Thursday, January 30, 2025

Nunggu Adzan #10 : Prioritas Anggaran


Tadi malam saya merenung sedikit lebih lama setelah membaca membaca thread tentang pemotongan anggaran versi kabinet sekarang. Bisa dibaca di tautan berikut : https://x.com/BetaEpsilonPhi/status/1884086676416520333 . Di thread tersebut sebenarnya saya banyak melewatkan informasi karena banyak istilah baru dan sudut pandang keahlian yang berbeda. Tapi ada satu balasan yang menarik perhatian dari akun dengan username @nowyoucatchme yang melampirkan foto berikut dengan caption : Semua itu dilakukan untuk program yg katanya gratis..... Bahkan pendidikan & kesehatan masuk di prioritas pendukung. Sehat sehat untuk kita semua ❤❤



Saya segera membaca perlahan informasi di foto tersebut. Sebuah salindia dengan judul Arah Kebijakan BPP tahun anggaran 2026, mendukung program prioritas presiden. Setelah saya coba cari tahu, BPP (Bendahara Pengeluaran Pembantu) adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan, menata-usahakan dan mempertanggung-jawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada unit kerja SKPD. Pada salindia ini, ada 3 prioritas anggaran yang dibuat : prioritas utama, prioritas Pendukung, dan sinkronisasi program. Dan, apa yang menarik perhatian? Yaaa.. tabel berwarna merah muda dengan judul 'Prioritas Pendukung' yang berisi dua poin : pendidikan dan kesehatan. 

Jujur, begitu membaca poin ini, saya menarik nafas panjang sambil banyak-banyak istighfar. Dua bidang yang menurut saya sangat fundamental bagi setiap aspek kehidupan, mulai dari individu hingga ke tahap internasional. Apalagi kalau boleh sedikit 'baper', secara personal saya 'tersinggung' karena memang dua bidang tersebut begitu erat dengan keluarga kami. (Seperti kebanyakan keluarga), keluarga besar kami pun begitu memprioritaskan kedua bidang tersebut, bahkan karena keyakinan terhadap nilai-nilai tersebut, sebagian memilih berkarir di antara kedua bidang tersebut. Yaaa.. meskipun ini baru anggaran tahun 2026, tapi kita jadi mengerti dan paham kenapa akhirnya keresahan-keresahan nakes, dosen, guru, dll rasanya seperti angin lalu saja di negara ini.

Setelah berita ini naik, secara umum akan ada dua hal yang terjadi. Pertama, anggaran tetap berlanjut. Kedua, seperti biasa, kekuatan media sosial membuat pemerintah merevisi kembali dan mengatur alternatif lain. Mari tetap berisik dengan cara yang kita bisa. Selanjutnya kita titip ke Allah saja, apapun hasilnya nanti, sebagai individu (yang tidak dapat lepas dari negara) tentu kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tak lupa untuk terus meluruskan dan meniatkan karir kedepannya untuk kebermanfaatan. Sebab, makin kesini kita semakin sadar, jika dua bidang ini memang bukan kolam terbaik untuk 'mengeruk' sebanyak-banyaknya rezeki dalam bentuk materi. Kecuali memang kita berpintar-pintar cari peluang sebaik-baiknya lewat cara-cara yang halal.   
 
                                        

BTW, sekarang saya sedang mengetik di meja ini. Sambil menulis ini, beberapa kali saya berhenti dan menatap satu-satu buku yang tersusun diatas saya. Yaa, walaupun dua bidang favorit saya jadi prioritas pendamping di anggaran negara, tak apa. Sungguh tak apa. Kita hanya harus tetap semangat menguatkan keduanya, sebab sama seperti tumpukan buku-buku yang mulai 'melengkungkan' rak di meja saya, seperti itu jugalah nantinya ilmu dan kesehatan dapat mempengaruhi keputusan-keputusan besar di Indonesia. Meski 'barangkali' pemerintah sengaja menjauhkan kesehatan dan pendidikan dari masyarakatnya, kita harus tetap optimis menghasilkan orang-orang sehat dan cerdas untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.  Fyuhhh.. Bismillah aja dulu.. Meskipun 'agak' pasrah, tapi semoga Allah buka hati pemimpin-pemimpin kita hingga mereka bisa menjadi pemimpin yang adil dan cerdas. Aamiin..
Menghadapi plot twist ke 28736 di bulan ini dengan senyum wanita karir wkwk. Ayoo-ayoo kalo masi ada plot twist tambahan masih boleh masuk antrean, masih ada 1 hari lagi nih Januarinya. 

Tuesday, January 28, 2025

Berbicara


Dari kecil, aku kurang suka ngomong langsung. Lebih nyaman ketika menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Setelah aku preteli lagi, ternyata hal itu terjadi karena selama ini aku sering ngerasa ga siap denger respon orang lain secara langsung, akhirnya tiap ngomong, aku suka salah menempatkan emosi, gagap, dan ngeblank. Setiap selesai diskusi, aku selalu dipenuhi rasa gak nyaman.

Tapi menariknya, dalam hidupku, qodarullah, Allah kasih amanah di dunia buat jadi dokter yang hampir 90% pekerjaannya berinteraksi langsung dengan manusia dan beberapa amanah lain yang (juga) memaksa diri untuk melewati semua ketidaknyamanan itu. Melihat rentetan rencana Allah itu, dengan (sedikit) terpaksa dan berkali-kali meminta validasi dari orang-orang terdekat, aku paksakan diri untuk melewati batas-batas ke-insecure-an yang selama ini ku buat.

Lucunya, sejak aku mulai suka 'ngobrol', aku malah baru menyadari kalau salah satu love language-ku adalah quality time. Ternyata selama ini, aku bukan tidak suka ngobrol dan diskusi, tapi ternyata 'kantong' cinta itu baru akan penuh ketika aku menemukan orang yang benar-benar proaktif dan hadir penuh dalam interaksi-interaksi yang terjadi. Yaaa balik lagi, ternyata memang tergantung bagaimana respon lawan bicaranya.

Tapi, hidup di dunia ga mungkin seideal itu, kan? Terlebih saat menjalankan peran sebagai dokter yang 'katanya' harus siap mengabdi dan menjadi manusia yang siap menghadapi segala halang rintang masalah manusia. Tak hanya masalah keluhan dan obat saja, (idealnya) dokter juga memikirkan segala aspek psikososioekonomi dll yg dapat mempengaruhi proses penyembuhan pasien. Dan, selama di lapangan aku baru menyadari bahwa berdebat dengan berbagai karakter manusia dan segala egonya sering banget bikin kepala pengen meledak. Selama 5,5 tahun pendidikan dan hampir 1 tahun berkontak langsung di masa internship ini, aku jadi belajar banyak banget. Dan pelajaran paling besar adalah bagaimana melatih diri agar tetap 'tenang' meskipun rasanya pengen banget marah atau nangis. Ternyata benar, skill menjaga tone bicara tetap low saat berdebat dengan orang lain is one hell of a skill.

Ahh.. seandainya jadi dokter gak harus selalu terlihat profesional dan dewasa, sekali-sekali pengen deh jadi diri sendiri yang kalo udah muak debat, boleh milih opsi buat nangis aja sampe tenang wkwkk. 

Tapi masa sih aku dah nangis-nangis karna jelasin alur BPJ* sedangkan orang2 BPJS milih pake asuransi lain karena alasan-alasan yang lucu. Wkwk. Rugilaaah~

Saturday, January 25, 2025

Jangan jadi Dokter Bodoh dan Tak Berempati.


Jadi sekarang aku lagi satu travel sama (pasien) laki-laki usia 25-30an yg lagi kemo siklus pertama. Dah beberapa bulan ini bolak-balik Linggau-Palembang. Aku yakin beliau dan ibunya capek dan lagi 'habis-habisan banget', tapi yang bikin terharu : ibunya masya Allah, tetep tenang dan ramah bangettt...

Jadi inget nasehat dr. Syukri jaman koas dulu (yang kurang lebih isinya) : Jangan jadi dokter yang bodoh dan ga empati yaa. Pasien kita butuh banyak perjuangan buat sampai ke hadapan kita. Jangan sampai karena sikap dan pengetahuan kita yang cacat, kita jadi dzalim sama mereka. :")

Friday, January 24, 2025

Tips nomor 1 kalau lagi futur dan ga semangat ngapa-ngapain : Baca ulang visi hidup dan life plan, trus inget kalo sebagai ummat Nabi Muhammad yg tinggal di Indonesia itu rata-rata umurnya cuma sampe 60th-an.

Dahh.. dah lebih dari cukup untuk balikin semangat dan percaya sama takdir-takdir Allah lagi.🫶🏻

Wednesday, January 22, 2025

Perhari ini, adek-adek halaqah paling bungsu jaman kuliah dulu udh pada wisuda sarjana dan mau koas. Masyaa Allah.. ikut terharu.. Waktu cepet banget yaaa, beneran ga kerasaaa. :")

Tuesday, January 21, 2025

Pasien perburukan yang datang di detik-detik terlelah kita pun adalah orang paling berharga di keluarganya.
Kukira jadi dokter itu 100% sains. Tapi ternyata, 60% yang bikin survive di lapangan malah kemampuan soshumnya.

Sunday, January 19, 2025

Nunggu Adzan #9 : Plot Twist

Setelah berhari-hari merumuskan langkah menuju masa depan, akhirnya tadi pagi bisa bangun dengan tenang karena rasanya step-step ke depan mulai jelas. Tapi inilah hidup, belum 24 jam merasa tenang, tiba-tiba sore ini dapat telpon yang langsung mengubah hampir seluruh rancangan langkah hidup yang baru rapi itu. Sungguh, tak apa. Insya Allah, takdir-takdir ini langsung berasal dari Allah yang Maha Mengetahui. Sepertinya Allah pengen aku langsung sadar kalau di dunia ini memang sebaik-baik perencana hanyalah Ia saja.

Mari kita mulai rumuskan dan jalani skenario baru lagi. Bismillah.....<3

Catatan Kiinan #7 : Khalifah Alam Semesta

Ringkasan Materi Ust. Hermawan K.D

-------------------------------------------------------------------------
Tujuan manusia sebagai khalifah adalah untuk memimpin, mengelola, dan menjaga kesejahteraan dunia. Manusia sebagai khalifah juga bertanggung jawab untuk menegakkan ketentuan Allah dan melaksanakan perintah-Nya.

Perjalanan :
- Nyata : cenderung membandingkan dengan tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi
- Waktu : mengunjungi sejarah untuk memperbaiki masa kini dan masa depan.

Manusia diciptakan dengan banyak sendi, untuk itu maka teruslah bergerak untuk mendapatkan banyak hikmah dan pelajaran.

Berani ambil risiko, keluar dari zona nyaman, dan temukan pengalaman baru.
Kisah Nabi Adam (penciptaan manusia)
  • Allah ciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.
  • Ketika malaikat bertanya tentang penciptaan manusia, Allah katakan, "Aku lebih mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui."
    Bisa saja Allah menggunakan 'Allah lebih berkuasa' atau padanan lain, tetapi pengetahuan disini ingin memberi makna lebih dalam. Sebab jika mengambil kata pengetahuan, bagi manusia, maka hal itu bisa menjadi gambaran mengenai akumulasi dari seluruh pengalaman dan knowladge yang didapatkan selama hidup.
Kisah Rasulullah --> berani berkali-kali keluar dari zona nyaman, hingga berhijrah untuk tetap melanjutkan dakwah.
Kisah Ibrahim --> berani meninggalkan istana demi menghindari kesesatan, berani meninggalkan anak dan istrinya di gurun kering karena ketaatan kepada Allah, dst.

Jangan takut untuk menghadapi tantangan, karena tantanganlah yang akan menempa diri untuk terus upgrade sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kenali diri dan alam (tempat dakwah) kita, sehingga kita bisa menjadi khalifah terbaik yang memang paham zona yang sedang kita hadapi.

Impian akan memberi kita kekuatan
--> orang yang memiliki mimpi atau tujuan yang jelas akan paham terhadap apa-apa yang harus ia lakukan untuk menggapai tujuan tersebut.

Beranilah untuk bersikap adil dan berdiri pada keadilan

Catatan Kiinan #6 : Yaa Bunayya #1

Ringkasan Buku karya Ust. Salim A. Fillah


Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Happy weekend!
Weekend = saatnya melanjutkan #CatatanKiinan. yey!
Tapi pekan ini kita ga akan share terlalu banyak karena 2 pekan lagi aku ACLS >.< (((Dunia kerja iz riil))) Mohon bantuan doanya ya guys, semoga kehidupan karir aku nanti gak cuma disibukkan buat cari duit doang~

Oke bismillah.. Kita mulai catatan hari ini dengan topik 'parenting'. Seru nih kalo dah ngomongin tum-bang bocil :p 
---------------------------------------------------------------------------------------------------
NILAI DASAR DAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK

TANGGUNG JAWAB ORANGTUA
Konsekuensi menikah --> menjadi orangtua --> melanggengkan kehambaan kepada Allah agar terwaris kepada generasi penerusnya.

"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S At-Tahrim : 6)

Pada ayat tersebut ada kelimat "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Maka ini adalah sikap yang seharusnya paling kita inginkan, karena sebenaarnya ada 3 skenario masuk surga :
  1. Masuk Surga karena Ridho Allah
  2. Ketika masuk Surga karena amal lebih besar dari keburukan yang kita lakukan.
  3. Ketika keburukan lebih dominan dari amal, tetapi masih terdapat iman --> pada poin ini, manusia akan masuk neraka terlebih dahulu untuk menghapus dosa-dosa yang memberatkannya sebelum masuk ke Surga.
Maka, usaha untuk menjaga keluarga dari api neraka, berarti termasuk dalam doa yang dengannya kita berharap keluarga kita betul-betul terbebas dari hal-hal yang bisa membawa kita ke neraka (meski hanya sesaat).

Cara untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka :
  • Taat kepada Allah dan menjaga diri dan keluarga dari kemaksiatan.
  • Perintahkan untuk berdzikir
  • Bertakwa kepada Allah
  • Lakukan dengan nasehat dan adab
  • Jaga anak diatas fitrah Islam
Kewajiban laki-laki selama hidup --> Menjaga keluarganya (istri, anak, budak, dan saudara perempuannya) dari api neraka.
--> Dengan beban berat tersebut : amanah dan beban laki-laki sebenarnya jauh lebih besar dari perempuan dalam kehidupan. Sebab dosa dan kesalahan istri dan anak adalah dosa dan kesalahan suami. Sedang kesalahan dan dosa suami adalah tanggung jawabnya sendiri. Maka penting untuk memahami dan mendampingi kondisi tersebut lewat ketaatan dan sikap tenang, dewasa, dan penuh kesabaran. Bantu dan dampingi tanpa membebani.

Tanggung jawab sebagai orangtua --> tidak bisa didelegasikan, sebab orangtualah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita tanamkan terhadap anak-anak kita. Nb : memilih sekolah, guru, dll bukanlah mendelegasikan tanggung jawab, tetapi adalah bukti kita bertanggung jawab untuk mendekatkan anak pada sumber ilmu/guru terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan anak yang tidak bisa langsung kita fasilitasi.

Peran orangtua : mendampingi dan mengantarkan anak menuju gerbang taklitnya sendiri, sehingga anak siap untuk menjalankan tugas sebagai 'Abdullah dan Khalifah di muka bumi.

3 NILAI DASAR PENDIDIKAN ANAK
1. Takwa --> Falyattaqullaha
Sirah : Umar Ibnu Abdul Aziz yang mewariskan sedikit harta dan memilih untuk menitipkan anak-anaknya kepada Allah yang Maha Kaya. Beliau tak mewarisi banyak harta, tetapi beliau mewariskan value, ilmu, dan sikap yang senantiasa sesuai dengan panduan Allah sehingga di masa depan, anak-anak beliau mampu menjadi orang-orang hebat yang mampu menjadi pembayar zakat terbesar di zamannya. 

Penting untuk menanamkan value/nilai dasar pada diri sendiri sebelum kepada anak-anak. --> Jangan menjadi orangtua yang ingin anaknya seperti Imam Syafi'i tapi tidak berusaha menjadi seperti orangtua beliau.

Takwa : berhati-hati, menjaga diri, sikap diantara cinta dan takut.

Kenapa harus berhati-hati/bertaqwa?
  • Mu'ahadah  --> mengingat perjanjian dengan Allah (kontrak tauhid) untuk senantiasa taat kepada Allah.
    (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (Q.S. Al-A'Raf : 172)

    "Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Q.S Al-Ma'idah : 7)
  • Muraqabah --> Mengimani bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. 
    Allah tak hanya mengawasi, tetapi juga mengutus malaikat untuk mencatat semua baik-buruknya manusia hingga nanti kita dimintai pertanggungjwaban terhadap seluruh yang kita lakukan di dunia.
    "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya". (Q.S. Az-Zalzalah : 7)

    "Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun." (Q.S. Al-Kahfi : 49)
  • Muhasabah --> Menghitung-hitung apa yang sudah kita lakukan  dan persiapkan untuk bekal di hari esok.

    Manusia --> sifatnya pelupa, maka perlu untuk terus diingatkan (termasuk mengenai dosa dan pahalanya sendiri)

    "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S Al-Hasyr : 18)
    Umar : Hitung-hitunglah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab nanti.

  • Mu'aqabah --> Menghukum diri jika tidak memenuhi komitmen/janji
    Diri yang merasa sempurna tidak akan dapat mengenali jalan menuju kebaikan. Siap ia merasa tidak perlu berbenah. Jiwa yang bermuhasabah seyogyanya juga akan menghukum pribadinya jika berdosa sebagai tanda penyerahan secara nyata agar kelak Allah mengampuninya.

  • Mujahadah --> Berjuang untuk terus mempertahankan ketaatan demi meraih taqwa.
    Bekerjalah untuk duniamu seukur dengan berapa lama tinggal di bumi. Bekerjalah untuk akhiratmu seukur pula dengan berapa panjang engkau hidup disana.

    "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam jihadnya dalam memenuhi perintah kami, pasti akan kami tunjukkan padnaya jalan-jalan Kami."

    "Seseorang akan mati di atas apa yang isa tegakkan hidup padanya." - Imam Al-Ghazali

    Pertanyaan yang wajib sellau diulang setiap sedang mengerjakan/memutuskan sesuatu : "Apakah ini diridhoi Allah? Apakah ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah?"

2. Jujur --> Wal yaquulu qaulan sadida
Dan hendaknya kita mengucapkan perkataan yang lurus/konsisten sehingga dapat menjadi modal penting untuk kekokohan jiwa anak-anak kelak.

Suami-stri harus kompak dan konsisten dalam setiap menanamkan nilai (terutama tentang benar-salah) kepada anak-anak. Jangan hari ini bilang A, besok bilang B, dst. Disanalah saatnya berbagi peran, ada saatnya ayah yang tegas mengingatkan, kemudian ibu menasehati dengan lembut untuk menyadarkan. Ada pula masanya kebalikannya. Usahakan untuk tidak menghakimi anak dalam waktu bersamaan agar anak tetap merasa punya 'rumah' dan merasa dipahami oleh orangtuanya.

Selanjutnya tak ahnya dengan kata-kata, tapi konsistenlah dalam perbuatan dan pengamalan. Misal : menyuruh anak-anak semangat sholat sedang orangtuanya menunda shalat. Memarahi anak-anak agar tidak kecanduan gadget sedang orangtuanya tidak bisa lepas dari gadget.

Tugas ayah : Tegas dalam membuat dan menyampaikan aturan-aturan dalam rumah.
Tugas ibu : menasehati dengan hikmah agar anak-anak memahami aturan-aturan yang tegak di rumah.

Belajar seni untuk merespon kegagalan dan kesalahan anak :
Bukan dengan menyalahkan anak 100%, bukan dengan menyalahkan pihak lain yang memungkinkan terjadinya kegagalan tersebut, bukan dengan membiarkan saja kegagagaln tersebut terjadi, tetapi dengan :
  • mengamati ketika anak gagal
  • utamakan menolong dan menenangkan terlebih dahulu
  • setelah anak tenang dan siap mendengarkan --> tanya, diskusi, dan validasi apa yang ia alami dan rasakan
  • Pahamkan bahwa setaip hal memang ada risikonya dan gagal itu normal, hal biasa. Pahamkan bahwa yang penting bahwa setiap yang terjadi adalah takdir Allah, tugas kita adalah merespon takdir tersebut dengan bijak dengan tetap bangkit lagi dan nggak kapok untuk berjuang lagi.

Pahamkan juga pada anak untuk merasa tak nyaman itu boleh dan normal. Misal : ketika sedih boleh menangis. Karena menangis itu penting untuk mengingat dosa, menghidupkan empati, bukti kesehatan dll. Begitu juga dengan rasa lapar/susah/berjuang, jangan jadi orangtua yang tidak ingin mengenalkan anak-anak dengan rasa lapar/susah/berjuang. Sebab mengizinkan anak merasakan hal-hak tersebut menyebabkan anak bisa peka terhadap sinyal tubuhnya. Selanjutnya ketika anka dapat makanan/kemudahan/keberhasilan, maka anak akan lebih bersyukur, qanaah.

3. Rasa syukur kepada Allah
Rasa syukur yang pertama kali harus diulang-ulang : rasa syukur sebab Allah percaya untuk menitipkan anak dan menjadikan kita sebagai orangtuanya sehingga kita memiliki peluang untuk mendidik penerus peradaban.

Nikmati segala kerepotan dalam mengurus dan mendidik anak, sebab kerepotan-kerepotan itu hanya sementara dan tidak lama. 

Ungkapkan syukur secara verbal dan non-verbal. Termasuk sampaikan ke anak bahwa kita bersyukur menjadi orangtua mereka. Sebab syukur dan cinta adalah hal yang perlu kita ungkapkan, bahkan keaapada Allah yang Maha Mengetahui saja, kita tetap diajarkan untuk memuji dan berdzikir untuk melafadzkan rasa syukur dan cinta kita kepadaNya. 

Penelitan Ust. Salim A. Fillah --> 30% anak kader tidak ingin aktif dalam dakwah seperti ortunya ketika sudah dewasa karena selama ini merasa orangtuanya terlalu sibuk, jarang di rumah, dan pulang dalam kondisi sudah kelelahan. Maka pertanyaannya, apakah sibuk itu salah? Seberapa perrbandingan kesibukan kita jika dibandingkan dnegan Rasulullah?

Mari kita belajar dri Rasulullah...
Selelah-lelahnya Rasulullah berdakwah hingga berdarah-darah. Ia akan menyiapkan diri sebaik2nya ketika akan bertemu dengan keluarganya :
- Rasul tidak pernah masuk rumah sebelum bersiwak, mandi, memakai wewangian. Bahkan ektika pulang dari perang yang butuh waktu lama, maka ia mencukur rambut, dll dulu.
- Begitupula bagi istri dan anak-anak. Beliau memerintahkan isteri-isteri dan anak-anak sahabat untuk bersiap-siap ketika suaminya pulang dari perang.

