Thursday, January 30, 2025
Nunggu Adzan #10 : Prioritas Anggaran
Tuesday, January 28, 2025
Berbicara
Saturday, January 25, 2025
Jangan jadi Dokter Bodoh dan Tak Berempati.
Friday, January 24, 2025
Wednesday, January 22, 2025
Tuesday, January 21, 2025
Sunday, January 19, 2025
Nunggu Adzan #9 : Plot Twist
Catatan Kiinan #7 : Khalifah Alam Semesta
- Allah ciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.
- Ketika malaikat bertanya tentang penciptaan manusia, Allah katakan, "Aku lebih mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui."
Bisa saja Allah menggunakan 'Allah lebih berkuasa' atau padanan lain, tetapi pengetahuan disini ingin memberi makna lebih dalam. Sebab jika mengambil kata pengetahuan, bagi manusia, maka hal itu bisa menjadi gambaran mengenai akumulasi dari seluruh pengalaman dan knowladge yang didapatkan selama hidup.
Kenali diri dan alam (tempat dakwah) kita, sehingga kita bisa menjadi khalifah terbaik yang memang paham zona yang sedang kita hadapi.
Impian akan memberi kita kekuatan
Catatan Kiinan #6 : Yaa Bunayya #1
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S At-Tahrim : 6)
- Masuk Surga karena Ridho Allah
- Ketika masuk Surga karena amal lebih besar dari keburukan yang kita lakukan.
- Ketika keburukan lebih dominan dari amal, tetapi masih terdapat iman --> pada poin ini, manusia akan masuk neraka terlebih dahulu untuk menghapus dosa-dosa yang memberatkannya sebelum masuk ke Surga.
- Taat kepada Allah dan menjaga diri dan keluarga dari kemaksiatan.
- Perintahkan untuk berdzikir
- Bertakwa kepada Allah
- Lakukan dengan nasehat dan adab
- Jaga anak diatas fitrah Islam
- Mu'ahadah --> mengingat perjanjian dengan Allah (kontrak tauhid) untuk senantiasa taat kepada Allah.
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (Q.S. Al-A'Raf : 172)
"Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Q.S Al-Ma'idah : 7)
- Muraqabah --> Mengimani bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.
Allah tak hanya mengawasi, tetapi juga mengutus malaikat untuk mencatat semua baik-buruknya manusia hingga nanti kita dimintai pertanggungjwaban terhadap seluruh yang kita lakukan di dunia."Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya". (Q.S. Az-Zalzalah : 7)
"Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun." (Q.S. Al-Kahfi : 49) - Muhasabah --> Menghitung-hitung apa yang sudah kita lakukan dan persiapkan untuk bekal di hari esok.
Manusia --> sifatnya pelupa, maka perlu untuk terus diingatkan (termasuk mengenai dosa dan pahalanya sendiri)"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S Al-Hasyr : 18)
Umar : Hitung-hitunglah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab nanti. - Mu'aqabah --> Menghukum diri jika tidak memenuhi komitmen/janji
Diri yang merasa sempurna tidak akan dapat mengenali jalan menuju kebaikan. Siap ia merasa tidak perlu berbenah. Jiwa yang bermuhasabah seyogyanya juga akan menghukum pribadinya jika berdosa sebagai tanda penyerahan secara nyata agar kelak Allah mengampuninya. - Mujahadah --> Berjuang untuk terus mempertahankan ketaatan demi meraih taqwa.
Bekerjalah untuk duniamu seukur dengan berapa lama tinggal di bumi. Bekerjalah untuk akhiratmu seukur pula dengan berapa panjang engkau hidup disana.
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam jihadnya dalam memenuhi perintah kami, pasti akan kami tunjukkan padnaya jalan-jalan Kami."
"Seseorang akan mati di atas apa yang isa tegakkan hidup padanya." - Imam Al-Ghazali
Pertanyaan yang wajib sellau diulang setiap sedang mengerjakan/memutuskan sesuatu : "Apakah ini diridhoi Allah? Apakah ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah?"
Dan hendaknya kita mengucapkan perkataan yang lurus/konsisten sehingga dapat menjadi modal penting untuk kekokohan jiwa anak-anak kelak.
Suami-stri harus kompak dan konsisten dalam setiap menanamkan nilai (terutama tentang benar-salah) kepada anak-anak. Jangan hari ini bilang A, besok bilang B, dst. Disanalah saatnya berbagi peran, ada saatnya ayah yang tegas mengingatkan, kemudian ibu menasehati dengan lembut untuk menyadarkan. Ada pula masanya kebalikannya. Usahakan untuk tidak menghakimi anak dalam waktu bersamaan agar anak tetap merasa punya 'rumah' dan merasa dipahami oleh orangtuanya.
Selanjutnya tak ahnya dengan kata-kata, tapi konsistenlah dalam perbuatan dan pengamalan. Misal : menyuruh anak-anak semangat sholat sedang orangtuanya menunda shalat. Memarahi anak-anak agar tidak kecanduan gadget sedang orangtuanya tidak bisa lepas dari gadget.
Tugas ayah : Tegas dalam membuat dan menyampaikan aturan-aturan dalam rumah.
Tugas ibu : menasehati dengan hikmah agar anak-anak memahami aturan-aturan yang tegak di rumah.
Belajar seni untuk merespon kegagalan dan kesalahan anak :
Bukan dengan menyalahkan anak 100%, bukan dengan menyalahkan pihak lain yang memungkinkan terjadinya kegagalan tersebut, bukan dengan membiarkan saja kegagagaln tersebut terjadi, tetapi dengan :
- mengamati ketika anak gagal
- utamakan menolong dan menenangkan terlebih dahulu
- setelah anak tenang dan siap mendengarkan --> tanya, diskusi, dan validasi apa yang ia alami dan rasakan
- Pahamkan bahwa setaip hal memang ada risikonya dan gagal itu normal, hal biasa. Pahamkan bahwa yang penting bahwa setiap yang terjadi adalah takdir Allah, tugas kita adalah merespon takdir tersebut dengan bijak dengan tetap bangkit lagi dan nggak kapok untuk berjuang lagi.
3. Rasa syukur kepada Allah
Rasa syukur yang pertama kali harus diulang-ulang : rasa syukur sebab Allah percaya untuk menitipkan anak dan menjadikan kita sebagai orangtuanya sehingga kita memiliki peluang untuk mendidik penerus peradaban.
Nikmati segala kerepotan dalam mengurus dan mendidik anak, sebab kerepotan-kerepotan itu hanya sementara dan tidak lama.
Ungkapkan syukur secara verbal dan non-verbal. Termasuk sampaikan ke anak bahwa kita bersyukur menjadi orangtua mereka. Sebab syukur dan cinta adalah hal yang perlu kita ungkapkan, bahkan keaapada Allah yang Maha Mengetahui saja, kita tetap diajarkan untuk memuji dan berdzikir untuk melafadzkan rasa syukur dan cinta kita kepadaNya.
Penelitan Ust. Salim A. Fillah --> 30% anak kader tidak ingin aktif dalam dakwah seperti ortunya ketika sudah dewasa karena selama ini merasa orangtuanya terlalu sibuk, jarang di rumah, dan pulang dalam kondisi sudah kelelahan. Maka pertanyaannya, apakah sibuk itu salah? Seberapa perrbandingan kesibukan kita jika dibandingkan dnegan Rasulullah?
Selelah-lelahnya Rasulullah berdakwah hingga berdarah-darah. Ia akan menyiapkan diri sebaik2nya ketika akan bertemu dengan keluarganya :
QURRATA A'YUN
--> penyejuk mata di dunia dan di akhirat.
Siapa yang bertanggungjawab mendidik anak?
Maka peran ayah dalam mendidik anak adalah dengan menanamkan nilai/filsafat kehidupan
Maka, berbahagialah yang memiliki istri cerewet dan shalihah, sebab anak akan tumbuh bersama ibu yang dari mulutnya keluar ilmu dan nasihat yang baik-baik.
Saturday, January 18, 2025
Nunggu Adzan #8 : Ngapain sih di dunia?
Thursday, January 16, 2025
Gencatan Senjata Hamas dan Israel
Wednesday, January 15, 2025
(Urfa, 2022)
Tuesday, January 14, 2025
Nunggu Adzan #7 : Tiga Kebiasaan Kecil Pembawa Berkah bagi Ust. Adi Hidayat
Monday, January 13, 2025
Keberkahan Ilmu
Sunday, January 12, 2025
Nunggu Adzan #6 : Angin Panas Los Angeles
Note : klik gambar untuk membaca dengan kualitas yang lebih baik
- Ketika Rasulullah berkali-kali berdoa dan memohon agar azab dihilangkan. Lantas setelah mendengar do'a Rasulullah, Allah mengabulkan untuk menghapus dua dari 4 azab, yaitu menghilangkan lemparan (batu) dari langit dan 'menelan/pembenaman' bumi. Namun Allah tetap mempertahankan 2 azab lain, yaitu : pencampuran dengan keragaman kelompok sosial yang bertentangan dan penderitaan akibat kekerasan kelompok Muslim yang lain. Karena doa dan permohonan Rausulullah saat itu, azab yang terjadi pada ummat Rasulullah jauh lebih ringan.
- Kisah marahnya malaikat penjaga gunung di Thaif ketika Rasulullah bersedih setelah mendapatkan perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan dari kaum Quraisy (dilempar kotoran, dilukai, diolok-olok, dll) setelah kematian Khadijah dan Abu Thalib. Saat itu kaum Qurisy melempar batu hingga kaki Rasulullah terluka dan berdarah, rasulullah lalu berdoa :"Ya Allah, hanya kepada-Mu kuadukan lemahnya kekuatanku, sedikitnya upayaku, dan hinanya pandangan orang kepadaku. Wahai Yang Maha Penyantun, Engkaulah Tuhanku dan Tuhan orang-orang yang tertindas. Kepada siapa Engkau akan serahkan aku? Kepada orang asing yang memperlakukanku dengan jahat, ataukah kepada saudara jauh yang mengusirku?"Lalu Malaikat Jibril turun dan berkata, "Hai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu. Dan malaikat yang mengurus gunung-gunung telah diperintahkan oleh Allah untuk mematuhi semua perintahmu. Ia tidak akan melakukan apa pun, kecuali atas perintahmu."Malaikat penjaga gunung berkata, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk berkhidmat kepadamu. Jika kau mau, biar kujatuhkan gunung itu kepada mereka. Jika engkau mau, akan kulempari mereka dengan bebatuan. Dan jika engkau mau, akan kuguncangkan bumi di bawah kaki mereka."Rasulullah SAW pun menjawab, "Hari Malaikat Gunung, aku datang kepada mereka karena berharap mudah-mudahan akan keluar dari keturunan mereka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah (tiada Tuhan selain Allah)."
Beberapa ibrah yang dapat kita ambil dari kejadian ini :
- Begitu nyata kekuatan 'kun fayakun' Allah. Dari beberapa trending yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, kita bisa lihat dengan jelas bagaimana dengan mudahnya Allah membolak-balik nasib seseorang/suatu kaum. Maka, semoga lebih besar pula keimanan kita kepada Allah.
- Harta, tahta, wanita, dan semua pencapaian-pencapaian kita di dunia ini sungguh tak ada artinya. Jika memang bukan takdir kita, maka mudah saja ia hilang dalam sekejap mata. Maka, semoga kita belajar agar tidak menjadikan dunia yang penuh tipu daya ini sebagai tujuan kita.
- Pentingnya untuk tidak mudah berprasangka terhadap orang lain. Hindari mengolok-olok dan tertawa diatas kesulitan orang lain. Jika memang belum sampai keimanan kita pada tahap mendoakan agar kebaikan selalu menyertai orang-orang tersebut, semoga setidaknya kita berlindung diri dari prasangka-prasangka yang belum pasti.
Catatan Kiinan #5 : Strategi Pengelolaan Keuangan Keluarga
Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ekonomi --> penyebab perceraian terbanyak nomor 2 di Indonesia.
