Ust. Komaruddin dan Ustdzh. Manah Rasmanah
(Couple Time Salimah Musi Banyuasin)
Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
TUJUAN PERNIKAHAN
- Utama : Mencari Ridho Allah, sesuai dengan tuntunan syariat
- Maqasid Al-Syari'ah/Maslahat Dharuriah:
- Memelihara agama (Hifz Al-Din)
- Memelihara jiwa (Hifz Al-Nafs)
- Memelihara akal (Hifz Al-'Aql)
- Memelihara keturunan (Hifz An-Nasl)
- Memelihara harta (Hifz Al-Mal)
- Merupakan bagian dari tertib amal : Pribadi Muslim, Keluarga, Masyarakat, Negara, Dunia
- Rumah tangga muslim --> praktek untuk menjalankan nilai-nilai Islam
--> target akhir : kontribusi dalam membangun masyarakat madani.
Maka tak dapat diterima jika seorang muslim/da'i yang menyeru kepada Allah tapi lalai dalam menyia-nyiakan kewajiban dalam menyadarkan setiap anggota keluarga untuk menerapkan ajaran Agama Islam dalam setiap aspek kehidupan
- Memikul Amanah Dakwah dan Penyadaran Ummat
Sebagaimana individu muslim, setiap keluarga juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan kewajiban dakwah.Isu : Gawzul fikri untuk menjadikan perempuan sebagai perusak dan kemerosotan suatu negara.--> Maka penting mengusahakan agar perempuan bisa diperbaiki dan dibina dalam rangka menyangga nilai-nilai yang mulia dan memerangi hal2 hina.Jika dakwah dapat dipikul dengan baik --> akan makin tersambung lingkaran-lingkaran cahaya dan saling merapat antar sesamanya, hingga kebaikan mendominasi masyarakat --> dapat menjadi pemimpin masyarakat
- Menemukan Sakinah
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Rum : 21)Kisah Nabi AyubDari Anas ra: Bahwasannya Nabi Ayyub as diuji Allah selama sepuluh tahun, sehingga ia ditolak oleh semua orang yang dekat maupun yang jauh, kecuali dua orang saudaranya, yang membesuknya setiap pagi dan petang. Berkata salah satunya kepada yang lainnya: “Sungguh Nabi Ayyub telah melakukan dosa besar; jika tidak karena dosa itu tentu ia telah keluar dari ujian ini. Ucapan ini kemudian disampaikan oleh salah satunya tadi kepada Nabi Ayyub. Nabi Ayyub bersedih dan berdo’a kepada Allah saat itu. Lalu ia keluar untuk hajatnya, isterinya menuntunnya dengan memegang tangannya. Ketika Nabi Ayyub sudah selesai dari hajatnya, wanita itu terlambat menjemputnya. Allah swt memberikan wahyu kepadanya agar ia menggerakkan kakinya; Nabi Ayyub hentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah mata air, ia mandi dengan air itu dan seketika kembali sehat. Kemudian datanglah isterinya menjemput, tetapi tidak mengenalinya, wanita itu bertanya kepadanya: Di mana Nabi Ayyub? Ia menjawab: Saya ini Ayyub….Kisah Hilal bin Umayyah dan IsteriIsteri Hilal bin Umayyah dengan setia melayani suaminya sejak ia dikucilkan bersama dengan tiga orang yang tidak ikut berangkat ke perang Tabuk. “Sesungguhnya Demi Allah, ia tidak lagi punya gairah apapun. Demi Allah, dia tidak berhenti menangis sejak masalahnya diputuskan sampai hari ini.... “
Timbal balik kasih sayang :
• suami bersabar ketika isteri sakit
Ibnul Qayyim berkata: Para ulama mengatakan: Jika wanita tidak dapat menyenangkan suaminya karena sakit berkepanjangan, tidak mampu berhubungan suami isteri, suami tidak berkesempatan untuk membatalkan pernikahan, bahkan ia wajib menafakhinya dengan penuh meskipun isterinya tidak dapat berhubungan badan.
•istri bersabar ketika suami sedang dalam kesulitanIbnul Qayyim berkata: mereka berkata: “Allah swt mewajibkan kepada pengemban kebenaran untuk senantiasa bersabar atas suami yang sedang kesulitan, dan memotivasinya untuk bersedekah dengan tidak meminta haknya, dan selain dua hal ini termasuk kelewatan tidak dibolehkan bagi suami”.
Risalah kita dalam hidup ini adalah ibadah menyembah Allah, dan kita harus mengusahakan seluruh urusan hidup kita ini adalah mendekatkan diri kepada Allah, memohon pertolongan-Nya untuk dapat menyembah dan mentaati-Nya
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan isterinya. Jika isterinya tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di malam hari lalu shalat, dan membangunkan suaminya, jika tidak mau bangun ia percikkan air di wajahnya.” ( HR Abu Daud dengan sanad shahih.)