Ketika sudah punya anak, jadikan waktu di rumah sebagai quality time. Barangkali waktu kita memang terbatas, tapi pastikan setiap pertemuan menyimpan core memmory yang baik bagi anak. Mari belajar juga dengan kisah Siti Hajar yang terus menceritakan kebaikan dan keteladanan Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail meskipun saat itu kondisi memaksa mereka untuk Long Distance Marriage (LDM). kemudian usaha Siti Hajar tidak hanya berjalan sendiri, tapi Nabi Ibrahim pun selalu memaksimalkan waktu-waktu yang sedikit itu, setiap eprtemuan dengan Nabi Ismail, mereka selalu habiskan dengan hal-hal memorable. Contoh yang sering kita dengar : Pembangunan ka'bah dan penyembelihan Nabi Ismail,

QURRATA A'YUN
--> penyejuk mata di dunia dan di akhirat.
--> merupakan kata peripurna untuk menggambarkan seluruh kebaikan yang dapat dirasakan seorng hamba Allah dari apsangan dan anak-anaknya.
--> Merupakan gambaran dari ahti yang tunduk, taqwa, ridho, sabar, syukur, dan ikhlas kepada Allah, diikuti dengan anggota badan yang senantiasa bergerak dalam ketaatan, ibadah, amal shalih, serta akhlak mulia yang terpancar seluruh pribadinya.

PERAN AYAH DAN IBU DALAM MENDIDIK ANAK
Siapa yang bertanggungjawab mendidik anak?
- Ayah
Jika belajar dari Al-Qur'an, maka hanya ada obrolan antara ayah-anak. (Seperti kisah Nabi Ibrahim, Luqman, Yaqub, dll) 
Maka peran ayah dalam mendidik anak adalah dengan menanamkan nilai/filsafat kehidupan

-Ibu
Tabiat seorang ibu : suka berdialog (jadi gaperlu sampe dicontohkan dalam Al-Qur'an wkwk)
Maka, berbahagialah yang memiliki istri cerewet dan shalihah, sebab anak akan tumbuh bersama ibu yang dari mulutnya keluar ilmu dan nasihat yang baik-baik. 

"Al-ummu madrasatul ula, wa abu mudiiruha"
Ibu adalah sekolah pertama, sedang ayah adalah kepala sekolahnya.

Saturday, January 18, 2025

Nunggu Adzan #8 : Ngapain sih di dunia?

Dah lama nih ga bikin #nungguadzan karena emang lagi ga sholat. Berhubung ga sholat dan mood kayak rollercoaster, yaudin, kali ini kita ngomelin diri sendiri aja yok. Biar nangisnya ga karna hal random, tapi karna inget ma dosa-dosa. :")

Jadi tadi niat hati mau nasehatin orang, ternyata Allah lagi pengen kita nasehatin diri sendiri dulu. :")


Di umur dua lima ini, seringgggg banget deeptalk sama temen-temen. Ku kira dulu quarter life crisis tu cuma akal-akalan influencer biar mereka punya bahan konten. Tapi makin kesini, ternyata makin riil.

Dan... kadang, sebagai manusia (terutama aku), pengen banget semuanya ideal. Pengen semuanya perfect kayak rencana awal. Bikin target yang bagus, bikin planning dari A-Z. Pengen banget waktu di dunia yang cuma seuprit ini dimaksimalin. Sampai kadang rasanya terlampau menuhankan ikhtiar. Fyuhhhh.. 

Kalo udah ngerasa niatnya belok-belok gitu. Cepet-cepet sadar dehhh pokoknya! Rugi banget :") Jangan sampai cinta kita kepada apapun yang ada di dunia ini tu melebihi cinta kita kepada Allah. Pun ikhtiar, jangan sampai lelah-lelahnya kita mengerjakan sesuatu tu bikin kita jumawa, bikin kita ujub. Padahal, di dunia ini tu kita sementaraa banget. 

Mari kita recall lagi, kita Allah takdirkan hidup di dunia tu bukan tanpa alasan, tapi Allah titipkan 3 misi utama : beribadah kepada Allah, menjadi khalifah di muka bumi, dan menjadi wadah amanah. Sisanya? Akal-akalan kita aja tu mah, apalagi kalau niatnya selain karena Allah. Dahlah... gausah diturutin. Yuk fokuss, kita jalani dan susun satu-satu. Sampai suatu hari, ketika hari pertimbangan itu tiba, kita bisa dengan gagah menjawab semua pertanyaan tentang apa-apa yang kita lakukan, kemana uang kita habis kita belanjakan, jasad untuk apa kita gunakan, dan ilmu untuk apa kita amalkan.

Dari aku, untuk aku, bonus untuk kamu.
Bismillah...

Thursday, January 16, 2025

Gencatan Senjata Hamas dan Israel

Allahuakbar!
Alhamdulillaah..
Per15 Januari 2025, perjanjian gencatan senjata Hams dan Israel resmi diumumkan!

Ya Allahh.. kayaknya ini jadi hari paling semangat menghadapi dunia sejak Oktober 2023 lalu🥲 Alhamdulillaaahh.

Tapi ini bukan hari untuk kita berhenti memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini saatnya kita mengencangkan ikhtiar dan doa, ketika pejuang-pejuang kita sedang beristirahat sebentar dan menyiapkan strategi-strategi yang lebih dahsyat!

Birruh, biddam, nafdika yaa Aqsa!
Allahuakbar!

Wednesday, January 15, 2025

Ternyata bener ya, seringnya Allah akan menguji berdasarkan apa yang kita bener-bener perjuangkan. Setelah cukup lama menyusun balok-balok percaya pada manusia, malah Allah uji dengan manusia random perusak mood yang gak takut sama Allah. Kejadian singkat yang bikin sebel dan trust issue sama manusia. Ditengah emosi yang susah banget diatur, alhamdulillah Allah datangkan sahabat-sahabat baik hati yang bantu mengurai masalah, memberi solusi, dan penenang. Heran.. temen gue hatinya lembut-lembut banget. Ketika aku dah pengen banget geret orangnya ke kantor polisi, beliau dengan bijak malah mendoakan pelaku :


Yaudahlah yaaa. Case closed. Meskipun investigasi dari bukti-bukti masih tetep berjalan, aku memilih untuk tidak berlama-lama terjebak sama masalah remeh ini. Biar Allah langsung yang menilai dan menjadi hakim.

Tapi semoga, semoga lewat kejadian ini bisa diambil ibrah sebanyak-banyaknya. Baik bagi aku, sahabat-sahabatku, dan pelaku. Semoga bisa jadi reminder supaya selalu berfikir sebelum bertindak. Dan beradab sebelum berfikir.

Semoga Allah hindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik bagi kita. Aamiin.

(Urfa, 2022)

Hari ini, ditengah-tengah maskeran sambil browing tiba-tiba nemu artefak di blognya Urfa. Untung pake clay mask, jadi gak retak, cuma leber-leber dikit karna mengandung bawang. hiks~

Duhh.. jadi kangen Urfa meskipun sampai sekarang, masih (hampir) tiap hari adalah hari mengganggu Urfa dengan semua keberisikan kepalaku. Yang kalo udah diatas jam 10 udah gaberani telponan karena takut kebablasan sampe subuh. Semoga meskipun nanti kita udah sama-sama nikah, kita masih bisa tetep keep in touch kayak proker kita di BEM dulu ya faaa.