Selingkuh keuangan --> sikap untuk merahasiakan/ketidakjujuran dalam pengelolaan keuangan. Dampak : ketidakpercayaan, renggangnya hubungan, bahkan perceraian.
Usaha belajar keuangan --> salah satu usaha untuk menyelamatkan generasi selanjutnya dari generasi sandwich.
Apa alasan mengelola keuangan dalam Islam?
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
- Merupakan perencanaan keuangan keluarga yang dilakukan sesuai syariat Islam, tidak hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan duniawi tapi juga akhirat berdasarkan hukum syariat yang tercantum dalam Al-Qur'an dan hadits.
- Mengatur seluruhnya, mulai dari mendapatkan, mengolah, maupun mengeluarkan harta sesuai syariat Islam.
"(Yusuf) berkata, “Bercocoktanamlah kamu tujuh tahun berturut-turut! Kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan." (Q.S. Yusuf :47)
IBRAH :
- Pentingnya mempersiapkan dana darurat untuk kondisi yang tidak terduga di masa depan.
- Pengeluaran yang sifatnya konsumtif hendaknya dilakukan dengan hemat.
- Terdapat redaksi فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ /tangkai --> menjelaskan mengenai tempat penyimpanan yang aman (karena gandum akan lebih awet jika disimpan dalam kondisi masih utuh beserta tangkainya)
- Setelah masa produktif, akan datang masa tidak produktif. (Ex: masa pensiun)
- Fungsi simpanan tidak hanya ketika masa paceklik/dana darurat, tapi juga bisa untuk persiapan dana-dana lain (pendidikan, pensiun, dll)
SINGLE
Pemasukan
- Umumnya single income
Pengeluaran
- Untuk kebutuhan sendiri dan orang terdekat
- Lebih flexible dalam mengatur keuangan
- Biasanya lebih banyak untuk entertain/lifestyle
- Kebutuhan harian masih sederhana, belum kompleks.
KELUARGA
Pemasukan
- Umumnya single/double income
Pengeluaran
- Untuk kebutuhan sendiri, keluarga, dan orang terdekat
- Lebih ketat dalam mengatur keuangan
- Kebutuhan harian lebih kompleks --> rumah, pendidikan, kendaraan, dll
- Diskusi visi dan misi keuangan keluarga
- Terbuka tentang uang : cara pengelolaan selama single, izin untuk istri bekerja, dll
- Apakah sendwich generation? Jika iya, siapa saja yang ditanggung? Sampai kapan? Berapa banyak? apakah sudah didiskusikan bagaimana kondisi jika menikah-punya anak?
- Apakah punya hutang?
- Bagaimana pendapat tentang riba?
- Berapa pemasukan, pengeluaran, harta total, hutang, dll?
- Dana darurat : 3-6 x pengeluaran bulanan
- Cicilan/hutang : maksimal 35% dari pendapatan
- Rasio menabung/investasi : minimal 10% dari pendapatan.
- Normalnya, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan.
- Cicilan/hutang : maksimal 35% dari pendapatan
- Rasio menabung/investasi : minimal 10% dari pendapatan.
- Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
- Buat budgeting dengan bijak.
Budget ada 3: - Kewajiban
Wajib dikeluarkan, tidak bisa dihemat
Ex : cicilan, hutang, zakat, biaya sekolah anak - Kebutuhan
Perlu dikeluarkan, tapi bisa dihemat
Ex : kebutuhan harian (sandang, pangan, papan) - Keinginan
Jika tidak dikeluarkan, aman saja
Ex : entertain, jajan, dll - Wajib jaga lifestyle karena menurunkan gaya hidup itu susah, sedangkan menaikannya gampang bangettt.
- Wajib, karena :
- Kemandirian ekonomi sangat ditekankan dalam Islam
- Larangan untuk hidup meminta-minta dan menggantungkan diri terhadap orang lain.
- Sunnah, karena :
- Kita dianjurkan untuk tidak hidup boros dan menghemat harta.
- Menabung bisa jadi tools untuk mencapai tujuan keuangan yang sifatnya ibadah kepada Allah (haji, umroh, beli rumah, infaq, dll)
- Haram, jika:
- tujuannya untuk menutup harta, riya, dan menjadi pribadi yang kikir.