- Saling Tsiqah dan Husnudzan
Tsiqah tak akan terwujud kecuali dalam naungan takwa dan muraqabah.Suami : merasa tenang ketika istri bisa menjaga diri dan kesetiaan meskipun ditinggalkan dalam wkatu yang lamaIstri : merasa tenang ketika suami dapat dipercaya ketika berada di luar rumah.
Diantara keharusan saling husnuzhzhan antara suami isteri adalah: menjauhkan diri dari mengungkit-ungkit masa lalu, yang berupa kesalahan sekecil apapun. Karena Allah swt telah memerintahkan untuk menutupi, seseorang menutupi kesalahan sendiri, kemudian ia menutupi kesalahan orang lain.
- Bersama Memikul Tanggung Jawab
Di antara penyebab stabilitas, kebahagiaan hidup suami isteri adalah kebersamaan, musyawarah, dan bekerja sama, dengan menempatkan suami sebagai pemimpin yang menjadi penentu keputusan. Jika ada yang kurang dari norma di atas maka kekokohan dan kebahagiaan keluarga tidak akan terwujud.Rasulullah --> Melibatkan istrinya dalam segala kondisiDari Aisyah, Ummul Mukminin berkata: Wahyu pertama yang diterima Rasulullah saw adalah mimpi yang baik dalam tidurnya… sehingga datanglah kebenaran itu ketika ia berada di gua Hira. Malaikat menemuinya dan mengatakan: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,” kemudian Rasulullah pulang dengan membawa ayat itu, berguncang hatinya. Ia masuk menemui Khadijah bint Khuwailid ra, dan berkata: selimutilah aku, selimutilah aku. Ia menyelimutinya sehingga hilang demamnya. Ia sampaikan dan ceritakan peristiwanya kepada Khadijah: “Aku khawatir akan diriku sendiri….. (HR Al Bukhari dan Muslim)
PILAR UTAMA MENUJU KELUARGA BAHAGIA
1. Keimanan yang Kokoh
Selalu hidupkan atmosfir ruhiyah dalam rumah, kumandangkan selalu lantunan Al-Qur'an, shalat berjamaah, dzikrullah, dll.
Selalu hidupkan atmosfir ruhiyah dalam rumah, kumandangkan selalu lantunan Al-Qur'an, shalat berjamaah, dzikrullah, dll.
2. Akhlak Mulia dalam Hubungan Suami-Istri
Berperilaku lembut, saling menghormati dan menghargai, serta menjaga kehormatan masing-masing.
Berperilaku lembut, saling menghormati dan menghargai, serta menjaga kehormatan masing-masing.
3. Pendidikan Anak yang Islami
Menanamkan nilai-nilai islam sejak dini.
PRASYARAT HARMONI DALAM KELUARGA
1. Komunikasi positif dan efektif
1. Komunikasi positif dan efektif
2. Salam dan doa dalam kehidupan sehari-hari
3. Peran yang seimbang --> bukan menyetarakan, tapi bersikap saling menolong.
4. Kesabaran dan toleransi --> terutama pada kesalahan-kesalahan kecil.
KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA
1. Perbedaan Kepribadian
Setiap pasangan memiliki kepribadian yang berbeda. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, perbedaan dapat memicu konflik.
2. Komunikasi
Komunikasi yang tidak efektif, seperti mendengarkan atau berbicara secara kasar dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Bahkan termasuk nada bicara juga dapat menyebabkan konflik.
3. Keuangan
Perbedaan dalam prinsip dan pengelolaan keuangan.
4. Peran Gender
Perbedaan ekspektasi dalam rumahtangga.
MANAJMEN KONFLIK
Lahiriah
- Komunikasi efektif (dengarkan secara aktif, berbicara sopan, dan fokus pada solusi)
- Kontrol emosi, ambil jeda ketika marah
- Kompromi dan saling pengertian
- Cooling down
- Mediasi
Bathiniyyah
- Menguatkan rohani dengan meningkatkan ibadah kepada Allah, sehingga hati tidak dikuasai nafsu dan setan
- Senantiasa berdoa mohon petunjuk dan pertolongan Allah
- Merujuk kembali pada visi keluarga
Note :
- Setiap hubungan pasti ada masalah, bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan bersama.
- Jangan saling adu capek, karena semua orang capek
- Sesibuk apapun kita, tetap harus memberi kabar dengan pasangan
- Menikah itu isinya kompromi, kompromi, dan kompromi
- Jangan gengsi untuk minta maaf duluan. Tujuan minta maaf --> menjaga hubungan (tugas bersama)
- Mengurus anak dan rumah bukan hanya tugas istri, tetapi tugas bersama.
- Pelukan dan quality time itu penting.
- Tidak selamanya hubungan itu 50:50. Ada kalanya 20:80 atau 70 : 30. Maka saling melengkapi itu penting.
- Maksimalkan kewajiban terhadap pasangan, jangan saling menuntut hak satu sama lain.
- Bahagia itu sebenarnya sederhana : bisa dengan hal-hal receh atau sepele, tapi efeknya luar baisa.
No comments:
Post a Comment