Eh.. sebelum aku kebanyakan nulis, mari kita baca dulu sefruit postingan dari Urfa di tahun 2022 untuk Kiinan di tahun 2022 :




Dear Urfa Hidayatri, makasih banyak yaa sudah memungut Kiinan sejak masih snagat kecil di kampus dulu. Urfa bener-bener jadi manusia yang buat kinan belajar banyak banget tentang hubungan antar manusia. Urfa jagooo banget menjaga api persahabatan diantara kita semua supaya gak pernah padam. Emang beda banget lah jiwa-jiwa kaderisasi niii. Makasih banyak juga sudah selalu effort untuk jadi pendengar buat aku yang bener-bener selalu cari fa setiap butuh solusi, nasihat, saran, bahkan validasi. Siapapun yang kedepannya ketemu sama Urfa, kalian beruntunggg banget.

Sekali lagi makasih banyak ya faa, sebenernya masih banyak banget yang mau Kinan tulis, tapi kita tahan-tahan buat beberapa pekan lagi yaa, insyaa Allah... Love you too Urf <3
Bukankah begitu mengerikan orang-orang yang ketakutannya pada Allah sirna ketika sendirian? Terlebih jika dihadapan orang lain, ia menampakkan seolah dirinya begitu sholeh/ah? Apakah ia tiba-tiba lupa bahwa ada Allah yang selalu mengawasi gerak-gerik bahkan fikiran kita? :")

Semoga, semoga Allah lindungi kita dari yang demikian.. :")

Tuesday, January 14, 2025

Nunggu Adzan #7 : Tiga Kebiasaan Kecil Pembawa Berkah bagi Ust. Adi Hidayat

Jadi hari ini abis bantu temen SMA utk promoin rumah aqiqahnya. Masyaa Allah, super happy karena ketemu rumah aqiqah yang bener-bener hati-hati dalam menjaga zetiap potong dagingnya mulai dari memilih bahan sampai pengolahannya. Emang beda banget ketika segala sesuatu dikerjakan atas dasar keilmuan. Jadi inget fun fact dari Ust. Adi Hidayat yang beberapa tahun lalu pernah disampein seseorang. Hal-hal kecil, tp konsisten banget. Sebagai ikhtiar dan bentuk kasih sayang kepada anaknya, ada 3 hal yang dijaga banget dari ibunda Ust. Adi Hidayat :

1. Makanan
Ibu beliau ga pernah beli ayam yang sudah dipotong. Setiap mau masak ayam, beliau akan pilih langsung ayam hidup dan membawanya ke tukang potong yang beliau kenal. Beliau pastikan ayam tersebut dipotong dengan cara yang benar dan menyebut asma Allah. Bahkan beliau langsung yang menuntun tukang potong tersebut dengan kalomat, "bismillahi Allahuakbar" lalu beliau pastikan memotong 3 saluran : saluran pernapasan, saluran makan, dan kedua pembuluh darah besar yang ada di leher.

Jika dalam hal-hal seperti ini saja beliau sangat berhati,hati, apalagi tentang hal-hal besar lainnya? Bukankah kita sama-sama sepakat bahwa kehalalan apa-apa yang masuk dalam tubuh kita akan mempengaruhi keberkahan, kesehatan, dan hal-hal baik lainnya?

Tapiii, beneran sulit baget realisasinya. :") Dah sering coba, tapi gak semua orang siap bantu merealisasikannya. Apalagi selama masih sendiri ni ga selalu masak, kadang terima beres aja makan di ampera biar hemat. Boro-boro untuk mastiin daging/ayam disembelih sesuai syariat, cari tempat makan yang 'bersih' dan gizinya seimbang aja syulit. Hiks. Jadi kangen rumah deh, bapak selalu mastiin ayam yang dipotong adalah ayam dari kandang, dipotong sendiri dengan bismillah, dan diolah sendiri. Ayamnya ayam kampung pulak tu, bukan ayam potong yang tinggi estrogen itu :")  Baru ngerasa bersyukurnya sekarang. Semoga Allah jaga bapak dengan sebaik-baik penjagaan.🫶🏻 

2. Do'a yang berulang
Sebenernya poin ini aku agak lupa detailnya. Udah coba searching di google tapi ga ketemu. Tapi intinya, dari kecil, ibu beliau selalu berdoa agar Allah pahamkan kepada Ust. Adi Hidayat tentang agama secara mudah dan detail agar dapat mengungkap rahasia.

Jadi make sense banget kenapa ilmu dan ingatan beliau selalu bikin kita takjub. AI mah lewaaat jauhhhh. :") Masyaa Allah, keberkahan doa ibu. 

3. Dzikir
Poin ini juga agak lupa-lupa ingat. Tapi intinya setiap setelah sholat maghrib, ibu beliau punya rutinitas : dzkir (lupa dzikir macam2 atay hanya istighfar saja) agak lama dan lanjut tilawah. Itu konsisten sekali bahkan sampai UAH jadi sepwrti sekarang. 

Dari amalan dan kehati-hatian ibu beliau, kita jadi memahami betapa besar peran ibu di kehidupan UAH. Jadi wajar banget kalo di beberapa kesempatan, UAH bisa sampai menangis ketika menceritakan ibunya. Fyuhhh.. Pokoknya ga kalah keren dari ikhtiar ibu2 nabi, sahabiyah dan pembesar2 lain. Next time mungkin kita akan cerita tentang Ibu Imam Syafi'i yg keren itu ya? :") 

Semoga, semoga Allah balas semua kebaikan ibu-ibu kita, Allah ampuni dosa2 beliau, Allah lapangkan kubur ketika sudah berpulang, dan Allah ringankan segala hisab yang akan beliau hadapi. Dan.. semoga, semoga Allah mampukan kita jadi orangtua yang juga mengusahakan hal-hal terbaik untuk anak-anak kita nanti. Bismillah~

Semoga Allah jaga dari hal-hal buruk yang berada di luar kendali kita. 

Monday, January 13, 2025

Keberkahan Ilmu

Pernah gak sih, dengerin ceramah sambil ngerjain aktivitas lain, tapi nasehat ustadz-nya terngiang-ngiang terus sampi bertahun-tahun? Trus di kesempatan berbeda, sudah meluangkan waktu datang ke majelis ilmu, rapi mencatat materi, tapi kok rasanya pulang dari lokasi, ilmunya hilang saja? Pernah ga, ujian saat amanah sedang berat-beratnya, cuma punya kesempatan sehari sebelum ujian untuk belajar, tapi rasanya semua soal yang keluar adalah apa yang dipelajari 24 jam itu? Di lain kesempatan, sudah mempersiapkan diri berminggu-minggu, tapi qodarullah soal yang keluar adalah topik-topik yang gak sempat terbaca atau yang kita ragukan?

Aku pernah. Dan... begitulah keberkahan ilmu. Ternyata proses menuntut ilmu bukanlah sekedar proses pemindahan informasi dari yang memberikan ilmu kepada penerima ilmu. Menuntut ilmu adalah tentang keridhoan Allah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada hambanya. Maka, sebagai penuntut ilmu, hindarilah sifat ujub dan merasa kecerdasan yang kita miliki adalah buah dari usaha kita sendiri. Tetaplah berikhtiar dan memohon keberkahan ilmu, agar Allah percaya untuk menitipkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan kita.

Sunday, January 12, 2025

Nunggu Adzan #6 : Angin Panas Los Angeles



Setelah mengamati informasi mengenai kebakaran di Los Angeles, sore ini akhirnya aku memilih mulai bersuara. Sebab, rasanya semakin hari, prasangka-prasangka dan teori konspirasi makin mengkhawatirkan. Karena keterbatasan keilmuan syar'i-ku, pada tulisan kali ini, aku akan mulai dengan membagikan 2 postingan yang sejak 3 hari ini aku rasa paling sesuai dengan sudut pandangku. Semoga Allah menjaga dan memberkahi pemilik tulisan-tulisan ini. Bismillah...