- Di masa kritis, pastikan pinjaman maksimal 30% dari penghasilan.
- Jika income sudah halal, hindari berhutang dengan cara yang tidak halal (ex : mengandung riba)
- Sebaik-baik investasi bagi muslim adalah investasi akhirat (zakat, infaq, sedekah, wakaf) --> buat alokasi/anggaran bulanan.
- Pilih instrumen investasi syariah : emas, properti, reksadana (pasar uang, obligasi, saham), deposito, dll.
- Tidak ada gaji ideal bagi seorang suami. Yang terpenting adalah cukup untuk nafkah bagi keluarga,
Catatan Kiinan #4 : Keluarga Bahagia, Harmoni Menuju Surga
- Utama : Mencari Ridho Allah, sesuai dengan tuntunan syariat
- Maqasid Al-Syari'ah/Maslahat Dharuriah:
- Memelihara agama (Hifz Al-Din)
- Memelihara jiwa (Hifz Al-Nafs)
- Memelihara akal (Hifz Al-'Aql)
- Memelihara keturunan (Hifz An-Nasl)
- Memelihara harta (Hifz Al-Mal)
- Merupakan bagian dari tertib amal : Pribadi Muslim, Keluarga, Masyarakat, Negara, Dunia
- Rumah tangga muslim --> praktek untuk menjalankan nilai-nilai Islam
--> target akhir : kontribusi dalam membangun masyarakat madani.
Maka tak dapat diterima jika seorang muslim/da'i yang menyeru kepada Allah tapi lalai dalam menyia-nyiakan kewajiban dalam menyadarkan setiap anggota keluarga untuk menerapkan ajaran Agama Islam dalam setiap aspek kehidupan
- Memikul Amanah Dakwah dan Penyadaran Ummat
Sebagaimana individu muslim, setiap keluarga juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan kewajiban dakwah.Isu : Gawzul fikri untuk menjadikan perempuan sebagai perusak dan kemerosotan suatu negara.--> Maka penting mengusahakan agar perempuan bisa diperbaiki dan dibina dalam rangka menyangga nilai-nilai yang mulia dan memerangi hal2 hina.Jika dakwah dapat dipikul dengan baik --> akan makin tersambung lingkaran-lingkaran cahaya dan saling merapat antar sesamanya, hingga kebaikan mendominasi masyarakat --> dapat menjadi pemimpin masyarakat
- Menemukan Sakinah
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Rum : 21)Kisah Nabi AyubDari Anas ra: Bahwasannya Nabi Ayyub as diuji Allah selama sepuluh tahun, sehingga ia ditolak oleh semua orang yang dekat maupun yang jauh, kecuali dua orang saudaranya, yang membesuknya setiap pagi dan petang. Berkata salah satunya kepada yang lainnya: “Sungguh Nabi Ayyub telah melakukan dosa besar; jika tidak karena dosa itu tentu ia telah keluar dari ujian ini. Ucapan ini kemudian disampaikan oleh salah satunya tadi kepada Nabi Ayyub. Nabi Ayyub bersedih dan berdo’a kepada Allah saat itu. Lalu ia keluar untuk hajatnya, isterinya menuntunnya dengan memegang tangannya. Ketika Nabi Ayyub sudah selesai dari hajatnya, wanita itu terlambat menjemputnya. Allah swt memberikan wahyu kepadanya agar ia menggerakkan kakinya; Nabi Ayyub hentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah mata air, ia mandi dengan air itu dan seketika kembali sehat. Kemudian datanglah isterinya menjemput, tetapi tidak mengenalinya, wanita itu bertanya kepadanya: Di mana Nabi Ayyub? Ia menjawab: Saya ini Ayyub….Kisah Hilal bin Umayyah dan IsteriIsteri Hilal bin Umayyah dengan setia melayani suaminya sejak ia dikucilkan bersama dengan tiga orang yang tidak ikut berangkat ke perang Tabuk. “Sesungguhnya Demi Allah, ia tidak lagi punya gairah apapun. Demi Allah, dia tidak berhenti menangis sejak masalahnya diputuskan sampai hari ini.... “
Timbal balik kasih sayang :
• suami bersabar ketika isteri sakit
Ibnul Qayyim berkata: Para ulama mengatakan: Jika wanita tidak dapat menyenangkan suaminya karena sakit berkepanjangan, tidak mampu berhubungan suami isteri, suami tidak berkesempatan untuk membatalkan pernikahan, bahkan ia wajib menafakhinya dengan penuh meskipun isterinya tidak dapat berhubungan badan.
•istri bersabar ketika suami sedang dalam kesulitanIbnul Qayyim berkata: mereka berkata: “Allah swt mewajibkan kepada pengemban kebenaran untuk senantiasa bersabar atas suami yang sedang kesulitan, dan memotivasinya untuk bersedekah dengan tidak meminta haknya, dan selain dua hal ini termasuk kelewatan tidak dibolehkan bagi suami”.
Risalah kita dalam hidup ini adalah ibadah menyembah Allah, dan kita harus mengusahakan seluruh urusan hidup kita ini adalah mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan-Nya untuk dapat menyembah dan mentaati-Nya
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan isterinya. Jika isterinya tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di malam hari lalu shalat, dan membangunkan suaminya, jika tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya.” ( HR Abu Daud dengan sanad shahih.)
- Saling Tsiqah dan Husnudzan
Tsiqah tak akan terwujud kecuali dalam naungan takwa dan muraqabah.Suami : merasa tenang ketika istri bisa menjaga diri dan kesetiaan meskipun ditinggalkan dalam wkatu yang lamaIstri : merasa tenang ketika suami dapat dipercaya ketika berada di luar rumah.
Diantara keharusan saling husnuzhzhan antara suami isteri adalah: menjauhkan diri dari mengungkit-ungkit masa lalu, yang berupa kesalahan sekecil apapun. Karena Allah swt telah memerintahkan untuk menutupi, seseorang menutupi kesalahan sendiri, kemudian ia menutupi kesalahan orang lain.
- Bersama Memikul Tanggung Jawab
Di antara penyebab stabilitas, kebahagiaan hidup suami isteri adalah kebersamaan, musyawarah, dan bekerja sama, dengan menempatkan suami sebagai pemimpin yang menjadi penentu keputusan. Jika ada yang kurang dari norma di atas maka kekokohan dan kebahagiaan keluarga tidak akan terwujud.Rasulullah --> Melibatkan istrinya dalam segala kondisiDari Aisyah, Ummul Mukminin berkata: Wahyu pertama yang diterima Rasulullah saw adalah mimpi yang baik dalam tidurnya… sehingga datanglah kebenaran itu ketika ia berada di gua Hira. Malaikat menemuinya dan mengatakan: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,” kemudian Rasulullah pulang dengan membawa ayat itu, berguncang hatinya. Ia masuk menemui Khadijah bint Khuwailid ra, dan berkata: selimutilah aku, selimutilah aku. Ia menyelimutinya sehingga hilang demamnya. Ia sampaikan dan ceritakan peristiwanya kepada Khadijah: “Aku khawatir akan diriku sendiri….. (HR Al Bukhari dan Muslim)
Selalu hidupkan atmosfir ruhiyah dalam rumah, kumandangkan selalu lantunan Al-Qur'an, shalat berjamaah, dzikrullah, dll.
Berperilaku lembut, saling menghormati dan menghargai, serta menjaga kehormatan masing-masing.
1. Komunikasi positif dan efektif
KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA
1. Perbedaan Kepribadian
Setiap pasangan memiliki kepribadian yang berbeda. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, perbedaan dapat memicu konflik.
2. Komunikasi
Komunikasi yang tidak efektif, seperti mendengarkan atau berbicara secara kasar dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Bahkan termasuk nada bicara juga dapat menyebabkan konflik.
3. Keuangan
Perbedaan dalam prinsip dan pengelolaan keuangan.
4. Peran Gender
Perbedaan ekspektasi dalam rumahtangga.
