekali membayangkan bagaimana jadinya jika sendiri.
Bukankah sebenarnya kita sudah melewati begitu banyak pertemuan dan perpisahan?
Lantas, apa yang perlu dikhawatirkan?
Apakah janji dan jaminan Allah tak cukup kuat untuk membuat kita merasa cukup?

Sunday, July 9, 2023

SINYAL


Setiap kita akan menentukan hal-hal besar dalam hidup, hati dan fikiran kita seolah memiliki oposisi. Dua kekuatan besar yang berebut-berlomba-bertaruh : akankah Allah menjadi satu-satunya atau malah dunia menjadi pilihan yang begitu kuat untuk mengikat.

Setiap kita hendak melangkah, sinyal-sinyal itu menguat selaras dengan keteguhan hati kita. Sedetik saja keinginan terhadap dunia kita bumbungkan, sedetik itu juga setan memporak-porandakan dan menggiring hati kita tuk ikut pada pilihannya. Pilihan yang ditebarkan bunga-bunga dan nampak begitu indah. Kita yang begitu lemah ini, akhirnya hanya mampu merunduk patuh pada sinyal-sinyal penyesatan yang tampak lebih indah.

Pada diri kita yang lemah dan hanya karena Allahlah ia menjadi kuat, teguhlah pada apa yang memang sudah jelas sesuai pada pedoman-Nya. Titipkanlah setiap langkah hanya pada Dia yang mengetahui masa lalu dan masa depan kita. Hingga, kita akan dituntun pada apa yang benar-benar sesuai dengan pengetahuan-Nya.

Sunday, July 2, 2023

Ketika hati kita melemah, meluap-luap seolah tanpa punya batas dari si pemilik.
Merunduklah.. menepilah.. menghitunglah.. kiranya apa yang mengganggu hati hingga ia begitu buncah?
Ku yakini secara utuh, sebabnya tentu hanyalah ia yang tak seberapa, tapi hebatnya dapat merubah segalanya. Berhentilah, sebelum ikatan-ikatan merusak itu makin kuat memeluk kaki (dan hati) kita.