Sembari menunggu subuh, muncul postingan Ust Amar Arrisalah diurutan pertama dengan gambar isteri beliau. Kubaca perlahan setiap kalimat, meski spasi dan jedsnya sedikit berantakan (wkwk. Afwan ustadz, jiwa2 editorku memberontak🤏🏻).
Dan... satu yg kutemui; kita punya begitu banyak alasan untuk menikah, tapi bahagialah jika alasan utamanya adalah visi berjuang bersama menuju Allah. Bersama visi itu, kita tak perlu khawatirkan persoalan remeh temeh lagi. Bersama visi itu, kita titipkan percaya pada Pemilik Alam, sebab kita yakin kita sedang berjuang di jalan yang sama.
Izinkan kuulangi kalimat favoritku,
"Aku tak akan merindukanmu. Apa artinya rindu kalau sekarang kita sedang berjuang untuk alasan yang sama?
Aku menikahimu dengan alasan yang sama (dengan) engkau menikahiku. Sebab dari rumah kita, kemenangan yang dekat itu kita sedang merancangnya."
Meskipun rasanya level visi rumah tanggaku dan Ust. Amar sudah pasti akan berbeda, tapi semoga, semoga Allah pertemukan dengan manusia baik dengan visi surga. Hingga dengannya, tak perlu ku khawatirkan lagi remeh temeh dunia. *ekekek
Btw, kalo calon suamiku baca ini (pfftt kayak dah ada aja wkwk. Tp gapapa, aku optimis beliau sudah hidup dan bisa baca🤏🏻). Aku cuma mau bilang, jujur, sampai saat ini aku (mencoba untuk) tidak pernah menbak-nebak siapa sosokmu, apalagi untuk merindukanmu. Sebab, apa artinya rindu kalau sekarang ku yakini kita sedang berjuang dengan alasan yang sama? Semangat 'berpuasa' yaa, mari kita isi ruang tunggu ini dengan kesabaran, sebelum rindu-rindu itu bernilai ibadah dihadapanNya. Wkwkwk 😂 apesiii.. dah dahh.. met beraktivitas ol💁♀️
No comments:
Post a Comment