Note : klik gambar untuk membaca dengan kualitas yang lebih baik

1. Qur'an Review (10/01/25)



2. @Verawatylihawa (12/01/25)

Oke.. Setelah membaca itu, semoga kita melihat kejadian ini dengan seobjektif-objektifnya penglihatan. Mari kita cukupkan melihat dari hal-hal yang kita ketahui dan terlihat jelas oleh mata kita. Semoga kita tak terjebak pada prasanka-prasangka yang mengotori hati. Sebab, jika ingin mengaitkan dengan azab, sungguh, itu bukan ranah kita. Mari husnudzan terhadap segala ketetapan Allah. Terlebih jika ingat sirah mengenai respon Rasulullah terhadap azab Allah, sungguh harusnya kitalah yang harus lebih banyak menangisi dosa-dosa kita.

Ada dua sirah yang saat ini teringat dikepalaku :
  1. Ketika Rasulullah berkali-kali berdoa dan memohon agar azab dihilangkan. Lantas setelah mendengar do'a Rasulullah, Allah mengabulkan untuk menghapus dua dari 4 azab, yaitu menghilangkan lemparan (batu) dari langit dan 'menelan/pembenaman' bumi. Namun Allah tetap mempertahankan 2 azab lain, yaitu : pencampuran dengan keragaman kelompok sosial yang bertentangan dan penderitaan akibat kekerasan kelompok Muslim yang lain. Karena doa dan permohonan Rausulullah saat itu, azab yang terjadi pada ummat Rasulullah jauh lebih ringan. 

  2. Kisah marahnya malaikat penjaga gunung di Thaif ketika Rasulullah bersedih setelah mendapatkan perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan dari kaum Quraisy (dilempar kotoran, dilukai, diolok-olok, dll) setelah kematian Khadijah dan Abu Thalib. Saat itu kaum Qurisy melempar batu hingga kaki Rasulullah terluka dan berdarah, rasulullah lalu berdoa :
    "Ya Allah, hanya kepada-Mu kuadukan lemahnya kekuatanku, sedikitnya upayaku, dan hinanya pandangan orang kepadaku. Wahai Yang Maha Penyantun, Engkaulah Tuhanku dan Tuhan orang-orang yang tertindas. Kepada siapa Engkau akan serahkan aku? Kepada orang asing yang memperlakukanku dengan jahat, ataukah kepada saudara jauh yang mengusirku?"

    Lalu Malaikat Jibril turun dan berkata, "Hai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu. Dan malaikat yang mengurus gunung-gunung telah diperintahkan oleh Allah untuk mematuhi semua perintahmu. Ia tidak akan melakukan apa pun, kecuali atas perintahmu."

    Malaikat penjaga gunung berkata, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk berkhidmat kepadamu. Jika kau mau, biar kujatuhkan gunung itu kepada mereka. Jika engkau mau, akan kulempari mereka dengan bebatuan. Dan jika engkau mau, akan kuguncangkan bumi di bawah kaki mereka." 

    Rasulullah SAW pun menjawab, "Hari Malaikat Gunung, aku datang kepada mereka karena berharap mudah-mudahan akan keluar dari keturunan mereka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah (tiada Tuhan selain Allah)."
Dari kedua kisah itu, sungguh, malulah jika kita seolah bahagia ketika saudara kita sedang dalam kesulitan. Sebagaimana tanggapan Rasulullah ketika Malaikat menawarkan untuk menjatuhkan gunung kepada kaum Quraisy, begitu pulalah harusnya kita berhusnudzan terhadap saudara-saudara kita yang mendapat musbiah. Dan.. bukankah sebenarnya yang paling pantas untuk dikhawatirkan adalah dosa-dosa kita sendiri yang sudah jelas begitu menumpuk?

Beberapa ibrah yang dapat kita ambil dari kejadian ini :
  • Begitu nyata kekuatan 'kun fayakun' Allah. Dari beberapa trending yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, kita bisa lihat dengan jelas bagaimana dengan mudahnya Allah membolak-balik nasib seseorang/suatu kaum. Maka, semoga lebih besar pula keimanan kita kepada Allah. 
  • Harta, tahta, wanita, dan semua pencapaian-pencapaian kita di dunia ini sungguh tak ada artinya. Jika memang bukan takdir kita, maka mudah saja ia hilang dalam sekejap mata. Maka, semoga kita belajar agar tidak menjadikan dunia yang penuh tipu daya ini sebagai tujuan kita.
  • Pentingnya untuk tidak mudah berprasangka terhadap orang lain. Hindari mengolok-olok dan tertawa diatas kesulitan orang lain. Jika memang belum sampai keimanan kita pada tahap mendoakan agar kebaikan selalu menyertai orang-orang tersebut, semoga setidaknya kita berlindung diri dari prasangka-prasangka yang belum pasti.
Semoga, semoga Allah mengampuni dan menghapus dosa-dosa kita. Allahu 'alam bishawab....

Catatan Kiinan #5 : Strategi Pengelolaan Keuangan Keluarga

Oleh : Dewi R.D. Amelia, CFP, IFP,QWP (Islamic Financial Planner)

Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ekonomi --> penyebab perceraian terbanyak nomor 2 di Indonesia.
Selingkuh keuangan --> sikap untuk merahasiakan/ketidakjujuran dalam pengelolaan keuangan.  Dampak : ketidakpercayaan, renggangnya hubungan, bahkan perceraian.

Good relationship is the key of good family finance. 

Usaha belajar keuangan --> salah satu usaha untuk menyelamatkan generasi selanjutnya dari generasi sandwich.

Apa alasan mengelola keuangan dalam Islam?
--> Pertanggungjawaban di hari peertimbangan.
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
Syariah Financial Planning
  • Merupakan perencanaan keuangan keluarga yang dilakukan sesuai syariat Islam, tidak hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan duniawi tapi juga akhirat berdasarkan hukum syariat yang tercantum dalam Al-Qur'an dan hadits.
  • Mengatur seluruhnya, mulai dari mendapatkan, mengolah, maupun mengeluarkan harta sesuai syariat Islam.
Sirah Nabi Yusuf
Ketika Nabi Yusuf menafsirkan mimpi raja.
"(Yusuf) berkata, “Bercocoktanamlah kamu tujuh tahun berturut-turut! Kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan." (Q.S. Yusuf :47)

IBRAH : 

  • Pentingnya mempersiapkan dana darurat untuk kondisi yang tidak terduga di masa depan. 
  • Pengeluaran yang sifatnya konsumtif hendaknya dilakukan dengan hemat. 
  • Terdapat redaksi فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ /tangkai --> menjelaskan mengenai tempat penyimpanan yang aman (karena gandum akan lebih awet jika disimpan dalam kondisi masih utuh beserta tangkainya) 
  • Setelah masa produktif, akan datang masa tidak produktif. (Ex: masa pensiun) 
  • Fungsi simpanan tidak hanya ketika masa paceklik/dana darurat, tapi juga bisa untuk persiapan dana-dana lain (pendidikan, pensiun, dll)
Perbedaan Keuangan Single dan Keluarga
SINGLE 

Pemasukan 

  • Umumnya single income

Pengeluaran 

  • Untuk kebutuhan sendiri dan orang terdekat
  • Lebih flexible dalam mengatur keuangan
  • Biasanya lebih banyak untuk entertain/lifestyle
  • Kebutuhan harian masih sederhana, belum kompleks.
KELUARGA 
Pemasukan
  • Umumnya single/double income

Pengeluaran 

  • Untuk kebutuhan sendiri, keluarga, dan orang terdekat
  • Lebih ketat dalam mengatur keuangan
  • Kebutuhan harian lebih kompleks --> rumah, pendidikan, kendaraan, dll
Mulailah dengan Money Talk dengan Calon Pasangan
  • Diskusi visi dan misi keuangan keluarga 
  • Terbuka tentang uang : cara pengelolaan selama single, izin untuk istri bekerja, dll 
  • Apakah sendwich generation? Jika iya, siapa saja yang ditanggung? Sampai kapan? Berapa banyak? apakah sudah didiskusikan bagaimana kondisi jika menikah-punya anak? 
  • Apakah punya hutang?
  • Bagaimana pendapat tentang riba?
Financial Check Up
  • Berapa pemasukan, pengeluaran, harta total, hutang, dll? 
  • Dana darurat : 3-6 x pengeluaran bulanan 
  • Cicilan/hutang : maksimal 35% dari pendapatan 
  • Rasio menabung/investasi : minimal 10% dari pendapatan.
Cash Flow
  • Normalnya, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan.
  • Cicilan/hutang : maksimal 35% dari pendapatan
  • Rasio menabung/investasi : minimal 10% dari pendapatan.
Mengatur Prioritas Keuangan
  • Bedakan antara kebutuhan dan keinginan 
  • Buat budgeting dengan bijak.
    Budget ada 3: 
    • Kewajiban
      Wajib dikeluarkan, tidak bisa dihemat
      Ex : cicilan, hutang, zakat, biaya sekolah anak
    • Kebutuhan
      Perlu dikeluarkan, tapi bisa dihemat
      Ex : kebutuhan harian (sandang, pangan, papan) 
    • Keinginan
      Jika tidak dikeluarkan, aman saja
      Ex : entertain, jajan, dll 
  • Wajib jaga lifestyle karena menurunkan gaya hidup itu susah, sedangkan menaikannya gampang bangettt.
Kenapa harus menabung/investasi?
  • Wajib, karena :
    • Kemandirian ekonomi sangat ditekankan dalam Islam
    • Larangan untuk hidup meminta-minta dan menggantungkan diri terhadap orang lain.
  • Sunnah, karena :
    • Kita dianjurkan untuk tidak hidup boros dan menghemat harta. 
    • Menabung bisa jadi tools untuk mencapai tujuan keuangan yang sifatnya ibadah kepada Allah (haji, umroh, beli rumah, infaq, dll)
  • Haram, jika:
    • tujuannya untuk menutup harta, riya, dan menjadi pribadi yang kikir.
Buat Tujuan Keuangan

Hati-Hati dalam Berhutang
  • Di masa kritis, pastikan pinjaman maksimal 30% dari penghasilan.
  • Jika income sudah halal, hindari berhutang dengan cara yang tidak halal (ex : mengandung riba)
Start Investing!
  • Sebaik-baik investasi bagi muslim adalah investasi akhirat (zakat, infaq, sedekah, wakaf) --> buat alokasi/anggaran bulanan.
  • Pilih instrumen investasi syariah : emas, properti, reksadana (pasar uang, obligasi, saham), deposito, dll.
Note :
  • Tidak ada gaji ideal bagi seorang suami. Yang terpenting adalah cukup untuk nafkah bagi keluarga,

Catatan Kiinan #4 : Keluarga Bahagia, Harmoni Menuju Surga

Ust. Komaruddin dan Ustdzh. Manah Rasmanah
(Couple Time Salimah Musi Banyuasin)

Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
----------------------------------------------------------------------------------------------------



TUJUAN PERNIKAHAN
  • Utama : Mencari Ridho Allah, sesuai dengan tuntunan syariat

  • Maqasid Al-Syari'ah/Maslahat Dharuriah:
    • Memelihara agama (Hifz Al-Din)
    • Memelihara jiwa (Hifz Al-Nafs)
    • Memelihara akal (Hifz Al-'Aql)
    • Memelihara keturunan (Hifz An-Nasl)
    • Memelihara harta (Hifz Al-Mal)

  • Merupakan bagian dari tertib amal : Pribadi Muslim, Keluarga, Masyarakat, Negara, Dunia

  • Rumah tangga muslim --> praktek untuk menjalankan nilai-nilai Islam
    --> target akhir : kontribusi dalam membangun masyarakat madani.
Maka tak dapat diterima jika seorang muslim/da'i yang menyeru kepada Allah tapi lalai dalam menyia-nyiakan kewajiban dalam menyadarkan setiap anggota keluarga untuk menerapkan ajaran Agama Islam dalam setiap aspek kehidupan
  • Memikul Amanah Dakwah dan Penyadaran Ummat
Sebagaimana individu muslim, setiap keluarga juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan kewajiban dakwah.
Isu : Gawzul fikri untuk menjadikan perempuan sebagai perusak dan kemerosotan suatu negara.
--> Maka penting mengusahakan agar perempuan bisa diperbaiki dan dibina dalam rangka menyangga nilai-nilai yang mulia dan memerangi hal2 hina.
Jika dakwah dapat dipikul dengan baik --> akan makin tersambung lingkaran-lingkaran cahaya dan saling merapat antar sesamanya, hingga kebaikan mendominasi masyarakat --> dapat menjadi pemimpin masyarakat
  • Menemukan Sakinah
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Rum : 21)
Kisah Nabi Ayub
Dari Anas ra: Bahwasannya Nabi Ayyub as diuji Allah selama sepuluh tahun, sehingga ia ditolak oleh semua orang yang dekat maupun yang jauh, kecuali dua orang saudaranya, yang membesuknya setiap pagi dan petang. Berkata salah satunya kepada yang lainnya: “Sungguh Nabi Ayyub telah melakukan dosa besar; jika tidak karena dosa itu tentu ia telah keluar dari ujian ini. Ucapan ini kemudian disampaikan oleh salah satunya tadi kepada Nabi Ayyub. Nabi Ayyub bersedih dan berdo’a kepada Allah saat itu. Lalu ia keluar untuk hajatnya, isterinya menuntunnya dengan memegang tangannya. Ketika Nabi Ayyub sudah selesai dari hajatnya, wanita itu terlambat menjemputnya. Allah swt memberikan wahyu kepadanya agar ia menggerakkan kakinya; Nabi Ayyub hentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah mata air, ia mandi dengan air itu dan seketika kembali sehat. Kemudian datanglah isterinya menjemput, tetapi tidak mengenalinya, wanita itu bertanya kepadanya: Di mana Nabi Ayyub? Ia menjawab: Saya ini Ayyub…. 

Kisah Hilal bin Umayyah dan Isteri
Isteri Hilal bin Umayyah dengan setia melayani suaminya sejak ia dikucilkan bersama dengan tiga orang yang tidak ikut berangkat ke perang Tabuk. “Sesungguhnya Demi Allah, ia tidak lagi punya gairah apapun. Demi Allah, dia tidak berhenti menangis sejak masalahnya diputuskan sampai hari ini.... “

Timbal balik kasih sayang : 
suami bersabar ketika isteri sakit 
Ibnul Qayyim berkata: Para ulama mengatakan: Jika wanita tidak dapat menyenangkan suaminya karena sakit berkepanjangan, tidak mampu berhubungan suami isteri, suami tidak berkesempatan untuk membatalkan pernikahan, bahkan ia wajib menafakhinya dengan penuh meskipun isterinya tidak dapat berhubungan badan.  
 
istri bersabar ketika suami sedang dalam kesulitan
Ibnul Qayyim berkata: mereka berkata: “Allah swt mewajibkan kepada pengemban kebenaran untuk senantiasa bersabar atas suami yang sedang kesulitan, dan memotivasinya untuk bersedekah dengan tidak meminta haknya, dan selain dua hal ini termasuk kelewatan tidak dibolehkan bagi suami”.

 

Risalah kita dalam hidup ini adalah ibadah menyembah Allah, dan kita harus mengusahakan seluruh urusan hidup kita ini adalah mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan-Nya untuk dapat menyembah dan mentaati-Nya 
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan isterinya. Jika isterinya tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di malam hari lalu shalat, dan membangunkan suaminya, jika tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya.” ( HR Abu Daud dengan sanad shahih.)