MANAJMEN KONFLIK
Lahiriah
- Komunikasi efektif (dengarkan secara aktif, berbicara sopan, dan fokus pada solusi)
- Kontrol emosi, ambil jeda ketika marah
- Kompromi dan saling pengertian
- Cooling down
- Mediasi
- Menguatkan rohani dengan meningkatkan ibadah kepada Allah, sehingga hati tidak dikuasai nafsu dan setan
- Senantiasa berdoa mohon petunjuk dan pertolongan Allah
- Merujuk kembali pada visi keluarga
- Setiap hubungan pasti ada masalah, bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan bersama.
- Jangan saling adu capek, karena semua orang capek
- Sesibuk apapun kita, tetap harus memberi kabar dengan pasangan
- Menikah itu isinya kompromi, kompromi, dan kompromi
- Jangan gengsi untuk minta maaf duluan. Tujuan minta maaf --> menjaga hubungan (tugas bersama)
- Mengurus anak dan rumah bukan hanya tugas istri, tetapi tugas bersama.
- Pelukan dan quality time itu penting.
- Tidak selamanya hubungan itu 50:50. Ada kalanya 20:80 atau 70 : 30. Maka saling melengkapi itu penting.
- Maksimalkan kewajiban terhadap pasangan, jangan saling menuntut hak satu sama lain.
- Bahagia itu sebenarnya sederhana : bisa dengan hal-hal receh atau sepele, tapi efeknya luar baisa.
Catatan Kiinan #3 : Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Ruum : 21)
1. Pastikan Tujuan Utama Menikah untuk Mendekati Allah
Jika ingin kehidupan rumah tangga dihiasi Samara, maka pastikan bahwa tujuan awal atau tujuan utamanya bukan hanya ingin menyatukan cinta diantara keduanya, tetapi niatkan untuk mendekati Allah saja. Sebab, Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah adalah anugerah dari Allah.
2. Meyakini bahwa Allah akan Selalu Membersamai Rumah Tangga Hamba-Nya
Dalam Al-Qur’an, Allah turunkan Surah At-Thalaq sebagai panduan bagi persoalan-persoalan pelik dalam rumah tangga. Solusi yang Allah berikan dalam persoalan rumah tangga yaitu tentang sikap taqwa kita kepada Allah; bukan tentang harta benda, kedudukan, maupun pengetahuan. Setiap kehidupan rumah tangga pasti akanmenemukan ujiannya, tapi Allah berjanji bahwa Allah yang akan langsung menyelesaikannya.
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya" (Q.S At-Thalaq : 2)
Siapapun suami dan istri yang mampu membangun kedekatan yang lebih kepada Allah, maka akan Aku jadikan kehidupan rumah tangganya menjadi mudah, Aku kecilkan persoalannya, Aku limpahkan rezeki dari arah yang tak terduga.
“Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S Yusuf : 86)
3. Tidak Mewariskan Sikap Kurang Baik Kepada Pasangan
Wahai suami istri yang sudah menikah dan memiliki iman, maka jangan pernah wariskan sikap-sikap kurang baikmu kepada pasanganmu. Sebelum menikah, kita akan memandang calon pasangan sebagai orang yang sempurna, tetapi setelah menikah kamu pasti akan menemukan kekurangan atau hal-hal yang sebelumnya tidak tampak. Maka jika engkau menemukan itu (dan tidak menyukainya), bersabarlah dan jangan marah. Karena aku memasangkan kalian berdua untuk menyempurnakan, bukan untuk menggali kekurangan-kekurangan itu.
“Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (Q.S. An-Nisa : 19)
4. Jadikan Bakti Kepada Orangtua sebagai Pembuktian Cinta pada Allah
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Al-Isra : 23)
Jika seseorang sudah menikah, Aku tetapkan supaya dia selalu tertaut dengan ibadah dan dengan memaksimal-kan bakti kepada orangtuamu. Anak yang berbakti kepada kedua orangtua, akan diapresiasi oleh Allah dengan dibangkitkan Kembali sambil bergandengan tangan dengan orangtua di Surga, Allah perintahkan ke semua malaikat untuk menyambutnya.















