Disclaimer : Section #CatatanKiinan ini spesial dibuat atas dasar penugasan. Karena Desember kemarin adalah bulan ketahanan keluarga, saya mohon pengertiannya jika dalam beberapa postingan kedepan didominasi dengan topik pernikahan dan parenting. Terimakasih.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Ruum : 21)
1. Pastikan Tujuan Utama Menikah untuk Mendekati Allah
Jika ingin kehidupan rumah tangga dihiasi Samara, maka pastikan bahwa tujuan awal atau tujuan utamanya bukan hanya ingin menyatukan cinta diantara keduanya, tetapi niatkan untuk mendekati Allah saja. Sebab, Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah adalah anugerah dari Allah.
2. Meyakini bahwa Allah akan Selalu Membersamai Rumah Tangga Hamba-Nya
Dalam Al-Qur’an, Allah turunkan Surah At-Thalaq sebagai panduan bagi persoalan-persoalan pelik dalam rumah tangga. Solusi yang Allah berikan dalam persoalan rumah tangga yaitu tentang sikap taqwa kita kepada Allah; bukan tentang harta benda, kedudukan, maupun pengetahuan. Setiap kehidupan rumah tangga pasti akanmenemukan ujiannya, tapi Allah berjanji bahwa Allah yang akan langsung menyelesaikannya.
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya" (Q.S At-Thalaq : 2)
Siapapun suami dan istri yang mampu membangun kedekatan yang lebih kepada Allah, maka akan Aku jadikan kehidupan rumah tangganya menjadi mudah, Aku kecilkan persoalannya, Aku limpahkan rezeki dari arah yang tak terduga.
“Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S Yusuf : 86)
3. Tidak Mewariskan Sikap Kurang Baik Kepada Pasangan
Wahai suami istri yang sudah menikah dan memiliki iman, maka jangan pernah wariskan sikap-sikap kurang baikmu kepada pasanganmu. Sebelum menikah, kita akan memandang calon pasangan sebagai orang yang sempurna, tetapi setelah menikah kamu pasti akan menemukan kekurangan atau hal-hal yang sebelumnya tidak tampak. Maka jika engkau menemukan itu (dan tidak menyukainya), bersabarlah dan jangan marah. Karena aku memasangkan kalian berdua untuk menyempurnakan, bukan untuk menggali kekurangan-kekurangan itu.
“Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (Q.S. An-Nisa : 19)
4. Jadikan Bakti Kepada Orangtua sebagai Pembuktian Cinta pada Allah
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Al-Isra : 23)
Jika seseorang sudah menikah, Aku tetapkan supaya dia selalu tertaut dengan ibadah dan dengan memaksimal-kan bakti kepada orangtuamu. Anak yang berbakti kepada kedua orangtua, akan diapresiasi oleh Allah dengan dibangkitkan Kembali sambil bergandengan tangan dengan orangtua di Surga, Allah perintahkan ke semua malaikat untuk menyambutnya.
No comments:
Post a Comment