 

  •  Saling Tsiqah dan Husnudzan

Tsiqah tak akan terwujud kecuali dalam naungan takwa dan muraqabah.
Suami : merasa tenang ketika istri bisa menjaga diri dan kesetiaan meskipun ditinggalkan dalam wkatu yang lama
Istri : merasa tenang ketika suami dapat dipercaya ketika berada di luar rumah. 
 
Diantara keharusan saling husnuzhzhan antara suami isteri adalah: menjauhkan diri dari mengungkit-ungkit masa lalu, yang berupa kesalahan sekecil apapun. Karena Allah swt telah memerintahkan untuk menutupi, seseorang menutupi kesalahan sendiri, kemudian ia menutupi kesalahan orang lain. 

  •  Bersama Memikul Tanggung Jawab

Di antara penyebab stabilitas, kebahagiaan hidup suami isteri adalah kebersamaan, musyawarah, dan bekerja sama, dengan menempatkan suami sebagai pemimpin yang menjadi penentu keputusan. Jika ada yang kurang dari norma di atas maka kekokohan dan kebahagiaan keluarga tidak akan terwujud. 

Rasulullah --> Melibatkan istrinya dalam segala kondisi
Dari Aisyah, Ummul Mukminin berkata: Wahyu pertama yang diterima Rasulullah saw adalah mimpi yang baik dalam tidurnya… sehingga datanglah kebenaran itu ketika ia berada di gua Hira. Malaikat menemuinya dan mengatakan: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,” kemudian Rasulullah pulang dengan membawa ayat itu, berguncang hatinya. Ia masuk menemui Khadijah bint Khuwailid ra, dan berkata: selimutilah aku, selimutilah aku. Ia menyelimutinya sehingga hilang demamnya. Ia sampaikan dan ceritakan peristiwanya kepada Khadijah: “Aku khawatir akan diriku sendiri….. (HR Al Bukhari dan Muslim)


PILAR UTAMA MENUJU KELUARGA BAHAGIA 

1. Keimanan yang Kokoh
Selalu hidupkan atmosfir ruhiyah dalam rumah, kumandangkan selalu lantunan Al-Qur'an, shalat berjamaah, dzikrullah, dll.

2. Akhlak Mulia dalam Hubungan Suami-Istri
Berperilaku lembut, saling menghormati dan menghargai, serta menjaga kehormatan masing-masing.

3. Pendidikan Anak yang Islami
Menanamkan nilai-nilai islam sejak dini.


PRASYARAT HARMONI DALAM KELUARGA 
1. Komunikasi positif dan efektif
2. Salam dan doa dalam kehidupan sehari-hari
3. Peran yang seimbang --> bukan menyetarakan, tapi bersikap saling menolong.
4. Kesabaran dan toleransi --> terutama pada kesalahan-kesalahan kecil.


KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA
1. Perbedaan Kepribadian
Setiap pasangan memiliki kepribadian yang berbeda. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, perbedaan dapat memicu konflik.
2. Komunikasi
Komunikasi yang tidak efektif, seperti mendengarkan atau berbicara secara kasar dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Bahkan termasuk nada bicara juga dapat menyebabkan konflik.
3. Keuangan
Perbedaan dalam prinsip dan pengelolaan keuangan.
4. Peran Gender
Perbedaan ekspektasi dalam rumahtangga.


MANAJMEN KONFLIK 
Lahiriah
  • Komunikasi efektif (dengarkan secara aktif, berbicara sopan, dan fokus pada solusi)
  • Kontrol emosi, ambil jeda ketika marah
  • Kompromi dan saling pengertian
  • Cooling down
  • Mediasi
Bathiniyyah
  • Menguatkan rohani dengan meningkatkan ibadah kepada Allah, sehingga hati tidak dikuasai nafsu dan setan
  • Senantiasa berdoa mohon petunjuk dan pertolongan Allah
  • Merujuk kembali pada visi keluarga
Note :
  • Setiap hubungan pasti ada masalah, bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan bersama.
  • Jangan saling adu capek, karena semua orang capek
  • Sesibuk apapun kita, tetap harus memberi kabar dengan pasangan
  • Menikah itu isinya kompromi, kompromi, dan kompromi
  • Jangan gengsi untuk minta maaf duluan. Tujuan minta maaf --> menjaga hubungan (tugas bersama)
  • Mengurus anak dan rumah bukan hanya tugas istri, tetapi tugas bersama.
  • Pelukan dan quality time itu penting.
  • Tidak selamanya hubungan itu 50:50. Ada kalanya 20:80 atau 70 : 30. Maka saling melengkapi itu penting.
  • Maksimalkan kewajiban terhadap pasangan, jangan saling menuntut hak satu sama lain.
  • Bahagia itu sebenarnya sederhana : bisa dengan hal-hal receh atau sepele, tapi efeknya luar baisa.

Catatan Kiinan #3 : Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Ringkasan Nasihat Pernikahan dari Ustadz Adi Hidayat

Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Setiap kita pasti berharap memiliki kehidupan rumah tangga yang berhias ketenangan yang mendamaikan (sakinah), kecukupan harta benda (mawaddah), serta kerukunan yang membawa keceriaan dalam berumah tangga (rahmah).

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Ruum : 21)

Namun, Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah (Samara) tidak datang begitu saja, perlu diusahakan dan dijemput oleh kedua pasangan. Empat pilar menuju rumah tangga Samara :

1. Pastikan Tujuan Utama Menikah untuk Mendekati Allah

Jika ingin kehidupan rumah tangga dihiasi Samara, maka pastikan bahwa tujuan awal atau tujuan utamanya bukan hanya ingin menyatukan cinta diantara keduanya, tetapi niatkan untuk mendekati Allah saja. Sebab, Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah adalah anugerah dari Allah.

2. Meyakini bahwa Allah akan Selalu Membersamai Rumah Tangga Hamba-Nya

Dalam Al-Qur’an, Allah turunkan Surah At-Thalaq sebagai panduan bagi persoalan-persoalan pelik dalam rumah tangga. Solusi yang Allah berikan dalam persoalan rumah tangga yaitu tentang sikap taqwa kita kepada Allah; bukan tentang harta benda, kedudukan, maupun pengetahuan. Setiap kehidupan rumah tangga pasti akanmenemukan ujiannya, tapi Allah berjanji bahwa Allah yang akan langsung menyelesaikannya.

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya" (Q.S At-Thalaq : 2)

Siapapun suami dan istri yang mampu membangun kedekatan yang lebih kepada Allah, maka akan Aku jadikan kehidupan rumah tangganya menjadi mudah, Aku kecilkan persoalannya, Aku limpahkan rezeki dari arah yang tak terduga.

“Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S Yusuf : 86)

3. Tidak Mewariskan Sikap Kurang Baik Kepada Pasangan

Wahai suami istri yang sudah menikah dan memiliki iman, maka jangan pernah wariskan sikap-sikap kurang baikmu kepada pasanganmu. Sebelum menikah, kita akan memandang calon pasangan sebagai orang yang sempurna, tetapi setelah menikah kamu pasti akan menemukan kekurangan atau hal-hal yang sebelumnya tidak tampak. Maka jika engkau menemukan itu (dan tidak menyukainya), bersabarlah dan jangan marah. Karena aku memasangkan kalian berdua untuk menyempurnakan, bukan untuk menggali kekurangan-kekurangan itu.

Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (Q.S. An-Nisa : 19)

4. Jadikan Bakti Kepada Orangtua sebagai Pembuktian Cinta pada Allah

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Al-Isra : 23)

Jika seseorang sudah menikah, Aku tetapkan supaya dia selalu tertaut dengan ibadah dan dengan memaksimal-kan bakti kepada orangtuamu. Anak yang berbakti kepada kedua orangtua, akan diapresiasi oleh Allah dengan dibangkitkan Kembali sambil bergandengan tangan dengan orangtua di Surga, Allah perintahkan ke semua malaikat untuk menyambutnya.