Thursday, January 9, 2025

Nunggu Adzan #3 : Ketika Rapuh

Mari kita ringkas nasihat Ummi di agenda hari ini yg (agak) mirip sama podcast Teh Qoon di Temani.id beberapa hari lalu. Terdengar sederhana, tapi aplikasinya ternyata ga sederhana.

📌📌📌
Pasti tiap orang ada fase capeknya. 
Semua perasaan itu fluktuatif, termasuk ghirah.
Butuh jeda itu boleh, asal jangan sampai melalaikan kewajiban kita terhadap Allah dan orang lain.
Nangis-nangis dikit boleh --> tp harus tetap stabil ketika dibutuhkan ummat. (Apalagi jika bekerja di ranah sosial)

Kalau lagi marah : ubah posisi - wudhu - shalat.
Kalau sedih, lelah : dzikir - shalat.
Kalau berlebih bahagia/cinta (dunia) : puasa - ZISWAF.

Larilah kepada Allah..
"Ketika ada seorang manusia mengangkat tangannya kepada Allah, mustahil ia akan kembali dengan tangan kosong." -Ust Abd Aziz Abdur Rouf, Lc (Ayah Teh Farah Qoonita)

- Jangan mengambil keputusan ketika sedang (terlalu) marah atau senang.
- Emosi itu (cenderung) menular. Jika terpaksa harus tetap berinteraksi dengan orang di periode 'lelah' : minta jeda sebentar. Buru-buru dzikir. Atur nafas.
- Jika orang lain yg terlihat sedang tidak baik-baik saja --> beri jeda, sampaikan dengan cara yg ahsan jika memang butuh beliau dalam waktu itu juga.
- Jangan pupuk/berlarut-larut menuruti perasaan. Ex : denger lagu galau/baca tulisan galau ketika sedang sedih. 
- Banyak-banyak belajar keteguhan jiwa dari orang-orang pilihan Allah.

Setiap ada perasaan ga nyaman : peka!
Jangan dibiarkan berlarut, tapi jangan paksakan terlalu cepat selesai.
Pahami penyebab ketidaknyamanan tsb --> gunakan solusi sesuai masalah.
Jika sulit mengendalikan sendiri --> cari profesional/org yg lebih bijak (karena kadang kita butuh pendapat orang luar agar objektif, tp jangan sampai salah pilih orang)



No comments: